Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Kedalaman Muka Air Tanah dan Potensial Redoks pada Lahan Gambut di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya Sa'adah, Ficky Annisatus; Suryadi, Urai Edi; Alhaddad, Abdul Mujib
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.84013

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya tepatnya di areal kebun rakyat kelapa sawit. Lahan gambut di Desa Kuala Dua mengalami alih fungsi menjadi sejumlah penggunaan lahan salah satunya kebun rakyat kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedalaman muka air tanah (MAT) dan potensial redoks (Eh) pada lahan gambut. Metode penelitian dilakukan dengan metode transek dimana penentuan titik pengamatan ditentukan 3 titik pengamatan dengan 3 kali ulangan dengan jarak terhadap saluran yang berbeda-beda yaitu 50 cm, 100 cm dan 150 cm. Total keseluruhan titik pengamatan berjumlah 9 titik pengamatan di luasan 1 Ha lahan sawit rakyat. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0 - 30 cm. Uji analisis statistik pada penelitian ini menggunakan metode korelasi. Parameter yang dianalisis meliputi kedalaman dan kematangan gambut, kedalaman muka air tanah, bobot isi, porositas total, konduktivitas hidrolik, kadar air kondisi lapangan, potensial redoks dan reaksi tanah. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara kedalaman muka air tanah dan potensial redoks termasuk dalam kategori rendah.
Prediksi Erosi dengan Metode USLE pada Perkebunan Kelapa Sawit Masyarakat di Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah Pratiwi, Mega; Suryadi, Uray Edi; Agustine, Leony
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 10, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v10i2.83234

Abstract

 Erosi menyebabkan hilangnya lapisan tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air.  Lokasi penelitian yakni di perkebunan kelapa sawit masyarakat Desa Anjongan Dalam, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah.  Pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di lokasi penelitian dilakukan dengan cara tebang bakar dan dikelola dengan tidak melakukan tindakan konservasi dan tidak memperhatikan faktor lingkungan. Akibatnya kerusakan dan menurunnya produktivitas tanah, yang erat kaitannya dengan erosi.  Penelitian ini bertujuan untuk  memprediksi besarnya erosi dengan metode USLE, erosi yang diperbolehkan dan tingkat bahaya erosi.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini dihitung menggunakan metode USLE dengan mengetahui nilai dari faktor R, K, L, S, C dan P yang merupakan faktor penyebab terjadinya erosi pada areal perkebunan kelapa sawit di lokasi penelitian. Kemudian nilai prediksi erosi dibandingkan dengan nilai erosi yang diperbolehkan yang akhirnya perlu dilakukan tindakan konservasi tanah yang direkomendasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi penelitian memiliki nilai prediksi erosi (A) tertinggi sebesar 515,73 ton/ha/thn dan nilai prediksi erosi (A) paling rendah sebesar 187,09 ton/ha/thn. Nilai erosi yang diperbolehkan (EDP) sebesar 53,86 "“ 74,38 ton/ha/thn. Hasil penelitian menunjukkan dua kelas tingkat bahaya erosi yaitu kelas sangat berat dan kelas berat. Kedua tingkat bahaya erosi ini memiliki nilai prediksi erosi yang jauh lebih besar dari pada erosi yang diperbolehkan sehingga perlu tindakan konservasi berupa penanaman tanaman penutup dengan kerapatan tinggi  Leguminosa Cover Crops  (LCC).  Kata Kunci:  Prediksi erosi, USLE, Kelapa Sawit
KORELASI KADAR AIR TANAH LAPANGAN DAN KEDALAMAN MUKA AIR TANAH PADA ZONA RIPARIAN KEBUN RAYA SAMBAS Haryanto, Rizky Juniar; Suryadi, Urai Edi; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.76851

