Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

MODEL SINEKTIK DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN TEKS CERITA INSPIRATIF Fuadi, Moch Zyn; Gloriani, Yusida; Mascita, Dede Endang
Jurnal Tuturan VOL 11, NO 2 (2022): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jt.v11i2.7693

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelaikan dan keefektifan model sinektik dengan media audiovisual dalam pembelajaran teks cerita inspiratif yang dalam implementasinya diharapkan dapat meningkatkan daya serap siswa dalam pembelajaran, adapun audiovisual yang dimaksud dalam penelitian ini adalah video. Landasan pengembangan model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model desain ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate) yang memiliki lima tahapan proses sebagai berikut: 1) Melakukan analisis produk yang akan dikembangkan meliputi penelitian dan pengumpulan informasi. 2) Merancang produk awal yaitu perangkat pembelajaran yang didesain mengikuti langkah-langkah model sinektik. 3) Mengembangkan produk dengan validasi ahli dan revisi. 4) Tahap uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk, pada tahap ini produk diujicobakan dengan cara diterapkan dalam pembelajaran kelas eksperimen. 5) Tahap evaluasi produk, pada tahap ini dilaksanakan evaluasi produk berdasarkan data temuan saat implementasi. Validator ahli materi bahasa Indonesia memberikan  skor kelaikan aspek desain pembelajaran dengan model sinektik pada interval 88,89% yang berarti sangat layak dan pada interval 76,36% untuk aspek desain materi video pembelajaran teks cerita inspiratif yang berarti layak. Sedangkan validator ahli multimedia memberikan skor kelaikan aspek desain media audiovisual (video pembelajaran) pada interval 80% yang berarti layak. Berdasarkan tabel output hasil uji-t, diperoleh nilai sig = 0,001, yang berarti lebih kecil dari α 0,05, dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil analisis deskriptif melalui uji-t juga menyatakan bahwa nilai rerata posttest lebih besar dan berbeda secara signifikan dengan nilai pretest (82.67 > 77.52; dan t hitung 3,634 > t tabel 2,037). Ini  berarti terjadi peningkatan kemampuan daya serap siswa sesudah penerapan model sinektik dengan audiovisual dalam pembelajaran teks cerita inspiratif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini penerapan model sinektik dengan audiovisual dalam pembelajaran teks cerita  inspiratif layak dan efektif meningkatkan kemampuan daya serap siswa dalam pembelajaran.
Pembinaan Tata Bahasa Indonesia Pada Administrasi Surat-Menyurat Dan Ruang Publik Pujiatna, Tri; Mascita, Dede Endang; Gloriani, Yusida
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v2i2.2851

Abstract

The language of use, mostly Indonesian, in the general public (lay on the subject of Indonesian grammar) is not optimal. This happens because the rules of Indonesian language are not yet good and effective. These discrepancies are often found in all fields, such as public spaces and administrative institutions (correspondence). This needs to be understood. Therefore, efforts are needed to improve it. One way of coaching and socializing about the use of Indonesian. Efforts to foster and develop Indonesian language, both in their position as national languages and languages, need to be increased, before the global era and free trade era as it is today. This replaces the position and function of the Indonesian language to become more stable so that the Indonesian language can become a means of modern communication and be able to place itself parallel with other modern languages in the world. Through the Tri Dharma program of Higher Education, Community Service, the fostering and dissemination of Indonesian language aims to provide insight and understanding of the use of Indonesian language that is good and right. In addition, a language development and assistance program is provided by the Language Board of the Ministry of Education and Culture. This needs to be done so that people can prioritize the use of Indonesian
Development of Digital Teaching Materials for Short Story Texts with Critical Thinking Character for Junior High School Students Supiah, Supiah; Gloriani, Yusida; Mascita, Dede Endang
Jurnal Paedagogy Vol. 11 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v11i2.10711

Abstract

This research aims to develop digital teaching materials for short story texts containing critical-thinking characters for junior high school students. This study used the research and development method with the ADDIE model, which includes five research stages: design, development, implementation, and evaluation. The data used were the results of expert validation of teaching materials and the results of implementation of the use of teaching materials for students. The data collection technique used a questionnaire, which was then analyzed descriptively and qualitatively. As a result of the analysis of short story text materials based on structure and content containing critical character content, five short stories were selected, namely Jono dan Kepala Sekolah, Di Penghujung Minggu, Radio 109.1 FM, Permainan Takdir, and Kode Ujian. Based on the validation results, the structure of the teaching materials consists of Title, Foreword, Learning Instructions, and Learning Introduction; Learning activity 1 contains listening elements, learning activity 2 contains reading and viewing elements, learning activity 3 contains speaking and presenting elements, learning activity 4 contains writing elements. Summary, evaluation, reflection, glossary and bibliography. The results of the implementation of teaching materials in two schools, each school using three classes, were obtained: an average score of 81.2, which can be concluded that the digital teaching materials of short story texts containing critical thinking which were implemented for class IX students can be said to be very suitable for use in Indonesian language learning.
Changes and Shifts In The Meaning of The Indonesian Language In The Gen-Z Youth Community Agustiana, Lita; Yuliani Sabilah, Tiara; Gloriani, Yusida; Komarudin, Komarudin
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 11 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i11.400

