Claim Missing Document
Check
Articles

TEACHERS ACTIVITIES IN MOTIVATING STUDENTS IN THE ENGLISH AS FOREIGN LANGUAGE CLASSROOM ., Ni Made Wulan Sintiyari; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6362

Abstract

Penelitian ini merepakan penelitan deskriptif qualitative yang bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kegiatan yang dilakukan oleh guru yang dapat memotivasi siswa di dalam kelas Bahasa Inggris. (2) aktifitas yang effektif yang dapat memotivasi siswa di dalam kelas Bahasa Ingris. Subject penelitian ini adalah seorang guru baru di SMA N 2 Singaraja. Penelitian ini mengunakan observasi, mencatat, wawancara, dan FGD dalam pengumpulan data. Setelah data terkumpul, data lalu di transkrip, penggurangi data yang tidak di perlukan, dan hasilnya di transkrip kembali. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa guru Bahasa Inggris menggunakan tiga jenis activitas yang dapat memotivasi siswa seperti: lagu, diskusi, dan game. Activitas yang paling efektif dalam memotivasi siswa adalah game. Menurut Park (2012), game memiliki potensi sebagai sebuah lingkungan pembelajaran karena game memiliki bentuk permainan yang dapat memotivasi siswa melalui element penghiburan. 50% siswa yang berada dalam kelas observasi memilih game sebagai aktifitas kesukaan mereka dalam kelas Bahasa Inggris. Kata Kunci : Bahasa Inggris, Kegiatan guru, Motivasi siswa. This study was a descriptive qualitative research which aimed to describe: (1) describe the teacher activity that motivating students in English as Foreign Language classroom. (2) describe which are the activity can motivate students motivation in English as Foreign Language classroom. The subject of this study was a fresh graduate teacher at SMA N 2 Singaraja. This study used observation, note taking, interview, and focus group discussion in collecting the data. After the data were collected, the data were transcribed, reduce by eliminating those were not appropriate and the result were described. The result of this study showed that, English as Foreign Language teacher used three kind of activities in the classroom such as: game, discussion and song. The effective activities that motivate students’ motivation in English as Foreign Language was game. Based on Park (2012), game have potential as a learning environment because they are a form of play that motivates learners through entertainment elements. 50% students in the observation class choose game as the favorite activity in the English as Foreign Language classroom. keyword : Englis as Foreign Language, Teacher Activities, Students’ Motivation
Prefix In Pedawa Dialect: A Descriptive Study ., Anak Agung Inten Sakanti; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.7217

Abstract

Penelitian deskriptif qualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah prefik di Dialek Pedawa dan jenisnya dari infleksi dan derivasi. Dua sampel informan dari Dialek Pedawa dipilih berdasarkan seperangkat kriteria. Data dikumpulkan menggunakan 3 tehnik, yakni: tehnik observasi, merekam, dan wawancara (mencatat dan mendengarkan). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada dua jenis prefik di Dialek Pedawa. Prefik tersebut yakni prefik {N-}, {m∂-}. Jenis prefik yang tergolong derivasi adalah prefik {m∂-}, {ŋə-} and {ŋ-}. Jenis prefik infleksi adalah prefik {ŋ-}, {n-}, {ñ-} and {m∂-}.Kata Kunci : prefiks derivasi, prefiks infleksi, dan Dialek Pedawa This descriptive qualitative research aimed at describing the number of prefixes in Pedawa Dialect and its types of inflectional and derivational morphemes. Two informant samples of Pedawa Dialect were chosen based on set a criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording, and interview (listening and noting). The results of the study show that there are two prefixes: {N-}, {m∂-} in Pedawa Dialect. The prefixes that belong to derivation morpheme are: prefix {m∂-}, {ŋə-} and {ŋ-}. The prefixes that belong to inflection morpheme are: prefixes {ŋ-}, {n-}, {ñ-} and {m∂-}.keyword : derivational prefixes, inflectional prefixes, and Pedawa Dialect
