Claim Missing Document
Check
Articles

DROUGHT ANTICIPATION ON IRRIGATION LAND USING TRADE-OFF MODEL ON CASCADE RESERVOIR OPERATION Azmeri Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: An experiment based on literatute review and secondary data collecting to study and develop a software that can be operated by the users interactively and friendly, has been conducted. The results show that, on the trade – off curve based on the equal service level between energy and irrigation water, gained that the level to the energy demands of the smaller line with increased service levels, meet the demands of the irrigation water. Based on the trade-off analysis, however, for the dry year of 82.5%, show that both for these demands with the equal service level, were obtained.Keywords : software, trade-off curve, the equal service level, energy, irrigation, dry periodeAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan software yang dapat dioperasikan oleh pengguna (operator waduk) secara interaktif dan user friendly. Pada kurva trade-off berdasarkan tingkat layanan yang sama antara energi dan air irigasi, diperoleh bahwa tingkat layanan terhadap kebutuhan energi semakin kecil seiring dengan peningkatan tingkat layanan untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi. Berdasarkan analisa trade-off, maka untuk tahun kering diperoleh sebesar 82,5% untuk kedua kebutuhan tersebut dengan tingkat layanan yang sama.Kata kunci : software, kurva trade-off, tingakt layanan yang sama, energi, irigasi, tahun kering.
STRATEGI PENGELOLAAN KAWASAN PASAR BINA USAHA MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT Dody Resmal; Mochammad Afifuddin; Azmeri Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Good management needs to be applied in managing the market so that the market area well ordered so that the creation of comfortable and peaceful conditions for market users. Seedy, dirty and chaotic is a sure thing to be found in the market, these conditions have a negative impact on the development of the market itself. Similarly, in the Meulaboh Bina Usaha Market, the market management implemented by the UPTD has not been optimized either from the physical aspect, the completeness of the facilities and public facilities, the completeness of the market and the management. In addition, the utilization of new buildings provided for traders has not been optimal, as evidenced by the emergence of traders who sell on the roadside. The purpose of this research is to optimize the function and management of market management of Bina Usaha Meulaboh in minimizing the occurrence of chaos in the market area. The research method is descriptive with quantitative technique. Samples were obtained by 97 buyers, 91 merchants and 3 government officials interviewed as the parties who understood the problems that occurred in the market area. The dominant factor analysis resulted in less optimal market management ie unavailability of vehicle parking, street vendors, garbage, market management, in-market corridor, congestion, security order, public toilets, warehousing and placement of traders. The appropriate strategy used in managing the market in accordance with SWOT and AHP analysis is to increase the role of UPTD as the responsible person by preparing SOP (standard operating procedure) related to market management so that it becomes the guideline for UPTD to run their respective duties in managing Meulaboh Bina Usaha.Abstrak: Manajemen yang baik perlu diterapkan dalam mengelola pasar agar kawasan pasar tertata dengan baik sehingga terciptanya kondisi nyaman dan tentram bagi pengguna pasar. Kumuh, kotor dan semrawut merupakan hal yang pasti akan ditemukan di pasar, kondisi seperti ini berdampak buruk terhadap perkembangan pasar itu sendiri. Begitu juga yang terjadi di pasar Bina Usaha Meulaboh, manajemen pengelolaan pasar yang diterapkan oleh UPTD belumlah optimal baik dari aspek fisik, kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana umum, kelengkapan pasar serta pengelolaan. Selain itu, pemanfaatan bangunan baru yang disediakan untuk pedagang belumlah optimal, terbukti dengan munculnya para pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengoptimalkan fungsi dan manajemen pengelolaan pasar Bina Usaha Meulaboh dalam meminimalisasi terjadinya kesemrawutan di kawasan pasar. Metode penelitian secara deskriptif dengan teknik kuantitatif. Sampel diperoleh sebanyak 97 orang pembeli, 91 orang pedagang dan 3 orang pejabat pemerintah yang diwawancarai sebagai pihak yang mengerti tentang persoalan yang terjadi di kawasan pasar. Adapun hasil analisis faktor dominan yang menyebabkan kurang optimalnya manajemen pasar yaitu tidak tersedianya tempat parkir kendaraan, penertiban PKL, tempat sampah, pengelolaan pasar, koridor di dalam pasar, kemacetan, keamanan ketertiban, toilet umum, pergudangan barang dan penempatan pedagang. Strategi yang tepat digunakan dalam mengelola pasar sesuai dengan analisis SWOT dan AHP ialah meningkatkan peran UPTD sebagai penanggung jawab dengan cara menyusun SOP (standard operating procedure) terkait pengelolaan pasar sehingga menjadi pedoman bagi UPTD untuk menjalankan tupoksi masing-masing dalam mengelola pasar Bina Usaha Meulaboh.
