Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PRODUK INOVASI BARU WEDANG UWUH INSTAN KHAS YOGYAKARTA DENGAN SUBSTITUSI EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP NILAI ANTIOKSIDAN (IC50%), KADAR AIR, WARNA DAN ORGANOLEPTIK Hapsari Raisa Firdha Sabila; Lukman Azis; Nisa Alfilasari
The Journal of Teknologi Pangan Vol 2 No 2 (2021): Bioactive compounds and the acceptability
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wedang Uwuh merupakan bagian dari minuman fungsional yang berperan dalam perlindungan, pencegahan penyakit dan perbaikan kinerja fungsi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap aktivitas antioksidan (IC50%), kadar air, warna dan organoleptik wedang uwuh instan. Dalam penelitian ini, analisis menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi ekstrak buah naga merah (P1=0% P2=5% P3=10% P5=15%), kemudian data dianalisis dengan ANOVA (? < 5%). Analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, metode oven untuk uji kadar air, uji warna menggunakan aplikasi Colour Analysis versi 7.00 dan metode hedonik untuk uji organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian, kadar air yang lebih tinggi dan lebih rendah masing-masing adalah 0,87% (P4) dan 0,42% (P1). Nilai aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dan lebih rendah berdasarkan IC50% adalah masing-masing sebesar 3.314,87 ppm untuk P4 dan 4.549,74 ppm untuk P1, sedangkan untuk nilai kecerahan warna (L*) yang lebih tinggi dan lebih rendah masing-masing adalah 33 untuk P1 dan 29,2 untuk P4. Perbedaan konsentrasi ekstrak buah naga merah berpengaruh nyata terhadap nilai kecerahan warna (L*) tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap uji organoleptik terhadap warna, aroma, dan rasa. Secara ringkas, produk dengan nilai L* lebih rendah memiliki IC50% lebih rendah sedangkan produk P4 memiliki nilai organoleptik yang lebih tinggi pada masing-masing kategori.
PENILAIAN DIMENSI TUBUH SEBAGAI SALAH SATU PREDIKSI KEKURANGAN NUTRISI PADA IBU MENYUSUI DAN BAYINYA DI KECAMATAN MOYO HULU Ratna Nurmalita Sari; Dwi Aprilian Nur Putri; Lukman Azis
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyusui merupakan salah satu cara pemberian makan secara langsung dari ibu ke bayi. Bayi yang baru dilahirkan direkomendasikan untuk disusui secara eksklusif minimal enam bulan sampai dengan dua tahun. Kerentanan nutrisi terhadap ibu menyusui dan bayi berdampak pada kekurangan nutrisi seperti kekurangan magnesium, vitamin B6, folat, kalsium, dan seng. Prediksi stunting dapat dilakukan dengan pengukuran dimensi tubuh bayi seperti lingkar kepala, tinggi badan (TB) dan berat badan (BB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi tubuh sebagai salah satu metode prediksi kekurangan nutrisi pada ibu menyusui dan bayinya di Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study yang dilakukan pada 15 ibu menyusui dan bayinya. Penilaian dilakukan dengan menggunakan Aplikasi WHO Anthro. Hasil dari penelitian menunjukkan ibu menyusui di Kecamatan Moyo Hulu memiliki rerata IMT 21,95 %. Hal ini menunjukkan bahwa ibu menyusui di Kecamatan Moyo Hulu memiliki IMT yang normal. Bayi diukur dalam 3 kategori antropometri yakni BMI-for-Age-Z score (BAZ), Height-for-Age-Z score (HAZ), dan Weight-for-Age-Z score (WAZ). BAZ pada bayi di Kecamatan Moyo Hulu terdapat 2 kategori, yakni obesitas dengan rerata 26,67%, dan normal dengan rerata 73,33%. HAZ pada bayi ada 2 kategori juga, yakni kategori normal dengan rerata 53,33% dan kerdil sampai sangat kerdil dengan rerata 46,67%. WAZ pada bayi ada 3 kategori, yakni normal dengan rerata 86,67%, kurus dengan rerata 6,67%, dan sangat kurus dengan rerata 6,67%.
