Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik di SMKN 4 Payakumbuh Anggraini, Resti; Kardo, Rici; Dianto, Mori
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Februari-Mei 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i1.992

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang dialami peserta didik dalam belajar di SMKN 4 Payakumbuh. Tujuan penelitian ini mendeskripikan Upaya guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrument yang digunakan dalam penelitian berupa observasi, wawancara dan dokumentasi atas kasus yang terlihat. Teknik yang digunakan dalam pengolahan data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. teknik keabsahan data, kepercayaan data, keterlihatan, dapat dipercaya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi peserta didik yang mengalami kesulitan: 1) minat dalam belajar kurang upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling adalah dengan membuat peserta didik berkelompok serta konseling individual. 2) motivasi belajar rendah upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling adalah dengan melakukan konseling individu. 3) disiplin pribadi yang rendah upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling adalah dengan berfkalaborasi dengan guru mata pelajaran dan melakukan konseling individual. 4) terpengaruh oleh teman upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling adalah dengan memberikan hukuman kepada peserta didik yang membolos serta dilakukan panggilan orang tua. 5) Kurangnya rasa percaya diri peserta didik upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan konseling individual. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan kepada guru BK agar meningkatkan layanan bimbingan dan konseling dan bekerja sama dengan guru mata pelajaran agar kesulitan yang dialami peserta didik bisa teratasi.
Faktor-Faktor Kesiapan Belajar Mahasiswa BK Angkatan 2024 (Studi terhadap Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Sumatera Barat Angkatan 2024) Alfian, Dede; Dianto, Mori; Mulyani, Rila Rahma
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Februari-Mei 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i1.1049

Abstract

This research is motivated by the fact that there are several new students who have poor physical health, there are new students who lack the motivation to study, there are new students who are anxious about making presentations in class, there are students who feel anxious in the learning process, there are students who are afraid that their grades will be problematic because their attendance is less than optimal. The aim of this research is to describe: the readiness of new students seen from physicality, the readiness of new students seen from psychology, the readiness of new students seen from skills and knowledge. This research was conducted using quantitative descriptive methods. The population of this study was 134 BK students from the Class of 2024 at PGRI University, West Sumatra. The sampling technique in this research was carried out using a random sampling technique, namely 100 people. The data collection instrument used was a questionnaire instrument and the data analysis technique used was descriptive analysis. The results of this research show that the Learning Readiness factor for BK Students Class of 2024 is in the quite good category. The learning readiness factor is seen from: 1) Physical condition is in the quite good category, 2) Psychological condition is in the quite good category, 3) Skills and knowledge are in the quite good category. Based on the research results, it is recommended that BK students, Class of 2024, be able to maintain their learning readiness to increase motivation in learning.
CERDAS DALAM PENGGUNAAN GADGET BAGI ANAK DI SDN 12 VII KOTO SUNGAI SARIK KABUPATEN PADANG PARIAMAN Usman, Citra Imelda; Dianto, Mori
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 6, No 1 (2025): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v6i1.692

Abstract

Permasalahan yang muncul berdasarkan data di lapangan bahwa dampak gadget bagi anak-anak mempunyai dampak yang baik dan buruk. Dampak baiknya yaitu anak-anak dapat tetap belajar di rumah dengan mencari-cari sumber referensi dari internet. Sedangkan dampak buruknya yaitu anak-anak dapat menjadi kecanduan gadget karena adanya games maupun video-video yang menarik menurut mereka di youtube atau tiktok, serta adanya kemungkinan anak-anak terpapar konten-konten negatif seperti kekerasan dan pornografi. Oleh karena itu, perhatian dan pengawasan dari orang tua merupakan hal yang wajib dilakukan. Terdapat beragam cara dilakukan dan yang harus diajarkan sejak dini kepada anak terkait penggunaan internet sehat yang meliputi: 1. Bukalah website yang bermanfaat. 2. Jangan mempercayai semua hal yang ada di internet. 3. Memahami etika dalam berinternet. 4. Berhati-hatilah dengan akun yang kita miliki. 5. Perhatikan sumber sebelum menyebarkan informasi ke orang lain. Kegiatan PKM ini diawali dengan 1) Tahap Pelaksanaan. Pada tahap pelaksanaan, kami melakukan sosialisasin tentang konsep digital, internet, media social yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Serta konsep tentang peran para guru dan orang tua untuk dapat menjalankan trik jitu berinternet sehat bagi anak dan keluarga. 2) Tahap Monitoring dan Evaluasi. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui umpan balik atau respon dari peserta dan tanggapan tentang kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan. Serta melakukan monitoring untuk mengetahui kesesuaian hasil yang dicapai dengan permasalahan yang dihadapai oleh peserta apakah sudah mempu memberikan solusi atau belum.
Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Prokrastinasi Akademik Peserta Didik Kelas XI Fase F SMAN 1 Akabiluru Melinda, Diana; Dianto, Mori; Adison, Joni
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.925

