Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : FKIP e-PROCEEDING

NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM PERTUNJUKAN WAYANG TOPENG SRI KRESNA (STUDI KASUS: DESA LUMUTAN, KECAMATAN BOTOLINGGO, KABUPATEN BONDOWOSO) Firda Ilan Nuri; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang asal usul dan nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan wayang topeng “Sri Kresna. Kebudayaan wayang ini merupakan salah satu pertunjukan wayang yang cukup terkenal di daerah Kabupaten Bondowoso dan sama halnya dengan kesenian tradisional Latar belakang penulis memilih penelitian tentang Wayang Topeng “Sri Kresna” ini supaya penulis dapat memperkenalkan salah satu kebudayaan yang ada di Bondowoso. Selain itu, seperti yang kita tahu, generasi muda saat ini banyak yang beranggapan bahwa pertunjukan wayang topeng hanyalah untuk hiburan semata. Mereka tidak memahami bahwa ternyata di dalam pertunjukan wayang topeng tersebut mengandung banyak nilai-nilai positif yang dapat kita pelajari dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. ”. Contoh dari nilai-nilai tersebut misalnya, nilai kebenaran, kepahlawanan, solidaritas , nilai moral, nilai kejujuran dan lain sebagainya. Berdasarkan nilai-nilai tersebut, maka wayang topeng ini dapat dijadikan sebagai media pendidikan. Oleh karena itu, Wayang Topeng ini harus kita jaga dan kita kembangkan sebagai salah satu bentuk kebudayaan Indonesia. Jenis penelitiannya menggunakan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang dapat diamati.. Wayang Topeng ini dinamakan Wayang topeng “Sri Kresna” karena Ki Dalang dari wayang ini sangat menyukai tokoh pewayangan yang bernama “Prabu Sri Kresna”. Kata Kunci: Nilai-nilai, Pertunjukan Wayang Topeng Sri Kresna
PELAKSANAAN MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VA DI SDN KARANGREJO 01 Putri Febriana Indah Wardhani; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2018: Seminar Nasional Pendidikan 2018 "Pengembangan Keterampilan Abad 21 "4C" di Sekolah Dasar dala
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan model project based learning (PjBL) terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VA SDN Karangrejo 01. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, analisis dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VA SDN Karangrejo 01 dengan jumlah 29 siswa. Penelitian dimulai dari bulan Agustus-Oktober 2018. Metode pengumpulan data terdiri dari obsevasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada siklus I, aktivitas belajar siswa sebesar 52,8%, hasil belajar afektif sebesar 58,6%, kognitif sebesar 74,5% dan psikomotor sebesar 50,2%. Pada siklus II, aktivitas belajar siswa sebesar 71,2%, hasil belajar afektif sebesar 59,7%, kognitif sebesar 75,5% dan psikomotor sebesar 76%. Pada siklus III aktivitas belajar siswa sebesar 72,4%, hasil belajar afektif sebesar 66,6%, kognitif sebesar 88,7% dan psikomotor sebesar 77,3%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model PjBL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VA SDN Karangrejo 01 Jember.
ANALISIS KEBUDAYAAN WAYANG TIMPLONG DAN TARI MUNGDHE SEBAGAI POTENSI DAN IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT KABUPATEN NGANJUK Bellanida Wahyu Cahyorini; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian tradisional menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia. Kesenian tradisional yang hingga saat ini masih mengalami perkembangan diantaranya wayang dan tari. Tujuan penulisan paper ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai budaya wayang timplong dan tari mungdhe sebagai potensi dan identitas budaya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Metode yang digunakan yakni documentary risset dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Wayang timplong dan tari mungdhe merupakan kesenian asli yang berasal dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Wayang timplong dan tari mungdhe memiliki nilai-nilai budaya yang dapat dijadikan pedoman dalam bermasyarakat agar tercipta kedamaian dan kesejahteraan. Nilai-nilai budaya yang dapat dijadikan teladan diantaranya nilai etika, pendidikan, kepatuhan, estetika, dan religius. Nilai pendidikan karakter dalam wayang dan tari menjadi salah satu identitas masyarakat Indonesia. Seiring terjadinya perkembangan global, tentu banyak kendala dalam perkembangan kesenian tradisional wayang timplong dan tari mungdhe. Kurangnya kepedulian dari generasi muda menjadi salah satu tantangan keberadaan kesenian yang sebenarnya dapat dijadikan penguat persatuan di tengah MEA. Kata kunci: Wayang timplong, tari mungdhe, nilai budaya, potensi, dan identitas.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK DENGAN METODE OUT DOOR ACTIVITY DI KELAS 1 SDN KARANGREJO 01 JEMBER TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Siti Oktafiani; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2018: Seminar Nasional Pendidikan 2018 "Pengembangan Keterampilan Abad 21 "4C" di Sekolah Dasar dala