STRATEGI PENERAPAN EKO-DRAINASE DI KAWASAN GAMPOENG KEURAMAT BANDA ACEH Munzirwan Habibi; Eldina Fatimah; Azmeri Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Generally in Gampong Keuramat region still uses the conventional drainage concept. Along with the rapid development that occurred in Banda Aceh, especially at Gampong Keuramat  after the Tsunami in 2004, resulting in the decrease of vacant land that could be used to absorb water into the soil. This matter causes the water system distruption and take affect toward urban flood control. Concerns with these problems it is required to control the peak flows through the structural efforts and to apply environment drainage (eco-drainage). The purpose of this study is to analyze flow rates (Qpasca) drainage system by using the concept of system eco-drainage and formulate strategies to implement the concept of system eco-drainase by using SWOT analysis. The method of data collection is by using secondary data and primary data. The data were processed statistically descriptive and SWOT analysis. From the observations, the existing condition and the road condition and channels in Gampoeng Kueramat need to be maintained and improved. The calculations show that, th service zone I until V occurred the reduction of average  discharge 48.948%, 58.412%, 43.468%, 72.034% and 72.919%. The result from SWOT analysis is obtained some strategies: (1) use the support of society in an effort to overcome the problems of drainage as a puddle with drainage planning sustainable or eco-drainage, (2) to convince the provincial government to support programs / activities of eco-drainage with the allocation of appropriate funds targeted to address the flooding problems, to maintain the continuity of the water and drainage system in Gampoeng Keuramat, (3) use the support of society in land use to make infiltration wells and expand land infiltration in the society environment, and (4) to disseminate to the public for a change paradigm in dealing with the flood of effort to keep the water from settlements with trying to keep the water as long as possible and utilize as much water as possible is called the concept of "eco-drainage". Abstrak: Secara umum di kawasan Gampong Keuramat masih menggunakan konsep drainase konvensional. Seiring dengan pesatnya pembangunan yang terjadi di Kota Banda Aceh khususnya kawasan Gampong Keuramat pasca Tsunami 2004, mengakibatkan semakin berkurangnya lahan kosong  yang bisa digunakan untuk meresapkan air ke dalam tanah. Hal ini menyebabkan terganggunya sistem tata air dan berpengaruh terhadap pengendalian banjir perkotaan. Menyangkut dengan permasalahan tersebut diperlukan pengendalian debit puncak melalui upaya-upaya struktural dan penerapan drainase berwawasan lingkungan (eko-drainase). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis debit aliran (Qpasca) sistem drainase dengan menggunakan konsep sistem eko-drainase dan merumuskan strategi untuk menerapkan konsep sistem eko-drainase dengan menggunakan analisis SWOT. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan data sekunder dan data primer. Data diolah secara statistik diskriptif dan analisis SWOT. Dari hasil observasi, kondisi eksisting kondisi jalan dan saluran di Gampoeng Kueramat perlu dipelihara dan ditingkatkan. Hasil analisis SWOT diperoleh strategi-strategi yaitu (1) memanfaatkan dukungan masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan drainase seperti genangan dengan perencanaan drainase berkelanjutan atau eko-drainase, (2) meyakinkan Pemerintah Daerah agar dapat mendukung program/kegiatan eko-drainase dengan pengalokasian dana yang sesuai tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan-permasalahan banjir, menjaga kelangsungan air dan saluran drainase di Gampoeng Keuramat, (3) memanfaatkan dukungan masyarakat dalam pemanfaatan lahan untuk membuat sumur resapan dan memperbanyak lahan resapan di lingkungan penduduk, dan (4) melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk merubah paradigma dalam mengatasi banjir dari usaha menjauhkan air dari pemukiman dengan berusaha menyimpan air selama mungkin dan memanfaatkan air sebanyak mungkin yang disebut dengan konsep “eko-drainase”.