Abstract

Kebun Raya Sambas merupakan satu-satunya kebun raya di Kalimantan Barat yang memiliki zona atau wilayah riparian. Kemiringan lereng pada Zona Koleksi Tumbuhan Riparian Kebun Raya Sambas yang bervariasi menyebabkan kadar air tanah lapangan berubah-rubah, hal ni akan mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara kadar air tanah lapangan terhadap muka air tanah pada lahan basah atau Zona Riparian Kebun Raya Sambas. Pengangambilan sampel tanah meliputi dua jalur yaitu jalur U dan X pada zona riparian, sebanyak 6 sampel yang diambil pada setiap jalurnya dengan kedalaman 0-30 cm. Jumlah keseluruhan sampel pada zona riparian sebanyak 12 sampel tanah utuh dan terganggu. Parameter sifat fisika tanah meliputi fraksi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas total tanah, konduktivitas hidrolik tanah, kemantapan agregat tanah, dan kadar air tanah lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi kedalaman muka air tanah dengan sifat fisika tanah memiliki nilai sangat rendah (fraksi pasir, fraksi debu dan kemantapan agregat tanah) dan rendah (fraksi liat, bobot isi, porositas total dan konduktivitas hidrolik). Hasil analisis Kadar air kondisi lapangan (KAL) memiliki nilai regresi 0,41 (sedang) dan kekuatan pengaruh korelasi 17,11 %. Kadar air kapasitas lapangan (KAKL) memiliki nilai regresi 0,06 (sangat rendah) dan kekuatan pengaruh korelasi 34 %.
KAJIAN SIFAT FISIKA TANAH INCEPTISOLS PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA SEMADIN LENGKONG KABUPATEN MELAWI Oktapiani, Tria; Widiarso, Bambang; Suryadi, Urai Edi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan lahan dan kedalaman tanah terhadap sifat fisika tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Semadin Lengkong, Kabupaten Melawi. Sampel tanah setiap lokasi penelitian diambil pada 6 titik pengamatan setiap lahan dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Jumlah keseluruhan sampel pada tiga penggunaan lahan (kelapa sawit, karet dan padi ladang) sebanyak 36 sampel tanah utuh dan 6 sampel tanah komposit. Analisis statistik menggunakan Anova dua arah dan uji lanjut DMRT. Parameter sifat fisika tanah meliputi fraksi tekstur tanah, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapangan, laju permeabilitas, dan kemantapan agregat. Parameter sifat kimia tanah meliputi C organik, nitrogen total dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi tekstur tanah pada tiga penggunaan lahan didominasi oleh kriteria lempung berdebu. Penggunaan lahan memberikan pengaruh terhadap nilai bobot isi, pada lahan karet memiliki nilai bobot isi tertinggi (1,07 g/cm3). Selanjutnya kedalaman tanah juga memberikan pengaruh terhadap sifat fisika tanah yaitu bobot isi tertinggi pada kedalaman 30-60 cm (1,08 g/cm3), porositas total tertinggi pada kedalaman 0-30 cm (64,44%), kadar air kapasitas lapangan tertinggi pada kedalaman 0-30 cm (57,73%), laju permeabilitas tertinggi pada kedalaman 0-30 cm (0,52 cm/jam), dan kemantapan agregat tertinggi pada kedalaman 30-60 cm (86,26%).
Studi Sifat Fisika Tanah Gambut pada Kebun Karet dan Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Gumilar, Tri; Junaidi, Junaidi; Suryadi, Urai Edi
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v13i2.80735

Abstract

This study aims to study the differences in the physical properties of peat soils in rubber and oil palm plantations in Rasau Jaya III Village Rasau District Kubu Raya District. The parameters of this study are, peat depth, peat maturity, measurement of ground water level depth, content weight, water content capacity field, total porosity, permeability, and some chemical properties, peat soil in people's rubber and oil palm plantations in Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency.  Measurement of peat depth is taken up to the mineral soil boundary, has a 74 cm rubber peat depth and 66 cm oil palm. The level of maturity of both fields at the sapric level. The water resistant surface on rubber land is 70 cm and oil palm land is 58.8 cm. Average bulk density of depth 0 "“ 30 cm rubber land 0.34 g/cm3, palm 0.31 g/cm3. Depth 30-60 cm rubber 0.28 g/cm3, palm 0.38 g/cm3. Average field water capacity depth of 0-30 rubber fields 74, 63% palm 85.19%. While at a depth of 30-60 cm rubber land has 71.58% oil palm area of 84.58% vol. The average porosity of total soil depth of 0-30 cm palm oil is 86.96% higher than rubber area 82.37%. The average total porosity of soil at a depth of 30-60 cm is lower oil palm 81.82% rubber land 86.82% and both lands are classified as very porous criteria. The mean permeability values based on the t-test results were not significantly different.
Physicochemical Properties of Isosceles Triangle Plants Soil in Coastal Region of Mempawah Hilir Subdistrict Suhaimi; Suryadi, Uray Edi; Yulies, Uray Suci; Indrawati, Vitri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10977