IMPROVING THE VOCABULARY MASTERY THROUGH NUMBERED HEADS TOGETHER TECHNIQUE OF THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP N 5 BATURITI IN ACADEMIC YEARS 2015/2016 ., I Dewa Made Adhi Wira Sanjaya; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.7303

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan berdasarkan kelas yang bertujuan: (1) untuk mengetahui apakah Numbered Heads Together teknik dapat meningkatkan siswa penguasaan kosakata, (2) untuk mengetahui respon siswa terhadap pelaksanaan strategi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tiga sesi pada setiap siklus. Ada dua jenis data (kualitatif dan data kuantitatif) yang dikumpulkan melalui tes, kuesioner, dan buku harian penulis. Hasil tes menunjukkan bahwa penguasaan kosakata ditingkatkan pada setiap siklus. skor rata-rata siswa adalah 4,63% di pre test, 6.2 di post test 1, dan peningkatan menjadi 7.97 di post test 2. Hal ini dapat juga dilihat pada jumlah siswa lulus ujian. Tidak ada siswa lulus dalam pre test, 2 siswa dalam post test 1, dan 18 siswa di post test 2. Hasil diary penulis dan kuesioner juga menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap strategi. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 18 (90%) dari siswa mengakui bahwa mereka benar-benar seperti pelaksanaan Numbered Heads Together teknik. Selain itu, 17 (85%) dari siswa mengaku bahwa mereka termotivasi dalam belajar bahasa Inggris menggunakan Numbered Heads Together teknik Kata Kunci : Numbered Heads Together teknik, Penguasaan kosa kata This study was a classroom based action research which aimed: (1) to find out whether Numbered Heads Together technique can improve students’ vocabulary mastery, (2)to find out the response of the students toward the implementation of the strategies. This study was conducted in two cycles consisting of three sessions in each cycle. There were two kinds of data (qualitative and quantitative data) which were collected through tests, questionnaire, and writer’s diary. The result of the tests showed that the students’ vocabulary mastery was improved in each cycle. The students’ mean score was 4.63% in pre test, 6.2 in post test 1, and improved became 7.97 in post test 2. It can be also seen on the number of students passing the test. There were no students passed in the pre test, 2 students in the post test 1, and 18 students in the post test 2. The result of writer’s diary and questionnaire also showed that the students gave positive response toward the strategies. The results of the questionnaires showed that 18 (90%) of the students admitted that they really like the implementation of Numbered Heads Together technique. Moreover, 17 (85%) of the students admitted that they were motivated in learning English using Numbered Heads Together technique. keyword : Numbered Heads Together Technique, Vocabulary Mastery
IMPROVING STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN WRITING DESCRIPTIVE PARAGRAPHS BY USING PICTURE DICTATION TECHNIQUE FOR 8TH GRADE AT SMP NEGERI 1 BANJAR IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ida Ayu Komang Krisna Dewi; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7891

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan berdasarkan kelas yang bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan teknik Gambar Dictation dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskriptif, terutama dalam mengembangkan ide-ide, mengorganisir ide-ide, tata bahasa, menggunakan mekanika yang tepat, kosakata dan konten. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tiga sesi pada setiap siklus. Ada dua jenis data (kualitatif dan data kuantitatif) yang dikumpulkan melalui tes, kuesioner, dan buku harian penulis. Hasil tes menunjukkan bahwa prestasi menulis siswa ditingkatkan pada setiap siklus. skor rata-rata siswa adalah 54 di pre test, 65,4 di post test 1, dan ditingkatkan menjadi 80,4 di post test 2. Hal ini dapat dilihat pada jumlah siswa lulus ujian. Ada 1 siswa lulus dalam pre test, 16 siswa di post test 1, dan 28 siswa di post test 2. Hasil kuesioner dan buku harian penulis menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap penerapan teknik Picture Dikte. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 6 (18,2%) dari siswa mengakui bahwa mereka benar-benar suka dan 20 (60,6%) dari siswa seperti penerapan teknik Picture Dikte. Selain itu, beberapa siswa mengaku bahwa mereka termotivasi dalam belajar bahasa Inggris menggunakan teknik Gambar Dikte.Kata Kunci : Keyword: Teknik Gambar Dictation, Menulis Prestasi, Teks Deskriptif This study was classroom based action research which aimed to find out whether the use of Picture Dictation technique can improve students’ ability in writing descriptive paragraph, especially in developing the ideas, organizing the ideas, grammar, using appropriate mechanics, vocabulary and content. This study was conducted in two cycles consisting of three sessions in each cycle. There were two kinds of data (qualitative and quantitative data) which were collected through tests, questionnaires, and writer’s diary. The result of the tests showed that the students’ writing achievement was improved in each cycle. The students’ mean score was 54 in pre test, 65.4 in post test 1, and improved became 80.4 in post test 2. It can be seen on the number of students passing the test. There were 1 student passed in the pre test, 16 students in the post test 1, and 28 students in the post test 2. The result of questionnaire and writers’ diary showed that the students gave positive response toward the implementation of Picture Dictation technique. The results of the questionnaires showed that 6 (18,2 %) of the students admitted that they really like and 20 (60,6%) of the students like the implementation of Picture Dictation technique. Moreover, some of the students admitted that they were motivated in learning English using Picture Dictation technique.keyword : Keyword: Picture Dictation Technique, Writing Achievement, Descriptive Text
THE EFFECT OF PREDICT-LOCATE-ADD-NOTE (PLAN) STRATEGY ON READING COMPETENCY OF EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ade Ari Gianika; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah terdapat pengaruh yang berarti dari strategi predict- locate-add-note (PLAN) terhadap kompetensi membaca siswa kelas delapan di SMP Negeri 3 Singaraja pada tahun akademik 2015/2016. Teknik Sampling yang di gunakan pada penelitian ini adalah Random Sampling dan model penelitiannya adalah Post Only Control Group Design. Dua kelas yaitu kelas VIII F dan kelas VIII E dipilih sebagai Samples pada penelitian ini. Kelas VIIIF di pilih sebagai The experimental Group dan kelas VIII E di pilih sebagai The control Group. Tiap kelas terdiri dari jumlah siswa yang berbeda, kelas VIII F terdiri dari 33 siswa sedangkan kelas VIII E terdiri dari 34 siswa. Data pada kompetensi membaca didapat dengan menggunakan tes kompetensi membaca. Data yang diperoleh kemudian dianalisi dengan menggunakan t-test. Hasil dari Descriptive Analysis menunjukkan nilai rata-rata untuk kelompok yang menggunakan srategi PLAN sebesar 80,06, sedangkan kelompok yang menggunakn strategi Teacher-centered sebesar 64,61. Hasil dari t-test menunjukkan t-observed (to) sebesar 8,354 yang menunjukkan lebih besar daripada t-critical value (tcv), 1,507. Ini berarti Alternative Hypothesis yang dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang berarti terhadap pemahaman membaca siswa kelas delapan antara dua kelompok diterima, yang mana, itu dapat dilihat dari nilai rata-rata kedua kelompok tersebut, pemahaman membaca siswa yang diajar menggunakan strategi PLAN lebih baik daripada pemahaman membaca siswa yang diajar menggunakan strategi Teacher-Centered. Kata Kunci : Kompetensi membaca, Strategi PLAN, Teacher-Centered Approach. This study was aimed to investigate whether or not there was a significant effect of predict-locate-add-note (PLAN) strategy on the students’ reading competency of the eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja in academic year 2015/2016. The sampling technique used in this study was Random Sampling and the research design was Post Test Only Control Group Design. Two classes, VIII F and VIII E were selected as the samples of this study. Class VIII F was selected