Claim Missing Document
Check
Articles

Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Arfah Sugiati Nengsy N Nengsy; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.6046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh perilaku masyarakat terhadap penurunan kualitas lingkungan permukiman kumuh di Kecamatan Mamuju serta menganalisis strategi penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan eksplanatori. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, uji regresi linear berganda, dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi penanganan kawasan kumuh. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel kondisi sosial ekonomi masyarakat, ketersediaan infrastruktur, dan peran pemerintah memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan kualitas lingkungan permukiman kumuh di Kecamatan Mamuju. Hasil uji F dan determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 82,6% terhadap penurunan kualitas lingkungan. Berdasarkan analisis SWOT, strategi penanganan kawasan kumuh dapat dilakukan dengan mengoptimalkan program bantuan pemerintah, meningkatkan pengelolaan sampah, serta mengintegrasikan mitigasi bencana dalam perencanaan kawasan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perumusan kebijakan penanganan kawasan permukiman kumuh, khususnya di Kecamatan Mamuju, untuk menciptakan lingkungan yang lebih layak huni dan berkelanjutan. This study aims to examine and analyse the influence of community behaviour on the decline in environmental quality of slums in Mamuju Sub-district and to analyse strategies for handling urban slum areas. The research uses a quantitative approach with descriptive and explanatory methods. Data was analysed using descriptive statistics, multiple linear regression test, and SWOT analysis to formulate slum upgrading strategies. The results of the multiple linear regression test showed that the variables of community socioeconomic conditions, infrastructure availability, and the role of government have a significant influence on the decline in the quality of the slum environment in Mamuju Sub-district. The results of the F test and determination show that the three variables together contribute 82.6% to the decline in environmental quality. Based on SWOT analysis, slum management strategies can be done by optimising government assistance programs, improving waste management, and integrating disaster mitigation in area planning. The results of this study are expected to contribute to the formulation of slum upgrading policies, especially in Mamuju Sub-district, to create a more livable and sustainable environment..
Evaluasi Penyebab Ketidak Patuhan Ketentuan KKPR Dalam Penilaian Pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang dan Penilaian Pernyataan Mandiri Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Eko Yudhowo; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.6047