Abstract

Isosceles Triangle Plants (ITP) are wave-breaking and sediment-trapping structures with a triangular shape, arranged continuously in a zigzag pattern and made of bamboo. Mangrove rehabilitation in Sengkubang Village has been carried out independently by planting Rhizophora stylosa Griff mangrove species. This study aims to examine the physicochemical properties of soil both inside and outside the ITP structures. The study results showed that redox potential varied, with both positive and negative values. Salinity ranged from 5.228 to 5.257 mmhos/cm on the outside and from 4.971 to 5.657 mmhos/cm on the inside. Total Dissolved Solids (TDS) were between 2,754 ppm and 2,971 ppm. Organic matter content ranged from 2.754% to 2.971%. Soil acidity (pH) tended to be neutral to slightly alkaline, between 7.59 and 7.91. The soil fraction composition was dominated by silt (83.42% to 93.00%), followed by clay (6.64% to 16.24%) and sand (0.32% to 0.52%). All soil structures were massive. Soil bulk density ranged from 0.54 g/cm³ to 0.58 g/cm³. Total soil porosity was high, between 75.60% and 78.39%, as was the field capacity water content (74.36% to 77.32%).
PENGARUH JARAK KE SALURAN DRAINASE TERHADAP KEDALAMAN MUKA AIR TANAH GAMBUT DI DESA KUALA DUA KABUPATEN KUBU RAYA Walqur'aini, Erika; Suryadi, Urai Edi; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98785

Abstract

Indonesia memiliki salah satu kawasan gambut terluas di dunia, yaitu sekitar 47% dari total gambut tropis global, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan lahan gambut terluas di Asia Tenggara (Herman, 2016). Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama dengan nilai ekonomi yang tinggi; namun, budidayanya di lahan gambut dapat mengubah kondisi hidrologi. Sebaliknya, semak belukar merupakan vegetasi alami yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta dapat dijadikan acuan dalam penelitian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedalaman muka air tanah gambut pada berbagai jarak dari saluran drainase di lahan kelapa sawit dan semak belukar di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan kelapa sawit, jarak terhadap saluran drainase secara konsisten memengaruhi muka air tanah setiap minggunya. Pada lahan semak belukar, pengaruh tersebut hanya terlihat pada minggu pertama hingga ketiga, sementara pada minggu keempat hingga kedelapan tidak ditemukan pengaruh yang signifikan. Secara keseluruhan, kedalaman muka air tanah pada kedua tipe lahan tergolong sedang, sedangkan kedalaman muka air saluran drainase pada keduanya tergolong dalam.
Karakteristik Curah Hujan Pada Lahan Gambut Kawasan Pesisir Lintang Utara Dan Selatan Kalimantan Barat Suryadi, Urai Edi; Chandra, Tino O; Krisnohadi, Ari
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol. 11 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.85535

Abstract

The peatland of the Coastal Area is wider than the Inland Area of West Kalimantan Province, where the peatland of the Coastal Area South Latitude is wider than North Latitude. This study aims to examine the characteristics of rainfall that occurs in the Coastal Area of the Regency/City of North Latitude and South Latitude of West Kalimantan Province which is the basis for planning sustainable peatland management. The research method analyzes the characteristics of rainfall at 4 climatology stations with the furthest and closest distances to the Equator in the Coastal Area of West Kalimantan North Latitude (Sambas and Mempawan) and South Latitude (Kubu Raya and Ketapang). The results of the study show that Climate Type A (Very Wet) except Ketapang has Climate Type B (Wet), a return period (Tr) of 2 years and a 50% chance is a very important design plan on rainfall and minimum monthly rainy days as a basis for planning water management for water management to anticipate drought on cultivated land and dry peat soil that does not return, on rainfall and maximum monthly rainy days as a basis for planning water management for land drainage to anticipate excess water that can disrupt the growth of cultivated plants, as well as a return period (Tr) of 20 years and a 5% chance (P) is a very recommended design plan on maximum daily rainfall as a basis for planning location-specific water channels so that the land does not experience flooding and drought for sustainable water management of cultivated peatland plants
STUDI SIFAT FISIKA TANAH FLUVAQUENTS PADA PERKEBUNAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Nurwalinda, Nurwalinda; Suryadi, Uray Edi; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8640