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya peserta didik yang mengalami prokrastinasi yang terjadi pada kalangan peserta didik. Masih banyak peserta didik yang kesulitan dalam menyelesaikan tugas, sehingga diantaranya banyak yang mengalami keterlambatan dan gagal menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang seharusnya atau bisa disebut dengan prokrastinasi. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Gambaran perhatian orang tua di SMA 1 Akabiluru 2). Gambaran prokrastinasi siswa di SMA 1 Akabiluru 3). Hubungan perhatian orang tua dengan prokrastinasi akademik di SMA 1 Akabiluru. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1) Gambaran ketercapaian perhatian orang tua di SMA 1 Akabiluru. 2) Gambaran ketercapaian prokrastinasi siswa di SMA 1 Akabiluru. 3) Hubungan perhatian orang tua dengan prokrastinasi akademik di SMA 1 Akabiluru dinyatakan efektif.
Hubungan Self-Efficacy dengan Prokrastinasi Akademik Siswa SMP Pratama, Mesa Aliata; Dianto, Mori; Triyono, Triyono
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.19341

Abstract

This study aims to investigate the relationship between self-efficacy and academic procrastination among junior high school students. The research method used is a correlational design with a sample of 8th-grade students selected using simple random sampling. Data were collected using self-efficacy scales and academic procrastination scales with a Likert scale type. Statistical analysis was performed using Pearson correlation analysis to examine the relationship between the two variables. The results showed a significant negative relationship between self-efficacy and academic procrastination among junior high school students, with r = -0.536 and p < 0.001. This means that the higher the students' self-efficacy, the lower their academic procrastination. The findings suggest that self-efficacy is a crucial factor influencing academic procrastination among junior high school students. Therefore, teachers and counselors can utilize the results of this study to develop appropriate intervention strategies to enhance students' self-efficacy and reduce academic procrastination. Consequently, this study contributes to the development of more effective educational programs to improve academic achievement among junior high school students. ___________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah desain korelasional dengan sampel siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik simpel random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala efikasi diri dan skala prokrastinasi akademik dengan jenis skala likert. Analisis statistik yang digunakan yang digunakan untuk mengolah hasil penelitian adalah dengan analisis korelasi person untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik siswa SMP yaitu r hitung = -0,536, p= <0.001. Artinya, semakin tinggi efikasi diri siswa, semakin rendah prokrastinasi akademik siswa. Hasil ini menunjukan bahwa efikasi diri merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi prokrastinasi akademik siswa SMP. Oleh karena itu, guru dan konselor dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk mengembangkan strategi intervensi yang tepat untuk meningkatkan efikasi diri siswa dan mengurangi prokrastinasi akademik siswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan prokgram pendidikan yang lebih efektif dalam meningkatkan prestasi akademik siswa SMP. 
Tes IQ dan Bimbingan Pengembangan Potensi Anak di Lingkungan UPT SDN 24 Barung-Barung Balantai Pesisir Selatan Dianto, Mori; Kardo, Rici; Novita, Syahrini Angguna; Mahdyyani, Zhafira
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1572

