Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Identifikasi Mikroplastik Pada Air, Sedimen, dan Bivalvia di Hilir Sungai Brantas Rohmah, Silfi Maulidatur; Karsa, Ananta Putra; Chandra , Adyos Bobby; Abida, Indah Wahyuni
Environmental Pollution Journal Vol. 2 No. 2: July 2022
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v2i2.58

Abstract

Aktivitas domestik manusia yang beragam cenderung mengakibatkan penurunan kualitas air sungai. Diantara beragaman aktivitas domestik yang dapat menurunkan kualitas air sungai adalah pembuangan limbah plastik yang dalam waktu lama dapat terfragmentasi menjadi mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mikroplastik pada air, sedimen, dan bivalvia di Sungai Brantas. Lokasi pengambilan sampel dilakukan di 9 titik di hilir Sungai Brantas. Preparasi sampel sedimen menggunakan NaCl sedangkan sampel air dan bivalvia menggunakan Fe2SO4 dan H2O2. Mikroplastik yang ditemukan pada air mencapai 90-568 partikel/m³. Mikroplastik yang ditemukan pada sedimen mencapai 62-98 partikel/50 gram. Mikroplastik yang ditemukan pada bivalvia mencapai 17-33 partikel/ind. Adapun mikroplastik yang paling banyak ditemukan yaitu jenis fiber.
Korelasi Kandungan Oksigen Terlarut dan pH terhadap Keanekaragaman Plankton di Sungai Kalidami Kota Surabaya Ilham Ainalyaqin, Muhammad; Indah Wahyuni Abida
Environmental Pollution Journal Vol. 4 No. 1: April 2024
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v4i1.171

Abstract

Sungai Kalidami mengalami pencemaran limbah rumah tangga berupa limbah busa yang menyebabkan keresahan pada masyarakat sekitar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman plankton di Sungai Kalidami dan pengaruh oksigen terlarut (DO) dan pH terhadap keanekaragaman plankton. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel menggunakan plankton net dan DO yang diukur menggunakan alat water quality checker. Keanekaragaman plankton dijelaskan secara deskriptif, sedangkan untuk mengetahui korelasi digunakan uji korelasi  menggunakan software SPSS 25. Hasil penelitian menemukan 35 genus dan 15 kelas plankton  dengan jumlah kelas terbanyak yaitu Bacillariophyceae. Keanekaragaman tertinggi ada pada titik IV sedangkan yang tergolong keanekaragaman terendah pada stasiun II. Hasil analisis korelasi berganda menunjukkan DO berkorelasi negatif terhadap keanekaragaman, sedangkan pH berkorelasi positif terhadap keanekaragaman plankton di Sungai Kalidami, Kota Surabaya. Masyarakat diharapkan sebelum membuang limbah ke sungai perlu melakukan pengolahan limbah terlebih dahulu seperti menggunakan metode kolam oksidasi dengan memanfaatkan oksigen, bakteri, alga dan sinar matahari untuk membersihkan air limbah secara alami.
Inventarisasi Teripang pada Perairan Socah Bangkalan, Madura: Inventory of Sea Cucumbers in the Socah Waters of Bangkalan, Madura Ainnun Innaya; Rizka Rahmana Putri; Indah Wahyuni Abida
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 8 No. 2 (2024): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2024.008.02.13

