Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN FeCl3 TERHADAP PERTUMBUHAN Chaetoceros calcitrans Cahya Laila Oktaviana Putri; I Insafitri; Indah Wahyuni Abida
Jurnal Kelautan Vol 2, No 1: April (2009)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v2i1.905

Abstract

Besi termasuk unsur yang esensial bagi makhluk hidup. Pada tumbuhan termasuk algae, besi berperan sebagai penyusun sitokrom dan klorofil. Selain itu, besi juga berperan dalam sistem enzim dan transfer elektron pada proses fotosintesis. Namun, belum diketahui konsentrasi yang tepat untuk pengunaannya oleh algae sehingga diperlukan penelitian yang dapat mengetahui konsentrasi pemakaian FeCl3 untuk perkembangan algae terutama untuk C. calcitrans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian FeCl3 terhadap kepadatan C. calcitran sehingga dapat mengetahui konsentrasi FeCl3 yang paling baik terhadap kepadatan C. calcitran. Serta untuk Mengetahui kepadatan C. calcitran berdasarkan hari. Penelitian ini diawali dengan menyetock C. calcitran hingga kepadatan 400 ribu sel/ml kemudian dilanjutkan dengan mengkultur C. calcitran pada toples yang telah dibuat sama parameternya kecuali pemberian FeCl3 sesuai dengan perlakuan. Untuk menganalisa pengaruh pemberian FeCl3 pada konsentrasi yang bebeda terhadap kepadatan C. calcitrans digunakan analisa sidik ragam (ANOVA) dua langkah dengan bantuan software SPSS 12 dan dilakukan uji lanjut Tukey (Multiple Comparisons) untuk melihat perlakuan yang berbeda dengan membandingkan berbagai hasil perlakuan. Pada konsentrasi FeCl3 0 mg/l berbeda nyata (P0,05) sedangkan konsentrai FeCl3 0,02 mg/l, 0,2  mg/l, 2 mg/l berbeda signifikan terhadap kepadatan C. calcitrans sehingga hanya konsentrasi FeCl3 0 mg/l yang mempengaruhi kepadatan C. calcitrans. Ini disebabkan karena pemberian konsentrasi terlalu sedikit dan selisih konsentrasi yang kecil sehingga tidak mempengaruhi kepadatan C. calcitrans. Sedangkan untuk hari  diperoleh hari ke-1 dan ke-7 merupakan hari yang signifikan terhadap kepadatan C. calcitrans.  Kata Kunci : Chaetoceros calcitrans, FeCl3 dan kepadatan
ANALISIS KONSENTRASI MERKURI (Hg) DAN CADMIUM (Cd) DI MUARA SUNGAI PORONG SEBAGAI AREA BUANGAN LIMBAH LUMPUR LAPINDO R Rachmawatie; Zainul Hidayah; Indah Wahyuni Abida
Jurnal Kelautan Vol 2, No 2: Oktober (2009)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v2i2.857

Abstract

Tujuan riset ini adalah untuk meneliti konsentrasi Merkuri ( Hg) dan Cadmium ( Cd) di  muara Sungai Porong serta menentukan tingkat pencemaran logam berat di area tersebut. Analisa statistic yang digunakan adalah  ANOVA  dan analisis regresi yang digunakan untuk menguji hubungan logam berat yang terdeteksi dengan parameter penunjang. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Cd telah melewati batasan normal di area muara. Disamping itu, Merkuri (Hg) tidak terdeteksi. Rata-Rata konsentrasi Cd dari 9 stasiun adalah 0,025 - 0,075 mg/liter. Hasil ANOVA menunjukkan rata-rata konsentrasi Cadmium (Cd) dari seluruh stasiun pengamatan  adalah berbeda nyata (p 0,05). Selanjutnya, analisis regresi menunjukkan bahwa model regresi dapat menjelaskan hubungan konsentrasi logam berat Cadmium (Cd) dengan beberapa parameter kualitas air  ( R2 70%). Kata Kunci :  Cadmium, Merkuri, muara Sungai Porong
STUDI KEPADATAN DAN POLA DISTRIBUSI CACING LUR (Nereis sp) DI PERAIRAN PESISIR KECAMATAN KWANYAR KABUPATEN BANGKALAN Akhmad Munairi; Indah Wahyuni Abida
Jurnal Kelautan Vol 5, No 1: April (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i1.936

