Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI SI.FAT FISIKA TANAH PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN ELLA HILIR KABUPATEN MELAWI Doni, U. Edi Suryadi Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.27988

Abstract

ABSTRAK Padi adalah salah satu tanaman terpenting dalam kehidupan manusia, produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua sereal setelah jagung, dan gandum. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan sifat fisika tanah pada beberapa tingkatan umur pengelolaan lahan sawah tadah hujan di Desa Domet Permai Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi. Penelitian ini dilakukan di Desa Domet Permai Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi. Luas wilayah Desa Domet Permai yaitu 1884,08 ha. Luas sawah tadah hujan yang dijadikan lokasi penelitian seluas 30 ha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sifat fisika tanah pada beberapa tingkatan umur pengelolaan lahan sawah tadah hujan di Desa Domet Permai Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi. Analisis data dilakukan di laboratorium untuk menentukan tekstur tanah, bobot isi tanah, kadar air tanah, porositas tanah, dan kemantapan agregat tanah dan beberapa sifat kimia seperti pH dan C/N rasio. Hasil pengamatan warna tanah pada lokasi penelitian yaitu abu-abu. Tekstur tanah yaitu lempung berliat, lempung liat berdebu, dan lempung. Hasil uji t menunjukan bahwa bobot isi tanah LA 0-20 dan LB 0-20 berbeda nyata dan selain dari itu hasilnya tidak berbeda nyata. Porositas total tanah antara lokasi LA 0-20 dan LB 0-20, LA 20-40 dan LB 20-40 nilai porositas total tanahnya berbeda nyata dan lainya tidak berbeda nyata. Kadar air kapasitas lapangan lokasi penelitian tidak berbeda nyata. Permeabilitas LA 0-20 dan LB 0-20 ; LA 0-20 dan LC 0-20 ; dan LA 20-40 dan LC 20-40 tidak berbeda nyata. Kedalaman muka air tanah pada lokasi penelitian tergolong dalam kriteria dangkal yaitu LA 40,06 cm, LB 37,48 cm , sedangkan pada LC kedalaman muka air tanahnya 31,62 cm. Reaksi tanah (pH) masam sampai sangat masam. N-total tanah rendah. C-Organik tanah sangat rendah, rendah, dan sedang. C/N ratio rendah. Kata kunci : sifat fisika tanah, sawah tadah hujan
Karakteristik Fisika Tanah Ultisols Pada Lahan Perkebunan Sawit Rakyat Di Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas Munisah, Urai Edi Suryadi Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31209

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan tanah Ultisols untuk pengembangan sawit merupakan salah satu sasaran perluasan areal pertanian. Luas lahan sawit di Kalimantan Barat mencapai 1.312.517 hektar (64%) dengan total produksi CPO tahun 2014 mencapai 1.174.499 ton. Apabila dilihat berdasarkan luas lahan sawit tersebut belum menghasilkan produksi yang optimal, sehingga lahan Ultisols di Kalimantan Barat relatif sesuai untuk budidaya sawit. Dilihat dari segi kemiringan lereng, tanah Ultisols memiliki lereng yang beragam, mulai dari datar hingga sangat curam. Sehingga bukan hanya karakteristik fisika tanah yang mempengaruhi tanah Ultisols akan tetapi kemiringan lereng juga berpengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan karakteristik fisika tanah Ultisols pada 2 kemiringan lereng di lahan perkebunan sawit rakyat di Desa Sepuk Tanjung Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat.Lokasi penelitian memiliki 2 kemiringan lereng yaitu lereng agak miring (lokasi 1) 8% - 15% dan miring 15% - 30% (lokasi 2) dengan masing-masing lima titik pengamatan dengan dua kedalaman yaitu 0-30 cm dan 30-60 cm. Kemiringan lereng agak miring : T1 9%, T2 8,8%, T3 11,2%, T4 12%, dan T5 10,4%. Kemiringan lereng miring : T1 16,2%, T2 21,3%, T3 20,3%, T4 19,4%, dan T5 20,1%. Jenis sampel tanah yang diambil yaitu sampel tanah utuh, terganggu, dan komposit.Hasil pengamatan di lapangan, warna tanah pada lereng 1 : 10 YR 5/6 Coklat, 10 YR 5/8 Kuning, dan 5 YR 6/8 Kuning Kemerahan dan lereng 2 : 10 YR 5/8 (Kuning) dan 10 YR 6/8 (Agak Merah). Struktur tanah lereng 1 termasuk granular dan lereng 2 gumpal bersudut. Hasil analisis fraksi tekstur tanah lereng 1 kedalaman 0-30 cm, fraksi pasir 8,83%, debu 48,61%, liat 42,56%, kedalaman 30-60 cm pasir 15,68%, debu 45,64%, liat 38,68%. Lereng 2 kedalaman 0-30 cm pasir 9,66%, debu 48,78%, liat 41,56%, kedalaman 30-60 cm pasir 7,79%, debu 49,41%, liat 42,8%. Kedua lereng termasuk dalam tekstur liat berdebu.Hasil uji-t berpasangan untuk dua kedalaman menunjukkan bobot isi tanah berbeda nyata pada lereng agak miring. Untuk dua kemiringan lereng menunjukkan berat jenis partikel tanah berbeda nyata pada kedalaman 30-60 cm. Untuk dua kemiringan lereng menunjukkan porositas total berbeda nyata pada kedalaman 30-60 cm. Kemiringan lereng tidak berpengaruh nyata terhadap konduktivitas hidrolik tanah. Untuk dua kedalaman menunjukkan kadar air tanah kapasitas lapangan berbeda nyata pada lereng agak miring.Kata Kunci : Ultisols, kemiringan lereng, karakteristik fisika tanah
KAJIAN INDEKS KUALITAS TANAH SETELAH DIBAKAR PADA TIGA PERIODE PEMBAKARAN LADANG BERPINDAH MENGGUNAKAN METODE MAUSBACH DAN SEYBOLD DI KABUPATEN MELAWI Maya Putri, Urai Edi Suryadi Rossie Wiedya Nusantara
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.32049

