Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : ABDIMAS SILIWANGI

Menumbuhkan budaya literasi melalui rumah baca masyarakat bagi anak-anak Erwin Oktoma; Muh Aprianto Budie Nugroho; Vina Agustiana; Muhammad Rofiddin; Arya Linggar Bunaya
Abdimas Siliwangi Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i1.14543

Abstract

Literasi merupakan salah satu kegiatan yang akhir-akhir ini menjadi pioritas dan menjadi agenda besar dari pemerintah yang wajib dikembangkan dan di implementasikan dalam setiap kegiatan siswa disekolah ataupun masyarakat. literasi memiliki makna awal yaitu ‘kemampuan membaca dan menulis’ yang kemudian berkembang menjadi ‘kemampuan menguasai pengetahuan bidang tertentu’. Literasi di Indonesia masih tergolong rendah hingga saat ini. Kegiatan literasi dipengaruhi beberapa faktor yaitu kecakapan, akses, alternatif dan budaya. Kemampuan literasi akan sangat memengaruhi penalaran dan kompetensi lainnya. Sehingga peserta didik perlu memiliki kecintaan pada aktivitas pengembangan literasi sejak dini. Peran guru dan orang tua sangat diperlukan untuk kembali memotivasi dan membangkitkan semangat berliterasi khususnya untuk anak-anak dijenjang sekolah dasar sebagai pondasi untuk lebih melek literasi, tidak hanya sekedar membaca dan menulis tapi bagaimana peserta didik dapat memahami ilmu pengetahuan yang didapatkan dari buku bacaan dan juga keadaan pengalamannya di dunia nyata. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat yang bertembat di Desa Kramatmulya, Kabupatenb Kuningan peranan orang tua selaku masyarakat menjadi lebih optimal dalam membantu pengembangan budaya literasi di lingkungan masyarakat (rumah). Gerakan Literasi Masyarakat ini merupakan  kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga masyarakat (peserta didik, orang tua dan perangkat Desa), akademisi yang dapat merepresentasikan keteladanan, dll.), Salah satunya telah mewujudkan Rumah Literasi masyarakat sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat adalah pembiasaan membaca peserta didik. Program ini membantu para orang tua siswa yang kesulitan dalam mendampingi putra-putri mereka dalam pembelajaran dan anak-anak lebih termotivasi dalam menumbuhkan budaya membaca dan menulis serta membantu meringankan beban para orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka dalam belajar.
Meningkatkan kemampuan bahasa inggris tutor rintisan kampung Inggris Desa Galaherang Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan melalui pelatihan berbasis TOEFL Vina Agustiana; Wulan Rahmatunisa; Nida Amalia Asikin; M. Aprianto Budie Nugroho
Abdimas Siliwangi Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i1.14528

Abstract

Dewasa ini, pandemi Covid-19 tengah dirasakan oleh seluruh negara, termasuk negara Indonesia. Tentunya, pandemi tersebut telah merubah tatanan kehidupan masyarakat, baik secara sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya. Dalam hal ini, Universitas yang merupakan jenjang sekolah paling tinggi tentunya memiliki peranan penting dalam mengatasi masalah tersebut. Salah satu upaya dalam mengembalikan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi ini ialah dengan cara menggali potensi suatu desa. Salah satu desa yang dianggap layak untuk digali potensi wisatanya adalah Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Rintisan Kampung Inggris merupakan salah satu kegiatan yang dicanangkan oleh karang taruna Desa Galaherang dalam meningkatkan pertumbukan perekonomian desa tersebut. Sejalan dengan kegiatan itu, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para tutor RKI melalui pelatihan Bahasa Inggris berbasis TOEFL. Akan tetapi dengan adanya pandemi CoVid 19, maka pelatihan pun tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka. Pelatihan TOEFL secara daring merupakan salah satu alternatif memecahkan masalah tersebut. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 6 hari, terbukti mampu meningkatkan keterampilan Berbahasa Inggris para peserta pelatihan sebanyak 12 orang, dimana 10 diantaranya (83%) mencapai skor minimal TOEFL.
Mengoptimalkan literasi masyarakat perdesaan melalui seminar pola asuh: Mendidik anak kembali ke fitrah Vina Agustiana
Abdimas Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i3.20330