Abstract

Nereis sp merupakan salah satu spesies cacing yang termasuk dalam polychaeta yang memiliki peran dalam perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan Nereis sp dan pola distribusi cacing lur (Nereis sp) di perairan pesisir Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Sampel Nereis sp diambil pada 5 stasiun berbeda sesuai dengan penggunaannya. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi surut menggunakan transek kuadrat berukuran 10 x 10 m2  dengan 4 plot pada setiap stasiun dengan transek berukuran 1x1 m2. Data dianalisa dengan analisa regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan cacing lur (Nereis sp) (dalam satuan individu/m2) pada stasiun I, II, III, IV dan V berturut-turut sebesar 19, 38, 49, 23, dan 42; dengan pola penyebaran cenderung seragam, kecuali pada stasiun I dengan pola berkelompok. Parameter kualitas air di perairan pesisir Kecamatan Kwanyar sudah optimal untuk kehidupan cacing lur (Nereis sp).Kata kunci: Nereis sp, Pesisir Kwanyar, Kepadatan, Distribusi
HUBUNGAN PANJANG BERAT LORJUK (Solen spp) DI PERAIRAN PESISIR PANTAI SELATAN PULAU MADURA Indah Wahyuni Abida; Eva Ari Wahyuni; Mahfud Efendy
Jurnal Kelautan Vol 7, No 1: April (2014)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v7i1.794

Abstract

Kerang pisau atau Lorjuk (Solen spp) merupakan komoditas unggulan dan mempunyai nilai ekonomis tinggi di wilayah pesisir selatan Pulau Madura, sehingga tingkat ekploitasinya tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat Lorjuk (Solen spp) pada daerah tangkapan perairan pesisir pantai selatan pulau Madura. Penelitian ini dilaksanakan di daerah penangkapan pada 4 Kabupaten di wilayah Pulau Madura dengan pengambilan sampel tiap bulan mulai Juli-Oktober 2013 dengan menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel secara random sampling dengan mengukur  panjang berat tiap Lorjuk sebanyak 150 ekor tiap lokasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat allometrik negatif dengan nilai b berkisar 0,269 – 2.305 dengan R2 sebesar 0,012-0,934. Perbedaan nilai konstanta dan koefisien determinasi ini dipengaruhi oleh besarnya penangkapan yang dilakukan oleh nelayan.Kata Kunci: Lorjuk, panjang berat,  Pantai Selatan Madura LENGTH-WEIGHT RELATIONSHIP OF LORJUK (Solen spp) IN THE COASTAL WATERS OF SOUTH BEACH OF MADURA ISLAND ABSTRACTKnife shellfish or Lorjuk (Solen spp) is a leading commodity and has high economic value in the coastal region south of the island of Madura, so that the high-level of exploitation. This study aims to determine the length-weight relationship of Lorjuk (Solen spp) in the catchment areas of coastal waters of south coast of the island of Madura. This research was conducted in the fishing area on the 4th District in Madura Island region with sampling every month starting from July to October, 2013 by using descriptive method. Random sampling was conducted by measuring the length-weight of each Lorjuk as much as 150 animals from each location. The results showed negative allometric length-weight relationship with the value of b ranges from 0.269 to 2305 with R2 of 0.012 to 0.934. The difference of the constant and the coefficient of determination is influenced by the amount of catch by fishermen.Keywords: length-weight, Lorjuk, South Beach Madura
KUALITAS MUTU BAHAN MENTAH DAN PRODUK AKHIR PADA UNIT PENGALENGAN IKAN SARDINE DI PT. KARYA MANUNGGAL PRIMA SUKSES MUNCAR BANYUWANGI Dyah Agustin Wulandari; Indah Wahyuni Abida; Akhmad Farid
Jurnal Kelautan Vol 2, No 1: April (2009)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v2i1.901

