Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Inaportnet Terhadap Efisiensi Waktu dan Proses Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar di KSOP Kelas III Rangga Ilung Iqbal, Muhammad Iqbal Fahrozy; Rahmawati, Maulidiah; Gupron, Akhmad Kasan; Novandi, Faris
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 26 No. 1 (2025): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v26i1.442

Abstract

Penelitian ini menganalisis efisiensi implementasi Inaportnet dalam penerbitan Surat Perstujuan Berlayar (SPB). Inaportnet, platform digital administrasi pelayaran, dirancang untuk mengatasi kendala operasional pelabuhan. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, data diperoleh melalui wawancara dengan perwakilan keagenan kapal dan KSOP, serta kuesioner kepada 30 responden keagenan kapal. Hasil studi ini menunjukkan peningkatan signifikan efisiensi waktu dan proses penerbitan SPB pasca-implementasi Inaportnet di KSOP Kelas III Rangga Ilung. Hal ini dibuktikan melalui wawancara yang menunjukkan transisi dari proses manual yang tidak menentu menjadi digital dan stabil, serta uji Paired Sample T-test (thitung (7,87) > ttabel (2,05)), menolak H0. Kendala yang ditemukan meliputi kesalahan input data pengguna dan gangguan teknis sistem. Oleh karena itu, direkomendasikan pengembangan layanan, penyempurnaan infrastruktu, serta peningkatan kapasitas penggunadan petugas
Analisis Fishbone Diagram Pada Kerusakan Turbin Blade dan Dampaknya Pada Kinerja Turbocharger Main Engine di Kapal Km Sirimau Abhyasa, Ardian; Robbi, Shofa Dai; Gupron, Akhmad Kasan; Prawoto, Agus; Syahputra, Rama
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18644

Abstract

The turbocharger is a critical component in a ship's main engine system, enhancing combustion efficiency and engine performance by accelerating airflow into the cylinder combustion chamber. One of its key components is the turbine blade, which converts exhaust gas energy into mechanical energy to drive the compressor.This study aims to analyze damage to the turbine blade caused by exhaust valve rupture, where broken valve fragments enter the turbine side, negatively affecting turbocharger performance. The research employs a descriptive analysis method using fishbone analysis, with data collected from observations, logbooks, journals, manuals, documentation, and interviews.The findings indicate that the primary cause of turbine blade damage is foreign object ingestion (FOI), specifically fragments from a fractured exhaust valve in the main engine’s cylinder head. This fracture led to blade failure, significantly reducing the turbocharger’s efficiency. To maintain optimal main engine performance, strict adherence to the onboard manual book is strongly recommended.
Analisis Fishbone Diagram Dalam Penanganan Kerusakan Thermostat Sistem Pendingin Air Tawar Auxiliary Engine Kapal MV Meratus Payakumbuh Haryono, Aditya Dwi Putra; Imanto, Frenki; Gupron, Akhmad Kasan; Kristiyono, Antonius Edy; Nugroho, Azis; Gunarti, Monika Retno
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18919

Abstract

Auxiliary engine merupakan permesinan yang berperan menghasilkan energi listrik dari energi mekanik di atas kapal. Untuk beroperasi dengan optimal dan terhindar dari overheating, auxiliary engine didukung sirkulasi sistem pendingin yang prima. Salah satu komponen mesin pendingin adalah thermostat. thermostat berfungsi untuk mengontrol aliran air coolant menuju antara ke mesin kembali atau bagian heat exchanger. Kerusakan pada thermostat akan menimbulkan dampak besar bagi kinerja auxiliary engine.Penelitian ini membahas penyebab kerusaka, dampak serta langkah penanganan pada thermostat auxiliary engine nomor 3 di kapal MV Meratus Payakumbuh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan fishbone analysis. Proses pengambilan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan thermostat auxiliary engine disebabkan oleh faktor usia komponen thermostat dan berdampak pada tingginya suhu temperatur pada sistem pendingin air tawar mencapai 90°C. Penanganan kerusakan thermostat dilakukan dengan cara menukar sementara bagian thermostat yang ada pada auxiliary engine nomor 2 yang bertipe sama. Agar suhu temperatur pada sistem pendingin air tawar menjadi normal. Oleh karena itu, kebutuhan listrik di kapal tetap terjaga dan beroperasi dengan baik sampai ada perbaikan total. Langkah selanjutnya adalah perbaikan secara menyeluruh setelah persedian suku cadang tersedia.
Failure Mode and Effect Analysis Kebocoran Pipa Air Laut Pendingin LO Cooler Mesin Induk Kapal KMP Agung Samudera XVIII Sukron, Ainaya Alfatihah; Imanto, Frenki; Gupron, Akhmad Kasan; Kristiyono, Antonius Edy; Nugroho, Azis
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18934

Abstract

Mesin induk adalah penggerak utama dalam operasional kapal laut. Sistem pendingin merupakan salah satu sistem dalam mendukung kinerja mesin induk. Pentingnya peran sistem pendingin maka penelitian ini membahas tentang faktor penyebab kebocoran pada pipa air laut, menentukan dampak yang terjadi, serta rekomendasi penanganan yang dilakukan untuk mengatasi kebocoran. Pada karya tulis ilmiah ini Peneliti menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dalam mempermudah analisis data. Metode pengumpulan data yang Peneliti lakukan adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan kebocoran pada pipa LO Cooler ialah korosi karena air laut yang bersifat korosif. Dampak yang terjadi ialah menyebabkan kinerja pompa menjadi terganggu. Berdasarkan analisis FMEA didapatkan nilai teringgi untuk severity  adalah pompa sea water dengan point 4 , sedangkan occurance adalah pipa kapiler (tube) dengan nilai 4, dan detection adalah pompa sea water dengan nilai 5. Nilai risk priority number (RPN) paling tinggi adalah pompa sea water dengan hasil nilai 40. Oleh karena itu. Rekomendasi penanganan kebocoran pipa air laut adalah melakukan perawatan rutin dan ketersediaan suku cadang di atas kapal..
Analysis of BLDC Motor Speed Error with Fuzzy Logic Control in Static and Dynamic Tests of Trimaran Boats Pratama, Aar Mayza; Kurniawan, Edi; Gupron, Akhmad Kasan
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1392

Abstract

This study analyzes the speed error of Brushless DC (BLDC) motors using fuzzy logic control through static and dynamic tests on a trimaran prototype. The research method involved static validation of sensors, including photodiode, ACS758, and voltage divider, followed by dynamic tests in an artificial wave pool at set points ranging from 6000 to 10,000 RPM. The fuzzy logic controller was designed with error and change of error as input variables and PWM correction as output. The results indicate that validated sensors achieved an average error of less than 5%, ensuring reliable data for control input. In dynamic tests, fuzzy control reduced the average speed error compared to the open-loop system, with the most significant improvement observed at higher speeds. These findings demonstrate that fuzzy logic control enhances synchronization and stability of BLDC motors in marine environments, making it a promising approach for electric propulsion in multihull vessels such as trimarans.