Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Evaluasi Kesiapan Promkes dalam Impelementasi Program Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Mait, Tesya Oktavia; Rosyidah, Rosyidah; Sulistyawati, Sulistyawati
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 1 (2025): JUPIN Februari 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1029

Abstract

Program Integrasi Layanan Primer (ILP) dirancang untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer di Indonesia dengan mengintegrasikan layanan di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Posyandu. Namun, implementasinya menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia (SDM), anggaran, dan sarana prasarana yang memadai. Kurangnya kesiapan promosi kesehatan (promkes) di Puskesmas dapat menghambat keberhasilan ILP, terutama dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan promosi kesehatan (promkes) dalam implementasi ILP menggunakan metode systematic review. Pencarian artikel dilakukan menggunakan kata kunci "Evaluasi, Promkes, Integrasi Layanan Primer, Puskesmas" pada basis data Google Scholar (1.150 artikel) dan Garuda (40 artikel). Dari total 1.180 artikel, seleksi berdasarkan kriteria eksklusi menghasilkan 7 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan promkes di Puskesmas dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti keterbatasan tenaga promkes terlatih, sarana prasarana yang tidak memadai, serta anggaran operasional yang terbatas. Penguatan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan dan pendampingan menjadi strategi penting dalam mendukung keberhasilan ILP. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi, seperti aplikasi e-kohort dan ASIK, dapat meningkatkan efisiensi pencatatan dan pelaporan, meskipun membutuhkan infrastruktur yang memadai dan komitmen pengguna. Implementasi ILP memerlukan penguatan SDM, penyediaan anggaran yang memadai, dan sinergi lintas sektor.
Skrining Kesehatan dan Edukasi Kesehatan tentang Hipertensi pada Masyarakat Dukuh Karangjambe: Health Screening and Health Education on Hypertension to the Community of Karangjambe Village Rosyidah, Rosyidah; Ansel, Muhammad Dzaki Fulvian; Peni, Nur; Suryana, Aufatcha Ayutya; Wibowo, Najwa Karina; Nasution, Novarinsa Hidayah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i1.8064

Abstract

Hypertension is still ranked number one among the top ten diseases in Yogyakarta. Based on the Banguntapan III Health Center profile, in 2022, it was found that 568 people suffered from hypertension; this is due to the discovery of cases from research carried out by group 26 Field Learning Practices (PBL), namely the highest case of non-communicable diseases obtained was hypertension, 27 people (36%). This community service activity aims to follow up on problems related to hypertension in the Dukuh Karangjambe area. There are several stages in the method used in this community service activity. The first stage of this community service activity is the community diagnostic method used to explore problems and identify problems in the area. The service implementation time is from May 23, 2024, to July 14, 2024, with a team of 6 people: one lecturer and five students. The results of determining the priority of problems based on the community diagnosis of hypertension are problems that need to be resolved in the area. Intervention activities are carried out with several activities, namely health screening, health education, and gymnastics. The results of this counselling showed an increase in knowledge in the excellent category from before the counselling 50 and after the counselling 74.5. The Wilcoxon test's statistical results (p-value = 0.000) showed a significant difference in the average knowledge score about hypertension before and after the counselling.
Pengaruh Media Kartu Ajaib Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa dalam Memahami Materi Sistem Tata Surya Rosyidah, Rosyidah; Fajrie, Nur; Fathurohman, Irfai
Journal Prakarsa Paedagogia Vol 7, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v7i2.12946

Abstract

This study explores the development of Magic Card media to boost student engagement in solar system learning and facilitate conceptual understanding. The research is driven by the recognition that student participation is crucial for a successful learning environment. Therefore, designing relevant and engaging learning activities becomes essential. To address student participation and learning outcomes, the author created a media tool called Magic Card. This media involves group competitions where students match answer cards with planet nameplates and receive immediate feedback through magically lit lamps (correct = on, wrong = off). A classroom action research approach was employed in class VI of SDN Tanggultlare, involving a total of 11 students. The results revealed a significant improvement from the pre-cycle to cycle two. Student participation increased from 40.00% to 90.92%, and learning achievement rose from an average score of 67.55 to 85.45.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT : SYSTEMATIC REVIEW Kuncara, Evrin Isna Nur; Sulistyawati, Sulistyawati; Rosyidah, Rosyidah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43418