Abstract

Mutu ikan kaleng tergantung pada kesegaran bahan mentah, cara pengalengan, peralatan dan kecakapan serta pengetahuan pelaksana-pelaksana teknis, sanitasi dan higiene pabrik dan lingkungan.  Kesegaran bahan mentah sangat penting dalam industri perikanan.  Kesegaran adalah tolak ukur untuk membedakan ikan jelek dan bagus kualitasnya.  Bila kualitas bahan mentah bagus, maka produk yang dihasilkan juga bagus.  Untuk mengendalikan mutu produk yang dihasilkan perusahaan diperlukan suatu sistem yang terkendali dan dapat mengendalikan seluruh aktifitas yang mempengaruhi mutu produk. Khusus untuk produk perikanan lahirnya konsep HACCP mendorong negara-negara maju menerapkan sistem pengawasan mutu ini kepada produsen sebagai jaminan mutu produknya. Dari hasi studi pustaka dan penelitian serta pengamatan langsung pada PT. Karya Manunggal Prima Sukses Muncar,  ternyata diketahui bahwa mutu bahan baku dan produk akhir berupa ikan kaleng sardine saus tomat yang dihasilkan sesuai dengan standart mutu SNI 01-3548-1994.  Sedangkan penerapan konsepsi HACCP belum terlaksana dengan baik sehingga diperlukan perbaikan, baik GMP dan SSOP pada unit pengolahan.Kata kunci : Mutu ikan kaleng, HACCP.  The quality of a certain tinned-fish depends on several things; those are the freshness of raw materials, tinning technique, devices, knowledge, and capability of the technicians, sanitation and hygienist of the factory. The freshness of raw materials is important in fishery industries.  Freshness is one of indicators in determining fish quality. If raw materials are in good quality so that the product will be. To maintain quality of a product in certain factory, system that are able to control all of the elements affecting product quality, is absolutely needed. In fishery product, availability of HACCP, encourage the advanced-countries to apply a monitoring system of product quality to the producer as a kind of quality guarantee. From the study of certain literature, research, and also direct observation in PT Karya Manunggal Prima Sukses, Muncar, it is known that the quality of raw materials and the final product in a form tinned-sardine with tomato sauce, produced by this factory, is in accordance with quality standard of SNI 01-3548-1994, even though the application of HACCP concept still needs several corrections. This is also available for GMP and SSOP in the processing unit. Keywords : Quality of Tinned-fish, HACCP 
STRUKTUR KOMUNITAS DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN MUARA SUNGAI PORONG SIDOARJO Indah Wahyuni Abida
Jurnal Kelautan Vol 3, No 1: April (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i1.840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas dan kelimpahan fitoplankton dan faktor yang mempengaruhi di perairan muara sungai Porong Sidoarjo. Metode penelitian dilakukan dengan metode deskriptif yang bersifat ex post facto. Analisis sampel air dilakukan di Laboratorium Tanah dan Laboratorium Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Struktur komunitas fitoplankton yang ada di perairan muara Sungai Porong terdapat 2 kelas yaitu Bacillariophyceae (14 genera) dan Dinophyceae (2 genera) dengan kelimpahan berkisar antara 18.077 sel/L - 29.305 sel/L. Indeks Keanekaragaman menunjukkan kestabilan populasi rendah dengan indeks keseragaman yang rendah sehingga tidak ada dominansi species. Faktor yang mempengaruhi kelimpahan fitoplankton adalah tingkat kecerahan perairan yang rendah akibat tingginya bahan tersuspensi. Kata Kunci : Struktur Komunitas, Fitoplankton, Muara Sungai Porong 
EVALUASI PEMANFAATAN PELABUHAN KAMAL UNTUK WISATA BAHARI PASCA PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU MENGGUNAKAN PEMODELAN RAPFISH Firman Farid Muhsoni; Muhammad Zainuri; Indah Wahyuni Abida
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v11i1.8230