EKSTRAKSI PEKTIN DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) MENGGUNAKAN PELARUT ASAM SITRAT Lukman Azis
The Journal of Teknologi Pangan Vol 1 No 1 (2020): Nutraceutical and Agroindustry
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pectin is water soluble fiber contained in the fruits such as lemon, apple and banana. Food Industry uses pectin for stabilizer and thickener. The aim of this research was to analyse the purity of pectin from Kepok banana peel waste extracted by using citric acid. Maceration is used to extract the pectin from Kepok banana peel powder. The research used Rancangan Acak Lengkap (RAL) with the factor of citric acid concentration 5, 10, 15 and 20%. Data analysis used was Analysis of Variant (ANOVA) in which the treatment showed significant different (p<0.05) was continued to DMRT test 5%. The result of pectin extraction from Kepok banana peel waste showed that pectin extracted by using citric acid 5% was highest of 19% whereas it was significantly different (p<0.05) compared to other concentrations; 10,15 and 20%. The higher number of purity analysis was from pectin with the concentration of citric acid 5% with purity of 78%. Extracted pectin is influenced by the concentration of citric acid.  
INOVASI MINUMAN HERBAL YANG DIFERMENTASI DENGAN STARTER KOMBUCHA DAN PENGARUHNYA TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK, pH, DAN NILAI ANTIOKSIDAN Vinni Febriella; Nisa Alfilasari; Lukman Azis
The Journal of Teknologi Pangan Vol 2 No 2 (2021): Bioactive compounds and the acceptability
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman fungsional merupakan salah satu jenis minuman herbal. Minuman fungsional memiliki efek fungsional dan kepuasan sensorik seperti rasa yang enak dan warna yang baik. Salah satu jenis minuman fungsional yang dikenal masyarakat Indonesia adalah jamu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi kombucha dalam minuman fungsional terhadap kualitas organoleptik, pH, dan nilai antioksidan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu lama fermentasi kombucha dengan 4 perlakuan (0 hari, 3 hari, 6 hari, dan 9 hari) dengan 3 ulangan. Data penelitian dianalisis menggunakan ANOVA software SPSS dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan jika terdapat hasil yang berbeda nyata. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah fermentasi 3 hari yang menghasilkan nilai preferensi warna 3,24 pada skala suka; Nilai preferensi rasa adalah 3,56 pada skala suka; Nilai pH sebesar 3,91, dari perlakuan terbaik diperoleh nilai antioksidan sebesar 76,92%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi minuman kombucha berpengaruh nyata terhadap warna, rasa dan pH.
INOVASI MINUMAN BERPROTEIN DARI PUTIH TELUR AYAM (Gallus. Sp) DENGAN PEMANIS MADU (Apis dorsata) TERHADAP DAYA TERIMA ORGANOLEPTIK, KANDUNGAN PROTEIN, DAN LAMA PENYIMPANAN UNTUK DIET PENDERITA HIPOALBUMINEMIA Zainul Arifin; Nisa Alfilasari; Lukman Azis
The Journal of Teknologi Pangan Vol 2 No 2 (2021): Bioactive compounds and the acceptability
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal adalah penyakit ginjal stadium akhir adalah suatu kondisi dimana ginjal telah berhenti bekerja cukup baik penderita penyakit ini memiliki asupan yang rendah karena perawatan medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan madu dan vanili pada minuman putih telur terhadap kadar protein, organoleptik, dan penyimpanannya. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dimana menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor 3 perlakuan. Analisis ANOVA digunakan untuk mengetahui pengaruh perlakuan dengan nilai ? 5% yang dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan perlakuan yang nyata. Hasil penambahan madu ini dapat mempengaruhi kadar protein, organoleptik dan penyimpanan 10°C. Perlakuan terbaik terdapat pada penambahan madu dan vanila: 22,29 gr protein, dengan asumsi suka, dan 4 hari penyimpanan.
