Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin di Kelurahan Padang Tinggi Piliang di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020 Maulia Usni; Faidil Tanjung; Lora Triana
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.410

Abstract

PenelitianinibertujuanuntukmenghitungproporsipengeluaranpanganrumahtanggamiskinselamaPandemiCovid-19 dan  untukmenganalisiskondisiketahananpanganrumahtanggaselamaPandemiCovid-19. PenelitiandilakukandiKelurahanPiliangPadangtinggi,KotaPayakumbuh.Pemilihanlokasipenelitiandilakukan dengan cara purposing sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptifdengan pendekatan kuantitatif. Untuk menentukan sampel digunakan metode random sampling sederhanadan rumus slovin. Jumlah responden sebanyak 39 responden. Hasil penelitian menunjukkan  mayoritasresponden berusia 50 tahun, dengan jumlah tanggungan sekitar 3-4 orang, dan pendapatan rumah tanggaresponden selama Pandemi Covid-19 tahun 2020 rata-rata sebesar Rp. 2,158,974 per bulan Proporsipengeluaran makanan responden sebesar 63,17%, dengan tahan pangan/kurang pangan. Konsumsi energidanproteindiklasifikasikansebagaikurangpangan,dalamhalenergirata-rataaktualAKGadalah4.258,69kkaldanproteinAKGaktualrata- rata120,49gram.Kesimpulan,ketahananpanganrumahtanggaresponden berada pada kondisi kurang pangan. Peneliti memberikan saran agar rumah tangga respondendapat memperbaiki pola konsumsi pangan sesuai kecukupan energi dan protein yang dianjurkan danmengendalikanpengeluaranpangansecaratepat.
Analisis Perbandingan Usahatani Padi Sawah Irigasi Dengan Padi Sawah Tadah Hujan Di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Ratna rahmadiah; Faidil tanjung; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan kultur teknis padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah (2) Menganalisis perbandingan pendapatan dan keuntungan usahatani padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah (3) Mendeskripsikan alasan petani memilih mengusahakan usahatani padi pada lahan irigasi dan tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari - Februari 2019. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel pada penelitian ini diambil secara purposive yaitu berjumlah 60 sampel. Dari penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut (1)Terdapat perbedaan kultur teknis pada usahatani padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan yaitu pada penyiapan lahan, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan. Jumlah pupuk yang digunakan pada usahatani padi sawah tadah hujan lebih banyak dibandingkan dengan padi sawah irigasi karena tidak adanya ketersediaan  air yang cukup sesuai dengan kebutuhan tanaman (2) Berdasarkan  penelitian diperoleh hasil bahwa usahatani padi sawah irigasi lebih baik dibandingkan dengan usahatani padi sawah tadah hujan. Pada usahatani padi sawah irigasi diperoleh produksi sebesar 4.153,5 Kg/Ha, pendapatan   Rp 16.182.470/Ha dan keuntungan Rp 6.716.401/Ha (3) Alasan utama petani berusahatani padi pada lahan irigasi berdasarkan hasil penelitian mengatakan 36,7 % karena kebiasaan. Sedangkan pada lahan tadah hujan 46,7 % karena pengolahan lebih mudah.Kata Kunci : Analisis Usahatani, Perbandingan, Usahatani Padi Sawah, Tadah HujanThis study aims to (1) Describe the technical culture of irrigated rice with rainfed lowland rice in Koto Tangah District (2) Analyze the comparative income and benefits of irrigated rice farming with rainfed lowland rice in Koto Tangah District (3) Describe the reasons farmers choose seeking rice farming on irrigated and rainfed land in Koto Tangah District. This research was conducted in January - February 2019. Data collected in this study are primary data and secondary data. The method used is a survey method. The sample in this study was taken purposively, amounting to 60 samples. From this study the following results were obtained (1) There was a difference in technical culture in irrigated rice farming and rain-fed rice farming, namely on land preparation, planting, fertilizing and maintenance. The amount of fertilizer used in rainfed lowland rice farming is more than that of irrigated lowland rice because there is not enough water available according to plant needs (2) Based on the research, the results show that irrigated lowland rice farming is better than rainfed lowland rice farming. In the production of irrigated rice farming a production of 4,153.5 kg / ha was obtained, an income of Rp 16,182,470 / ha and a profit of Rp 6,716,401 / ha (3). habit. Whereas on rainfed land 46.7% due to easier processing. Keywords: Farming Analysis, Comparison, Rice Farming and Rainfed Farming
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin di Kelurahan Padang Tinggi Piliang di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020 Maulia Usni; Faidil Tanjung; Lora Triana
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.410

