Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS

Analisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Perempuan Usaha Mikro (PUM) Di Kawasan Pesisir Sulawesi Tenggara Batoa, Hartina; Arimbawa, Putu; Zani, Munirwan; Hamzah, Awaluddin; Limi, Muhammad Aswar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI MARITIM (Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanjut
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.459 KB) | DOI: 10.37149/4789

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Perempuan Usaha Mikro Di Kawasan Pesisir Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilakukan pada lima kabupaten/kota yang ditentukan secara purposive dengan pertimbangan karakteristik wilayah dan usaha masyarakat yang umumnya bergelut pada subsektor perikanan. Kelima kabupaten ktersebut adalah Kabupaten Muna Barat, Konawe Selatan, Kolaka, Kota Baubau, dan Kota Kendari. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari hasil wawancara dengan PUM dan data sekunder berasal dari literatur yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada dua macam, yaitu observasi dan wawancara. Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga PUM dilakukan dengan penentuan skor berdasarkan indikator kesejahteraan. Selanjutnya dari skor tersebut dilakukan penentuan tingkat kesejahteraan yaitu kurang sejahtera (skor < 52), cukup sejahtera (skor 52 – 60) dan sejahtera  (skor > 60)   Hasil analisis dan mengacu pada tujuan penelitian maka dapat diketahui bahwa kesejateraan PUM masih tergolong rendah. PUM di Sulawesi Tenggara yang telah menikmati hasil usahanya dan telah tergolong sejahtera baru sekitar 9%, sedangkan yang tergolong cukup sejahtera yakni 40%. Jumlah yang lebih besar adalah PUM yang dikategorikan kurang sejahtera diamana angkanya mencapai 51%.
Strategi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Kakao Arimbawa, Putu; Iskandar, Iskandar; Limi, Muhammad Aswar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI MARITIM (Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanjut
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.409 KB) | DOI: 10.37149/4791

Abstract

Keberadaan kelompok tani kakao diharapkan berperan bagi peningkatan kesejahteraan petani kakao. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kemampuan kelompok tani dalam pengelolaan usahatani kakao; (2) menganalisis kemampuan sumberdaya manusia yang dimiliki kelompok tani dalam pengelolaan usahatani kakao; (3) menganalisis motivasi petani untuk terus mengembangkan usahatani kakao sebagai usaha yang berkelanjutan; dan (4) menyusun strategi dan model penguatan kelembagaan kelompok tani kakao dalam menunjang kesejahteraan petani kakao. Lokasi penelitian yaitu: Kabupaten Kolaka Timur pada dua kecamatan yaitu Kecamatan Dangia dan Kecamatan Lambandia. Pada masing-masing kecamatan dipilih satu kelompok tani kakao sampel dengan jumlah anggota kelompok  40 orang petani. Sehingga jumlah petani sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 petani. Analisis data secara deskriptif dengan pendekatan indept interview dan focus group discussion (FGD).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keberadaan kelompok tani kakao di wilayah studi belum mampu menunjang kemampuan anggota kelompok dalam kegiatan usahatani kakao; (2) Peran kelompok yang dirasakan oleh anggota kelompok tani adalah sebagai pusat informasi. Sedangkan kelompok belum berperan sebagai lembaga pembiayaan dan penyedia sarana produksi; (3) Sebagian besar petani anggota kelompok tani termotivasi dalam pengembangan tanaman kakao karena sebagai berikut: (a) hasil kakao (biji) mudah dijual; (b) kondisi lahan yang dimiliki petani sesuai untuk budidaya tanaman kakao; (c) petani telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman kakao; (d) kebutuhan kakao dunia terus meningkat; (e) harga kakao relatif tinggi; (f) memiliki keunggulan komparatif; (g) proses panen kakao mudah; dan (h) efisien dalam penggunaan tenaga kerja; dan (4) Strategi penguatan kelompok tani meliputi: (a) Mengembangkan kelompok menjadi kelompok usaha bersama dalam menunjang pengelolaan sumberdaya lahan untuk pengembangan kakao;  (b) Memupuk kemampuan modal usaha dalam meningkatkan usaha kelompok yang produktif yang dapat memberikan keuntungan bagi anggota kelompok; (c) Menjalin kerjasama dan kemitraan kelompok dengan pihak ketiga dalam peningkatan hasil, mutu dan pemasaran; (d) Aktif menjalankan peran kelompok dalam memberikan bimbingan dan pelatihan petani yang bergabung dalam kelompok; (e) Membantu kebersamaan kelompok tani untuk terus saling percaya, senasib dan gotong royong agar menjadi kekuatan dalam penguatan kelompok.
Pengembangan Pusat Informasi Komoditas Unggulan Kakao Dan Lada Berbasis Masyarakat Untuk Menunjang Keberhasilan Penyebaran Informasi Di Sulawesi Tenggara La Ola, Taane; Suriana, Suriana; Limi, Muhammad Aswar; Arimbawa, Putu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL EKONOMI KAKAO (Meningkatkan Daya Saing Kakao untuk Mewujudkan Kesejahte
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.284 KB) | DOI: 10.37149/4793