ANALISA BANGKITAN PERGERAKAN PADA KAWASAN LAMPULO KOTA BANDA ACEH Suriyadi Suriyadi; Renni Anggraini; Azmeri Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Urban development is a series that can not be separated from the overall development activities in the framework of space and time. Increasing population Lampulo district, district of Kuta Alam, Banda Aceh has increased the movement of traffic flows towards and out of the area. Increased movement occurs primarily from 06.00 to 08.00 am, noon 13:30 pm to 14:30 pm, afternoon from 17.00 to 19.00. A trip generation modeling stage that estimates the number of movements originating from Lampulo district. This study aims to find out about trip generation patterns in the region Lampulo, and to determine the most dominant mode of transportation used to pattern Lampulo of trip in the region, which is reviewed by a mandatory activity, maintenance, and discretionary. Observations carried out on people in the area Lampulo, through questionnaires as many as 93 families. The results showed that the factors affecting the movement of activity mandatory requirement is the number of family members working (X5). The resulting regression model is Y1 = - 0.500 + 1,750X5. Factors affecting the movement needs of maintenance activity is the number of family members of the school (X6). The resulting regression model is Y2 = 1.388 + 0,500X6. Factors affecting the movement needs of discretionary activity is the number of cars in the family (X4) and the number of family members of the school (X6). The resulting regression model is Y3 = 0.838 + 0,419X4 + 0,189X6. Factors affecting the movement needs of all events is the number of motorcycles in the family (X3) and mileage (X7). The resulting regression model is Y = 2,215 + 0,479X3 + 0,051X7. The dominant mode of transportation in the movement of the mandatory activities, maintenance, and discretionary in Lampulo region is the mode of motorcycles.Abstrak: Kegiatan pembangunan kota merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pembangunan secara keseluruhan dalam rangka ruang dan waktu. Meningkatnya jumlah penduduk kawasan Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh telah meningkatkan pergerakan arus lalulintas menuju dan keluar kawasan. Peningkatan pergerakan terjadi terutama mulai pukul 06.00 s/d 08.00 WIB, siang hari pukul 13.30 WIB s/d 14.30 WIB, sore hari mulai pukul 17.00 s/d 19.00 WIB. Bangkitan pergerakan merupakan tahapan pemodelan yang memperkirakan jumlah pergerakan yang berasal dari kawasan Lampulo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pola bangkitan perjalanan dalam kawasan Lampulo, serta untuk mengetahui moda transportasi yang paling dominan digunakan terhadap pola bangkitan perjalanan dalam kawasan Lampulo, yang ditinjau berdasarkan aktivitas mandatory, maintenance, dan discretionary. Observasi dilakukan pada penduduk di kawasan Lampulo, melalui penyebaran kuesioner sebanyak 93 KK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kebutuhan pergerakan dari aktivitas mandatory adalah jumlah anggota keluarga yang bekerja (X5). Model regresi yang dihasilkan adalah Y1 = - 0,500 + 1,750X5. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan pergerakan dari aktivitas maintenance adalah jumlah anggota keluarga yang sekolah (X6). Model regresi yang dihasilkan adalah Y2 = 1,388 + 0,500X6. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan pergerakan dari aktivitas discretionary adalah jumlah mobil dalam keluarga (X4) dan jumlah anggota keluarga yang sekolah (X6). Model regresi yang dihasilkan adalah Y3 = 0,838 + 0,419X4 + 0,189X6. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan pergerakan dari semua aktivitas adalah jumlah sepeda motor dalam keluarga (X3) dan jarak tempuh (X7). Model regresi yang dihasilkan adalah Y = 2,215 + 0,479X3 + 0,051X7. Moda transportasi dominan pada pergerakan pada aktivitas mandatory, maintenance, dan discretionary di kawasan Lampulo adalah moda sepeda motor.
