Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Jurnal Bioedukasi

Penerapan Penilaian Autentik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada SMP N 7 Kota Ternate Majid, Ilham; A., Ika
BIOEDUKASI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Penilaian   autentik   merupakan   suatu   proses   pengumpulan   data/informasi   tentang pengetahuan dan pengukuran kinerja siswa secara nyata dalam proses pembelajaran, sedangkan hasil belajar siswa yaitu penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan dan ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimakah profil pembelajaran Biologi dengan penerapan penilaian autentik untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada SMP Negeri 7 Kota Ternate, Kecamatan Kota Ternate Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif model survey dengan menggunakan angket.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dan pengetahuan penilaian autentik untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 7 Kota Ternate tergolong dalam kategori sangat baik. Hasil analisa data angket Guru, menunjukkan bahwa nilai x > M + 1,5 ( 4,43 ) = 67,145 atau181,5 > 67,145 dan hasil analisa tentang hasil belajar siswa adalah 88,57%. Inipun tergolong dalam kategori sangat baik. Kata Kunci : Penilaian Autentik, Hasil Belajar, SMP N 7, Kota Ternate
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN HERBARIUM PADA SISWA MADRASAH ALIYAH KOTA TERNATE Majid, Ilham; Mulaicin, Sunarti
BIOEDUKASI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar.Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru, fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran.Herbarium merupakan suatu spesimen dari bahan tumbuhan yang telah dimatikan dan diawetkan melalui metode tertentu dan biasanya dilengkapi dengan data-data mengenai tumbuhan yang diawetkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produk desain media pembelajaran herbarium pada konsep tumbuhan paku, apakah dapat diterima (layak) dan dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran.Penelitian ini bersifat pengembangan dengan desain validasi produk, yang menggunakan 10 orang guru dari lima Madrasah Aliyah (MA) sebagai validator produk dan 10 orang dosen pendidikan biologi Unkhair sebagai validator ahli, yang berlangsung pada bulan Agustus sampai Desember 2012.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk desain media pembelajaran herbarium dinyatakan valid dan layak digunakan berdasarkan hasil validasi oleh validator ahli (dosen) rata-rata 76.32  danvalidator produk (guru) rata-rata 85.00, di lima MA di Kota Ternate yaitu, MA Negeri Model, MA Alkhairat, MA Ulul Albaab, MA Sasa, dan MA Pengembangan Bula.  Kata kunci :Pengembangan, media pembelajaran, herbarium, tumbuhan paku
KONSERVASI HUTAN MANGROVE DI PESISIR PANTAI KOTA TERNATE TERINTEGRASI DENGAN KURIKULUM SEKOLAH Majid, Ilham; Al Muhdar, Mimien Henie Irawati; Rohman, Fachtur; Syamsuri, Istamar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.968 KB)

Abstract

Ekosistem  hutan  mangrove  berfungsi  sebagai  perlindungan  pantai  secara  alami untuk mengurnagi resiko terhadap bahaya abrasi. Kota Ternate adalah sala satu kota pesisir yang memiliki hutan mangrove dengan luas 14,65 Ha namun luas kawasan mangrove tersebut telah mengalami kerusakan disebabkan oleh tebang habis, konversi menjadi lahan pertanian, perikanan, pemukiman,  pembuangan sampah padat dan cair, pencemaran tumpahan minyak, dan  reklamasi  pantai,  Pendekatan  konservasi  yang  dilakukan  untuk  memulihkan  serta menjaga dan melindungi hutan mangrove di Kota Ternate adalah dengan pendekatan pendidikan konservasi di sekolah formal melalui pengembangan kurikulum.
KAJIAN ANTROPOGENIK TERHADAP PEMANFAATAN TERUMBU KARANG DI DESA WOSI, HALMAHERA SELATAN (Suatu kajian kerusakan terumbu karang di daerah pesisir Halmahera) Zulkifli Ahmad; Ilham Majid; Hardi R. Jaman
JURNAL BIOEDUKASI Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.563 KB) | DOI: 10.33387/bioedu.v2i1.65