Abstract

Pasca pembangunan Jembatan Suramadu, Pelabuhan Kamal mengalami penurunan aktivitas secara drastis. Kondisi ini menyebabkan penurunan pendapatan masyarakat sebesar 98%. Pemerintah Kabupaten Bangkalan merencanakan untuk mengembangkan kawasan Pelabuhan Kamal sebagai alternatif penyeberangan dan wisata baharí. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keberlanjutan wisata bahari yang direncanakan tersebut, ditinjau dari dimensi ekologis, sosial, ekonomi, potensi sumber daya, hukum dan kelembagaan. Metode yang digunakan adalah Rapid Appraissal for Fisheries (RAPFISH), yang didasarkan pada teknik ordinasi menggunakan Multi-Dimensional Scaling (MDS). Data diambil dengan kuesioner yang digunakan untuk melakukan wawancara terhadap 43 responden yang melakukan aktivitas di Pelabuhan, yaitu wiraswata/pedagang 28 orang, pegawai pemerintah 4 orang dan penduduk 11 orang. Hasil analsis menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan untuk dimensi ekologi adalah 43,52, dimensi sumber daya 31,84, dimensi ekonomi 35,78, dan dimensi sosial 31,84 dan dikategorikan sebagai ‘kurang berkelanjutan’. Sementara itu, dimensi hukum dan kelembagaan mempunyai nilai 10,33 sehingga dikategorikan sebagai ‘tidak berkelanjutan’. Hasil ini menunjukkan bahwa semua dimensi memerlukan intervensi sehingga rencana pembangunan wisata bahari di Suramadu oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan dapat berlanjut. Dari hasil analisis leverage, diperoleh hasil bahwa intervensi direkomendasikan untuk diprioritaskan pada atribut ekologi, potensi sumber daya, ekonomi, sosial, hukum dan kelembagaan. Title: Evaluation of The Use of Kamal Port For Bahari Tourism Suramadu Bridge Using Rapfish ModelingAfter the construction of Suramadu Bridge, Kamal Port experienced a drastic decline in its activity. This condition caused a decrease in people’s income by up to 98%. The Bangkalan Regency Government has planned to develop the Kamal Port area as an alternative crossing and marine tourism. The study aimed to analyze the sustainability index of marine tourism plan at the Kamal Port based on ecological, social, economic, potential resource, legal, and institutional. The method used was Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) based on ordination technique using Multi-Dimensional Scaling (MDS). Data were collected thorugh questionnaired interviews with 43 relevant respondents at the port, namely 28 entrepreneurs/traders, 4 government officials, and 11 residents. Result of the analysis showed that the sustainability index of ecological dimension was 43.52, resources 31.84, economy 35.78, social 31.84, all of which fell into the less sustainable category. Meanwhile, the legal and institutional dimensions have a value of 10.33, all of which were categorized as ‘unsustainable’. These results suggest further intervention on all dimension for the continuity of the marine tourism plan in Suramadu. Based on the leverage analysis, it is recommended to prioritize intervention on ecological, resource potential, economic, social, legal, and institutional attributes.
PENGARUH PEMBUANGAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PEMBEKUAN UDANG TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DI KABUPATEN SIDOARJO Qonita Nadia Komalasari; Indah Wahyuni Abida
Juvenil Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i3.11753

Abstract

ABSTRAKKota Sidoarjo terkenal dengan industri udang baik pembekuan ataupun pengolahan lainnya. Industri pembekuan udang pada umumnya menghasilkan limbah cair yang memiliki kandungan parameter seperti pH, COD (Chemical Oxygen Demand), BOD (Biological Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), minyak dan lemak yang tinggi sehingga dapat mencemari lingkungan khususnya sungai, apabila tidak diolah dengan baik sebelum dibuang ke badan perairan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi kualitas air limbah industri pembekuan udang yang dibuang ke perairan sungai dan menganalisis nilai indeks pencemaran Sungai di Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian dilakukan dengan mengambil sampel di badan sungai yang terdapat pembuangan limbah pembekuan udang dan pada outlet limbah cair pembekuan udang.  Sampel yang terambil dilakukan pengukuran parameter COD, BOD, Ammonia, TSS, minyak dan lemak, pH, DO, dan suhu. Kemudian menganalisis indeks mutu pencemaran pada sungai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair industri pembekuan udang berpengaruh pada parameter COD, pH, DO, dan suhu, sedangkan untuk nilai indeks pencemaran pada sungai yang terdapat limbah pembekuan udang masuk dalam kategori tercemar berat.Kata Kunci: Pembekuan udang, Indeks pencemaran, limbah cair industryABSTRACTThe city of Sidoarjo is famous for its shrimp industry, both freezing and other processing. The shrimp freezing industry generally produces liquid waste that contains parameters such as pH, COD (Chemical Oxygen Demand), BOD (Biological Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), high oil and fat so that it can pollute the environment, especially rivers, if not properly treated before being discharged into water bodies. The purpose of this study was to identify the quality of the shrimp freezing industrial wastewater discharged into river waters and to analyze the river pollution index value in Sidoarjo Regency. The research method is carried out by taking samples in the river body where there is shrimp freezing waste disposal and at the outlet of shrimp freezing liquid waste. The samples taken were measured for parameters COD, BOD, Ammonia, TSS, oils and fats, pH, DO, and temperature. Then analyze the quality index of pollution in rivers based on the Decree of the State Minister of the Environment No. 115 of 2003. The results showed that the liquid waste of the shrimp freezing industry had an effect on the parameters of COD, pH, DO, and temperature, while the pollution index value in the river that contained shrimp freezing waste was in the heavily polluted category.Keywords: Cold storage industry, pollution index, industrial wastewater
KAJIAN KUALITAS AIR DAN KUALITAS DAGING IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA PERLAKUAN YANG BERBEDA DENGAN DAN TANPA PEMBERIAN PROBIOTIK Wahyu Rehabdian Rengga Ariwinata; Abdus Salam Junaedi; Indah Wahyuni Abida
Juvenil Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i3.11768