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran tematik dan hasil belajar siswa dengan metode pembelajaran di luar kelas. Tempat dan waktu penelitian yaitu di SDN Karangrejo 1 Jember. Subjek penelitian adalah siswa kelas I SDN Karangrejo 1 Jember berjumlah 28 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, satu siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu berupa observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Proses analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan yang signifikan. Kesimpulannya yaitu metode outdoor activity dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
TEMBAKAU DALAM PERSPEKTIF BUDAYA PADA MASYARAKAT JEMBER Yolanda Permatasari; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi dan mendeskripsikan bagaimana eksistensi tembakau menjadi determinan faktor budaya masyarakat di Kabupaten Jember. Tembakau begitu lekat dengan kehidupan masyarakat Jember, karena jember adalah daearah penghasil dan pengolah tembakau dengan beraneka produknya. Oleh karena itu, eksistensi tembakau mempengaruhi budaya masyarakat jember, khusunya pada dimensi sistem ekonomi, identitas kemasyarakatan, kesenian dan pola interaksi masyrakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara serta obeservasi. Data yang dikumpulkan diolah menggunakan teknik analisa interactive model dengan tahap reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tembakau telah mempengaruhi sistem ekonomi masyarakat Jember dan melalui penyediaan lapangan kerja dan sistem utang-piutang yang khas di lingkungan petani tembakau. Di sisi lain, tembakau juga mempengaruhi identitas kemasyarakatan di Kabupaten Jember melalui lambing maupun logo dari beberapa institusi penting di Kabupaten Jember. Tidak hanya itu, tembakau juga menjadi inspirasi kesenian masyarakat Jember melalui tari lah bako dan juga batik motif khas Jember. Tembaku juga mempengaruhi pola interaksi yang ada dalam masyarakat petani tembakau, baik iteraksi sesama petani, petani dengan tengkulak, maupun tengkulak dengan gudang. Kesimpulannya, eksistensi tembakau terbukti mempengaruhi menjadi determinan faktor unsusr-unsur budaya. Kata Kunci: Tembakau, unsur-unsur budaya, Jember
NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM TARI HADRAH KUNTULAN BANYUWANGI Mira Ariyani Safitri; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang ragam gerak dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Hadrah Kuntulan Banyuwangi. Tari adalah gerakan anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik dari musik gamelan atau instrumen musik lainnya yang di ungkapkan sang pencipta tarian sebagai simbol untuk mengunggakapkan maksud dan tujuan tertentu. Suatu tarian tentunya memiliki gerakan yang terstruktur guna menyimbolkan maksud dari sang pencipta tarian. Selain itu, dalam suatu tarian juga mengandung nilai-nilai yang akan disampaikan. Tari Hadrah Kuntulan merupakan suatu tarian yang mengandung nilai-nilai di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan ragam gerak dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Hadrah Kuntulan Banyuwangi. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah tari kuntulan banyuwuangi terdiri dari IV ragam gerak, didalam tarian tersebut mengandung nilai-nilai antara lain nilai religius, disiplin, kreatif, kerja keras, mandiri, tanggung jawab, toleransi, dan cinta tanah air. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tari Hadrah Banyuwangi memiliki IV ragam gerak dan terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Hadrah Kuntulan Banyuwangi. Kata kunci: gerak, nilai, Tari Hadrah Kuntulan