Abstract

Perairan Socah merupakan perairan yang kaya akan biota laut, yang berasal dari kolom air hingga dasar perairan. Biota yang ditemukan di perairan ini salah satunya dari Filum Echinodermata yaitu teripang atau yang biasa disebut dengan timun laut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis spesies teripang pada Perairan Socah dengan cara mengidentifikasi morfologi, anatomi, dan bentuk spikula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling berdasarkan informasi yang diperoleh dari nelayan setempat mengenai titik lokasi pada Perairan Socah yang banyak ditemukan teripang. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah sebagai informasi awal mengenai biodiversitas teripang di Perairan Socah, Bangkalan Madura. Hasil menujukkan bahwa ada lima jenis teripang yang ditemukan di Perairan Socah yaitu jenis Colochirus quadrangularis dengan bentuk spikula tables, Phyllophorus sp. dengan bentuk spikula tables, Phyllophorella spiculata dengan bentuk spikula barbed wire rod, Acaudina leucoprocta dengan bentuk spikula tipe C-shaped spiracle, dan Paracaudina australis dengan bentuk spikula tipe C- shaped spiracle. Parameter kualitas air yang diukur antara lain suhu, DO, pH, salinitas, kecerahan, dan kedalaman. Hasil kualitas air yang diperoleh adalah suhu sebesar 29,73º, DO 6,12 mg/L, salinitas 26 ppt, pH 7,65, kecerahan 55,3 cm, dan kedalaman 106 cm. Pengamatan plankton air sebagai makanan teripang menggunakan mikroskop dengan perbesaran 10× didapatkan beberapa jenis fitoplankton dan zooplankton antara lain Skeletonema costatum, Synedra sp., Pinnularia sp., Biddulphia sp., Barnacles larvae, Daphnia sp., Rhizosolenia styliformis, Nitzschia sp., Pseudo-nitzschia sp., dan Diatom coscinodiscus.   Socah waters are waters that are rich in marine biota, which comes from the water column to the bottom of the waters. One of the biota found in these waters is from the Phylum Echinodermata, namely sea cucumbers or what are usually called sea cucumbers. This research was conducted to determine the types of sea cucumber species in Socah Waters by identifying the morphology, anatomy and shape of spicules. The method used in this research is descriptive qualitative with a random sampling technique based on information obtained from local fishermen regarding location points in Socah Waters where sea cucumbers are often found. The purpose of this research is to provide initial information regarding sea cucumber biodiversity in Socah Waters, Bangkalan Madura. The results show that there are five types of sea cucumbers found in Socah waters, namely the Colochirus quadrangularis type with spicule tables, Phyllophorus sp. with a tables spicule shape, Phyllophorella spiculata with a barbed wire rod spicule shape, Acaudina leucoprocta with a C-shaped spiracle type spicule shape, and Paracaudina australis with a C-shaped spiracle type spicule shape. Water quality parameters measured include temperature, DO, pH, salinity, brightness and depth. The water quality results obtained were a temperature of 29.73º, DO 6.12 mg/L, salinity 26 ppt, pH 7.65, brightness 55.3 cm, and depth 106 cm. Observing water plankton as food for sea cucumbers using a microscope with 10× magnification, several types of phytoplankton and zooplankton were found, including Skeletonema costatum, Synedra sp., Pinnularia sp., Biddulphia sp., Barnacles larvae, Daphnia sp., Rhizosolenia styliformis, Nitzschia sp., Pseudo -nitzschia sp., and Diatom coscinodiscus.
Strategy adaptif pengelolaan sumber daya perairan berkelanjutan di tengah perubahan iklim Jabbar, Faris Abdul; Setiawati, Ani; Laela, Maulida Nur; Pramono, Taufik Budhi; Abida, Indah Wahyuni
MAIYAH Vol 2 No 4 (2023): Maiyah : Vol. 2 No. 4 Desember 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.4.10665