PRODUK INOVASI BARU WEDANG UWUH INSTAN KHAS YOGYAKARTA DENGAN SUBSTITUSI EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP NILAI ANTIOKSIDAN (IC50%), KADAR AIR, WARNA DAN ORGANOLEPTIK Hapsari Raisa Firdha Sabila; Lukman Azis; Nisa Alfilasari
The Journal of Teknologi Pangan Vol 2 No 2 (2021): Bioactive compounds and the acceptability
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wedang Uwuh merupakan bagian dari minuman fungsional yang berperan dalam perlindungan, pencegahan penyakit dan perbaikan kinerja fungsi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap aktivitas antioksidan (IC50%), kadar air, warna dan organoleptik wedang uwuh instan. Dalam penelitian ini, analisis menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi ekstrak buah naga merah (P1=0% P2=5% P3=10% P5=15%), kemudian data dianalisis dengan ANOVA (? < 5%). Analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, metode oven untuk uji kadar air, uji warna menggunakan aplikasi Colour Analysis versi 7.00 dan metode hedonik untuk uji organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian, kadar air yang lebih tinggi dan lebih rendah masing-masing adalah 0,87% (P4) dan 0,42% (P1). Nilai aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dan lebih rendah berdasarkan IC50% adalah masing-masing sebesar 3.314,87 ppm untuk P4 dan 4.549,74 ppm untuk P1, sedangkan untuk nilai kecerahan warna (L*) yang lebih tinggi dan lebih rendah masing-masing adalah 33 untuk P1 dan 29,2 untuk P4. Perbedaan konsentrasi ekstrak buah naga merah berpengaruh nyata terhadap nilai kecerahan warna (L*) tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap uji organoleptik terhadap warna, aroma, dan rasa. Secara ringkas, produk dengan nilai L* lebih rendah memiliki IC50% lebih rendah sedangkan produk P4 memiliki nilai organoleptik yang lebih tinggi pada masing-masing kategori.
PENILAIAN DIMENSI TUBUH SEBAGAI SALAH SATU PREDIKSI KEKURANGAN NUTRISI PADA IBU MENYUSUI DAN BAYINYA DI KECAMATAN MOYO HULU Ratna Nurmalita Sari; Dwi Aprilian Nur Putri; Lukman Azis
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breastfeeding is recommended way of feeding directly from mother to baby. Newborns are recommended to be exclusively breastfed for at least six months to two years. Nutritional vulnerability to breastfeeding mothers and infants has an impact on nutritional deficiencies such as lack of magnesium, vitamin B6, folate, calcium, and zinc. Prediction of stunting can be conducted by measuring the baby body dimensions such as head circumference, height, and body weight. This study aimed to determine body dimensions as a method of predicting nutritional deficiencies in breastfeeding mothers and their babies in Moyo Hulu District, Sumbawa. This study used a cross sectional study method which carried on 15 breastfeeding mothers and their babies. The assessment was carried out using the WHO Anthro apps. The results showed that breastfeeding mothers in Moyo Hulu District had an average BMI of 21.95%. This showed that breastfeeding mothers in Moyo Hulu District have a normal BMI. Therefore, the baby was included in 3 anthropometric categories, including BMI-for-Age-Z score (BAZ), Height-for-Age-Z score (HAZ), and Weight-for-Age-Z score (WAZ). There were 2 categories of BAZ in infants in Moyo Hulu District, namely obesity with an average of 26.67%, and normal with an average of 73.33%. There were also 2 categories of HAZ in infants, including the normal category with an average of 53.33% and stunted to very stunted with an average of 46.67%. There were 3 categories of WAZ in infants, namely normal with an average of 86.67%, thin with an average of 6.67%, and very thin with an average of 6.67%.
PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG BIJI SORGUM PUTIH DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI RAGI DI DESA BOAK KELURAHAN UNTER IWES KABUPATEN SUMBAWA Afgani, Chairul Anam; Nairfana, Ihlana; Azis, Lukman; Mikhratunnisa, Mikhratunnisa
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v2i1.4219

Abstract

Sorghum is one of the cereal commodities that is quite well used in the manufacture of flour. In Indonesia, the utilization of sorghum seeds is still not maximally used. At this time, sorghum seeds are used as animal feed and boiled directly for consumption. The aim of manufacture of white sorghum seed flour with the addition of yeast in Boak  Village, Unter Iwes was to extend shelf life and facilitate its use. The provision of knowledge is done by providing socialization, discussion and practice. The results show that the community understood sorghum seeds as flour in the manufacture of food and processed with a good quality. Processing sorghum seeds with the addition of yeast is a way to extend the shelf life of sorghum and make it easier to  be processed into various food products.