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu sumber daya alam yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di daerah pesisir Halmahera. Salah satu pemanfaatan oleh masyarakat Desa Wosi, Halmahera Selatan adalah sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan pondasi rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan aktivitas masyarakat terhadap pemanfaatan terumbu karang di Desa Wosi Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan. Instrumen pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket/kuesioner dan wawancara dengan  sejumlah masyarakat. Analisis angket/kuesioner dilakukan dengan menggunakan rumus prosentase dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Pengetahuan masyarakat terhadap terumbu karang di Desa Wosi Kecamatan Gane Timur termasuk dalam kriteria cukup yaitu dengan nilai rata-rata 60%; (2) Aktivitas masyarakat terhadap pemanfaatan terumbu karang meliputi; Indikator pemanfaatan terumbu karang sebagai bahan bangunan dan pondasi rumah termasuk dalam kriteria cukup (nilai rata-rata 63%), indikator jual beli terumbu karang termasuk dalam kriteria rendah (52%), dan budidaya terumbu karang termasuk dalam kriteria sangat rendah (3.23%). Sementara pada kriteria skala Likert untuk seluruh indikator pengetahuan dan aktivitas pemanfaatan terumbu karang menunjukkan kriteria sangat tinggi (X 4,531 atau 127.242 4.531 dan X 3,5685 atau 97.742 3.5685).Kata kunci : Antropogenik, Halmahera Selatan, kerusakan, pemanfaatan, terumbu karang
KONSERVASI HUTAN MANGROVE DI PESISIR PANTAI KOTA TERNATE TERINTEGRASI DENGAN KURIKULUM SEKOLAH Ilham Majid; Mimien Henie Irawati Al Muhdar; Fachtur Rohman; Istamar Syamsuri
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB) | DOI: 10.33387/bioedu.v4i2.162

Abstract

Ekosistem hutan mangrove berfungsi sebagai perlindungan pantai secara alami untuk mengurangi resiko terhadap bahaya abrasi. Kota Ternate adalah sala satu kota pesisir yang memiliki hutan mangrove dengan luas 14,65 Ha namun luas kawasan mangrove tersebut telah mengalami kerusakan disebabkan oleh tebang habis, konversi menjadi lahan pertanian, perikanan, pemukiman, pembuangan sampah padat dan cair, pencemaran tumpahan minyak, dan reklamasi pantai, Pendekatan konservasi yang dilakukan untuk memulihkan serta menjaga dan melindungi hutan mangrove di Kota Ternate adalah dengan pendekatan pendidikan konservasi di sekolah formal melalui pengembangan kurikulum.
GAGASAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN INTEGRATIF ILMU UMUM DAN ILMU AGAMA DI MADRASAH Jailan Sahil; Said Hasan; Hasnah Ahmad; Ilham Majid; Ade Haerullah
JURNAL BIOEDUKASI Vol 5, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2022
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v5i1.4384

Abstract

Madrasah educational institutions in addition to teaching subjects related to Islamic religious knowledge, also teach general science subjects. Both subjects are taught partially. This kind of learning process causes the erosion of Islamic characteristics as the main feature of madrasas. Efforts to integrate religious knowledge into general knowledge in the learning process in madrasas have become a hot issue in several countries. The realization of integrative learning requires the main supporting component, namely teaching materials. The teaching material that most determines how a learning process is carried out is lesson plans. This article was written to convey ideas about the preparation of an integrative lesson plan for general science and religious science. This idea was proposed as an effort to overcome the obstacles in integrating religious knowledge during the general science learning process in madrasas. Learning objectives are the most crucial element in integrative lesson plans. The development of learning objectives formulated in the curriculum is carried out by incorporating religious knowledge and or moral values that are in accordance with the related general science material. The next essential elements of RPP that must be integrated into religious knowledge are learning materials, learning activities, learning resources, and assessment of learning outcomes. The integration of religious knowledge in the five essential components of the lesson plan is believed to be able to realize learning designs with Islamic characteristics.
PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI EKOSISTEM DI SMA NEGERI 12 HALMAHERA TIMUR Nadila Jurubasa; Ilham Majid; Yusmar Yusuf
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5899

Abstract

 Meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa dibutuhkan suatu pembelajaran yang efektif. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X semester II SMA Negeri 12 Halmahera Timur pada materi Ekosistem. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X IPA di SMA Negeri 12 Halmahera Timur pada materi ekositem. Hasil observasi  aktivitas  siswa pada siklus I yaitu  69%, siklus II yaitu meningkat menjadi 84%. Sedangkan hasil observasi aktivitas  guru siklus I yaitu 85%, siklus II meningkat menjadi 100%. Hasil belajar siswa dengan menggunakan model  Problem Based Learning (PBL) pada siklus I sebanyak 13 orang yang belum tuntas atau sebanyak 65% yang belum mencapai ketuntasan belajar atau belum mencapai KKM. Sedangkan pada siklus II sudah mengalami peningkatan hasil belajar siswa sebanyak 19 orang yang tuntas atau sebanyak 95% siswa yang mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)  dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI RUANG LINGKUP BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DIKELAS X SMA NEGERI 6 KOTA TERNATE Nurkila Abija; Ilham Majid; Nurmaya Papuangan
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5890