as the experimental group and class VIII E was selected as the control group. Each class consisted of different number of students; VIII F consisted of 33 students, while VIII E consisted of 34 students. Data on reading competency were gathered by using a reading competency test. The obtained data were then analyzed by using t-test. Result of descriptive analysis showed that the mean score for the group using PLAN Strategy was 80,06, while the group using Teacher-Centered was 64,61. The result of t-test showed that t-observed (to) was 8,354, which was higher than the t-critical value (tcv), 1,507. This meant that Alternative Hypothesis which was stated that there was significant difference of the eighth grade students’ reading comprehension between the two groups was accepted, this means that reading comprehension taught by using PLAN Strategy was better than the students’ reading comprehension taught by Teacher-Centered Approach.keyword : Reading Competency, PLAN Strategy, Teacher-Centered Approach
Derivational and Inflectional Processes of Tajen Dialect ., Putu Sri Ayu Padmi; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah prefiks dan sufiks di dialect Tajen dan jenisnya dari proses derivasional dan infleksional. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif qualitatif. Tiga sampel informan dari penutur dialek Tajen dipilih berdasarkan criteria yang ditetapkan. Pengumpulan data dilaksanakan berdasarkan 3 teknik, yaitu: observasi, merekam, dan wawancara (mencatat dan mendengarkan). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada lima jenis prefik (awalan) dan lima jenis suffik (akhiran) pada dialek Tajen. Adapun jenis prefik (awalan) meliputi: {a-}, {ke-}, {me-}, {N-}, dan {si-}. Jenis suffik akhiran meliputi: {-e}, {-an}, {-ang}, {-in}, dan {-n}. Jenis prefik dan suffik yang mengalami proses derivasional adalah prefik: {ke-}, {me-}, {N-}, {si-}; dan suffik {-an}, {-ang}, {-in}. Jenis prefik dan suffik yang mengalami proses infleksional adalah prefik: {a-}, {me}, {N-}; dan suffik {-e}, {-an}, {-in}, {-n}, {-ne}.Kata Kunci : prefik dan suffix, proses derivasional dan infleksional, dialek Tajen This study aimed at describing the number of prefixes and suffixes in Tajen dialect and its derivational and inflectional processes. This study is a descriptive qualitative research. There are three informants chosen based on a set criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observing, recording, and interviewing (listening and noting) .The results of the study show that there are five prefixes and five suffixes existing in Tajen dialect. The prefixes are {a-}, {ke-}, {me-}, {N-}, and {si-}. The suffixes are {-e}, {-an}, {-ang}, {-in}, and {-n}. The prefixes and suffixes that undergo derivational process are: prefix {ke-}, {me-}, {N-}, {si-}; and suffix {-an}, {-ang}, {-in}. The prefixes and suffixes that undergo inflection process are: prefix {a-}, {me-}, {N-}; and suffix {-e}, {-an}, {-in}, {-n}.keyword : prefixes and suffixes, derivational and inflectional processes, Tajen dialect
The Comparison Of Derivational and Inflectional Processes of Wongaya Gede and Tajen Dialects ., Gede Agus Lesmana Putra; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8079

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan dan persamaan awalan dan akhiran dalam hal process derivasi dan inlfeksi dari dialek Wongaya Gede dan Tajen. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, rekaman, dan interpiu (mendengarkan dan mencatat). Terdapat enam informan yang dipilih dari dua dialek. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat lima awalan dan enam akhiran yang ada di dialek Wongaya Gede: awalan {ә-}, {kә-}, {mә-}, {N-}, dan {si-} serta akhiran {-an}, {-in}, {-n}, {ne-}, {-ә}, dan {-әng}. Sedangkan, terdapat enam awalan dan akhiran yang ada di dialek Tajen: awalan {a-}, {bә-}, {kә-}, {mә-}, {N-}, dan {si-}, serta akhiran {-ang}, {-an}, {-in}, {-n}, {-ә}, dan {-ne}. Awalan yang sama yang mengalami morfem derivasi adalah awalan {kә-}, {mә-}, {N-}, dan {si-} dan tidak adanya perbedaan awalan. Awalan yang sama yang mengalami morfem infleksi adalah awalan {mә-}, {N-} sedangkan awalan yang berbeda adalah awalan {-ә} di dialek Wongaya Gede yang memiliki fungsi sama dengan awalan {a-} di dialek Tajen yang hanya dibedakan dari cara pengucapannya dan awalan {bә-} yang hanya ada di dialek Tajen. Tidak adanya persamana akhiran yang mengalami morfem derivasi dari kedua dialek, sedangkan akhiran yang berbeda adalah akhiran {-ang}, {-an}, {-in} yang hanya terdapat di dialek Tajen dan akhiran {-әng} di dialek Wongaya Gede yang memiliki fungsi yang sama dengan akhiran {-ang} dari dialek Tajen namun dibedakan dari segi pengucapannya. Persamaan akhiran yang mengalami morfem infleksi adalah akhiran {-an}, {-in}, {-n}, {ne-}, {-ә} dan tidak adanya perbedaan. Kata Kunci : Awalan dan Akhiran Derivasi, Awalan dan Akhiran Infleksi, Dialek Wongaya Gede dan Tajen This descriptive qualitative study aimed at comparing the differences and similarities of prefixes and suffixes in Wongaya Gede and Tajen dialects in the terms of derivational and inflectional processes. The data were collected through observation, recording, and interview (listening and noting) techniques. There were six informants chosen of the two dialects. The results of the study show that there are five prefixes and six suffixes existing in Wongaya Gede: prefix {ǝ-}, {kǝ-}, {mǝ-}, {N-}, and {si-} and suffix {-an}, {-in}, {-n}, {-nǝ}, {-ǝ}, and {-ǝng}. Meanwhile, there are six prefixes and suffixes existing in Tajen dialect: prefix {a-}, {bǝ-}, {kǝ-}, {mǝ-}, {N-}, and {si-} and suffix {-ang}, {-an}, {-in}, {-n}, and {-ǝ}, and {-nǝ}. The same prefixes undergoing derivational morphemes are prefix {kǝ-}, {mǝ-}, {N-}, and {si-} and there is no different prefixes. The same prefixes undergoing inflectional morphemes are prefix {mǝ-}, and {N-} and the difference is prefix {ǝ-} of Wongaya Gede dialect which has the same function with prefix {a-} of Tajen dialect differentiating on how they are pronounced and prefix {bǝ-}. There is no similarities of suffixes which undergo derivational morphemes. The different suffixes undergoing derivational morphemes are suffix {-ang}, {-an}, and {-in} which was found on Tajen dialect, and suffix {-ǝng} of Wogaya Gede dialect which has the same function as suffix {-ang} of Tajen dialect: differentiating on how they are pronounced. The same suffixes undergoing inflectional morphemes are suffix {-an}, {-in}, {-ne}, {-ǝ}, and {-n}. There is no differences.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, Wongaya Gede and Tajen dialects
AFFIXATION SYSTEM IN BAYUNG GEDE DIALECT OF BALINESE: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Nyoman Surya Manggala; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah prefiks dan sufiks di Dialek Bali Bayung Gede dan jenisnya dari Derivasi dan Infleksi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif Qualitatif. Dua sampel informan dari Dialek Bayung Gede dipilih berdasarkan seperangkat kriteria. Data dikumpulkan menggunakan 3 tehnik, yakni: tehnik observasi, merekam, dan wawancara (mencatat dan mendengarkan). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada enam jenis prefiks dan enam jenis sufiks di Dialek Bayung Gede. Prefiks tersebut yakni prefiks {ma-}, {N-}, {ka-}, {pa-}, {ja-}, dan {la-}. Sufiks tersebut yakni sufiks {-ang}, {-in}, {-e}, {-an}, {-ne}, dan {-a}. Jenis prefiks dan sufiks yang tergolong derivasi adalah prefiks {ma-}, {N-}, {ka-}, {pa}, {ja-}, dan {la-} dan sufiks {-ang}, {in}, dan {-an}. Jenis prefiks dan sufiks yang tergolong infleksi adalah prefiks {ma-}, {N-}, {ka-}, dan {pa-} dan sufiks {-ang}, {in}, {-e}, {-an}, {-ne}, dan {-a}.Kata Kunci : prefiks dan sufiks derivasi, prefiks dan sufiks infleksi, dan Dialek Bayung Gede This study aimed at describing the number of prefixes and suffixes in Bayung Gede Dialect of Balinese and its types of derivational and inflectional. This study is a descriptive qualitative research. Two informant samples of Bayung Gede Dialect were chosen based on set criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique.The results of the study show that there were six prefixes and six suffixes existing in Bayung Gede Dialect. The prefixes were {ma-}, {N-}, {ka-}, {pa-}, {ja-}, and {la-}. The suffixes were {-ang}, {-in}, {-e}, {-an}, {-ne}, and {-a}. The prefixes and suffixes that belong to derivation are: prefix {ma-}, {N-}, {ka-}, {pa}, {ja-}, and {la-} and suffix {-ang}, {in}, and {-an}. The prefixes and suffixes that belong to inflection are: prefixes {ma-}, {N-}, {ka-}, dan {pa-} and suffix {-ang}, {in}, {-e}, {-an}, {-ne}, and {-a}.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, and Bayung Gede Dialect of Balinese