OPTIMIZATION OF WATER UTILIZATION FOR ELECTRIC ENERGY AT TIRO RESERVOIR, PIDIE DISTRICT Azmeri Azmeri; Maimun Saputra
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to find The Tiro Reservoir operation pattern using non-linear optimization technique to obtain the optimal total electrical energy. Method of operation of the reservoir system optimization is accomplished using the Solver in Microsoft Excel. Calculation of discharge was calculated for the probability of occurrence of 20% (wet period), 50% (normal period) and 80% (dry period). As for the water needs taken into account for purposes of irrigation, water supply, and maintenance needs. Projected water needs of irrigation districts Tiro done in 4 phases, namely in 2011, 2016, 2026 and 2036. The results obtained from the optimization process Tiro Reservoir operation using non-linear program is the amount of water released each month and the total amount of annual energy. The amount of release based on the type of wet, normal and dry. Release and optimum total annual energy that can be produced, performed for the year 2011, short-term (2016), medium term (2026) and long-term (2036). Based on the type of normal period, the total releases for the year 2023 amounting to 88.214 x 106 m3, while the total electrical energy generated at 122.8 GWH.Keywords : Optimization, Solver, water availability, water requirements, non-linear, releases, energyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola pengoperasian Waduk Tiro dengan menggunakan teknik optimasi non linier sehingga diperoleh total energi listrik yang optimal. Metode optimasi sistem pengoperasian waduk dilakukan dengan menggunakan program Solver pada Microsoft Excel. Perhitungan debit dihitung untuk probabilitas kejadian 20% (debit tahun basah), 50% (debit tahun normal) serta 80% (debit tahun kering). Sedangkan untuk kebutuhan air diperhitungkan untuk keperluan irigasi, air bersih, dan kebutuhan maintenance sebagai tetap menjaga ekosistem sungai. Proyeksi kebutuhan air irigasi kecamatan Tiro dilakukan dalam 4 tahap yaitu tahun 2011, tahun 2016, tahun 2026 dan tahun 2036. Hasil yang diperoleh dari proses optimasi pengoperasian Waduk Tiro dengan menggunakan program non linier adalah besarnya release air tiap bulan serta besarnya total energi tahunan. Besarnya release air berdasarkan jenis tahun basah, normal dan kering. Release air dan total energi tahunan optimum yang dapat dihasilkan, dilakukan untuk tahun 2011, jangka pendek (2016), jangka menengah (2026) dan jangka panjang (2036). Berdasarkan jenis tahun normal, total release untuk tahun tahun 2023 sebesar 88,214 x 106 m3, sedangkan total energi listrik yang dihasilkan sebesar 122,8GWH.Kata kunci : Optimasi, Solver, ketersedian air, kebutuhan air, non linier, release, energi
KAJIAN KUALITAS BATU BATA MERAH MELALUI PEMANFAATAN BAHAN SEDIMENTASI BENDUNG KRUENG ACEH Azmeri Azmeri; Devi Sundary; Diana Sapha
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The condition of a high sedimentation at the Krueng Aceh dam can be a business opportunity for making the red bricks. This sedimentation condition occurs throughout the year and along the Krueng Aceh river that also can cause flooding and damage to infrastructure. Based on these problems, the study aims to assess the utilization of the sediment as basic material for red bricks production. This research method create and physical testing samples of bricks. Testing is done by using a sample piece of brick from the mixture of sediment material and material for normal bricks. The two types of bricks that have the absorptive capacity less than 20% and the level of dryness well marked with a shrill sound. Hardness is good for both types of bricks, it is marked with the scratches that are not too deep. Both types of bricks odor also have no salt content, which is marked with no white patches on a dry surface. Brick compressive strength of normal bricks (BMnor) is 381.05 kg/cm2, and brick with a mixture of sediment of Krueng Aceh dam is 215.34 kg/cm2. Both the results of the compressive strength are above the minimum standard required by SNI 15-2094-2000 ie 50 kg/cm2. Through this study, it is expected that sedimentary material can be used as material for the manufacture of red bricks and boost the economy of the industry of red bricks around Banda Aceh and Aceh Besar.Keywords : red brick, sedimentary material, Krueng Aceh, compressive strength.Abstrak: Kondisi sedimentasi