PERSEPSI MASYARAKAT JAWA TERHADAP TUMBUHAN KELOR DI KECAMATAN AMBULU JEMBER Dimas Abdi Haidar; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya Jawa memiliki kearifan lokal yang sangat kaya. Kekayaan dan keberagaman inilah yang perlu dilestarikan. UNESCO menganjurkan untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan kearifan lokal kepada masyarakat dunia yang dapat digunakan sebagai solusi alternatif dalam menanganipermasalahan kehidupan (Widyanto, 2011:1). Kearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang dimiliki oleh kelompok etnis tertentu yang diperoleh melalui pengalaman masyarakat (Rahyono, 2009:7). Ruang lingkup kearifan lokal sangat luas, tidak hanya terbatas pada tari tradisional, upacara tradisional, pakaian adat dan lain-lain. salah satu kearifan lokal yang mulai banyak ditinggalkan adalah persepsi atau cara pandang masyarakat tradisional. Persepsi masyarakat tradisional dianggap perlu dilestarikan sebagai pembelajaran alternatif untuk menangani permasalahan hidup. Salah satu persepsi masyarakat Jawa yang mulai menghilang di masa sekarang adalah Persepsi masyarakat Jawa terhadap tumbuhan kelor. Kelor merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di Indonesia. Tumbuhan ini banyak tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi (Kurniasih, 2013:4). Secara fisik, daun tumbuhan kelor berbentuk bulat lonjong dengan ukuran kecil tersusun rapi pada setiap tangkai, bunganya berwarna putih kekuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau, buahnya berbentuk segitiga memanjang yang biasa disebut dengan kelentang. Kelor adalah tumbuhan yang sangat dekat dengan tradisi dan kebudayaan masyarakat Jawa. Tumbuhan ini dipercaya mempunyai berbagai macam khasiat mulai dari mengobati penyakit tubuh biasa sampai dengan penyakit yang disebabkan oleh gangguan kekuatan yang bersifat immaterial atau supranatural. Masyarakat Jawa mengenal berbagai resep pengobatan tradisional dengan bahan dasar tumbuhan kelor mulai dari akar hingga bagian daunya. Selain itu, banyak masyarakat yang masih mempercayai tumbuhan kelor bermanfaat untuk menghilangkan pengaruh kekuatan negatif yang dapat mengganggu kehidupan. Kata kunci : Kelor, Persepsi
Co-Authors A Agustiningsih A Agustiningsih A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afnita Rani Aguk Wardoyo, Arik Agustiningsih Agustiningsih Ainurriza, Riski Alam Qisty Kusuma Alfiana, Vani Sella Andika Adinanda Siswoyo Andika Adinanda Siswoyo Anhar, Hayyu Amaliadana Anis Nurlaili Anis, Fahimatul Astunnisyah Astunnisyah Ayu Puspitaningrum, Dyah Badriyah, Izzah Fitri Badriyah, Izzah Fitri Bellanida Wahyu Cahyorini Budiyono Budiyono Chandra Ayu Proborini Chumi Zahroul Fitriyah Debi Kumala Indah Aprilia Devinia Maulida Dewi, Naomi Dias Laksita Didit Yulian Kasdriyanto Dimas A Haidar Dimas Abdi Haidar Dyah Ayu Puspitaningrum Ervan Prasetyo Eva Rahmawati Fadhilah Noer Zannah Fahimatul Anis Fakhrudin, Mochammad Afrizal Farisia Pratiwi Finy Salsabil Kamilia Firda Ilan Nuri Firnanda, Rizqi Gilang Rifqi Ardhiansyah Haidhar Reizal Hani Fajri Ramadhani Hanik Mufarida Hari Satrijono Hari Satrijono Hasanah, Siti Aminatul Hayyu Amaliadana Anhar Hutami, Trapsila Siwi Indah Fitriani Isrorul Wahidah Istifani Jannah, Elvina Rayhatul Kamilaturrohmah Kusumawati Shindi Nur Rahmawati Laili Rizki Wahyuni Linda Purnamasari Rukmana Linda Purnamasari Rukmana M. Sulthon Mashhud Masyhud, M. Sulthon Mira Ariyani Safitri Moh Salimi Mulyani, Femi N. Nuriman, N. Nadia Puspitasari Nala Ni’matul Mardiyah Niluh Putu Tisma Virapatni Nindya Nurdianasari Ningsih, Yuni Fitriyah Novita Cahyatul Uriyah Nurdianasari, Nindya Octavia, Wilda Ayu Hajar PRASETYO ADI NUGROHO Prasetyo Adi Nugroho PRASETYO ADI NUGROHO, PRASETYO ADI Putri Febriana Indah Wardhani Reva Uvita Shalsabillah Ridho Alfarisi Rif’atul Vaizah Riski Ainurriza Rizka Damaiyanti RIZKI PUTRI WARDANI Rukmana, Linda Purnamasari Sa'i, M. Safirah, Adita Dwi Safitri, Firda Amelia Safitri, Firda Amelia Septhia Cahyani, Tasya Siti Oktafiani Sitti A Hasanah Soekma Yeni Astuti Suharjono, Gilang Eko Setyo Suhartiningsih Suhartiningsih Suhartiningsih Suhartiningsih Suhartiningsih Suhartiningsih Suhatiningsih, Suhatiningsih Sulthon Masyhud Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Syauqi Abdullah Titik Sugiarti Wardoyo, Arik Aguk Wilda Ayu Hajar Octavia Yolanda Devita N Yolanda Permatasari Yuerae, Nur-Asura Yuli Mulyawati Yuni Fitriyah Ningsih Yuni Fitriyah Ningsih Yunia Nur Rohmayani Zahroul Fitriyah, Chumi Zakiyatu Maulidina Zandradafi, Javier Ghany Zetti Finali Zetti Finali