Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kecerdasan Emosional dan Spiritual dalam Pengembangan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen Meilani, Meilani; Fernando, Andreas
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1: Pebruari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i1.171

Abstract

Christian religious education teachers, as one of the leading roles in education is to form students with the character of Christ, must develop their professionalism in duty.  This research aims to explain the role of emotional intelligence and spiritual intelligence in the development of professionalism of Christian religious education teachers, especially in Educational Institutions, which are schools.  The research method used is descriptive qualitative, using observation and literature studies to collect data.  This study concludes that PAK teachers who have emotional intelligence due to persevering in God's Word and living it will be able to convey to students that they have similar emotional intelligence and behavior change. The spiritual intelligence resulting from intimacy with God makes PAK teachers sensitive to the leadership of the Holy Spirit so that they can change and create optimal Christian religious learning situations despite facing obstacles and challenges.  Thus, professional Christian religious education teachers with emotional and spiritual intelligence similar to the Lord Jesus Christ can help students achieve the Christian religious education goal of meeting God. AbstrakGuru PAK sebagai salah satu peran utama dalam dunia Pendidikan untuk membentuk anak didik berkarakter Kristus wajib mengembangkan profesionalitas dirinya dalam melakukan tugasnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peranan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam pengembangan profesionalitas para guru Pendidikan Agama Kristen khususnya pada Lembaga Pendidikan yakni sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan observasi dan studi Pustaka dalam mengumpulkan data. Hasil penelitian ini adalah guru PAK yang memiliki kecerdasan emosional hasil bertekun dalam Firman Tuhan dan menghidupinya maka akan mampu mengimpartasi murid-murid untuk memiliki kecerdasan emosional serupa dan perubahan perilaku. Kecerdasan spiritual yang dihasilkan dari keintiman dengan Tuhan membuat guru PAK memiliki kepekaan akan pimpinan Roh Kudus sehingga mampu mengubah dan menciptakan situasi pembelajaran PAK optimal meskipun menghadapi hambatan dan tantangan. Dengan demikian guru PAK professional yang memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual serupa dengan Tuhan Yesus Kristus akan mampu membawa peserta didik mencapai tujuan pembelajaran PAK yaitu berjumpa dengan Tuhan.  
Peningkatan Kesadaran Lingkungan melalui Plang Edukasi Sampah di Pantai Wisata Kalomang, Kelurahan Watubangga Hasmar, Wahyu Nuraini; Sudani, Ni Nyoman tri; Hasnal, Nopianti Sa'dan; Zizih, Andi Rezah Tenri; Ilmi, Annisa Nurul; Juanda, Juanda; Sabilla, Hijriya; Hasnal, M Raaf; Bela, Adel Salsa; Meilani, Meilani; Naniwijaya, Cahaya; intani, Reski amalia; Nurhalili, Nurhalili
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1167

Abstract

The problem of inorganic waste in tourist areas, such as Kalomang Beach, is pressing due to the low level of understanding among visitors and the local community regarding the impact and long decomposition time of waste. This lack of knowledge encourages littering behavior.This community service program aimed to enhance environmental awareness and change behavior through education. The methodology included observation, planning, and the installation of informative educational signboards. The main result was the development of an interactive educational signboard placed in strategic locations. These signs display real inorganic waste samples, such as plastic bottles (450 years) and plastic bags (20 years), along with their estimated decomposition times. The placement of the signs proved effective in attracting attention. Initial evaluations indicated an increase in awareness and several areas appearing cleaner. Although long-term evaluation is still required, the program successfully served as an important first step in triggering behavioral change. The implication is the effectiveness of education as a model for future sustainable environmental programs.