Pemberdayaan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi Melalui Kegiatan Pengolahan Sampah sebagai Media Budidaya Maggot Alternatif Pakan Lele Syafitri, Syifa Khaila; Maharani, Shafira Cantika; Elmatina, Sefilla; Mokoagow, Khanzha Aulia Salsabila Oktaviandra Putri; Amalia, Jelita; Azis, Lukman
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 6, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v6i3.3062

Abstract

AbstrakLembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIA Bekasi merupakan tempat pembinaan bagi seseorang yang diputuskan secara resmi telah melakukan pelanggaran hukum negara. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga binaan dan petugas LAPAS tentang manajemen pemilahan limbah, budidaya maggot, dan ikan lele. Kegiatan ini berlangsung selama 6 minggu diikuti oleh 13 peserta yang terdiri dari 10 warga binaan dan 3 petugas LAPAS. Metode yang digunakan selama pelaksanaan program ini adalah pelatihan dan pendampingan dengan memberikan materi di dalam ruangan dan praktik secara langsung tentang pemilahan limbah, pembuatan kandang maggot dan kolam lele, serta budidaya maggot dan ikan lele. Hasil test sebanyak tiga kali yaitu sebelum pelatihan (pre-test), sesudah pelatihan (post-test), dan setelah praktik mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Selama berlangsungnya kegiatan ini, limbah organik yang dibutuhkan untuk budidaya maggot tiap minggu terus meningkat sebanding dengan kuantitas maggot yang terus bertambah. Sementara itu, ikan lele yang diberikan alternatif pakan berupa maggot juga mengalami peningkatan berat tiap minggu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta diikuti dengan penurunan kuantitas limbah organik di LAPAS serta peningkatan berat maggot dan ikan lele.Kata kunci: Budidaya, Ikan Lele, Limbah Organik, Lembaga Pemasyarakatan, Maggot.
ANALISIS PENERAPAN CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK (CPPB) PADA IRTP XY (PRODUK KUE DAN ROTI) DI KABUPATEN BATU BARA, SUMATERA UTARA Fatonah, Dea Sri; Azis, Lukman; Komalasari, Ema
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6, No 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i1.2772

Abstract

Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah IRTP cukup besar. Berdasarkan data laporan tahunan Balai POM Sumatera Utara pada tahun 2022 menunjukan bahwa dari jumlah realisasi pelaksanaan pemeriksaan sebanyak 70 sarana, diperoleh bahwa 29 IRTP sudah memenuhi ketentuan sedangkan 41 IRTP lainnya tidak memenuhi ketentuan. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah IRTP yang tidak memenuhi ketentuan masih lebih besar dibanding yang sudah memenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan CPPB pada IRTP XY yang memproduksi Kue dan diharapkan mampu memberikan saran perbaikan jika ditemui ketidaksesuaian dalam penerapan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif berupa observasi dan wawancara. Penilaian penerapan CPPB ini merujuk pada PerkaBPOM (2012) yang mencakup 14 aspek yang akan diamati. Hasil dari penelitian yang dilakukan di IRTP XY masih berada pada level IV dengan penyimpangan minor sebanyak 1 poin, serius sebanyak 3 poin dan kritis sebanyak 2 poin pada aspek bangunan dan fasilitas, fasilitas dan kegiatan higiene, pencatatan dan dokumentasi, serta pelabelan pangan. Penerapan CPPB di IRTP XY masih kurang baik sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan. Rekomendasi perbaikan untuk kelima poin penyimpangan tersebut yaitu melakukan penyusunan ulang tata letak tempat produksi sesuai dengan alur produksi untuk peralatan, mesin dan bahan. Melakukan pembersihan pada area seperti dinding dan langit-langit, menyediakan sarana pencuci tangan yang dilengkapi dengan  sabun pencuci tangan, serta alat pengering di depan pintu masuk ruang produksi dan toilet, menyediakan tempat sampah tertutup di lingkungan produksi dan toilet, serta membuat dokumen produksi seperti SOP, formulir, dan checklist lalu disimpan dan dipelihara untuk memudahkan proses telusur saat ada penarikan produk.