yang tinggi pada Bendung Krueng Aceh dapat menjadi peluang perkembangan usaha pembuatan batu bata merah. Kondisi initerjadi sepanjang tahun dan di sepanjang ruas sungai Krueng Aceh yang dapat menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan sedimen sebagai bahan pembentuk batu bata merah. Metode penelitian ini dengan  membuat dan menguji fisik sampel batu bata. Pengujian dilakukan dengan menggunakan benda uji batu bata dari sampel campuran material sedimen dan batu bata produksi saat ini (bata normal). Kedua jenis batu bata tersebut memiliki daya serap kurang dari 20% dan tingkat kekeringan baik yang ditandai dengan bunyi nyaring. Kekerasannya baik untuk kedua jenis batu bata, ditandai dengan bekas goresan yang tidak terlalu dalam. Kedua jenis bau bata juga tidak memiliki kandungan garam, yang ditandai tanpa bercak-bercak putih di permukaan yang kering. Kuat tekan batu bata normal (BMnor)sebesar 381,05 kg/cm2 dan batu bata dengan campuran sedimen Bendung Krueng Aceh sebesar 215,34 kg/cm2. Kedua  kuat tekan di atas standar minimal SNI 15-2094-2000 yaitu 50 kg/cm2. Melalui kajian ini, diharapkan bahan sedimen dapat dimanfaatkan untuk pembuatan batu bata merah dapat meningkatkan perekonomian kelompok industri batu bata merah di sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar.Kata kunci : Batu bata merah, bahan sedimen, Krueng Aceh, kuat tekan.
ANALISIS KEMACETAN LALU – LINTAS PADA KAWASAN PENDIDIKAN (STUDI KAUS JALAN POCUT BAREN KOTA BANDA ACEH) Sukma Meutia; Sofyan M. Saleh; Azmeri Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Jalan Pocut Baren road section is one part of the road in the center of Banda Aceh city with mixed land use, which consists of trading areas, offices, settlements and education areas. The existence of the education area in Jalan Pocut Baren seems to be greatly affect the increasing of traffic volume. This is indicated by the density of activities that occur during and after school hours. In addition, the use of parking lots which is not provided by the owners of school buildings leads to many vehicles parked on the shoulder of the road that resulted to the traffic jam. This research aims to analyze the traffic jam that occurred in education area at Jalan Pocut Baren segment.  The study conducted for 3 days i.e. Monday July 17th, 2017, Tuesday July 18th, 2017 and Thursdays July 20th, 2017 at morning peak hour, afternoon and evening starting at hour 07:00am to 09:00am, 12:00pm to 2:00pm and 3:00pm to 4:00pm. The road capacity calculated by using Indonesia Road Manual Capacity (Manual Kapasitas Jalan Indonesia/MKJI) 1997. The result showed that the influence of education area toward the performance of Jalan Pocut Baren reach the peak volume on Monday morning where the traffic volume (Q) = 1958 smp/hour, side friction class (SFC) = H (High), capacity (C) = 2349 smp/hour for total two – way, degree of saturation (DS) = 0,83 which describes the service level of Jalan Pocut Baren belongs to category D (close to unstable currents).Abstrak: Ruas Jalan Pocut Baren merupakan salah satu jalan di pusat Kota Banda Aceh dengan tata guna - lahan campuran, yang terdiri dari kawasan perdagangan, perkantoran, permukiman dan kawasan pendidikan. Keberadaan kawasan pendidikan di ruas Jalan Pocut Baren dirasakan sangat mempengaruhi meningkatnya volume lalu – lintas.Hal ini ditunjukkan dengan padatnya aktivitas yang terjadi pada saat pergi dan pulang sekolah.Selain itu juga penggunaan lahan parkir yang tidak disediakan oleh pemilik bangunan sekolah, sehingga banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan sehingga mengakibatkan kemacetan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemacetan lalu lintas yang terjadi pada kawasan pendidikan disepanjang ruas Jalan Pocut Baren.Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu Senin 17 Juli 2017, Selasa 18 Juli 2017 dan Kamis 20 Juli 2017 diambil pada jam puncak pagi, siang dan sore hari dimulai dari jam 07.00 – 09.00, 12.00 – 14.00 dan 15.00 – 16.00 WIB. Perhitungan kapasitas jalan ditinjau dengan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kawasan pendidikan terhadap ruas Jalan Pocut Baren terjadi volume puncak pada hari Senin pagi, dimana volume lalu lintas (Q) = 1958 smp/jam, nilai kelas hambatan samping (SCF) = H (tinggi), kapasitas (C) = 2349 smp/jam, dengan nilai derajat kejenuhan (DS) = 0,83 yang menggambarkan tingkat pelayanan jalan termasuk kategori D (mendekati arus tidak stabil).