Abstract

Fenomena terjadinya perubahan iklim di dunia merupakan sebuah keniscayaan. Akibat perubahan iklim tentunya akan berdampak besar pada pengelolaan sektor perikanan baik budidaya maupun tangkap. Kajian pengelolaan sumberdaya perairan akibat dampak perubahan iklim menjadi tujuan dalam penelitian ini. Metode penelitian yang diterapkan yaitu deskriptif kualitatif menelusuri kepustakaan dan menganalisis dengan menggunakan teknik pengumpulan data. Strategi adaptasi nelayan berupa transfer iptek/sosialisasi tentang perubahan iklim dan dampaknya, inovasi teknologi budidaya berupa smart aquaculture dan alat tangkap berupa pemanfaatan sistem informasi penangkapan, dan mengatur pemberian izin kepada perusahaan perikanan atau daerah penangkapan ikan dengan sebaik-baiknya.
Community Empowerment for the Society at Bringsang Village, Gili Genting in Utilizing Mangrove Coffee (Rhizophore Stylosa) Commodities Chandra, Adyos Bobby; Yogi N, Duwi Karisma; Abida, Indah Wahyuni; Alfisuma, Meria Zakiyah; Zakiyah, Fitriyatuz
Keris: Journal of Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2024): KERIS: Journal of Community Engagement
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/keris.v4i2.1114

Abstract

The potential of the mangrove forest ecosystem along Bringsang Village, Gili Genting District, Sumenep Regency's coast has not been optimally utilized. Therefore, this community engagement has a purpose to give training how to make mangrove coffee. This engagement was conducted at the Bringsang Village Hall on October 21, 2023, with 15 participants, including local residents and village officials. The Rhizophora stylosa mangrove species is one of the important commodities that can be presented as mangrove coffee. This community engagement activity aims to increase knowledge and train the community in making mangrove coffee. The method used is the practice of making mangrove coffee and interviewing the residents of Bringsang Village, Gili Genting. The result of the activity is a procedure for processing Rhizophora stylosa mangrove fruit into coffee powder. Mangrove coffee is priced at IDR 5,000 per pack. The community and village officials were very enthusiastic about the training in making Bringsang Village's signature mangrove coffee.
Pemecahan Masalah Dalam Budidaya Kepiting dan Pelatihan Produksi Kepiting Karapas Lunak di Desa Kamal Bangkalan Madura Putri, Rizka Rahmana; Triajie, Haryo; Abida, Indah Wahyuni; Zainuri, Muhammad; Hafiludin, Hafiludin; Farid, Akhmad; Muhsoni, Firman Farid; Chandra, Adyos Bobby; Junaedi, Abdus Salam; Sholeh, M.; Laksani, Mertiara Ratih Terry; Pramithasari, Febi Ayu; Afifa, Fitria Hersiana; Wati, Tarisa Sholikha; Nisrina, Nisrina; Rahman, Rahman; Faizin, Muhammad Sahrul
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 10, No 2: Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v10i2.22371

Abstract

Soft-shell crabs are a type of crab harvested after molting or shedding their old shells. Soft-shell crabs are known for their high market value, both in domestic and international markets. Technological advancements in crab farming include the mangrove crab mutilation system to produce soft-shell crabs (soka). However, many communities still lack an understanding of this technology. The mutilation technology is known to provide benefits, so we conducted a community outreach program to impart knowledge about the molting process in crabs and provide training on how to mutilate crabs in Kamal Village. Additionally, in the crab farming process, there are issues related to water quality management and feeding. The outreach program also aims to provide solutions to these problems. The method employed is the Adult Learning Approach, which is carried out through participatory lectures and interactive discussions. Meanwhile, the crab mutilation training is conducted using the Demonstration and Example Method, where participants practice the crab mutilation process after receiving demonstrations from the facilitators. The molting process and the sustainability of the outreach program are continued with ongoing mentoring until desired outcomes are achieved.
Biodiversitas Gastropoda Berdasarkan Tipe Sedimen Pada Kawasan Ekosistem Mangrove Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan Farah Gustia Jana; Fitria Hersiana Afifa; Haryo Triajie; Indah Wahyuni Abida; Febi Ayu Pramithasari
Juvenil Vol 5, No 4: November 2024
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i4.26537