Abstract

ABSTRAKKualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Kualitas yang baik akan mendukung kerja fungsi tanah diantaranya sebagai melestarikan aktivitas biologi, pengaturan dan penyaluran air serta penyaring dan penyangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kualitas tanah setelah dibakar pada pasca tiga periode pembakaran ladang berpindah yang telah di tinggalkan selama 3 tahun (PB 3), 5 tahun (PB 5), 10 tahun (PB 10) hingga tahun 2017 dan hutan sekunder (HS) sebagai kontrol dengan menggunakan metode Mausbach dan Seybold. Parameter yang diukur meliputi porositas total, C-organik, persentase dari penjumlahan debu dan lempung, pH tanah, P tersedia, K tersedia dan N total. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kayu Bunga, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi. Indeks kualitas tanah (IKT) dihitung menggunakan metode Mausbach dan Seybold. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan IKT PB 3 tahun sebesar 0,578, PB 5 tahun sebesar 0,521, PB 10 tahun sebesar 0,460 dan HS sebesar 0,492, dan semuanya termasuk IKT sedang. Nilai indeks kualitas berkisar antara 0-1, semakin nilai indeks mendekati 1 menunjukkan kualitas semakin baik. Tanah yang berkualitas baik akan menjamin keberlanjutan fungsi tanah, baik fungsi produksi maupun fungsi ekologi. Penentuan indeks kaulitas tanah suatu lahan akan berguna untuk penyusunan arah pengelolaan lahan yang berkelanjutan.Kata Kunci : Kualitas tanah, Indeks kualitas tanah, ladang berpindah, metode Mausbach dan Seybold
KARAKTERISTIK FISIKA TANAH SAWAH DAN KEBUN KARET RAKYAT DESA LUBUK ANTUK KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU HoirulAnam, Urai Edi Suryadi Bambang Widiarso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.32091