A STUDY ON THE PHONOLOGICAL SYSTEMS OF KECICANG ISLAM DIALECT ., Made Arna Jyoti Sistadi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8630

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan 1) untuk mengetahui jumlah fonem, termasuk jumlah vokal, diftong, dan konsonan, 2) untuk menyelidiki proses fonologi dalam bahasa tersebut. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti, dan instrument lain yang digunakan adalah alat rekam, daftar kata, dan daftar kalimat. Pada penelitian ini ditemukan 28 fonem termasuk 6 vokal, 3 diftong dan 19 konsonan. Sebagai tambahan, peneliti juga menemukan 2 gugus konsonan dalam dialek yang digunakan di Kecicang Islam. Dari empat tipe proses fonologis berdasarkan teori Schane (1973), ditemukan 2 tipe proses fonologis dalam dilak Kecicang Islam, yaitu penambahan konsonan dan penambahan vokal. Sedangkan berdasarkan Jendra (1976), ditemukan 3 proses fonologis dalam dialek Kecicang Islam, yakni asimilasi regresif, struktur kata, dan variasi bebas.Kata Kunci : dialek, kecicang islam, sistem fonologis This study was a descriptive study which aimed 1) To find out the number of phonemes, including the vowels, diphthong, and consonant in Balinese language used in Kecicang Islam village, 2) To explore the phonological process within the language exists in Balinese language used in Kecicang Islam village. The main instrument was the researcher, and the researcher also used the other instruments namely, recorder, sentence list and word list. The researcher found that there are 28 phonemes, consist of 6 vowels, 3 diphthongs and 19 consonants. The researcher also found 2 consonant clusters in KID. Among the four types of phonological process according to Schane’s theory (1973) there are two types of phonological process found by the researcher in KID, that are consonant insertion and vowel insertion. Meanwhile, according to Jendra, there are three phonological processes found in KID, that are regressive assimilation, syllable structure, and free variation.keyword : dialect, kecicang islam, phonological system
THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF SIDETAPA DIALECT: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ., Made Sukradana w; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah fonem dari Dialek Sidetapa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang memiliki karakteristik sinkronik. Tiga domain dipilih berdasarkan kriteria yaitu keluarga, persahabatan, dan dilingkungan sekitar. Data dikumpulkan berdasarkan pada percakapan alami yang direkam secara langsung. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa SD memiliki 35, yaitu: enam vokal: /ʌ/, /i/,/u/,/e/,/o/ and /ǝ/, enam diftong; /ʌʊ/, /iʌ/, /uʌ/, /iɔ/,/iu/, and /ʌi/, sembilan belas konsonan; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/,/y/, 4 gugus konsonan; /br/, /pr/, /bl/ and /ŋl/ dan tiga proses fonologi, yaitu asimilasi pemungutan, netralisasi dan variasi bebas. Tidak semua fonem memiliki distribusi yang lengkap (awal, posisi tengah dan akhir)Kata Kunci : sidetapa, sistem fonologi, studi deskriptif kualitatif This study aimed at describing the number of phonemes of Sidetapa Dialect (SD). This study used descriptive qualitative approach which has synchronic characteristic. Three domains were chosen based on a set of criteria, namely: Family, Friendship, and Neighborhood. The data was collected based on natural speech which was recorded spontaneously. The data that has been collected was analyzed descriptively. The result of the study shows that SD has 35 phonemes, namely: /ʌ/, /i/,/u/,/e/,/o/ and /ǝ/, 6 vowels; 6 diphthongs; /ʌʊ/, /iʌ/, /uʌ/, /iɔ/, /iu/, and /ʌi/, 19 consonants; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/,/y/, 4 consonant Clusters; /br/, /pr/, /bl/ and /ŋl/ and 3 phonological processes, namely: regressive assimilation, neutralisation and free variation. Not all of those phonemes have complete distributions (initial, middle, and final position)keyword : descriptive qualitative study, phonological system, sidetapa dialect
