Claim Missing Document
Check
Articles

UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA JENIS ARANG AKTIF DAN NAUNGAN PADA TANAMAN SAWI PAHIT MENGGUNAKAN TANAH LAHAN BEKAS PENAMBANGAN EMAS Uray Edi Suryadi; Dwi Raharjo; Elly Mustamir
Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.958 KB) | DOI: 10.26418/pedontropika.v2i1.15690

Abstract

This study aims to determine the effect of shade and effectiveness of active charcoal derived from the raw material of palm shells and rice husks to absorb heavy metals Hg and Cu in bitter mustard / Chinese mustard plants (Brassicacea juncea). The mustard bitter in polybags with planting medium on the ex gold mining soils. The study design using split plot design, with the main plot factors are the type of the palm shells active charcoal (A1), and the rice husk active charcoal (A2). As a subplot factors are shade, that using shading net, consisting of 50% shade (P1), shade 60% (P2) and a shade 75% (P3). The results showed that the combination of 50% shade and active charcoal from shell palm oil can help the absorption of Cu and Hg at 0.92 ppm Cu and 5.11 ppb Hg in bitter mustard plant roots, as well as 0.42 ppm Cu and 2.96 ppb Hg on its leaves. The combination of 60% shade and activated charcoal from rice husk can help the absorption of Cu and Hg 0.67 ppm Cu and 4.11 ppb Hg in bitter mustard plant roots, as well as 0.23 ppm Cu and 4.09 ppb Hg on its leaves. Whereas 70% shade combinations and active charcoal from rice husk can help the absorption of Cu and Hg 0.57 ppm Cu and 4.89 ppb Hg in bitter mustard plant roots, as well as 0.13 ppm Cu and 4.75 ppb Hg on its leaves.Keywords : active charcoal, bitter mustard, Cu, ex PETI soil, Hg, shade
UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA JENIS ARANG AKTIF DAN TANAMAN AKUMULATOR LOGAM PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN EMAS Dwi Raharjo; Elly Mustamir; Uray Edi Suryadi
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.626 KB) | DOI: 10.26418/plt.v2i2.3485

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas jenis arang aktif yang berasal dari bahan baku tempurung kelapa, tempurung kelapa sawit dan sekam padi serta tanaman akumulator sawi hijau, sawi huma dan sawi pahit dalam menyerap logam berat Cu (Tembaga) dan Hg (Merkuri). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, dengan faktor jenis arang aktif dan faktor jenis sawi. Faktor jenis arang aktif (A) terdiri dari: arang aktif sekam padi (a1), tempurung kelapa sawit (a2) dan tempurung kelapa dalam (a3). Sedangkan sebagai faktor jenis sawi (S) adalah (s1) sawi huma (Brassica juncea), (s2) sawi pahit (Brassica juncea L) dan (s3) sawi hijau (Brassica rapa). Sehingga perlakuan penelitian sebanyak 27 perlakuan. Hasil yang diperoleh adalah arang aktif yang berasal dari bahan baku sekam padi menyerap Cu 6,95 ppm (setelah inkubasi), 4,85 ppm (tanah saat panen sawi), tempurung kelapa sawit menyerap Cu 7,08 ppm (setelah inkubasi), 4,77 ppm (tanah saat panen sawi), dan tempurung kelapa menyerap Cu 5,45 ppm (setelah inkubasi) sawi hijau lebih efektif menyerap logam berat Cu dan Hg yang terakumulasi ke daun tanaman masing-masing sebanyak 0,64 ppm dan 5,96 ppb, sawi huma menyerap Cu sebanyak 5,97 ppm (saat panen), 0,42 ppm (dalam akar) dan menyerap Hg sebanyak 16,64 ppb (saat panen), 6,64 ppb (dalam akar), sedangkan sawi pahit menyerap logam berat Cu sebanyak 4,67 ppm (saat panen), 0,53 ppm (dalam akar), Hg 14,19 (saat panen), 3,43 (dalam akar), tidak adanya interaksi antara jenis arang aktif dan tanaman akumulator dalam menyerap logam berat Hg dan Cu. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa arang aktif yang berasal dari bahan baku sekam padi dan tempurung kelapa sawit lebih efektif untuk menyerap logam berat Hg dan Cu, sawi hijau lebih efektif menyerap logam berat Cu dan Hg yang terakumulasi ke daun tanaman, sedangkan sawi huma dan sawi pahit lebih efektif menyerap logam berat Hg dan Cu yang tersimpan di akar tanaman, tidak adanya interaksi antara jenis arang aktif dan tanaman akumulator dalam menyerap logam berat Hg dan Cu. Kata kunci : Arang aktif, tanaman akumulator, Cu, Hg, dan sawi
Analisis Debit Aliran dan Muka Air Tanah pada Lahan Gambut Kebun Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Kubu Raya Suryadi, Urai Edi
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 9, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v9i2.73744