Abstract

Kepuasan pasien perlu ditinjau dari beberapa faktor. Kepuasan pasien menjadi faktor yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan rumah sakit dalam persaingan yang semakin kompetitif. Dari beberapa survei di berbagai tempat masih banyak keluhan pasien rawat jalan rumah sakit yang mengindikasikan faktor kepuasan pasien rawat jalan terus perlu dievaluasi. Tujuan dari systematic review ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat jalan berdasarkan penelitian sebelumnya. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan menggunakan artikel yang terbit yaitu antara tahun (2019 sampai 2024). Sumber artikel berasal dari jurnal nasional dan internasional yang diperoleh dari database Google Scholar dan PubMed, dengan kata kunci: “faktor kepuasan pasien, rawat jalan, rumah sakit” dan “patient satisfaction factors, outpatient, hospital”. Artikel kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi yang dirancang peneliti dengan mengacu pada panduan Prisma. Telaah terhadap 5 jurnal menunjukkan bahwa terdapat dimensi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien, yaitu mutu pelayanan yang terdiri dari keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari waktu tunggu, komunikasi, dan profesionalisme. Dimensi prespektif pasien yaitu pertimbangan biaya pengobatan medis. Dimensi aspek sosiodemografi yaitu pendidikan, pendapatan, tempat tinggal, jenis asuransi, usia pasien. Kesimpulan pada systematic review ini adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat jalan yaitu mutu pelayanan, kualitas pelayanan, prespektif pasien, dan aspek sosiodemografi. Seluruh dimensi tersebut perlu diperhatikan untuk meningkatkan kepuasan pasien, hal ini menjadi penting karena persaingan rumah sakit semakin kompetitif, sehingga perlu menjaga tingkat kepuasan pasien untuk bisa bersaing.
Analisis Miskonsepsi Bahan Ajar IPAS Kurikulum Merdeka pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Halimah, Siti Musyarofah Nur; Rosyidah, Rosyidah; Ratnasari, Yuni; Fakhriyah, Fina
Multidisciplinary Journal of Education , Economic and Culture Vol. 3 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/mjeec.v3i1.348

Abstract

This research aims to identify misconceptions in the science and science teaching materials for class III of the Merdeka Curriculum, which are contained in the 2022 Science and Technology Package Book from the Ministry of Education and Culture, the Free Curriculum General Elementary School Maestro Companion Book, and the Merdeka Curriculum Science 3A Learning Companion Book. The method used is descriptive qualitative with data collection through observation and documentation. Misconceptions in teaching materials are categorized into five types: Misidentifications, Overgeneralization, Oversimplifications, Obsolete Concepts and Terms, and Undergeneralization. The research results show that there are misconceptions in science teaching materials. Misidentifications were found in the Animal Breeding and Types of Metamorphosis material. Overgeneralization occurs in material on Invertebrate Animals, Life Cycles of Living Creatures, and Metamorphosis of Living Creatures. Oversimplifications are found in almost all materials, including Invertebrate and Vertebrate Animals, Form and Function of Animal Body Parts, Various Ecosystems, Symbiosis Between Living Things, and Energy Sources. No misconceptions were found in the Obsolete concepts and terms and Undergeneralization categories. This research emphasizes the importance of preparing more accurate and comprehensive teaching materials to support better student understanding
PERGESERAN MAKNA BERBASIS BUDAYA DALAM TERJEMAHAN ANTOLOGI PUISI HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO OLEH TF CHAN Mardasari, Octi Rjeky; Rosyidah, Rosyidah; Amalia, Nova
PRASI Vol. 20 No. 01 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i01.98677

Abstract

Penerjemahan puisi merupakan proses kompleks yang melibatkan transfer makna dan budaya dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek budaya yang memengaruhi pergeseran makna dalam terjemahan antologi puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono oleh TF Chan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat serta analisis isi. Sumber data adalah lima puisi dalam antologi tersebut yang bertema hujan, baik versi asli maupun versi terjemahan dalam bahasa Mandarin. Fokus analisis diarahkan pada kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengalami pergeseran makna akibat perbedaan budaya. Hasil penelitian menunjukkan dua jenis pergeseran makna, yaitu pergeseran dari generik ke spesifik dan pergeseran karena pengaruh budaya spesifik. Pergeseran dari generik ke spesifik terjadi karena banyaknya sinonim dalam bahasa sasaran, penguatan makna, serta perbedaan gaya penulisan. Sementara itu, pergeseran makna karena pengaruh budaya dipengaruhi oleh idiom khas Tiongkok, penggunaan partikel yang hanya ada dalam bahasa Mandarin, perbedaan struktur kalimat, serta konteks budaya yang berbeda antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya memainkan peran penting dalam penerjemahan puisi. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap budaya kedua bahasa sangat diperlukan untuk menghindari pergeseran makna yang tidak diinginkan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi penerjemah dan peneliti dalam memahami pentingnya aspek budaya dalam proses penerjemahan karya sastra.
Perancangan Framework Mitigasi Risiko Pengelolaan Server Menggunakan ISO 27001:2022 (Studi Kasus: Unit KJSI Politeknik Negeri Bengkalis) Rosyidah, Rosyidah; Tedyyana, Agus; Hidayasari, Nurmi
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 2, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v2i2.6820