Abstract

ABSTRAK Tanah sawah adalah tanah yang digunakan untuk bertanam padi sawah, baik terus-menerus sepanjang tahun maupun bergiliran dengan tanaman palawija. Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mengetahui perbedaan karakteristik fisika tanah sawah kaki bukit (SKB) dan kebun karet (KK) pada kedalaman 0-20 cm =A; 20-40 cm = B. Penelitian berlangsung selama 4 bulan yakni mulai dari bulan Agustus 2018 sampai dengan November 2018. Penelitian ini di laksanakan di Desa Lubuk Antuk Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu. Pengolahan data dengan menggunakan uji-t Pairet Sample t-test dengan taraf kepercayaan 5 % dan menggunakan program Microsoft Word Exel yang meliputi perhitungan dari hasil porositas total, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, dan permeabilitas tanah antara nilai rata-rata dari dua lahan. Kematangan tanah lahan SKB dan KK yaitu: matang. Reaksi tanah (pH) yaitu: masam dan sangat masam. Carbon organik dan bahan organik rendah, sangat rendah, dan sedang. N-total yaitu: rendah dan sangat rendah. C/N ratio sedang dan rendah. Muka air tanah pada lahan sawah kaki bukit (SKB) dan kebun karet (KK) T1-T5 >120 cm dimana ketinggian masing-masing titik berbeda-beda dan pada saat penelitian saluran irigasinya kering dikarenakan masih dalam perbaikan atau direhap.Warna tanah lahan SKB yaitu: coklat keabu-abuan, kuning agak kecoklatan, dan kuning kecoklatan dan KK yaitu: coklat sangat gelap, coklat kekuning-kuningan, dan coklat agak kuning terang. Tekstur tanah lahan SKB dan KK yaitu: liat dan KK yaitu liat berdebu. Struktur tanah lahan SKB yaitu: gumpal dan KK yaitu: remah hingga gumpal. Hasil uji-t berpasangan menunjukkan bahwa bobot isi tanah pada lokasi SKB A dan KK B tidak berbeda nyata, lokasi SKB A dan KK B berbeda nyata, SKB kedalaman Adan B berbeda nyata, KK kedalaman A dan B tidak berbeda nyata. Porositas total lokasi SKB A dan KK A tidak berbeda nyata, lokasi SKB B dan KK B tidak berbeda nyata, SKB dan KK kedalaman A dan B tidak berbeda nyata. Kadar air kapasitas lapangan SKB A dan KK B tidak berbeda nyata, lokasi SKB B dan KK B tidak berbeda nyata, SKB dan KK kedalaman A dan B cm tidak berbeda nyata. Permeabilitas tanah lokasi SKB A dan KK A tidak berbeda nyata, lokasi SKB A dan KK Btidak berbeda nyata, SKB kedalaman Adan B berbeda nyata, KK kedalaman A dan Btidak berbeda nyata. Kata kunci: Karakteristik Fisika Tanah Sawah, Kebun Karet.
KAJIAN CADANGAN KARBON PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI DESA WAJOK HILIR KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH Haqqamuddien, Reidha; Suryadi, U Edi; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.34223

Abstract

ABSTRAK Lahan gambut menyimpan karbon dalam jumlah besar, terutama dalam tanah gambutnya. Alih fungsi hutan rawa gambut menjadi lahan pertanian telah menyebabkan kerusakan lahan. Pengukuran jumlah cadangan karbon tersimpan khususnya di lahan gambut perlu diukur sebagai upaya untuk mengetahui besarnya cadangan karbon pada saat tertentu dan perubahannya apabila terjadi kegiatan baik manambah atau mengurangi besar cadangan tersebut. Cadangan karbon terdapat dalam lima penyimpanan karbon yaitu biomassa atas permukaan (above ground), biomassa bawah permukaan (below ground), vegetasi mati (nekromass), serasah (litter), dan tanah gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran cadangan karbon pada biomassa atas tanah (above ground), biomassa bawah permukaan (below ground), serasah (litter), dan tanah gambut, pada penggunaan lahan kelapa sawit, lahan jagung, dan hutan sekunder. Lokasi penelitian terletak di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah pada 3 penggunaan lahan yaitu hutan sekunder, kebun kelapa sawit, dan kebun jagung.Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan titik pengamatan yang telah ditentukan dengan metode diagonal. Titik pengamatan pada lokasi penelitian dapat dilihat pada Lampiran 6 dengan plot ukuran pada kebun kelapa sawit seluas 5m x 5m, kebun jagung seluas 1m x 1m dan hutan sekunder seluas 5m x 5m dengan luasan 1 ha pada masing-masing tipe lahan. Pengukuran karbon tersebut pada tiap tipe lahan mempunyai 5 ulangan. sehingga terdapat 60 total sampel pada atas permukaan, bawah permukaan dan tanah. Khusus untuk karbon serasah hanya diambil sampel pada Hutan Sekunder, sehingga terdapat 5 sampel untuk seresah. Jadi total sampel untuk 3 penyimpanan karbon adalah 65 sampel. Sebelum menghitung kandungan karbon pada tiap penggunaan lahan, terlebih dahulu mencari berat biomassa dengan mengoven sampel selama 48 jam dengan suhu 70oC, dan mengoven sampel tanah dengan waktu selama 24 jam dengan suhu 70oC.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan karbon tertinggi terdapat pada lahan hutan sekunder dengan nilai 4 Gt ha-1, yang tertinggi kedua adalah kebun sawit yaitu sebesar 0,6 Gt ha-1 dan kandungan karbon terendah terdapat pada kebun jagung dengan nilai 0,4 Gt ha-1. Rata-rata penyimpan kabon tertinggi pada lokasi penelitian terdapat pada tanah. Pada lahan hutan sekunder kandungan karbonnya apabila dipresentasekan perbandingannya sekitar 75,08% pada tanah, 18,18% pada biomassa atas permukaan (BAP) dan 6,73% pada biomassa bawah permukaan (BBP) dan 0,01% pada serasah. Pada lahan kebun sawit perbandingannya sekitar 98,40% pada tanah, 1,37% pada biomassa atas permukaan (BAP), dan 0,23% pada biomassa bawah permukaan (BBP), sedangkan pada kebun jagung perbandingannya 99,08% kandungan karbonnya terdapat pada penyimpan karbon tanah, 0,88% pada biomassa atas permukaan (BAP) dan 0,04% pada biomassa bawah permukaan (BBP).Kata Kunci : Cadangan Karbon, Alih Fungsi Lahan, Penyimpan Karbon
STUDY OF CHEMICAL PROPERTIES AND PEAT SOIL FERTILITY STATUS IN SOME TYPES OF LAND USE IN SUB-DISTRICT RASAU JAYA KUBU RAYA DISTRICT Fahmi, Sardika; Aspan, Asrifin; Suryadi, Urai Edi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.36042