Abstract

ABSTRAKSalah satu ikan yang digemari dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah ikan nila. Keberhasilan budidaya ikan nila terkait dengan menjaga kesehatan lingkungan dan penambahan probiotik untuk memaksimalkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila. Probiotik digunakan untuk menjaga kualitas air tambak atau, mencegah, dan mengatasi serangan penyakit pada ikan, serta meningkatkan produktivitas ikan sehingga dapat dipanen dengan cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bakteri, jumlah koloni bakteri, jumlah TPC pada sampel air tambak ikan nila (Oreochromis niloticus) serta mengetahui tumbuhnya bakteri Ecoli pada sampel daging ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga Desember 2020. Kegiatan yang dilakukan meliputi isolasi bakteri dari sampel air tambak budidaya dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan teknik cawan tuang (pour plate). Selain itu, juga mengisolasi bakteri E.coli dari sampel ikan nila yang berasal dari tambak budidaya menggunakan metode yang sama dengan teknik cawan gores (streak plate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bakteri heterotrof di tambak penelitian A ditemukan sebanyak 10 jenis bakteri. Pada perlakuan B ditemukan sebanyak 11 jenis bakteri, sementara itu untuk perlakuan C ditemukan sebanyak 11 jenis bakteri, dan pada perlakuan D ditemukan 10 jenis bakteri. Jumlah koloni bakteri pada perlakuan A diperoleh sekitar 31,5-383,5; pada perlakuan B diperoleh sekitar 22-415; pada perlakuan C diperoleh sekitar 10-476,3; dan pada perlakuan D sekitar 4-710. Nilai log TPC log (CFU/ml) memiliki nilai yang berbeda dari setiap pengenceran dan perlakuan. Pada perlakuan A, B, C, dan D tidak ditemukan adanya bakteri E.coli pada daging ikan nila (Oreochromis niloticus). Hal yang perlu dilakukan adalah identifikasi bakteri lebih lanjut lagi untuk mengetahui spesies bakteri yang telah ditemukan sehingga dapat bermanfaat untuk tambak budidaya. Kata Kunci: Probiotik, TPC, Oreochromis niloticus, Escherichia coli.ABSTRACTOne of the fish that is favored and consumed by the people of Indonesia is tilapia. The success of tilapia cultivation is related to maintaining environmental health and the addition of probiotics to maximize the growth and survival rate of tilapia. Probiotics are used to maintain the quality of pond water or, prevent, and overcome disease attacks on fish, as well as increase fish productivity so that it can be harvested quickly. The purpose of this study was to determine the type of bacteria, the number of bacterial colonies, the number of TPC in tilapia pond water samples (Oreochromis niloticus) and to determine the growth of Ecoli bacteria in tilapia meat samples (Oreochromis niloticus). This research was conducted from September to December 2020. The activities carried out included the isolation of bacteria from aquaculture pond water samples using the Total Plate Count (TPC) method with the pour plate technique. In addition, it also isolated E.coli bacteria from tilapia samples from aquaculture ponds using the same method as the streak plate technique. The results showed that there were 10 types of heterotrophic bacteria in research pond A. In treatment B, 11 types of bacteria were found, meanwhile for treatment C, 11 types of bacteria were found, and in treatment D, 10 types of bacteria were found. The number of bacterial colonies in treatment A was obtained around 31.5-383.5; in treatment B obtained about 22-415; in treatment C obtained about 10-476.3; and in treatment D around 4-710. The TPC log value (CFU/ml) has a different value for each dilution and treatment. In treatments A, B, C, and D, no E. coli bacteria were found in the flesh of tilapia (Oreochromis niloticus). What needs to be done is further identification of bacteria to determine the bacterial species that have been found so that they can be useful for aquaculture ponds.Keywords: Probiotics, TPC, Oreochromis niloticus, Escherichia coli.
Nilai Total Plate Count (TPC) Dan Jumlah Jenis Bakteri Air Limbah Cucian Garam (Bittern) Dari Tambak Garam Desa Banyuajuh Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan Nur Hamida Laili; Indah Wahyuni Abida; Abdus Salam Junaedi
Juvenil Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i1.15075