Abstract

Dengan meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam kegiatan operasional pendidikan, risiko terhadap keamanan informasi, seperti serangan siber dan bencana alam, menjadi semakin signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merancang langkah-langkah mitigasi risiko yang sistematis dan terstruktur, guna menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan informasi yang dikelola oleh server. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis risiko dengan pendekatan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan penerapan menggunakan standar ISO 27001:2022. Proses penelitian meliputi identifikasi masalah, studi literatur, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan perancangan framework mitigasi risiko. Penelitian ini  menunjukkan bahwa terdapat beberapa risiko signifikan yang perlu ditangani, seperti kerusakan fisik pada server dan kegagalan jaringan, yang dapat mempengaruhi operasional unit KJSI. Hasil penelitian ini menghasilkan sebuah perancangan framework mitigasi risiko sebagai kerangka kerja khususnya terkait pengelolaan server pada unit KJSI dengan menggunakan standar ISO 27001:2022. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya mitigasi risiko di lingkungan pendidikan tinggi, serta menjadi acuan bagi institusi lain dalam menerapkan standar keamanan informasi yang efektif.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN ELEKTRONIK : LITERATURE REVIEW Saing, Sitti Nur Masyithah D; Rosyidah, Rosyidah; Rulyandari, Rochana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30405

Abstract

Rujukan kesehatan elektronik telah menjadi inovasi penting dalam dunia kesehatan global, dengan berbagai negara mengadopsi sistem ini untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan. Metode pada penelitian ini merupakan sebuah literature review dengan menggunakan desain narrative review, peneliti ini menggunakan 9 artikel yang memenuhi penilaian kualitas. Data dikumpulkan bersumber dari GoogleScholar dan PubMed, artikel yang dipublikasi yaitu tahun 2019-2023. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa fasilitas kesehatan telah berhasil mengimplementasikan SISRUTE dan sistem rujukan elektronik dengan baik, namun masih terdapat kendala yang perlu diatasi, seperti keterlambatan respon, kurangnya sumber daya manusia yang terlatih, dan infrastruktur teknologi yang belum optimal. Sistem rujukan elektronik di berbagai rumah sakit dan sistem kesehatan lainnya memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan rujukan. Keberhasilan sistem rujukan elektronik sangat tergantung pada kesiapan rumah sakit dan dukungan kebijakan yang memadai. Studi ini juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian sistem berdasarkan umpan balik dan kondisi lapangan untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan sistem rujukan elektronik dalam jangka panjang.
BIMBINGAN SPIRITUAL; SOLUSI PENGOPTIMALAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI MASA DEPAN Panji Achmad Faqih Zamany, Raden; Faizal Umam As-Shobri, Ach.; Rosyidah, Rosyidah; Suaidah, Suaidah
IDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah ( STAIFA ) Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62525/10.62525/idealita.2022.v2.i2.44-59

Abstract

Spiritual guidance not only has a very big role in shaping the character of children, but it will become a life guide as a milestone in realizing a good and useful personality for others. This study aims to describe the optimization of the development of early childhood spiritual intelligence in learning. Islam in school. This type of research is field research or field research. This research is presented in descriptive form. While the method used is a qualitative method. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. While the data analysis technique uses the Miles and Huberman Model, which consists of: Data Reduction, Data Presentation, and Verification. The results of this study indicate that optimizing the development of spiritual intelligence can be done by instilling the habit of good things in accordance with the Qur'an and hadith in children from an early age. Learning applied in schools can help in the development of children's spiritual intelligence because it is designed creatively and fun by teachers who are competent in their fields such as using group models, contextual approaches, and using story methods, memorization, singing, and song movement exercises.
Community Diagnosis Penyakit Diabetes Melitus di RT 01, 02, dan 03 RW 033 Pedukuhan Tegaltandan, Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Rosyidah, Rosyidah; Effendy, Zulfa Dinayah; Anggreini, Anggi Septya; Kristia, Riskiani; Kesuma, Tamira; Khalidah, Karimatul; Faroland, Nur Wanda Fatikasari
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i2.296

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan community diagnosis terkait penyakit Diabetes Melitus (DM) dengan mengidentifikasi 10 besar masalah kesehatan yang paling signifikan serta merumuskan alternatif pemecahan masalah melalui metode USG (Upaya Kesehatan Sekolah), SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats), serta melibatkan penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah, dan leaflet sebagai intervensi. Analisis data dilakukan dengan mengaplikasikan metode USG yang terdiri dari langkah-langkah pengumpulan data primer dan sekunder untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai masalah kesehatan yang dihadapi komunitas terkait diabetes melitus. Kemudian, metode SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang relevan dalam upaya mengatasi masalah diabetes di komunitas ini. Hasil penelitian menunjukkan 10 besar masalah kesehatan terkait diabetes melitus di antaranya adalah rendahnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat, kurangnya pemahaman mengenai manajemen diabetes, akses terbatas terhadap layanan kesehatan, dan pola makan yang tidak seimbang.