Abstract

Mendidik anak bukanlah perkara yang mudah. Kesalahan yang dilakukan orang tua dalam menerapkan model pengasuhan dapat mempengaruhi perilaku anak di kemudian hari. Oleh karena itu, mempelajari prinsip-prinsip pengasuhan yang tepat untuk membentuk karakter positif pada anak-anaknya merupakan hal yang sangat penting bagi orang tua. Pola asuh yang baik dapat membantu menumbuhkan rasa peduli, jujur, mandiri, dan gembira pada anak. Pola asuh yang baik juga dapat menunjang kecerdasan dan melindungi anak dari kecemasan, depresi, pergaulan bebas, penyalahgunaan alkohol dan narkoba. Melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat, penulis mengadakan kegiatan seminar pola asuh dengan tema Mendidik Anak Kembali ke Fitrah dengan tujuan agar memperluas wawasan peserta serta mengubah cara pandang peserta dalam pola asuh anak. Kegiatan ini melibatkan 37 wali murid di salah satu sekolah taman kanak-kanak di Desa Ciwaru Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan. Pemateri yang di undang ialah salah satu praktisi dalam bidang pola asuh anak. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta, ditemukan bahwa: (a) tidak adanya kerjasama yang baik antara ayah dan ibu dalam mendidik anak serta dalam berbagi kewajiban rumah tangga; (b) adanya hukuman verbal dan non-verba, seperti memaki, mencubit bahkan mengunci anak di kamar mandi; (c) anak diasuh oleh orang lain (nenek atau kerabat dekat) dikarenakan orangtua yang bercerai. Adapun setelah adanya kegiatan seminar ini, terdapat kesimpulan bahwa: (a) harus adanya aturan yang diterapkan dirumah terkait kedisiplinan; (b) orangtua harus menjadi role model yang baik bagi anak; (c) adanya komunikasi yang baik antara orangtua; (d) Ketika ayah sedang menasehati anak, maka ibu tidak membela, juga sebaliknya; (e) menghindari hukuman verbal dan non verbal karena berdampak buruk bagi psikologis anak; (f) mencontoh sikap Rasulullah dalam mendidik anak.
Fun english holiday guna meningkatkan minat pembelajaran bahasa inggris bagi masyarakat Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan Agustiana, Vina
Abdimas Siliwangi Vol. 7 No. 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v7i3.25228

Abstract

Program Fun English Holiday yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan kemampuan berbahasa Inggris siswa melalui pendekatan fun learning. Program ini berlangsung selama dua hari dan melibatkan berbagai kegiatan seperti storytelling, penggunaan aplikasi Duolingo, dan latihan pemahaman instruksi pendek untuk mengembangkan keterampilan mendengarkan dan berbicara. Metode pelaksanaan melibatkan pembagian peserta ke dalam kelompok, aktivitas interaktif, serta sesi evaluasi di akhir kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan Bahasa Inggris peserta, khususnya dalam keterampilan mendengarkan dan berbicara, dengan 75% peserta mengalami peningkatan pemahaman setelah mengikuti program. Penggunaan Duolingo juga efektif dalam mempercepat proses belajar, di mana 70% peserta menunjukkan kemajuan signifikan dalam penggunaan aplikasi tersebut. Kesimpulannya, program Fun English Holiday berhasil meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa secara signifikan melalui metode yang menyenangkan dan interaktif, serta menunjukkan potensi untuk diimplementasikan secara lebih luas di berbagai sekolah.
Pelatihan public speaking berbasis storytelling untuk mendorong kepercayaan diri remaja di Kecamatan Kramatmulya Remal, Remal; Agustiana, Vina; Melinda Putri, Rissa; Nur Aisyah, Puji
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v8i2.27286

Abstract

Kemampuan public speaking merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang sangat berperan dalam pembentukan kepercayaan diri remaja, terutama di tengah tantangan sosial emosional pada masa perkembangan identitas diri. Artikel ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mendeskripsikan pelatihan public speaking berbasis storytelling sebagai strategi untuk meningkatkan kepercayaan diri remaja di Kecamatan Kramatmulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dalam tiga sesi pelatihan di SMPN 1 Kramatmulya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, praktik langsung, dan evaluasi reflektif peserta. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan storytelling efektif meningkatkan keberanian verbal, koherensi narasi, dan intensitas kontak mata siswa saat berbicara di depan umum. Temuan ini memperkuat konsep self-efficacy dalam pengembangan komunikasi interpersonal remaja dan memberikan kontribusi pada pengembangan metode pelatihan yang lebih afektif dan partisipatif di lingkungan sekolah. Kesimpulannya, storytelling sebagai metode pelatihan public speaking mampu menciptakan ruang aman dan ekspresif bagi remaja untuk membangun rasa percaya diri mereka. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dan perluasan implementasi di berbagai konteks pendidikan. Kata Kunci : public speaking, storytelling, kepercayaan diri