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman guru dan orang tua terhadap potensi kecerdasan anak serta belum adanya sistem pemetaan IQ di UPT SDN 24 Barung-barung Balantai, Kabupaten Pesisir Selatan. Akibatnya, pendekatan pembelajaran masih bersifat seragam dan tidak memperhatikan keberagaman gaya belajar maupun profil intelektual siswa. Program ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui pelaksanaan tes IQ yang valid dan terstandar, serta memberikan bimbingan kepada guru dan orang tua dalam memahami hasil asesmen dan menggunakannya untuk pengembangan potensi anak secara optimal. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, asesmen IQ menggunakan Culture Fair Intelligence Test (CFIT), analisis hasil, pelaksanaan sesi bimbingan, serta implementasi sistem dokumentasi profil siswa.Hasil pengabdian menunjukkan bahwa lebih dari 90% siswa mengikuti tes IQ dengan antusias, sementara guru dan mayoritas orang tua berpartisipasi aktif dalam sesi bimbingan. Sekolah juga mulai menerapkan sistem pelacakan perkembangan anak berbasis hasil tes. Dampak dari kegiatan ini tidak hanya pada pemetaan potensi, tetapi juga pada perubahan paradigma pendidikan yang lebih inklusif dan personal. Guru menjadi lebih sadar akan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi, dan orang tua mulai memahami bahwa kecerdasan anak tidak hanya diukur dari nilai akademik. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan dasar dan dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain dengan tantangan serupa.
UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI MASALAH HUBUNGAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI KELAS XI SMAN 4 PADANG Elsya, Ulfah Nabila; Nita, Rahma Wira; Dianto, Mori
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i3.805

Abstract

This study aims to describe the efforts of Guidance and Counseling (BK) teachers in overcoming social relationship problems of students in class XI of SMA N Padang, which is motivated by the lack of optimal handling of these problems. The focus of the research includes the introduction of problematic students, understanding the types of problems, the implementation of assistance, and evaluation. Using a qualitative descriptive approach, this study involved 7 informants: 1 BK coordinator, 1 BK teacher, 3 students, 1 homeroom teacher, and 1 deputy principal. Data is collected through interviews and processed by data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that BK teachers have made various efforts, including: 1) recognizing students with problems through observation and sociometry; 2) understand the types of problems such as social isolation and verbal bullying; 3) provide classical, group, and individual guidance services; and 4) conduct evaluations by building effective communication, practicing positive interactions, providing motivation to respect each other, and forming peer counselors. However, there are still students who are differentiated from friends and isolated. It is recommended that BK teachers conduct evaluations through individual counseling to practice positive interactions without discrimination, as well as homeroom teachers better understand and provide solutions to students' social relationship problems.
Pengaruh Teman Sebaya (peer Influence) Terhadap Ketidakhadiran Pesertadidik Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kec. Sangir Kab. Solok Selatan Raudhatul Jannah, Hanifah; Dianto, Mori; Mulyani, Rila Rahma
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 8 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v8i2.4216

Abstract

Peer influence is often a factor that influences students' decisions, including in the issue of absenteeism, which is a major challenge in the Junior High School (SMP) environment. This study aims to examine how peer influence influences student absenteeism in Junior High Schools in Sangir District, South Solok Regency. In this study, a quantitative research design was used using a simple linear regression analysis to see the effect of variable X on variable Y. The subjects in this study were 41 students of grades VII and VIII of Junior High Schools (SMP) in Sangir District, South Solok Regency. The sampling technique was carried out using the Cluster Sampling Technique. The results of this study indicate that there is a significant influence (Ha) between peer influence on student absenteeism in Junior High Schools (SMP), with a significance value of 0.044 <0.05, indicating that (Ha) is accepted. It can be concluded that 1) Peer influence of students is in the high category with a percentage of 85.37%, 2) Student absence is in the low category with a percentage of 80.49%, 3) The results of the analysis show that there is a significant influence (Ha) between peer influence on student absence. By finding the results of the significant influence of the circle of friends on the level of absence, this study contributes by providing a strong data foundation for schools to design strategic guidance and counseling programs, utilizing peer influence as a force to encourage optimal   attendance
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 12 PADANG Zayani, Claresta Gitta; Dianto, Mori; Usman, Citra Imelda
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6917