Abstract

Model discovery learning merupakan model pembelajaran yang melatihkan pada peserta didik belajar mandiri untuk meningkatkan keterampilan dan proses kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 6 Kota Ternate pada materi ruang lingkup biologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bersifat reflektif dan kolaboratif yang terdiri dari empat tahapan, yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IPA SMA Negeri 6 Kota Ternate pada materi ruang lingkup biologi. Hasil belajar peserta didik dengan mengunakan model  discovery learning pada siklus I sebanyak 2 peserta didik atau sebesar 10% yang mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan pada siklus II sudah mengalami peningkatan hasil belajar peserta didik sebanyak 18 peserta didik atau sebesar 86% yang mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar. Hasil observasi aktivitas peserta didik pada siklus I yaitu 52%, siklus II yaitu meningkat menjadi 98%. Sedangkan hasil observasi aktivitas guru siklus I yaitu 56%, siklus II meningkat menjadi 88% sehingga model discovery learning dinyatakan dapat meningkatkan hasil  belajar peserta didik.
PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI EKOSISTEM DI SMA NEGERI 12 HALMAHERA TIMUR Jurubasa, Nadila; Majid, Ilham; Yusuf, Yusmar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5899

Abstract

 Meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa dibutuhkan suatu pembelajaran yang efektif. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X semester II SMA Negeri 12 Halmahera Timur pada materi Ekosistem. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X IPA di SMA Negeri 12 Halmahera Timur pada materi ekositem. Hasil observasi  aktivitas  siswa pada siklus I yaitu  69%, siklus II yaitu meningkat menjadi 84%. Sedangkan hasil observasi aktivitas  guru siklus I yaitu 85%, siklus II meningkat menjadi 100%. Hasil belajar siswa dengan menggunakan model  Problem Based Learning (PBL) pada siklus I sebanyak 13 orang yang belum tuntas atau sebanyak 65% yang belum mencapai ketuntasan belajar atau belum mencapai KKM. Sedangkan pada siklus II sudah mengalami peningkatan hasil belajar siswa sebanyak 19 orang yang tuntas atau sebanyak 95% siswa yang mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)  dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.
KAJIAN ANTROPOGENIK TERHADAP PEMANFAATAN TERUMBU KARANG DI DESA WOSI, HALMAHERA SELATAN (Suatu kajian kerusakan terumbu karang di daerah pesisir Halmahera) Ahmad, Zulkifli; Majid, Ilham; Jaman, Hardi R.
JURNAL BIOEDUKASI Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu sumber daya alam yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di daerah pesisir Halmahera. Salah satu pemanfaatan oleh masyarakat Desa Wosi, Halmahera Selatan adalah sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan pondasi rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan aktivitas masyarakat terhadap pemanfaatan terumbu karang di Desa Wosi Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan. Instrumen pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket/kuesioner dan wawancara dengan  sejumlah masyarakat. Analisis angket/kuesioner dilakukan dengan menggunakan rumus prosentase dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Pengetahuan masyarakat terhadap terumbu karang di Desa Wosi Kecamatan Gane Timur termasuk dalam kriteria cukup yaitu dengan nilai rata-rata 60%; (2) Aktivitas masyarakat terhadap pemanfaatan terumbu karang meliputi; Indikator pemanfaatan terumbu karang sebagai bahan bangunan dan pondasi rumah termasuk dalam kriteria cukup (nilai rata-rata 63%), indikator jual beli terumbu karang termasuk dalam kriteria rendah (52%), dan budidaya terumbu karang termasuk dalam kriteria sangat rendah (3.23%). Sementara pada kriteria skala Likert untuk seluruh indikator pengetahuan dan aktivitas pemanfaatan terumbu karang menunjukkan kriteria sangat tinggi (X 4,531 atau 127.242 4.531 dan X 3,5685 atau 97.742 3.5685).Kata kunci : Antropogenik, Halmahera Selatan, kerusakan, pemanfaatan, terumbu karang