Abstract

ABSTRACTLokasi penelitian merupakan daerah muara dan termasuk wilayah ekosistem mangrove yang terdapat pertambakan, dengan luas kawasan ekosistem mangrove Kecamatan Socah mencapai 92.00 ha. Gastropoda sebagai kelompok organisme fakultatif yang dapat bertahan pada kisaran perubahan lingkungan yang tidak terlalu lebar, sehingga perubahan lingkungan perairan dan tipe sedimen tentu sangat berpengaruh terhadap keragaman dan komposisi populasi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data primer dan sekunder. Stasiun pertama dan kedua ditemukan mangrove berjenis Rhizophora mucronata dan Avicennia alba, sedangkan pada stasiun ketiga ditemukan mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata, Avicennia alba dan Avicennia marina. Didapatkan 9 famili gastropoda dengan nilai kelimpahan tertinggi selama penelitian diperoleh pada stasiun 2 yaitu spesies Cerithidea cingulata sebesar 42 ind/m2 dan secara keseluruhan spesies ini kelimpahannya paling banyak dari spesies lainnya yaitu sebanyak 110.3 ind/m2. Hasil analisis tipe sedimen dengan menggunakan metode kering pada semua stasiun menunjukkan bahwa tipe sedimen tergolong sand (pasir). Tipe sedimen mud dan parameter kualitas air sangat berpengaruh bagi kelimpahan gastropoda karena saling berkorelasi. Jenis substrat adalah faktor utama yang mengontrol distribusi makrozoobhentos dan penyebaran gastropoda erat sekali hubungannya dengan kondisi perairan dimana organisme ini ditemukan.Kata kunci: Biodiversitas, Gastropoda, Mangrove, Sedimen,SocahKata kunci: Biodiversitas, Gastropoda, Mangrove, Sedimen,SocahABSTRACTThe research location is an estuary area and includes a mangrove ecosystem area with aquaculture, with the area of the Socah District mangrove ecosystem reaching 92.00 ha. Gastropods as a group of facultative organisms that can survive in a range of environmental changes that are not too wide, so that changes in the aquatic environment and sediment types certainly greatly affect the diversity and composition of the population. This research method uses a quantitative descriptive method with primary and secondary data collection. The first and second stations found mangroves of the Rhizophora mucronata and Avicennia alba types, while at the third station found mangroves of the Rhizophora mucronata, Avicennia alba and Avicennia marina types. 9 gastropod families were obtained with the highest abundance values during the study obtained at station 2, namely the Cerithidea cingulata species of 42 ind/m2 and overall this species has the highest abundance of other species, namely 110.3 ind/m2. The results of the sediment type analysis using the dry method at all stations showed that the sediment type was classified as sand. The types of mud sediment and water quality parameters greatly influence the abundance of gastropods because they are correlated. Substrate type is the main factor that controls the distribution of macrozoobhenthos and the distribution of gastropods is closely related to the water conditions where these organisms are found.Key words: Biodiversity, Mangrove, Gastropods, Sediment, Socah
Pelatihan Pembuatan Dimsum Ikan Lele (Clarias Sp.) di Lingkungan Pondok Pesantren Kabupaten Bangkalan Khalifa, Elma Nor; Ningsih, Anita Wahyu; Putri, Rizka Rahmana; Abida, Indah Wahyuni; Yuhardi, Erick
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i2.16308