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan terhadap ketentuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dalam konteks perencanaan dan pengelolaan ruang di Kota Bontang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian dokumentasi, data dianalisis secara tematik dengan teknik open, axial, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran paling umum terjadi pada aspek teknis bangunan (misalnya, KDB, KLB, tata bangunan, garis sempadan, dan jarak bebas), serta ketidaksesuaian lokasi dan jenis kegiatan. Faktor penyebab utama meliputi keterbatasan pemahaman atas terminologi teknis, kurangnya sosialisasi serta pelatihan, koordinasi antar-instansi yang belum optimal, serta keterbatasan sumber daya dan infrastruktur pendukung. Rekomendasi kebijakan difokuskan pada penyederhanaan prosedur, peningkatan pengawasan dan edukasi, serta sinergi antar stakeholder guna mendukung tata ruang yang berkelanjutan. This study examines the factors contributing to non-compliance with the Conformity of Activities for Spatial Utilization (KKPR) regulations within the context of spatial planning and management in Bontang City. Utilizing a qualitative approach through in-depth interviews, field observations, and document reviews, the data were thematically analyzed using open, axial, and selective coding techniques. The findings indicate that the most common violations occur in the technical aspects of buildings (e.g., building coverage ratio [KDB], floor area ratio [KLB], building design, boundary lines, and setback distances), as well as inconsistencies between the designated location and the type of activity. The primary contributing factors include a limited understanding of technical terminology, insufficient dissemination and training, suboptimal inter-agency coordination, and constraints in resources and supporting infrastructure. The policy recommendations focus on streamlining procedures, enhancing oversight and education, and fostering synergy among stakeholders to support sustainable spatial planning.
Relokasi Perumahan Kampung Maluang Kecamatan Gunung Tabur Ismail Saleh N; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.6048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana kondisi perumahan yang berada pada Kawasan Risiko Bencana Banjir yang berada di Kampung Maluang Kecamatan Gunung Tabur serta menganalisis Kesesuaian Terhadap Rencana Tata Ruang Kabupaten Berau. Penelitian ini menggunakan metode analisis Spasial. Data dianalisis dengan melakukan overlay terhadap data sebaran bangunan terhadap Rencana Tata Ruang serta dalam menentukan lokasi perumahan yang baru. Berdasarkan Hasil overlay antara sebaran bangunan dengan Rencana Tata Ruang Kabupaten Berau, bahwa pada saat ini dari 113 bangunan hanya 9 bangunan yang sesuai dengan peruntukannya berdasarkan RTRW. Berdasarkan Karakteristik lokasi dan kesesuaian lahan dengan Topografi datar sampai bergelombang (Kelerengan lahan 0-25 %), tidak berada pada daerah rawan bencana, tidak berada pada kawasan lindung, Budidaya pertanian atau penyangga serta tidak berada pada sawah irigasi. Hasil penelitian ini penelitian ini sebagai dasar untuk menyusun kebijakan terkait pemberian bantuan Rumah Bagi masyarakat yang terkena dampak relokasi. This study aims to examine and analyze the condition of housing located in flood disaster risk areas in Maluang Village, Gunung Tabur Subdistrict, as well as to assess its conformity with the Spatial Plan of Berau Regency. The research employs a spatial analysis method. Data were analyzed through an overlay process, comparing the distribution of buildings with the spatial plan, and identifying suitable locations for new housing development. Based on the overlay results between the distribution of buildings and the Spatial Plan of Berau Regency, it was found that out of 113 existing buildings, only 9 are in accordance with the designated land use as outlined in the spatial plan (RTRW). In terms of site characteristics and land suitability, the selected relocation area features flat to undulating topography (slope of 0–25%), is not located in disaster-prone areas, does not fall within protected zones, agricultural cultivation zones, or designated rice irrigation areas.The findings of this study serve as a foundation for formulating policies regarding the provision of housing assistance for communities affected by the relocation program.
Evaluasi Implementasi Kebijakan Tata Ruang Terhadap Kebijakan Pembangunan Di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan: Studi Kasus Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Kawasan Perkotaan Pangkajene Sulfi Aryanti; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.6049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kawasan Perkotaan Pangkajene serta merumuskan strategi perlindungan lahan pertanian. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode deskriptif dan eksplanatori. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji regresi linear berganda, dan analisis SWOT. Hasil regresi menunjukkan bahwa variabel komunikasi kebijakan, sumber daya, disposisi implementor, struktur birokrasi, serta kondisi sosial ekonomi dan dukungan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan implementasi kebijakan. Uji F dan koefisien determinasi menunjukkan bahwa kelima variabel tersebut secara bersama-sama berkontribusi sebesar 93,1% terhadap keberhasilan kebijakan, dengan sumber daya sebagai variabel paling dominan. Analisis SWOT merekomendasikan strategi seperti penguatan regulasi konversi lahan, peningkatan koordinasi antarinstansi, optimalisasi sumber daya, serta peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan dan keseimbangan ekologi di kawasan perkotaan. This research aims to analyse the factors that influence the implementation of sustainable food agricultural land protection policies in the Pangkajene Urban Area and formulate agricultural land protection strategies. A quantitative approach was used with descriptive and explanatory methods. Data were analysed using descriptive statistics, multiple linear regression test, and SWOT analysis. The regression results show that the variables of policy communication, resources, implementor disposition, bureaucratic structure, as well as socioeconomic conditions and community support have a significant effect on the success of policy implementation. The F test and coefficient of determination show that the five variables together contribute 93.1% to policy success, with resources as the most dominant variable. The SWOT analysis recommends strategies such as strengthening land conversion regulations, improving coordination between agencies, optimising resources, and increasing public awareness and participation. The results of this study are expected to serve as the basis for formulating sustainable agricultural land protection policies to support food security and ecological balance in urban areas
Implikasi Keberadaan Kampus Universitas Sulawesi Barat Terhadap Perubahan Lahan Di Sekitarnya Ainul Bashirah; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi keberadaan kampus Universitas Sulawesi Barat terhadap dinamika perubahan penggunaan lahan di kawasan sekitarnya. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods yang mengombinasikan analisis kualitatif dan kuantitatif melalui survei serta pemetaan perubahan penggunaan lahan dalam kurun waktu sepuluh tahun (2015–2025). Teknik analisis meliputi analisis peta penggunaan lahan untuk mengidentifikasi tingkat dan pola perubahan, serta analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh perubahan lahan dan karakteristik spasial terhadap penggunaan lahan. Selain itu, digunakan analisis SWOT sebagai alat untuk menyusun strategi pengembangan kawasan secara terarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberadaan Universitas Sulawesi Barat menjadi faktor penentu utama dalam terbentuknya sistem aktivitas perkotaan di wilayah sekitarnya. Perubahan penggunaan lahan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap dinamika pemanfaatan ruang, sementara karakteristik spasial yang kompleks cenderung berpengaruh negatif sebagai faktor pembatas. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan terpadu antara perubahan lahan dan karakteristik spasial untuk mewujudkan pemanfaatan ruang yang optimal, efisien, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan kawasan yang agresif namun tetap terarah untuk mengoptimalkan potensi wilayah secara berkelanjutan. This research examines the impact of the presence of Universitas Sulawesi Barat on land-use changes in the surrounding area. A mixed-methods approach was employed, integrating both qualitative and quantitative analyses, including survey-based research and land-use change mapping over ten years (2015–2025). The study employs several analytical approaches, including land-use mapping to determine the magnitude and spatial patterns of change; multiple linear regression to assess the influence of land-use transformation and spatial characteristics on land utilization; and SWOT analysis to develop strategic directions for the development of areas surrounding the campus. The results indicate that the presence of Universitas Sulawesi Barat is a primary determinant of the urban activity system in its vicinity. Land-use change has a positive and significant effect on land utilization dynamics, while complex spatial characteristics exhibit a negative influence as a limiting factor. These findings highlight the importance of integrated management of land-use change and spatial characteristics to achieve optimal, efficient, and sustainable land utilization. Therefore, an aggressive yet well-directed development strategy is required to sustainably maximize the existing potential.
Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Angka Budhi; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7634