Abstract

PenelitianinibertujuanuntukmenghitungproporsipengeluaranpanganrumahtanggamiskinselamaPandemiCovid-19 dan  untukmenganalisiskondisiketahananpanganrumahtanggaselamaPandemiCovid-19. PenelitiandilakukandiKelurahanPiliangPadangtinggi,KotaPayakumbuh.Pemilihanlokasipenelitiandilakukan dengan cara purposing sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptifdengan pendekatan kuantitatif. Untuk menentukan sampel digunakan metode random sampling sederhanadan rumus slovin. Jumlah responden sebanyak 39 responden. Hasil penelitian menunjukkan  mayoritasresponden berusia >50 tahun, dengan jumlah tanggungan sekitar 3-4 orang, dan pendapatan rumah tanggaresponden selama Pandemi Covid-19 tahun 2020 rata-rata sebesar Rp. 2,158,974 per bulan Proporsipengeluaran makanan responden sebesar 63,17%, dengan tahan pangan/kurang pangan. Konsumsi energidanproteindiklasifikasikansebagaikurangpangan,dalamhalenergirata-rataaktualAKGadalah4.258,69kkaldanproteinAKGaktualrata- rata120,49gram.Kesimpulan,ketahananpanganrumahtanggaresponden berada pada kondisi kurang pangan. Peneliti memberikan saran agar rumah tangga respondendapat memperbaiki pola konsumsi pangan sesuai kecukupan energi dan protein yang dianjurkan danmengendalikanpengeluaranpangansecaratepat.
Analisa Kelayakan Finansial Usahatani Karet (Hevea Brasiliensis) pada Perkebunan Rakyat di Kabupaten Pasaman Putri, Afrina Zhilla; Tanjung, Faidil; Mutiara, Vonny Indah
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 7 No. 2 (2025): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v7i2.633

Abstract

Karet merupakan tanaman perkebunan unggul di Pasaman yang memiliki peluang besar dalam perdagangan, namun produktivitasnya masih rendah.  Tujuan penelitian menilai kelayakan komoditas karet di Kabupaten Pasaman dilihat dari nilai Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), dan Internal Rate of Return (IRR). Penelitian ini menggunakan metode survai dan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada 30 petani sampel. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh jumlah total produksi karet rakyat selama umur ekonomis sebesar 61.847 kg, dengan total pendapatan petani sebesar Rp 701.765.570/ha. Total biaya yang dikeluarkan selama umur ekonomis sebesar Rp 410.890.351/ha. Usahatani karet rakyat layak untuk diusahakan berdasarkan kriteria NPV, IRR, dan Net B/C dengan nilai NPV Rp 107.861.527,80, nilai Net B/C 1,5, dan nilai IRR 22%. Disarankan pada petani lebih memperhatikan teknik budidaya dan peningkatan produktivitas karet di Pasaman.
Analisis Viabilitas Usahatani Padi pada Petani Padi di Nagari Taram Kecamatan Harau Muharami, Kissi; Tanjung, Faidil; Khairati, Rusda
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 2 (2023): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i2.392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pendapatan, keuntungan dan viabilitas finansial usahatani padi di Nagari Taram Kecamatan Harau. Metode penelitian adalah metode survei. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata pendapatan petani responden adalah Rp 8.272.000/luas lahan/MT dan Rp 16.981.816/Ha/MT. Rata-rata keuntungan yang didapatkan adalah sebesar Rp 6.072.502/luas lahan/MT dan Rp 10.688.644/Ha/MT. Sedangkan rata-rata viabilitas petani padi yaitu Rp -176.229,63. Atas dasar ini, disarankan kepada petani untuk menggunakan teknologi dan inovasi-inovasi terbaru agar bisa mengurangi penggunaan tenaga kerja. Diharapkan penyuluh membimbing petani untuk pengurangan tenaga kerja guna meningkatkan pendapatan usahatani.
Analisis Usahatani Kunyit (Curcuma Domestica Val.) di Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok amelia, Resha; Tanjung, Faidil; Putri, Afrianingsih
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 3 (2023): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i3.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kultur teknis dan menganalisis pendapatan, keuntungan, dan R/C dari usahatani kunyit di Kecamatan Lubuk Sikarah. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder dengan periode musim tanam tahun 2021 dan musim panen tahun 2022. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu sampling jenuh. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian dalam membudidayakan usahatani kunyit oleh petani sampel yang menyebabkan hasil produksi tidak maksimal. Hal tersebut disebabkan karena petani tidak mempunyai panduan dalam budidaya tanaman kunyit. Total biaya yang dikeluarkan masing-masing petani kunyit sebesar Rp. 75.615.223/Ha/MT, penerimaan sebesar Rp.126.695.982/Ha/MT. Pendapatan yang diperoleh sebesar Rp.86.666.037/Ha/MT, dan keuntungan sebesar Rp. 51.080.760/Ha/MT dengan nilai R/C senilai 1,68. Kedepannya diperlukan upaya pengembangan tanaman kunyit di Kota Solok.