Abstract

Pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Bangkalan masih bersifat tradisional karena dilakukan berdasarkan kebiasaan secara turun-menurun. Umumnya produk yang dihasilkan terbatas pada ikan asin atau ikan asap, belum ada pengolahan dengan menerapkan diversifikasi produk perikanan. Dimsum ikan merupakan salah satu produk perikanan dari olahan daging ikan yang digiling halus dan dicampur dengan bahan pengikat, dengan menambahkan bahan dari sayuran untuk dapat melengkapi nilai gizi dimsum serta diberi bumbu dan dikukus kemudian dibentuk menggunakan kulit dimsum menjadi bentuk tertentu selanjutnya dilakukan pengukusan. Tujuan dari pengolahan hasil perikanan yaitu dapat memberikan nilai tambah pada produk perikanan yang dihasilkan oleh para pembudidaya di Kelurahan Kemayoran serta dapat membuka bisnis baru yang dapat meraup keuntungan lebih banyak. Metode yang digunakan meliputi diskusi dengan para santri, tanya jawab serta praktik pembuatan dimsum ikan lele. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yakni para santri sangat memahami pentingnya mengkonusmsi ikan dan dapat memanfaatkan hasil perikanan yang melimpah untuk dapat diolah menjadi produk yang lebih beraneka ragam seperti dimsum ikan. Dimsum ikan secara umum dapat dibuat dari berbagai macam jenis ikan atau hasil perikanan dengan syarat dagingnya mudah didapat dan diambil.
Eksplorasi Keanekaragaman Spesies Kerang (Bivalvia) di Wilayah Pesisir Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur Putri, Rizka Rahmana; Innaya, Ainnun; Putri, Fareza Nabila Dhea Fatma; Abida, Indah Wahyuni; Pramithasari, Febi Ayu; Nurdini, Jihannuma Adibiah
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.30147

Abstract

ABSTRAKPerairan pesisir Socah, Kabupaten Bangkalan, merupakan wilayah yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi, khususnya kelompok kerang (Bivalvia). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi jenis-jenis kerang yang ditemukan di wilayah tersebut sebagai dasar pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode random sampling, kemudian spesimen diidentifikasi berdasarkan morfologi, morfometrik, serta pencocokan data dengan sumber ilmiah dan database biodiversitas seperti World Register of Marine Species (WoRMS) dan Global Biodiversity Information Facility (GBIF). Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 12 jenis kerang berdasarkan nomenklatur lokal, di antaranya kerang kampak (Atrina pectinata), kerang hijau (Perna viridis), kerang kepah/kerang putih/kerang tahu (Meretrix meretrix), kerang darah (Anadara granosa), kerang kipas (Mimachlamys varia), kerang batik (Paratapes undulatus), kerang cokelat (Meretrix lusoria), kerang kor-kor (genus Anadara), kerang tiram/tiram Pasifik (Crassostrea gigas), kerang putih tipis dan kerang licin yang sama-sama termasuk dalam genus Dosinia, kerang iris (Pharus legumen). Beberapa spesies yang memiliki kemiripan morfologi (cryptic species) disarankan untuk dianalisis lebih lanjut secara molekuler. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan suhu 29,5°C, pH 7,7, DO 5,5 mg/l, dan salinitas 28 ppt, semuanya berada dalam kisaran optimal untuk kehidupan kerang. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya dokumentasi dan identifikasi awal keanekaragaman kerang secara ilmiah sebagai langkah awal konservasi dan pemanfaatan sumber daya pesisir yang berkelanjutan, serta kami menekankan perlunya revisi taksonomi dan praktik taksonomi yang menggabungkan data molekuler dan morfologi.Kata kunci: biodiversitas, cryptic species, identifikasi morfologi, inventarisasi, kerangABSTRACTThe coastal waters of Socah, Bangkalan Regency, are an area with high biodiversity potential, particularly among bivalve mollusks (Bivalvia). This study aims to inventory the bivalve species found in the area as a foundation for sustainable marine resource management. Sampling was conducted using a random sampling method, and specimens were subsequently identified based on morphological and morphometric characteristics, as well as by cross-referencing scientific literature and biodiversity databases such as World Register of Marine Species (WoRMS) and Global Biodiversity Information Facility (GBIF). The identification results revealed 12 species of bivalves based on local nomenclature, including Atrina pectinata (commonly known as kampak clam), Perna viridis (green mussel), Anadara granosa (blood cockle), among others. Some species with similar morphological features (cryptic species) are recommended for further molecular analysis. Water quality measurements showed a temperature of 29.5°C, pH of 7.7, dissolved oxygen (DO) of 5.5 mg/l, and salinity of 28 ppt, all within the optimal range for bivalve life. This study underscores the importance of scientific documentation and initial identification of shellfish biodiversity as a foundational step toward conservation and the sustainable use of coastal resources. Furthermore, we emphasize the need for taxonomic revision and practices that integrate both molecular and morphological data.Keywords: biodiversity, bivalves, cryptic species, inventory, morphological identification
Community Empowerment for the Society at Bringsang Village, Gili Genting in Utilizing Mangrove Coffee (Rhizophore Stylosa) Commodities Chandra, Adyos Bobby; Yogi N, Duwi Karisma; Abida, Indah Wahyuni; Alfisuma, Meria Zakiyah; Zakiyah, Fitriyatuz
Keris: Journal of Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2024): KERIS: Journal of Community Engagement
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/keris.v4i2.1114