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian menjadi penggunaan non-pertanian merupakan fenomena yang semakin mengkhawatirkan, terutama di wilayah agraris yang berada dalam tekanan pembangunan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab alih fungsi lahan pertanian dan merumuskan strategi pengendaliannya di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan kombinasi analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan melalui uji Chi-Square dan koefisien kontingensi untuk mengukur pengaruh faktor ekonomi dan sosial terhadap alih fungsi lahan, sedangkan analisis kualitatif digunakan dalam perumusan strategi melalui pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi memiliki pengaruh paling dominan terhadap alih fungsi lahan dengan nilai Chi-Square sebesar 95,77 dan koefisien kontingensi 0,70 (kategori kuat), sedangkan faktor sosial juga berpengaruh signifikan dengan nilai Chi-Square 31,09 dan koefisien kontingensi 0,49 (kategori sedang). Analisis SWOT menempatkan posisi strategi pengendalian pada Kuadran III (Weakness–Threats), sehingga strategi yang direkomendasikan adalah defensive strategy (WT). Strategi ini berfokus pada penguatan sistem pengawasan partisipatif berbasis masyarakat, pemberian insentif dan disinsentif yang konsisten, serta revisi dan penegakan peraturan zonasi yang lebih adaptif terhadap kondisi lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa pengendalian alih fungsi lahan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan regulatif, tetapi perlu diintegrasikan dengan pendekatan sosial dan kelembagaan partisipatif untuk mewujudkan perlindungan lahan pertanian yang berkelanjutan di tingkat lokal. The conversion of agricultural land to non-agricultural uses is an increasingly worrying phenomenon, especially in agrarian regions under pressure from spatial development. This research aims to identify the factors causing the conversion of agricultural land and formulate strategies for its control in Kampung Bumi Raya, Nabire Barat District, Nabire Regency. The research used a mixed methods approach, combining quantitative and qualitative analysis. Quantitative analysis was conducted using the Chi-Square test and contingency coefficient to measure the influence of economic and social factors on land conversion, while qualitative analysis was used in formulating strategies thru the SWAT approach. The research results showed that economic factors had the most dominant influence on land conversion, with a Chi-Square value of 95.77 and a contingency coefficient of 0.70 (strong category), while social factors also had a significant influence with a Chi-Square value of 31.09 and a contingency coefficient of 0.49 (moderate category). The SWAT analysis places the strategic control position in Quadrant III (Weakness–Threats), so the recommended strategy is a defensive strategy (WT). This strategy focuses on strengthening community-based participatory monitoring systems, providing consistent incentives and disincentives, and revising and enforcing zoning regulations that are more adaptable to local conditions. This research confirms that controlling the conversion of agricultural land use is not sufficient by relying solely on a regulatory approach; it needs to be integrated with participatory social and institutional approaches to achieve sustainable agricultural land protection at the local level.
Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terhadap Akses Layanan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Arta, Baso; Surya, Batara; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7686

Abstract

Sanitasi yang aman dan layak merupakan salah satu indikator penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama tujuan ke-6, yaitu menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi untuk semua. Salah satu komponen penting dalam sistem sanitasi terdesentralisasi adalah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Namun, tingkat pemanfaatan IPLT di berbagai daerah di Indonesia masih rendah, termasuk di Kabupaten Barru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat terhadap akses layanan IPLT serta merumuskan strategi peningkatan partisipasi masyarakat di Kelurahan Sumpang Binangae. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan 99 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar faktor partisipasi (kesempatan, kemauan, dan kemampuan), serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kesempatan, kemauan, dan kemampuan berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam mengakses layanan IPLT. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan edukasi masyarakat, penerapan sistem penyedotan terjadwal, kemitraan publik–swasta, pemberian insentif, serta pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pemeliharaan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat terhadap layanan IPLT harus dilakukan secara kolaboratif, dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan kelembagaan pemerintah daerah. Safe and adequate sanitation is one of the important indicators in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), especially goal number 6, which is to ensure the availability of clean water and sanitation for all. One important component in a decentralized sanitation system is the Fecal Sludge Treatment Plant (FSTP). However, the utilization rate of IPLT in various regions of Indonesia is still low, including in Barru Regency. This research aims to analyze the factors influencing low community participation in accessing IPLT services and to formulate strategies for increasing community participation in Sumpang Binangae Village. The research method uses a mixed methods approach with 99 respondents determined using Slovin's formula. Data analysis was conducted using the Chi-square test to examine the relationship between participation factors (opportunity, willingness, and ability), and SWAT analysis to formulate improvement strategies. The research findings indicate that the factors of opportunity, willingness, and ability significantly influence the level of community participation in accessing IPLT services. Recommended strategies include strengthening public education, implementing a scheduled pumping system, public-private partnerships, providing incentives, and involving the community from the planning stage thru maintenance. This research confirms that increasing community participation in IPLT services must be done collaboratively, with a community-based approach and the support of local government institutions.