Abstract

Salah satu kendala yang dihadapi petani kakao dan lada di Sulawesi Tenggara adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam usahataninya. Penyebab utama adalah kurangnya akses terhadap sumber informasi, mulai dari penyebaran dan penggunaan bibit unggul, teknik pengendalian hama penyakit, sampai pada pemasaran. Dari permasalahan di atas, dipandang perlu ada wadah yang dapat membantu petani dalam menemukan informasi dan solusi bagi usahataninya. Salah satu wadah yang dianggap dapat menjadi solusi adalah pendirian pusat informasi. Dengan demikian, dapat dianalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari pusat informasi perbenihan kakao dan lada, serta pengaruh dari dibentuknya pusat informasi terhadap kecepatan penyebaran informasi pertanian. Metode yang digunakan adalah melakukan kegiatan Focus Group Disscusion (FGD), kemudian didesain pusat sistem informasi dan media penyebaran informasi, selanjutnya dilakukan uji coba sistem informasi dan media. Dari data yang diperoleh, dianalisis menggunakan analisis SWOT. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa dua komponen penting dalam sistem informasi penyebaran informasi perbenihan lada dan kakao, yakni sumber dan penerima. Berbagai media yang diuji menunjukkan bahwa ketiga media (radio, baliho dan folder) cukup efektif untuk menjadi media dalam proses penyebaran informasi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengembangan pusat informasi di Desa Mowila dapat dilakukan dengan cara: a) memberikan kesempatan dan kemudahan kepada petani untuk dapat mengakses informasi guna peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani;b) meningkatkan peran stakeholder dalam berbagi informasi; c) sosialisasi dan promosi kepada khalayak tentang peran dan fungsi pusat informasi;d) pengembangan pusat informasi berbasis masyarakat; dan e) pembimbingan masyarakat dalam mengelola pusat informasi.
Validitas Dan Realibilitas Instrumen Efikasi Diri Petani Arissaryadin, Arissaryadin; Arimbawa, Putu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospe
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/11348

Abstract

Performansi kerja petani dalam usaha tani mendukung pencapaian ketahanan pangan. Adanya efikasi diri positif individu mempengaruhi performansi kerja. Sejumlah penelitian yang terpublikasi di Indonesia, belum ada yang secara spesifik menghasilkan instrumen untuk mengungkap efikasi diri petani dalam berusaha tani . Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan instrumen efikasi diri petani yang valid dan realibel. Sebanyak 20 aitem pernyataan diujicobakan  kepada 30 orang petani.  Hasil uji validitas menunjukkan bahwa nilai  r hitung tiap butir pernyataan lebih besar dari nilai r tabel, sehingga semua aitem pernyataan dinyatakan valid. Sedangkan hasil uji realibitas menunjukkan semua variabel reliabel yang dibuktikan dengan nilai cron bach alpha sebesar 0,86.
Kualitas Dan Peran Sumber Daya Manusia Dalam Pemenuhan Pangan Limi, Muhammad Aswar; Rahmah, Nur; Arimbawa, Putu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospe
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/11349

Abstract

Pemenuhan pangan menjadi isu yang sensitif didalam pembangunan karena akan mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemenuhan pangan sangat ditentukan oleh ketersediaan pangan yang bergizi yang didukung dengan pengetahuan tentang gizi yang baik sebagai akibat dari semakin baiknya kualitas Sumberdaya manusia. Menciptakan SDM berkualitas sangat tergantung pada kualitas gizi yang dikonsumsi. Sehingga saling ketergantungan SDM dan pangan menarik untuk dilakukan kajian. Untuk itu, tulisan ini akan mengkaji bagaimana kualitas dan peran SDM pangan untuk mendukung pemenuhan pangan yang pada akhirnya dapat mencapai ketahanan dan kedaulan pangan. Metode penelitian dilakukan dengan studi pustaka atau telaah literatur dan hasil penelitian terdahulu, buku teks maupun sumber ilmiah lainya baik online maupu offline. Data sekunder merupakan data diperoleh dari berbagai sumber serta dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang selanjutnya dianalisa sesuai dengan tujuan penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas SDM petani baik dilihat dari segi umur dan tingkat pendidikan formal cenderung kurang memadai (kategori rendah) untuk menunjang pengembangan sektor pertanian dalam pemenuhan pangan untuk masa yang akan datang. Untuk itu, diperlukan kebijakan dibidang pertanian yang pro kepada petani dan khususnya generasi muda, melalui kebijakan yang mendukung peningkatan pendidikan serta adanya pelatihan dan penyuluhan yang sesuai dengan kondisi sumberdaya yang tersedia disuatu wilayah
Analisis Keuntungan Usaha Keripik Kembar Jaya Di Desa Ranombayasa Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan Yusria, Wa Ode; Arimbawa, Putu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospe
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/11352

