Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : At-Turats

The Influence Of Islamic Reading Corners And Reading Interest On Students Reading Literacy In Madrasah Ibtidaiyah Usaniyah, Robi; Setiyadi, Desi; Miftachudin, Miftachudin
AT-TURATS Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i2.3392

Abstract

Nowadays, reading activities have become boring and uninteresting activities for students. One of the schools efforts to foster students' interest in reading is by forming a reading corner in the corner of the classroom. The reading corner in this madrasah ibtidaiyah is decorated with Islamic nuances so students are more active in reading and reminding them that first revelation that Rasullulah got was the command to read. This study aims to analyse the effect of Islamic reading corner and reading interest on reading literacy in madrasah ibtidaiyah. This type of research is a correlation type quantitative research that aims to see the relationship between the variables of Islamic reading corner, reading interest, and reading literacy. The population in this study was in the madrasah ibtidaiyah of the setu cluster, setu sub district, the sample was at MI Nurul Falah Muncul, totalling 54 fourth grade students. The sampling technique in this study used simple random sampling technique and analysis technique in this study used multiple linear regression analysis techniques. The results showed that T test of the Islamic reading corner variable with reading interest had a significant and positive effect on reading literacy. While from the results of the F test, the Islamic reading corner and reading interest have a significant and positive influence on the reading literacy of grade IV students at MI Nurul Falah. Based on these results it can be concluded that the Islamic reading corner and reading interest have an effect on student reading literacy in MI.Dewasa ini kegiatan membaca menjadi kegiatan yang membosankan dan tidak diminati oleh siswa. Maka dari itu salah satu upaya sekolah untuk menumbuhkan minat membaca siswa dengan membentuk pojok baca yang berada di dalam sudut kelas, pojok baca yang berda di madrasah ibtidaiyah ini dihiasi dengan nuansa islami agar siswa semakin giat dalam membaca dan mengingatkan bahwa wahyu pertama yang Rasullulah dapat adalah perintah membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pojok baca bernuansa islami dan minat baca terhadap literasi membaca di madrasah ibtidaiyah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif tipe korelasi yang bertujuan untuk melihat hubungan antar variable pojok baca bernuansa islami, minat baca, dan literasi membaca. Populasi pada penelitian ini berada di madrasah ibtidaiyah gugus setu kecamatan setu, sampel berada di MI Nurul Falah Muncul yang berjumlah 54 siswa kelas IV. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simpel random sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan yaitu hasil uji T variabel pojok baca bernuansa islami dengan minat baca mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap literasi membaca. Sedangkan dari hasil uji F pojok baca bernuansa islami dan minat baca mempunyai pengaruh signifikan serta positif terhadap literasi membaca siswa kelas IV di MI Nurul Falah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan pojok baca bernuansa islami dan minat baca berpengaruh terhadap literasi membaca siswa di MI.
Integrating Islamic Values into Indonesian Language Instruction: Developing Polite Communication among Elementary School Students Zahro, Siti Fatimatuz; Rahayu S, Putri; Miftachudin, Miftachudin
AT-TURATS Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i2.3739

Abstract

The phenomenon of declining communication politeness among elementary school students shows the importance of value-based learning strategies. This article discusses how Indonesian language learning can enhance Islamic values and foster polite communication skills among learners. This research uses qualitative techniques with a case study design at SD Negeri Cipondoh Makmur, which combines observation, interviews, and documentation on learners, teachers, and parents. Language skills (listening, reading and viewing, speaking and presenting, and writing) are combined with the values of qaulan sadida (truthful speech), qaulan ma'rufa (good speech), and qaulan layyina (gentle speech). The research findings show that this learning technique not only improves language skills but also develops communication ethics and learners' character in an Islamic social environment. The role of the teacher as a model of civilized communication proved important in increasing learners' awareness and habituation to polite behavior in the classroom and at home. Thus, the integration of Islamic values into Indonesian language learning strengthens character building in line with religious teachings.Fenomena menurunnya kesantunan berkomunikasi peserta didik sekolah dasar menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran berbasis nilai. Artikel ini membahas tentang bagaimana pembelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan nilai-nilai Islam dan menumbuhkan keterampilan berkomunikasi santun di kalangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan desain studi kasus di SD Negeri Cipondoh Makmur, yang menggabungkan observasi, wawancara, dan dokumentasi pada peserta didik, guru, dan orang tua. Keterampilan berbahasa (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, dan menulis) dipadukan dengan nilai-nilai qaulan sadida (ucapan yang benar), qaulan ma'rufa (ucapan yang baik), dan qaulan layyina (ucapan yang lembut). Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknik pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berbahasa tetapi juga mengembangkan etika komunikasi dan karakter peserta didik dalam lingkungan sosial Islam. Peran guru sebagai model komunikasi yang beradab terbukti penting dalam meningkatkan kesadaran dan pembiasaan peserta didik terhadap perilaku santun di kelas dan di rumah. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia memperkuat pembentukan karakter yang selaras dengan ajaran agama.