Abstract

The phenomenon of communication on social media Instagram and Tiktok in the Gen-z youth community is one of which has changed the meaning of language. Changes in meaning include expansion, narrowing, total change, refinement, and marketing. Therefore, the purpose of this study is to find out the changes and shifts in the meaning of the Indonesian language in the Gen-Z youth community and to find out what words have undergone changes and shifts in the meaning of the Gen-Z youth community on Instagram and TikTok social media. The data sources used in this study are words found on Instagram and TikTok in the Gen-Z youth community. The research method used is qualitative descriptive with the technique of reading and taking notes. The results of this study show that the meaning of language in the communication of the Gen-Z adolescent community has changed and shifted in meaning along with the development of language and technology on social media. As well as finding words that have undergone changes and shifts in the GeN-Z youth community, including; The broad meaning is; major, sultan, viral, operation, caste, stealing, and adhan, the meaning of narrowing is: teacher, revocation, and hijab, total change, namely: crisp, chili-cabean (chili), honey, change, filter, and stone, meaning of garnish, namely: dajjal, demon, and tadpole, and the meaning of refinement, namely: to the back and anjay.
FENOMENA DAN REALITAS SOSIAL BUDAYA SERTA NILAI-NILAI PADA CERITA RAKYAT CIREBON Yusida Gloriani; Tri Pujiatna; Maya D. Kurnia
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/040gtd40

Abstract

Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk karya sastra lama, yaitu cerita dari zaman dahulu yang hidup di kalangan rakyat dan diwariskan secara lisan. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat berguna bagi kehidupan masyarakat sekarang ,di antaranya sebagai pembelajaran nilai-nilai karakter dan sebuah kekayaan budaya. Cerita rakyat pada masyarakat Cirebon sangat beragam, ada yang berkaitan dengan nama tempat atau disebut juga legenda, berkaitan dengan kepercayaan atau mite, berkaitan dengan sejarah, maupun berkaitan dengan kehidupan hewan atau fabel, dan lain-lain. Pesan-pesan dalam cerita rakyat ini jika dikaji dengan pendekatan sosiologi sastra akan terungkap misteri sejarah dan nilai-nilai kemasyarakatan yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. Cerita rakyat Cirebon merupakan cerita yang tumbuh pada masyarakat Cirebon. Cirebon berada di pesisir utara Pulau Jawa atau yang dikenal dengan jalur pantura yang menghubungkan Jakarta – Cirebon – Semarang – Surabaya. Masyarakat Cirebon memiliki pandangan hidup yang didasari dari implementasi adat istiadat yang didasarkan pada penjabaran hadis dan al-qur'an, di antara pandangan-pandangan hidup yang dipegang erat oleh masyarakat adat suku Cirebon yaitu "petatah-petitih" (pesan) dari Syekh Syarief Hidayatullah (Sunan GunungJati).
REFRAMING SHORT STORY WRITING INSTRUCTION IN INDONESIAN SENIOR HIGH SCHOOLS THROUGH 6C-BASED DIGITAL MATERIALS Galih Ramadhan; Jaja; Yusida Gloriani
English Review: Journal of English Education Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/englishreview.v14i2.186

Abstract

This study aims to develop digital teaching materials for writing short stories based on 6C skills for high school students. 6C skills are 21st-century skills that include critical thinking, creativity, communication, collaboration, character, and citizenship skills developed through the learning process. The research method used is research and development (R&D) using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The analysis stage is carried out through a study of the content of 6C skills in six short story texts as a basis for developing teaching materials. The developed digital teaching materials were then validated by validators who include material experts, language experts, digital media experts, and practicing teachers. The validation results show that the digital teaching materials based on 6C skills in learning to write short stories are very feasible. Implementation of the teaching materials was carried out on grade XI students at SMA Negeri 1 Kadugede and SMA Negeri 1 Kawali. The evaluation results showed an average classical learning completion rate in both schools of 92.32%, with an average score above 81. Analysis of students' short story texts showed that the 6C skills were contextually integrated, comprehensive, and evenly distributed in students' narrative construction. The integration was internalized in the interactions between characters, the context of social reality, character, creativity, and was reflective.
Bahan Ajar Digital Teks Cerpen berbasis Nilai Kearifan Lokal berorientasi Kemampuan Berpikir Kritis untuk Siswa SMP aulia hafizh fathurrachman; Dede Endang Mascita; Yusida Gloriani
Jurnal Tuturan Vol 15 No 1 (2026): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jurnaltuturan.v15i1.12172