Abstract

Development studies on peatlands relate to the issue of peat restoration with the 3R program, namely rewetting, revegetation and revitalization. This research has a long-term objective in the form of a model of the relationship between water flow discharge and water table depth in peatlands planted with oil palm. The research location is in the Kuala Dua Village area, Sei Raya District, Kubu Raya Regency, which is an area of peatland planted with community oil palm. The research method is a field survey with a grid system. The research implementation consists of determining the location and observation point, installing equipment, measuring the elevation of the observation point in the channel and on the ground surface, measuring the depth of the peat, and measuring the water level in the channel and groundwater level at the observation point, taking soil samples, measuring soil water content. field, Eh, and pH. Measurement of soil hydraulic conductivity at the observation point using the auger hole method. The research results show that the correlation between water flow discharge and water table depth in peat soil is moderate to very strong. The correlation between the rate of decrease in water level and the flow of water in peat soil is very strong. The reductive-oxidative atmosphere of the peat soil layer influences the maturity level, unit weight, total porosity, field water content, field capacity water content, oxidation-reduction potential (Eh), and soil reaction (pH).
KAJIAN KONDUKTIVITAS HIDROLIK WILAYAH RIPARIAN KEBUN RAYA SAMBAS Putri, Ratu Marihat Herang; Candra, Tino Orciny; Suryadi, Urai Edi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.77607

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa nilai konduktivitas hidrolik tanah yang ada pada zona riparian Kebun Raya Sambas. Tanah tersebut nantinya akan diteliti sehingga dapat diketahui hubungan antara sifat fisika dan kimia tanah tersebut dengan nilai konduktivitas hidrolik yang dtunjukkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konduktivitas hidrolik wilayah riparian Kebun Raya Sambas.Penelitian dilaksanakan di Kebun Raya Sambas, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas dengan luas areal penelitian 312,98 Ha, analisis sampel akan dilaksanakan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian mulai dari persiapan hingga penyajian hasil penelitian. . Hasil analisis Permeabilitas tanah menunjukan hasil berbeda nyata. Hasil analisis konduktivitas hidrolik tanah menunjukkan hasil berbeda tidak nyata. Berdasarkan hasil analisis, konduktivitas model menunjukan hasil berbeda tidak nyata. Faktor utama yang mempengaruhi konduktivitas hidrolik adalah tekstur tanah, yang melibatkan fraksi pasir, debu, dan liat. Tanah dengan kandungan pasir yang tinggi cenderung memiliki konduktivitas hidrolik yang tinggi.
PENINGKATAN PRODUKSI JERUK MELALUI PENERAPAN BIOCHAR SEKAM PADI DI KECAMATAN TEBAS Suryadi, Urai Edi; Indrawati , Urai Suci Yulies Vitri; Hazriani, Rini
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i1.4552