Abstract

This research is motivated by the problems of students who show excessive distrust, feelings of threat, feeling worthless, incapable of controlling emotions, and fear of getting out of their comfort zone. This condition is closely related to the aspects of peer social support and mental health. The purpose of this study is to describe: (1) the social support profile of peers at SMP Negeri 12 Padang, (2) the mental health profile of students, and (3) the influence of peer social support on the mental health of students. This study uses a descriptive quantitative method with a correlational design. The research population was 139 students in grade VIII of SMP Negeri 12 Padang, with a sample of 59 people selected through simple random sampling techniques. The research instrument was in the form of a Likert scale questionnaire, while the data analysis used descriptive analysis, analysis prerequisite tests (normality, homogeneity, and linearity), and simple regression analysis. The results showed that (1) peer social support was in the good and good category, (2) students' mental health was in the good category, and (3) peer social support had an effect on mental health by 2.39% with the weak category. This study recommends that BK teachers strengthen counseling services that are not only peer-based, but also involve families, school environments, and students' personal aspects, including peer counseling training to be more targeted. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan peserta didik yang menunjukkan ketidakpercayaan berlebihan, perasaan terancam, merasa tidak berharga, kurang mampu mengendalikan emosi, serta ketakutan keluar dari zona nyaman. Kondisi tersebut erat kaitannya dengan aspek dukungan sosial teman sebaya dan kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) profil dukungan sosial teman sebaya di SMP Negeri 12 Padang, (2) profil kesehatan mental peserta didik, serta (3) pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap kesehatan mental peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 12 Padang sebanyak 139 orang, dengan sampel 59 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji prasyarat analisis (normalitas, homogenitas, dan linearitas), serta analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dukungan sosial teman sebaya berada pada kategori baik dan cukup baik, (2) kesehatan mental peserta didik berada pada kategori cukup baik, dan (3) dukungan sosial teman sebaya berpengaruh terhadap kesehatan mental sebesar 2,39% dengan kategori lemah. Penelitian ini merekomendasikan agar guru BK menguatkan layanan konseling yang tidak hanya berbasis teman sebaya, tetapi juga melibatkan keluarga, lingkungan sekolah, serta aspek pribadi siswa, termasuk pelatihan peer counseling agar lebih terarah.
Analisis Teori Social Cognitive Career Theory ( SCCT ) dalam Pemilihan Karir Siswa chantiqa, T. chantiqa Salsabilla Az-Zahra; Dianto, Mori; Helvirianti, Eka; Hutasuhut, Raihan Mahmud
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v4i2.331

Abstract

kajian menyeluruh terhadap Teori Karir Kognitif Sosial sebagai kerangka teori dalam kaitannya dengan pilihan karir yang dilakukan siswa. Dengan memusatkan perhatian pada bagian-bagian penting dari hipotesis ini, penelitian ini berencana untuk menguji bagaimana unsur-unsur mental, sosial, dan alam berhubungan untuk membentuk proses pengambilan keputusan karir siswa. Melalui pemahaman SCCT yang unggul, diyakini dapat ditemukan metodologi pendekatan yang dapat memperluas kelangsungan arahan kejuruan di sekolah. Penelitian kepustakaan atau tinjauan pustaka digunakan untuk penelitian ini. Survei penulisan adalah penelitian yang secara mendasar mengaudit informasi dan pemikiran yang terkandung dalam sekelompok tulisan ilmiah dan membentuk komitmen hipotetis dan sistemik terhadap subjek tertentu. Dalam situasi ini, cara yang paling umum untuk mengumpulkan informasi dan data adalah melalui berbagai sumber perpustakaan, misalnya buku, buku harian, catatan, artikel, dan berbagai sumber yang berkaitan dengan subjek yang sedang dieksplorasi. Hipotesis Panggilan Mental Sosial adalah sistem hipotesis mental sosial untuk profesi, yang dibuat oleh Lent, Brown dan Hackett pada tahun 1994, hipotesis ini secara signifikan mempengaruhi penelitian tentang keputusan profesi. Proses penentuan pekerjaan yang dipahami oleh hipotesis SCCT, dimulai dari orang-orang yang menyusun minat, sekadar memutuskan, dan mencapai tingkat kemajuan dalam profesinya. SCCT berpusat pada faktor mental seperti kecukupan diri, asumsi hasil, dan tujuan. Keputusan karir bagi siswa dapat dilakukan dengan memanfaatkan perluasan self-viability dengan adanya gagasan hipotesis profesi mental sosial bagi siswa dalam mengambil keputusan. Proses dimana individu mengembangkan minat, membuat keputusan, dan mencapai berbagai tingkat keberhasilan dalam upaya pendidikan dan profesional diuraikan dalam konsep SCCT. Hipotesis Profesi Mental Sosial menggarisbawahi bahwa siklus dinamis terbentuk dari kelangsungan hidup yang sesuai dengan asumsi untuk hasil yang ideal.