Abstract

Based on West Kalimantan BPS data for 2017, West Kalimantan has 1,543,752 ha of peatlands spread across several districts. One district that has peatlands is Kubu Raya Regency where the peatlands in this region are 130,248 ha. the purpose of this study was to determine the chemical nature of the soil and the fertility status of peat soils in several types of land use for oil palm, rubber, and horticulture.The location of this research is in Rasau Jaya III Village, Rasau Jaya Sub-District, Kubu Raya District. This research was conducted from May to July from the start of preparation, field sampling, soil analysis in the laboratory to the presentation of results. The parameters in this study are, ground water table, pyrite, N-total, P-total, K-total, C-organic, soil pH, C/N ratio, cation exchange capacity, base saturation and bulk density.The results of the analysis showed that the ground water table in the upper layer in each study area included shallow criteria while for the lower layer had rather deep criteria. Pyrite at the study site was no sulfidic. N-total between 0.21-0.45% with very low criteria. P-total between 0.93-3.94 mg / 100g with very low to low criteria. K-total between 0.98-3.98 mg / 100g with very low to low criteria. C-Organic between 4.94-12.96 mg / 100g with very high criteria. Soil pH between 2.65-3.01 with very acid criteria. C/N Ratio between 1.03-5.70% with very low criteria. Cation exchange capacity between 60.74-103.82 cmol (+) kg-1 with very high criteria. Base saturation between 9.41-16.58% with very low criteria. Bulk density from 0.15-0.34 gram / cm3. From the results of this analysis obtained criteria of soil fertility which are classified as low criteria. Keywords: Chemical properties, fertility status peat soils
IDENTIFIKASI PERUBAHAN SIFAT FISIKA TANAH INCEPTISOLS AKIBAT PEMBERIAN BIOCHAR SABUT KELAPA DALAM (Cocos nucifera) DI DESA PAL SEMBILAN KABUPATEN KUBU RAYA Elva Rolita, Urai Edi Suryadi, Urai Suci Yulies Vitri Indrawati,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.40056

Abstract

ABSTRAKInceptisols adalah tanah yang dicirikan dengan fraksi liat yang cukup tinggi yakni 35-78 % banyak pori mikro mengakibatkan porositas total rendah, ketersediaan oksigen dalam tanah menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan sifat fsika tanah Inceptisols akibat pemberian biochar sabut kelapa. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitan ini yaitu metode eksperimen lapangan dengan pola rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan biochar yakni T0 = 0 g.m-2, T1= 250 g.m-2, T2= 500 g.m-2, T3=750 g.m-2, dan T4= 1000 g.m-2 masing-masing diulang 4 kali dengan pengambilan sampel sebanyak 3 kali yakni sebelum inkubasi, 2 bulan inkubasi 4 bulan inkubasi sehingga total berjumlah 60 sampel. Berdasarkan hasil analisis, bobot isi tanah sebelum perlakuan 0,86 g.cm-3 menurun pada bulan ke 4 0,68 g.cm-3 (rendah) . Berat jenis partikel tertinggi terdapat pada T1 bulan ke 2 (2,39 g.cm-3), berat jenis partikel turun pada T4 bulan ke 2 (1,56 g.cm-3). Porositas tanah mengalami peningkatan setelah 4 bulan inkubasi 66,69 % (poros) . Kadar air kapasitas lapang sebelum inkubasi 54,86 % meningkat pada 4 bulan inkubasi 75,53 %. Permeabilitas tanah sebelum inkubasi 0,60 cm/jam-1 dikategorkan sangat lambat (<0,125 cm/jam-1) dan mengalami peningkatan pada bulan ke 2 (1,29 cm.jam-1) masuk kategori agak lambat (0,50 "“ 2,00 jam.cm-1). Perlakuan biochar sabut kelapa memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air kapasitas lapang, Berdasarkan hasil penelitian rata-rata tertinggi kadar air kapasitas lapang terdapat pada perlakuan T3 (750 g.m-2). Kata kunci : Inceptisols, Fraksi liat, Fisika tanah, Biochar sabut kelapa