Abstract

Kelompok Tani Tanjung Pandan di Kecamatan Tebas merupakan salah satu kelompok tani yang membudidayakan jeruk manis dan padi di lahan Alluvial. Lahan ini memiliki kendala kesuburan akibat rendahnya kadar unsur hara makro dan mikro, tingginya bahan organik, serta kandungan pirit dan logam berat seperti Fe dan Al yang bersifat toksik bagi tanaman. Akibatnya, produksi jeruk manis terus menurun setiap tahunnya. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan pupuk organik berbasis biochar sekam padi sebagai amelioran tanah guna meningkatkan kesuburan lahan dan produktivitas pertanian. Kegiatan ini melibatkan 20 petani dari Kelompok Tani Tanjung Pandan dan dilaksanakan melalui metode penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan diberikan mengenai manfaat biochar sekam padi dalam meningkatkan kesuburan tanah, sedangkan pelatihan mencakup tahapan pembuatan biochar, mulai dari persiapan bahan baku, proses pembakaran menggunakan alat pirolisis sederhana, hingga pencampuran dengan kompos dan penyimpanan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sebagian besar peserta belum memahami konsep biochar dan cara pembuatannya. Setelah program selesai, 90% peserta mampu memproduksi biochar dengan benar dan menerapkannya pada lahan pertanian mereka. Penerapan teknologi biochar ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman jeruk manis dan padi secara berkelanjutan serta menjadi model yang dapat diadopsi oleh kelompok tani lainnya.
PENGUATAN UKM MELALUI INKUBATOR BISNIS DAN TEKNOLOGI PEMASARAN ONLINE BERBASIS KULINER KHAS DAERAH YVI, Urai Suci; Suryadi, Urai Edi; Karlina, Dina
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v3i1.2964

Abstract

Kegiatan Pengabdian yang berjudul Penguatan UKM Melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi Pemasaran Online Berbasis Kuliner Khas Daerah bertujuan untuk: 1). Pemberdayaan usaha skala mikro untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha ekonomi di sektor informal yang berskala usaha mikro (UKM Tempe Annisa, UKM Kerupuk Udang dan UKM Tahu Pong); 2). Bersama LPM WRJ membentuk Inkubator Bisnis, memberikan pelatihan, dan keberlanjutan program Inkubator Bisnis setelah Program KKN PPM ini selesai; 3). Transfer teknologi pemasaran sistem online (pembuatan web, instagram); 4) Teknologi mendesign label dan kemasan yang menarik; 5). Pelatihan pembukuan yang baik dan benar dalam mencatat keuntungan dari pemasaran aneka olahan kuliner; 6). Legalitas produk olahan makanan melalui Label PIRT pada produk. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya, dimana kegiatan transportasi menuju lokasi KKN PPM sangat mudah dan bisa menggunakan kendaraan bermotor. Kegiatan Pengabdian ini berlangsung selama 2 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, pelaksanaan kegiatan, pemasaran dan pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dilakukan oleh Tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan dilanjutkan dengan pameran usaha produk yang telah jadi. Masing-masing mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang, dan didampingi oleh masing-masing 1 dosen pendamping lapangan. Diharapkan ketiga UKM binaan mampu menghasilkan produk-produk olahan kuliner yang mempunyai kualitas yang baik, sehingga mampu bersaing ekspor di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2016. Selain itu Inkubator Bisnis yang terbentuk mampu untuk berkembang dan tetap eksis berperan membentuk tenan-tenan yang baru, dan mampu berproduksi dan semakin berkembang menjadi lebih besar berperan dalam Perekonomian Indonesia di masa-masa mendatang.Kata kunci: Inkubator Bisnis, Kuliner, UKM, Tenan, MEA.
PENINGKATAN PRODUKSI JERUK DAN PENDAPATAN PETANI BERBASIS BIOCHAR DAN PEMASARAN DIGITAL DI DESA SEGARAU, TEBAS Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Rini Hazriani; Suryadi, Urai Edi; Wanti Fitrianti; Dwi Raharjo
Jurnal Abditani Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v8i1.364