Co-Authors ., Ade Ari Gianika ., Ade Ari Gianika ., Anak Agung Inten Sakanti ., Anak Agung Inten Sakanti ., Citra Dewi ., Desak Made Mira Diahningsih ., Desak Made Mira Diahningsih ., DWI KESUMA SUSILA ., Gede Agus Lesmana Putra ., Gede Agus Lesmana Putra ., Gede Dharma Arya Wicaksana ., Gede Dharma Arya Wicaksana ., Gusti Ngurah Nyoman Ariana ., I Dewa Made Adhi Wira Sanjaya ., I Dewa Made Adhi Wira Sanjaya ., I Gede Bages Rare Prabadesa ., I Gede Shasy Bagus ., I Gede Shasy Bagus ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Bagus Widi Darmadi ., I Gusti Bagus Widi Darmadi ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Tubuh Aryana ., I Kadek Tubuh Aryana ., I Ketut Satria Adiguna ., I Nym Dedy Rahland Krisna Hari ., I Nyoman Surya Manggala ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Bagus Arka Wiguna ., I Putu Fendy Cahya Kusuma Brian ., I Putu Fendy Cahya Kusuma Brian ., Ida Ayu Komang Krisna Dewi ., Ida Ketut Krisna Putra ., Ida Ketut Krisna Putra ., Iga Putu Ardaba Kory ., Iga Putu Ardaba Kory ., Kadek Praditya Dicky Wijaya ., Kadek Praditya Dicky Wijaya ., Kadek Toni Sumartawan ., Komang Evayanti ., Komang Evayanti ., Luh Gede Ayu Devitasari ., Luh Putu Utami Krisna Yanti ., Made Arna Jyoti Sistadi ., Made Arna Jyoti Sistadi ., MADE DYAN WIDHIADNYANI KUNDE ., Made Sukradana w ., Made Sukradana w ., Ni Made Ayu Ratna Sulistya Dewi ., Ni Made Dian Damayanti ., Ni Made Dian Damayanti ., Ni Nengah Intan Sariningsih ., Ni Nengah Intan Sariningsih ., Ni Putu Mirna Sari ., Ni Putu Mirna Sari ., Nyoman Erlina ., Nyoman Erlina ., Putu Adelina Kartika Dewi ., Putu Adelina Kartika Dewi ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Febby Laksmi Decker ., Putu Sri Ayu Padmi ., Putu Yogi Agustia p Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewi, Ketut Puspa Dewi, Ketut Sintya Drs. Asril Marjohan,MA . Drs.Gede Batan,MA . Gede Mahendrayana Gusti Agung Ayu Inten Ariprami . Hemas, Made Diana Ayu Hendi Pratama I Gede Bagus Oka Wisnaya ., I Gede Bagus Oka Wisnaya I Gede Budasi I Gusti Ayu Ade Purnama Sari . I Gusti Gede Agung Andhika p ., I Gusti Gede Agung Andhika p I Ketut Trika Adi Ana I Komang Suantara ., I Komang Suantara I Nyoman Adi Jaya Putra I Putu Ngurah Wage Myartawan I Wayan Suarnajaya I.G.A Lokita Purnamika I.G.A. Lokita Purnamika Utami Ida Bagus Komang Priotama . Ida Bagus Made Widyatmika ., Ida Bagus Made Widyatmika Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Issy Yuliasri Kadek Kartika Suherma Yanthi ., Kadek Kartika Suherma Yanthi Kadek Ria Anestia Dewi ., Kadek Ria Anestia Dewi Kadek Samiyanti Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Kadek Widiani . Ketut Ary Sri Prawrethy ., Ketut Ary Sri Prawrethy Luh Maytri Lindayani Luh Putu Artini M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.L.S Drs.Sudirman . M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mahanjendra, Pande Gede Baba Mahendrayana , Made Mariati, Ni Komang Sri Ni Komang Sri Mariati Ni Luh Aristyawati Ni Luh Putu Viranicka Septyani Ni Made Christina Wijaya . Ni Made Dwi Purnama Sari . Ni Made Ratminingsih Ni Made Wulan Sintiyari ., Ni Made Wulan Sintiyari Ni Nengah Muriani ., Ni Nengah Muriani Ni Putu Mandalika Putri Hartini . Ni Putu Novita S Dewi ., Ni Putu Novita S Dewi Ni Putu Rai Yuliartini Ni Wayan Pitriani Ni Wayan Sri Ayu Rusiniawati ., Ni Wayan Sri Ayu Rusiniawati Pande Made Dharma Sanjaya Paramitha, Ida Ayu Putu Cintya Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Fika Andriani . Putu Kerti Nitiasih Putu Wiwin Ekatrini Mahadewi . Putu Yuni Damayanti S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Santhi, I Gusti Ayu Ira Krishna Surya, Cok Istri Rahma Pratami Warmadewi, Putu Sri zulfa Sakhiyya