PEMODELAN FISIK BENDUNGAN UNTUK PENGAMATAN GARIS FREATIS BERDASARKAN KEMIRINGAN LERENG SEBELAH HULU Azmeri Azmeri; Maimun Rizalihadi; Rima Vinanda
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seepage problems that often appeared on a main-dam. The purpose of this study is to observe the flow pattern of phreatic line that occur on the dam body and to count the seepage discharge that come about. This research was conducted using the seepage body model that made from yellowish clay with 70 % levels of density and had 4,9 x 10-7 permeability values which variating upstream slope angle. The amount of upstream slope angle that variated was 41,15°, 46,29°, and 52,74°, whereas the downstream was 50,33°. This model test research utilized 10 mm thick glass vassel with 180 cm length, 44 cm width, and 68 cm high as well as 1 : 25 scale from the old researcher. This research had 3 high water catchment variations, those were 35 cm, 45 cm, and 55 cm. In this research, in the 41,15°, 46,29°, and 52,74° upstream slope angle, only in the 55 cm water catchment condition that meet Cassagrande Method. The amount of discharge produced from the calculation and physical modelling each for are for 41,15°, 46,29°, 52,74° was 6,01 x 10-6 cm3/det and 7,96 x 10-6 cm3/det, 5,37 x 10-6 cm3/det and 7,21 x 10-6 cm3/det, 5,81 x 10-6 cm3/det and 7,65 x 10-6 cm3/det. The discharge differenciation from the calculation result and the research showed that calibration modeling is not yet perfect. The result, obtaining from this study represented that the dam body condition accompanied by variating the upstream slope angle also affects the size of the seepage that occurs.
Perencanaan Jaringan Air Minum Daerah Aliran Zona Prioritas Berdasarkan RISPAM Kabupaten Pidie Geral Midyen; Azmeri Azmeri; Amir Fauzi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, April 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i1.12487

Abstract

Kabupaten Pidie telah membuat Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) yang bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan program SPAM pada zona-zona yang diprioritaskan yang belum terpenuhi. Penelitian ini bertujuan melakukan pemodelan jaringan air minum menggunakan software EPANET agar dapat memenuhi kebutuhan air. Penelitian ini meliputi proyeksi jumlah penduduk, kebutuhan air, debit andalan, dan pemodelan jaringan perpipaan dengan tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) yaitu Keumala, Jabal Ghafur, dan Garot. Proyeksi jumlah penduduk direncanakan selama 20 tahun untuk mengetahui kebutuhan air di tiap layanan IPA. Hasil penelitian diperlukan penambahan produksi IPA Jabal Ghafur sebesar 130 liter/detik, IPA Garot sebesar 70 liter/detik, dan IPA Keumala sebesar 30 liter/detik. Berdasarkan hasil pemodelan jaringan air minum diperlukan perubahan dimensi pipa distribusi pada layanan IPA Keumala sebanyak 69 pipa, IPA Garot sebanyak 65 pipa, dan layanan IPA Jabal Ghafur sebanyak 36 pipa. Hasil pemodelan memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dalam hal hidrolika aliran untuk seluruh dari layanan.