Abstract

PKM ini bertujuan untuk transfer teknologi pembuatan pupuk organic berbasis biochar sekam padi dan kompos kotoran ayam untuk meningkatkan kesuburan tanah Spodosol, untuk budidaya tanaman jeruk dan padi sehingga dapat meningkatkan ekonomi petani di Desa Segarau Parit, Tebas.   Kegiatan PKM   ini berlangsung selama 8 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, Pelatihan kegiatan inti PKM yaitu pembuatan biochar  sekam padi dan kompos kotoran  ayam, serta pembuatan sirup dan permen jelly dari jeruk. Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program- program yang telah dilakukan oleh tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini selesai, petani Poktan Harapan Baru mampu membuat pupuk organik yaitu biochar  sekam padi diperkaya kotoran ayam yang mempunyai kualitas yang baik sehingga membantu menyuburkan tanah Spodosol. Selain itu Poktan Harapan Baru juga mempunyai produk unggulan yaitu sirup dan permen jelly dari jeruk yang tidak terasa pahit.
EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN PADA BEBERAPA ZONA KEBUN RAYA SAMBAS DI KABUPATEN SAMBAS Ananta, Ferdy; Suryadi, Urai Edi; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.67021

Abstract

Kebun Raya Sambas memiliki variabilitas lereng yang cukup beragam. Untuk mengetahui potensi dan mengetahui penghambat dalam pemanfaatan lahannya diperlukan klasifikasi kemampuan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik lahan sesuai parameter kemampuan lahan dan sub kelas kemampuan lahan serta memberikan saran penggunaan lahan berdasarkan sub kelas kemampuan lahan beberapa zona Kebun Raya Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey lahan dan matching. Penelitian ini dilaksanakan dengan survey tanah, analisis sampel tanah di laboratorium, dan pencocokan kelas kemampuan lahan. Berdasarkan hasil survey lapangan dan overlay peta terbagi atas delapan satuan lahan yang dibatasi pada lima zona pengelolaan (zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi), dari hasil klasifikasi terdapat empat sub kelas kemampuan lahan yaitu sub kelas kemampuan lahan IVes seluas 17,03 Ha (10,18 %) yang terdapat pada satuan lahan 2 (meliputi zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi), Vs seluas 61,73 Ha (36,91) yang terdapat pada satuan lahan 1, 4, dan 6 (zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi), Vsw seluas 15,64 Ha (9,35 %) yang terdapat pada satuan lahan 5 dan 7 (Zona Riparian), VIIes seluas 72,82 Ha (43,55 %) yang terdapat pada satuan lahan 4 dan 8 (meliputi zona vegetasi eksisting (insitu), tumbuhan liar, camping ground, zona koleksi tumbuhan riparian, dan zona tanaman domestikasi). Hasil klasifikasi dari sub kelas kemampuan lahan tersebut diberikan tindakan pengelolaan lahan untuk meningkatkan fungsi konservasi lahan di Kebun Raya Sambas, pada sub kelas IVes dapat dilakukan pembuatan teras, saluran bervegetasi dan strip penyangga riparian, sub kelas Vs dapat menggunakan mulsa organik, sub kelas Vsw dapat melakukan pembuatan strip penyangga riparian, sub kelas VIIes dapat dilakukan pembuatan rorak, pembuatan strip cropping, saluran bervegetasi, dan strip penyangga riparian.
SIFAT FISIKA TANAH LAPISAN ACROTELM DAN CATOTELM PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI KABUPATEN KUBU RAYA Haqqamuddien, Reidha; Nusantara, Rossie Wiedya; Suryadi, Uray Edi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3594