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu pengembangan produk bahan ajar digital teks cerita pendek berbasis nilai kearifan lokal berorientsi kemampuan berpikir kritis untuk siswa sekolah menengah pertama. Metode yang dipergunakan berupa Research and Development dan model ADDIE. Hasil mengembangkan bahan ajar digital tersebut 86% aspek teknologi, 100% aspek materi, dan 88% aspek sastra. Kemudian kebutuhan bahan ajar digital 88% Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama Kaplongan, validasi guru 100%, dan skor-rata siswa 72,44%. Selain itu, hasil yang didapatkan berupa kebutuhan bahan ajar digital 92% Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama Syekh Mengger Jati, validasi guru 90% Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama Syekh Mengger Jati, dan skor rata-rata siswa 73,08%.
BAHAN AJAR TEKS NARASI BERORIENTASI 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT BERMEDIAKAN KOMIK DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SISWA SD Surtikandi Himayana; Yusida Gloriani; Jimat Susilo
Jurnal Tuturan Vol 15 No 1 (2026): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jurnaltuturan.v15i1.12204

Abstract

Pengembangan kemampuan menulis teks narasi pada peserta didik sekolah dasar masih menjadi tantangan, khususnya dalam membantu peserta didik menyusun cerita secara runtut berdasarkan rangsangan visual. Pembelajaran menulis umumnya masih didukung bahan ajar konvensional yang kurang menarik serta belum optimal dalam memfasilitasi pemahaman struktur narasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar teks narasi berbasis komik digital berorientasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, menguji tingkat kelayakan produk, serta menganalisis keefektifannya dalam meningkatkan kemampuan menulis peserta didik kelas III sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Objek penelitian berupa bahan ajar komik digital, sedangkan subjek penelitian adalah peserta didik kelas III sekolah dasar pada tahun ajaran 2025/2026. Kemampuan menulis yang diukur difokuskan pada kemampuan peserta didik dalam menceritakan kembali teks narasi berdasarkan gambar komik dengan memperhatikan kesesuaian isi cerita, urutan peristiwa, penggunaan bahasa, dan kelengkapan unsur cerita. Data dikumpulkan melalui angket analisis kebutuhan, lembar validasi ahli materi dan ahli media, tes kemampuan menulis narasi, serta angket respon guru dan peserta didik. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar komik digital yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media. Implementasi produk menunjukkan peningkatan kemampuan menulis narasi peserta didik, terutama dalam menceritakan kembali cerita secara runtut berdasarkan rangkaian gambar komik, dengan capaian hasil belajar berada pada kategori baik. Respon guru dan peserta didik menunjukkan kategori sangat positif terhadap penggunaan bahan ajar, khususnya pada aspek keterlibatan belajar, kemudahan memahami alur cerita, dan motivasi menulis. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar komik digital berorientasi nilai karakter dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran menulis teks narasi di sekolah dasar serta mendukung pembelajaran menulis yang lebih bermakna dan kontekstual.
Digital Teaching Materials Explanation Text Critical Thinking for Junior High School/Middle School Sujali; Yusida Gloriani; Dede Endang Mascita
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v3i2.989

Abstract

The objective of this research is to develop digital teaching materials for explanatory texts designed for students in junior high school. The following issues represent the primary challenges associated with this research: (1) What is the optimal design of digital teaching materials for critical thinking explanatory texts for junior high school/MTs? (2) What are the outcomes of the implementation of digital teaching materials for critical thinking explanatory texts for junior high school/MTs? This research employs the research and development method (R&D) with the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, evaluation). The research methodology comprises the following steps: analysis of needs, design of digital teaching materials for explanatory text, development of digital teaching materials for explanatory text, implementation of digital teaching materials for explanatory text, and evaluation of digital teaching materials for explanatory text. In this study, data were collected from the results of validation questionnaires completed by experts in learning models, media, and implementation in learning, as well as from the actual implementation of the learning model. The data were subjected to descriptive analysis using the Likert scale and paired sample t-test. The validation test conducted with material experts yielded a score of 3.5, while the test with media experts returned a score of 3.9. The validation test with Indonesian language teachers also produced a score of 3.9. The implementation of digital teaching materials for critical thinking explanatory texts for junior high school/MTs students prompted positive responses from the students, resulting in a score of 3.5. The findings of this study indicate that digital teaching materials for critical thinking explanations for junior high school/MTs students satisfy the criteria for feasibility in terms of their potential use as a learning model by teachers of Indonesian language subjects on explanatory text material for junior high school/MTs class VIII students.