Perencanaan Saluran Drainase Perkotaan Wilayah Kecamatan Johan Pahlawan dengan Aplikasi HEC-RAS Deva Canubry; Azmeri Azmeri; Nina Shaskia
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i3.17905

Abstract

Sungai Krueng Leuhan terletak di antara Gampong Leuhan dan Gampong Blang Berandang. Sungai ini berfungsi sebagai saluran drainase primer bagi kedua gampong tersebut. Saluran ini kerap meluap ketika musim hujan datang. Luapan terjadi disebabkan adanya sedimentasi di hilir saluran dan elevasi dasar yang sangat beragam disepanjang saluran, sehingga dibutuhkan penelitian tentang kemampuan saluran ketika dialiri debit banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kapasitas tampungan saluran tersebut menggunakan aplikasi HEC-RAS, serta memberikan saran penanggulan banjir yang efektif. Saluran yang ditinjau dibatasi dari mulai ujung Gampong Leuhan sampai hilir menuju sungai Krueng Meureubo. Luas daerah tangkapan airnya adalah 11,42 km². Panjang saluran yang ditinjau adalah 6,5 km, dengan kemiringan sungai 0,00046. Data hujan berasal dari Stasiun Cut Nyak Dhien selama 12 tahun (2003-2014). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menghitung debit banjir dengan metode Rasional Modifikasi, kemudian dilanjutkan dengan analisa hidrolika dalam Aplikasi HEC-RAS. Berdasarkan hasil analisa tersebut metode penanggulangan yang dipilih adalah metode struktural berupa normalisasi sungai. Setelah dilakukan normalisasi sungai, tidak lagi terjadi luapan banjir di sepanjang sungai
Co-Authors 'Aini, Qurratul Achmad,A Al-Huda, Nafisah Alfian Yulianur Alfiansyah Yulianur Alfiansyah Yulianur Alfiansyah Yulianur Alfiansyah Yulianur Alfiansyah Yulianur BC Amir Fauzi Amir Fauzi Amir Fauzi Amir Hamzah Isa Aprila, Mellita Ari Herfiansyah Arie Julianda Arif, A.A. Ashfa Achmad Asri Syahrial Bayu Agustian Cut Dwi Refika Cut Mutiawati Cut Mutiawati Darsina, Sri Deva Canubry Devi Sundary Devi Sundary Devi Sundary Dian Safiana Diana Sapha Dianto, Rinal Dirwan Dirwan Dody Resmal Efa Maisara Eko Yulianto Eldiana Fatimah Eldina Fatimah Ella Mailianda Ella Meilianda Enny Irmawati Hasan Erwin Ferdinansyah Erwin, Riza Faris Zahran Jemi Faris Zahran Jemi Fauzi , Muhammad Ferdinansyah, Erwin Geral Midyen Hadihardaja - Haiqal Haiqal Hairul Basri Hasan, Enny Irmawati Henny Herawati Herri Affandi Hilda Mufiaty Ifrayaski Ifrayaski Imam Faudli Indra Satria Irma Yanita Irma Yanita, Irma Irwansyah Irwansyah Isa, Amir Hamzah Isya, M. Ivan Mirza Iwan K Iwan K. Hadihardaja Iwan K. Hadihardaja Iwan Kridasantausa Iwan Kridasantausa, Iwan Listia, Vina M. Isya Machdar,I Maimun Rizalihadi Maimun Rizalihadi Maimun Rizalihadi Maimun Saputra Maimun Saputra Maimun Saputra Maryati Maryati Masimin Masimin Maulidan Mahmud Meylis Safriani Mochammad Afifuddin Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Muhammad Fauzi Muhammad Isya Muhammad Sulaiman Muhammad Zaki Munirwansyah Munirwansyah Munzirwan Habibi Muslem Muslem, Muslem Nafisah Al Huda Nazar, Teuku Mochamad Nazli Ismail Nina Shaskia Nofrizal Nofrizal Nur Aisya Amalia Oktaparizi, Rio Putra, Teuku Devansyah Qurratul Aini Rahmadi . Rahmawati , Tuti Rahmi Nia Ivana Renni Anggraini Reza Kasury, Ahmad Rima Vinanda Rio Oktaparizi Riza Erwin Safrida . Setia Budi Setia Budi Shafur Bachtiar Sofyan M. Saleh Sri Darsina Sri Legowo Sri Legowo Sri Legowo Sri Legowo Sri Legowo Sukma Meutia Sundary, Devi Suriyadi Suriyadi Syahrial, Asri Syamsidik Syamsidik Syamsidik Syamsidik Syamsidik, Syamsidik Teuku Devansyah Putra Teuku Mochamad Nazar Uli Zahrati Uswatun Hasanah Vina Listia Wien Linge Winardi Winardi Winardi Winardi Yafi, Muhammad Yulia Hayati Yusni Eva Cus Endang Zahrah, Nurrul Zamzami Zamzami Ziana Ziana Ziana, Ziana Zubaidah R, Zubaidah Zubaidah Zubaidah