Abstract

The potential of the mangrove forest ecosystem along Bringsang Village, Gili Genting District, Sumenep Regency's coast has not been optimally utilized. Therefore, this community engagement has a purpose to give training how to make mangrove coffee. This engagement was conducted at the Bringsang Village Hall on October 21, 2023, with 15 participants, including local residents and village officials. The Rhizophora stylosa mangrove species is one of the important commodities that can be presented as mangrove coffee. This community engagement activity aims to increase knowledge and train the community in making mangrove coffee. The method used is the practice of making mangrove coffee and interviewing the residents of Bringsang Village, Gili Genting. The result of the activity is a procedure for processing Rhizophora stylosa mangrove fruit into coffee powder. Mangrove coffee is priced at IDR 5,000 per pack. The community and village officials were very enthusiastic about the training in making Bringsang Village's signature mangrove coffee.
Co-Authors Abdus Salam Junaedi Aditya Januar Putera Afifa, Fitria Hersiana Ainnun Innaya Ainnun Innaya Akhmad Farid Akhmad Munairi Amalia Khofifah Anggraeni, Vita Ani Setiawati Apri Arisandi Aries Dwi Siswanto Asmaul Khusna Cahya Laila Oktaviana Putri Chandra , Adyos Bobby Chandra, Adyos Bobby Dyah Agustin Wulandari Dyah Ayu Sulistyo Rini Endang Tri Wahyurini Eva Ari Wahyuni Faizin, Muhammad Sahrul Farah Gustia Jana Fareza Nabila Dhea Fatma Putri Febi Ayu Pramithasari Firman Farid Muhsoni Fitria Hersiana Afifa Fitria Hersiana Afifa Hafiludin, Hafiludin Hardoko Hardoko Haryo Triajie Haryo Triajie Haryo Triajie, Haryo Ilham Ainalyaqin, Muhammad Innaya, Ainnun Insafitri, I Jabbar, Faris Abdul Karsa, Ananta Putra Khalifa, Elma Nor Kristin Natalia Ambat Laela, Maulida Nur Laksani, Mertiara Ratih Terry M. Sholeh Mahfud Efendy Marzuki Musyaffak Meria Zakiyah Alfisuma Mertiara Ratih Terry Laksani Moh Ismail Muhammad Zainuri Ningsih, Anita Wahyu Nisrina Nisrina Novi Indriyawati Nur Fitria, Shinta Nur Hamida Laili Nurdini, Jihannuma Adibiah Pramithasari, Febi Ayu Putri, Fareza Nabila Dhea Fatma Qonita Nadia Komalasari R Rachmawatie R Riyantono Rahman Rahman Rena Maherlina Rizka Rahmana Putri Rohmah, Silfi Maulidatur Shobikhuliatul Jannah Juanda Sri Andayani Susi Dwi Widyaningsih Taufik Budhi Pramono Wahyu Rehabdian Rengga Ariwinata Wati, Tarisa Sholikha Wayan Jajhang Bustaman Y Yunus Y Yunus Yanuhar, Uun Yogi Eko Prasetyo Yogi N, Duwi Karisma Yuhardi, Erick Zainul Hidayah Zakiyah, Fitriyatuz