Abstract

ABSTRAK STUDI SIFAT FISIKA TANAH FLUVAQUENTS PADA PERKEBUNAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Nurwalinda1), Urai Edi Suryadi2) dan Bambang Widiarso2) 1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak Penelitian ini dilakukan pada perkebunan lada yang berbeda umur pengelolaan tanahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisika tanah fluvaquents pada perkebunan lada di Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan sistem diagonal pada empat lokasi perkebunan lada dengan masing-masing lokasi sebanyak empat titik. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah secara utuh dan terganggu. Parameter utama penelitian ini adalah bobot isi, porositas, kadar air tanah kapasitas lapangan, kemantapan agregat, konsistensi, dan tekstur, sedangkan parameter pendukung terdiri dari reaksi tanah (pH) dan C/N ratio. Berdasarkan hasil analisis uji korelasi menunjukkan bahwa umur pengelolaan tanah tanaman lada tidak signifikan terhadap bobot isi, kadar air, dan kemantapan agregat, tetapi signifikan terhadap C/N ratio dengan nilai signifikasi 0,033 dengan nilai r = 0, 967. Kata kunci : Fluvaquents, lada, sifat fisika Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Tahun 2015 ABSTRACT STUDY ON PHYSICAL FLUVAQUENTS SOILS IN PEPPER PLANTATION AT GALING DISTRICT SAMBAS REGENCY Nurwalinda1),Urai Edi Suryadi2) and BambangWidiarso2) 1)Faculty of Agriculture and 2) Lecturer Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura Pontianak This research was conducted at a soil management wich has different pepper growing age. The purpose of this study was determine the physical properties of the fluvaquents soil where has a pepper plantations in the Galing district Sambas regency. Soil sampling was performed using the diagonal system at four sites of pepper plantations, and with each location has four soil sampling points. The research method is taking an undisturb, and disturbed soil sampling. The main parameters of this study is the bulk density, porosity, of field capacity soil water content, aggregate stability, consistency, and texture, while the parameters of the supporting are soil reaction (pH) and C/N ratio. Based on the results of correlation analysis showed that the diffirent growing age of the pepper plantation are not significantly to the bulk density, soil water content of field capacity, and aggregate stability, but significantly to the C/N ratio (α = 0.033, r = 0, 967). Keywords:,Fluvaquents, pepper, physical properties
IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH WILAYAH EKS PETI PADA SUB SUB DAS BELANTIAN KABUPATEN LANDAK SUSANTO, ARIS; SURYADI, URAI EDI; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.11627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat Fisika dan Kimia tanah pada lahan eks penambangan emas tanpa izin (PETI) dan hutan karet pada wilayah sub-sub DAS Belantian Kabupaten Landak. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tebedak Dusun Entikit Sub-Sub DAS Belantian Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 2 tempat yaitu lahan eks penambangan emas tanpa izin (PETI) dan hutan karet masing-masing 9 titik pengamatan dan 2 kedalaman, kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika yaitu konsistensi tanah, warna tanah, perubahan landscape, bobot isi tanah, kadar air kapasitas lapangan, porositas tanah, tekstur tanah, struktur tanah dan permeabilitas tanah, sifat kimia yaitu pH tanah, C-Organik tanah, N-Total tanah. Hasil penelitian berdasarkan uji t hitung menunjukkan bahwa semua parameter tidak berbeda nyata, dan kandungan unsur-unsur hara lebih tinggi hutan karet dibandingkan dengan lahan eks penambangan emas tanpa izin (PETI).