Abstract

Keripik pisang merupakan hasil olahan bahan pangan pertanian yang dijadikan sebagai makanan ringan. Usaha pembuatan keripik pisang yang terdapat di Desa Ranombayasa Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan berskala rumahtangga (homeindustry). Pembuatan keripik  pisang skala rumahtangga ini awalnya dilakukan secara keci-kecilan dan dipasarkan di kios-kios yang ada di sekitar Desa Ranombayasa. Proses pembuatan keripik tersebut dilakukan berdasarkan pada pengalaman pelaku usaha secara otodidak. Disamping itu, saat memulai usaha pembuatan keripik, hanya dilakukan oleh anggota keluarga saja, namun saat ini usaha pembuatan keripik pisang tersebut sudah mempekerjakan 6 (enam) orang tenaga kerja. Usaha pembuatan keripik pisang berawal dari modal sendiri dengan modal awal Rp1.000.000,-. Dari jumlah modal tersebut dikelola sehingga berkembang sampai saat ini. Keripik yang dihasilkan dalam sekali produksi bernilai Rp8.000.000,-, biaya yang dikeluarkan sebesar Rp4.201.417,-, keuntungan yang diperoleh sebesar Rp3.798.583,-. Sehingga dapat dikatakan bahwa usaha pembuatan keripik pisang di Desa Ranombayasa Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan secara ekonomi memberikan keuntungan bagi pelaku usaha skala rumahtangga.
Model Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pedesaan (Studi Kasus Kelompok Usaha Bajo Indah di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara) Surni, Surni; Kamaluddin, Murdjani; Bafadal, Azhar; Arimbawa, Putu; Zani, Munirwan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI MARITIM (Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanjut
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/15073

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian agar Kelompok Usaha  Bajo Indah dapat menjadi Usaha Kecil Menegah (UKM) yang tangguh dan mandiri serta berkontribusi dalam peningkatan PDRB Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan jangka pendek, adalah untuk mengetahui: (1) besarnya nilai tambah produk terasi  instan, (2) besarnya pengaruh variabel bahan baku, tenaga kerja, upah tenaga kerja, harga output, harga bahan baku, dan biaya input lain terhadap nilai tambah produk terasi instan, (3) meningkatnya pendapatan Kelompok Usaha Bajo Indah, dan (4) tanggapan atau penilaian konsumen terhadap produk terasi intan. Untuk menjawab tujuan, digunakan analisis: (1) nilai tambah menggunakan konsep Hayami; (2) regresi berganda; (3) analisis pendapatan;  (4) analisis deskriptif. Lokasi penelitian di  Kelurahan Lapulu  Kecamatan Abeli Kota Kendari. Penarikan sampel pedagang dilakukan secara Snowball.  Sementara sampel  konsumen  diambil  180  orang  secara  sengaja (purposive  sampling)  dengan asumsi mereka yang terpilih menjada sampel dianggap dapat  mewakili konsumen.              Hasil   analisis   menunjukkan   bahwa: (1) Pengolahan terasi instan memberikan nilai tambah sebesar Rp68.630,00, (2)  Secara simultan variabel peubah x (kapasitas produksi, bahan baku, tenaga kerja, harga output, upah tenaga kerja, harga bahan baku, dan sumbangan input lain) menunjukkan pengaruh secara signifikan pada tingkat α = 0,1. Secara parsial  kapasitas produksi terasi instan berpengaruh  terhadap  nilai  tambah,   sedangkan   variabel  peubah  lainnya  tidak  signifikan (α = 0,1), (3) Besar pendapatan bersih anggota kelompok setiap bulan  sebesar rata-rata Rp1.105.440,00 diperoleh dari pengurangan nilai output  dengan nilai input  (Rp4.340.840,00 – Rp3.235.400,00),  (4) Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 180 konsumen umumnya memberi penilaian terhadap jenis kemasan dan kepraktisan dalam pemakaian umumnya mengatakan bagus dan cukup bagus, sedangkan dari segi harga dan rasa, umumnya menyatakan relatif murah dan  enak.