Abstract

ABSTRAKAir limbah cucian garam (Bittern) mengandung berbagai macam mineral dan mikroorganisme halofilik. Keberadaan mikroba indigenous yang ada pada air limbah cucian garam belum banyak digali potensinya baik dari jumlah maupun jenisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Total Plate Count (TPC) dan jumlah isolat mikroba dari air limbah cucian garam (Bittern) yang berasal dari tambak garam Desa Banyuajuh, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling, dimana sampel bittern di ambil dari tambak garam desa Banyuajuh, Kec. Kamal dengan melakukan pengukuran salinitasnya terlebih dahulu. Metode penghitungan nilai total bakteri menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dan untuk identifikasi bakteri dilakukan isolasi bakteri heterotroph pada media TSA. Hasil penghitungan TPC didapatkan pada seri pengenceran 10-5 yaitu 416 CFU/ mL, sementara pada seri pengenceran 10-6 didapatkan sebesar 157 CFU/ mL, dan seri pengenceran 10-7 didapatkan sebesar 114 CFU/ mL.Sedangkan hasil isolasi didapatkan 10 isolat jenis bakteri Bittern.Kata Kunci: Bakteri Halofilik, Limbah Cucian Garam (Bittern), Total Plate Count (TPC)ABSTRACTSalt washing wastewater (Bittern) contains a wide variety of minerals and halophilic microorganisms. The existence of indigenous microbes in salt washing wastewater has not been explored for its potential, both in terms of number and type. This study aims to determine the value of Total Plate Count (TPC) and the number of microbial isolates from salt washing wastewater (Bittern) originating from the salt ponds of Banyuajuh Village, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan. This research was conducted by purposive sampling method, where bittern samples were taken from the salt ponds of Banyuajuh village, Kec. Kamal by measuring the salinity first. The method of calculating the total value of bacteria using the Total Plate Count (TPC) method and for bacterial identification, heterotroph bacteria were isolated on TSA media. The results of the TPC calculation were obtained in the 10-5 dilution series, namely 416 CFU/mL, while the 10-6 dilution series obtained 157 CFU/mL, and the 10-7 dilution series obtained 114 CFU/mL. While the isolation results obtained 10 isolates. Bittern bacteria. Keywords: Halophilic Bacteria, Salt Laundry Waste (Bittern), Total Plate Count (TPC)
Co-Authors Abdus Salam Junaedi Aditya Januar Putera Afifa, Fitria Hersiana Ainnun Innaya Ainnun Innaya Akhmad Farid Akhmad Munairi Amalia Khofifah Anggraeni, Vita Ani Setiawati Apri Arisandi Aries Dwi Siswanto Asmaul Khusna Cahya Laila Oktaviana Putri Chandra , Adyos Bobby Chandra, Adyos Bobby Dyah Agustin Wulandari Dyah Ayu Sulistyo Rini Endang Tri Wahyurini Eva Ari Wahyuni Faizin, Muhammad Sahrul Farah Gustia Jana Fareza Nabila Dhea Fatma Putri Febi Ayu Pramithasari Firman Farid Muhsoni Fitria Hersiana Afifa Fitria Hersiana Afifa Hafiludin, Hafiludin Hardoko Hardoko Haryo Triajie Haryo Triajie Haryo Triajie, Haryo Ilham Ainalyaqin, Muhammad Innaya, Ainnun Insafitri, I Jabbar, Faris Abdul Karsa, Ananta Putra Khalifa, Elma Nor Kristin Natalia Ambat Laela, Maulida Nur Laksani, Mertiara Ratih Terry M. Sholeh Mahfud Efendy Marzuki Musyaffak Meria Zakiyah Alfisuma Mertiara Ratih Terry Laksani Moh Ismail Muhammad Zainuri Ningsih, Anita Wahyu Nisrina Nisrina Novi Indriyawati Nur Fitria, Shinta Nur Hamida Laili Nurdini, Jihannuma Adibiah Pramithasari, Febi Ayu Putri, Fareza Nabila Dhea Fatma Qonita Nadia Komalasari R Rachmawatie R Riyantono Rahman Rahman Rena Maherlina Rizka Rahmana Putri Rohmah, Silfi Maulidatur Shobikhuliatul Jannah Juanda Sri Andayani Susi Dwi Widyaningsih Taufik Budhi Pramono Wahyu Rehabdian Rengga Ariwinata Wati, Tarisa Sholikha Wayan Jajhang Bustaman Y Yunus Y Yunus Yanuhar, Uun Yogi Eko Prasetyo Yogi N, Duwi Karisma Yuhardi, Erick Zainul Hidayah Zakiyah, Fitriyatuz