Abstract

The research aims to determine the physical properties of peat soil in the acrotelm and catotelm layers, on 3 lands, namely Secondary Forest (HS), Palm Oil Plantation (KS) and Horticultural Plantation (KH), in Kuala Dua Village, Sungai Raya District, which took place in July -November 2022. Research parameters: BI, Subsidence, BJ, Total porosity, Peat maturity, Permeability, C-organic, and C/N Ratio. The data obtained were analyzed using ANOVA and DMRT Test. The research results show that the depth of the KS peat is 1,152 cm, HS 964 cm and KH 174 cm. The highest average groundwater level is at HS 30.16 cm and the shallowest is at KS 5.44 cm. Observations of water content in field conditions were carried out for 8 weeks, with an average of KS 67.25% Vol, HS 66% Vol and KH 66% Vol. KS land experienced subsidence of 1.70 cm for 16 weeks, KH land of 1.17 cm for 16 weeks, while HS did not experience subsidence. The BI value tended to be higher in the Acrotelm layer with an average value of 0.23, while the Catotelm layer had an average BI value of 0.22 for the three land uses. The bulk weight in the KS>KH>HS land in the Acrotelm layer, however, has no real effect, but in the Catotelm layer it has a real effect. The porosity in the three land uses is not significantly different, where the porosity in the Acrotelm and Catotelm layers on HS>KH>KS land, this is due to the C-organic content on HS>KH>KH land. The permeability rate in the three fields in the Acrotelm and Catotelm layers on the KS>HS>KH land, this is due to the organic C content and C/N ratio on the HS>KH>KS land. Keywords: Acrotelm, Catotelm, Land Use Change, Peat, Physics. INTISARIPenelitian bertujuan untuk mengetahui Sifat Fisika Tanah Gambut di Lapisan Acrotelm dan Catotelm, pada 3 lahan yaitu Hutan Sekunder(HS), Kebun Sawit(KS)  dan Kebun Hortikultura(KH), di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, yang berlangsung pada bulan Juli-November  2022. Parameter penelitian: BI, Subsiden, BJ, Porositas  total, Kematangan gambut, Permeabilitas, C-organik, dan C/N Rasio. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan Uji DMRT. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kedalaman gambut KS  1.152 cm, HS 964 cm dan KH 174 cm. Rata-rata tinggi muka air tanah tertinggi terdapat pada HS 30,16 cm dan yang paling dangkal terdapat pada KS  5,44 cm. Pengamatan kadar air kondisi lapangan dilakukan selama 8 minggu, dengan rata-rata pada KS  67,25%Vol, HS 66%Vol dan KH 66%Vol. Lahan KS mengalami subsidensi  sebesar 1,70 cm selama 16 minggu, lahan KH sebesar 1,17 cm selama 16 minggu, sedangkan HS  tidak terjadi subsidensi. Kecenderungan nilai BI  lebih tinggi pada lapisan Acrotelm dengan nilai rata-rata 0,23 sedangkan lapisan Catotelm nilai rata-rata BI 0,22 pada ketiga penggunaan lahan. Bobot isi  pada lahan KS>KH>HS di lapisan Acrotelm akan tetapi tidak berpengaruh  nyata, namun pada lapisan Catotelm berpengaruh nyata. Porositas pada tiga penggunaan lahan tidak berbeda nyata, dimana porositas di lapisan Acrotelm dan Catotelm pada lahan HS>KH>KS, hal ini disebabkan karena kandungan C-organik pada lahan HS>KH>KH. Laju permeabilitas  pada tiga lahan di lapisan Acrotelm dan Catotelm pada lahan KS>HS>KH, hal ini disebabkan karena  kandungan C-organik dan C/N Rasio pada lahan HS>KH>KS. Kata Kunci : Acrotelm, Catotelm, Alih Fungsi Lahan, Gambut, Fisika.
STATUS KESUBURAN TANAH GAMBUT PADA EMPAT TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI DESA KUALA DUA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Joko, Joko; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Suryadi, Urai Edi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4614

Abstract

Raya Sub-district, Kubu Raya Regency on 4 lands namely Secondary Forest (HS), Shrubs (SB), Oil Palm (KS) and Pineapple (NS) which took place in April-June 2024. Research parameters: fill weight, peat maturity, peat depth, C-organic, CEC, KB, P-Total and K-Total. The data obtained was analyzed and then descriptive. The results showed that the depth of the peat was KS 5.05 m, HS 5.60 m, SB 6.25 and NS 6.10 m. The average pH (H2O) of the peat was highest in the soil. The average pH (H2O) of peat soil in the four land uses was 4.2 with very low criteria. The results of the peat maturity analysis with the average results on the four land uses have a hemic maturity category and have a P-total and K-total nutrient status of the soil classified as low, the CEC and C-organic status of the soil is very high and the base saturation level is very low so that the soil fertility status on the four lands is low. Keywords: soil physics, peat, fertility status