Claim Missing Document
Check
Articles

Relasi Self-Efficacy, Task Commitment, Dukungan Sosial Teman Sebaya, dan Flow Akademik Siswa SMP Suryaningsih, Ayuk; Pratisti, Wiwien Dinar
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v17i2.404

Abstract

Flow akademik siswa selama masa peralihan dari pandemi ke endemik dinilai masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui relasi antara self-efficacy, dukungan sosial teman sebaya, task commitment dan flow akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 451 siswa SMP di Kota Surakarta dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi R= 0,844 dengan p = (p < 0,05), artinya self-efficacy, task commitment, dan dukungan sosial teman sebaya memiliki hubungan signifikan terhadap flow akademik. Nili R2 sebesar 0,712 atau sebesar 71,2%, selebihnya dapat dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Selanjutnya, self-efficacy memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap flow akademik dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis (H1) diterima. Dukungan sosial teman sebaya memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap flow akademik dengan nilai signifikansi 0,000 <0,05 sehingga hipotesis (H2) diterima. Task commitment memiliki hubungan positif dengan flow akademik dengan signifikansi 0,000< 0,05 sehingga hipotesis (H3) diterima. Kata Kunci: Dukungan sosial, flow akademik, self-efficacy, task commitment, teman sebaya
THE EFFECTS OF MOTOR THERAPY FOR THE INTELLECTUAL DISABILITY: A SYSTEMATIC REVIEW Fadjaritha, Feby; Pratisti, Wiwien Dinar
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inklusi.v5n2.p90-100

Abstract

This study aims to obtain an overview of the effect of motor therapy for children with mental retardation that has been empirically proven. The research approach uses the PRISMA systematic review and uses Harzing's Publish or Perish 7 application in article search. Eleven articles were found that aim to improve gross and fine motor skills in mentally retarded children. A total of approximately 84 mentally retarded children who became the subject of the study. The result is that there are 10 interventions that are proven to improve the motor skills of mentally retarded children and 1 intervention has no effect on increasing the motor skills of mentally retarded children.
Self-Disclosure of Generation Z Wibisono, Haekal El Gibrani; Pratisti, Wiwien Dinar
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2022: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2669

Abstract

Purpose: This study aims to explore the self-disclosure of Generation Z with the premise that high interaction with social media will change the way of pouring one's heart from face to face to other social media. Methodology: The descriptive qualitative method was chosen to analyze the data obtained from Generation Z's response to a number of questions that the researchers compiled and distributed in the form of a google form link. Results : Based on the answers from 103 respondents, it is known that Generation Z actually prefers to share their problems through face-to-face rather than through social media with the main reason being that they are afraid of bad things that are not expected before. Meanwhile, close friends or best friends are the first people they choose as a place to share their problems in the real world with the reason that they already have a close and trustworthy relationship. Applications/Originality/Value: The results of this study indicate that Generation Z, which is identical to the generation that is very close to the advancement of information technology, still needs other media that is used to open up or share their problems. They trust their friends or closest people to share their problems, because they still consider the elements of confidentiality and identity.
The Relation of Academic Stress, Parental Social Support, Gratitude and Psychological Well-Being of Students in Pandemic COVID-19 Era Kusumawati, Indra; Pratisti, Wiwien Dinar; Prasetyaningrum, Juliani
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2022: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2677

Abstract

The purpose of this study was to examine the relationship between academic stress, parental social support and gratitude for psychological well-being in college students during the Covid-19 pandemic. The study used a correlational quantitative approach with the population of undergraduate students at Muhammadiyah University of Surakarta. The sampling technique used is Proportional Random Sampling. The research instrument used a psychological well-being scale (Ryff's Psychological Well-Being scale), the Educational Stress for adolescents (ESSA) scale, the Parental Social Support Scale, and the Gratitude Scale. Analysis of the data obtained using multiple regression analysis using the Statistical Package for Social Sciences (SPSS) program. (1) there was a significant relationship between academic stress, parental social support, gratitude and psychological well-being, (2) there was a negative and significant relationship between academic stress and psychological well-being with an effective contribution of 5.98 %, (3) there is a positive and significant relationship between parental social support and psychological well-being with an effective contribution of 9.93%, (4) there is a positive and significant relationship between gratitude and psychological well-being with an effective contribution of 25.73%. It was concluded that the gratitude variable had a more dominant influence on the psychological well-being variable. In other words, the psychological well-being of students is spiritual in nature which shows closeness to Allah SWT. This is in accordance with one of the recommendations in Islam that being grateful makes it easier for a person to feel happy and psychologically wellbeing.
Teknik Modeling dan Bimbingan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Motivasi Belajar pada Siswa SMP X Surakarta Ratri, Prapti Madyo; Pratisti, Wiwien Dinar
Indigenous Vol 4, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.7730

Abstract

Keluhan guru bimbingan konseling yang utama dan sering disampaikan adalah kurangnya semangat siswa dalam belajar dan kurang menunjukkan motivasi untuk belajar. Upaya untuk mengatasi permasalahan motivasi belajar telah banyak dilakukan dengan menunjukkan hasil yang bervariasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Bimbingan Konseling Kelompok dengan menggunakan model pada peningkatan motivasi belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rancangan eksperimen yang digunakan berupa one group pretest-posttest design. Delapan siswa menunjukkan motivasi belajar rendah berdasarkan skala motivasi belajar dipilih menjadi subjek penelitian. Intervensi yang digunakan adalah bimbingan konseling dan bimbingan konseling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji nonparametrik dengan teknik wilcoxon. Hasilnya menunjukkan koefisien sebesar -2,366 dengan taraf signifikansi 0,018 (p 0,05), yang dapat diartikan bahwa nilai post test lebih besar daripada nilai pre-test sehingga dapat dinyatakan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar setelah diberikan bimbingan konseling kelompok. kesimpulannya bahwa bimbingan konseling kelompok dengan menggunakan model dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Pengaruh Pelatihan Regulasi Emosi Terhadap Kebahagiaan Remaja Panti Asuhan Yatim Piatu Aesijah, Siti; Prihartanti, Nanik; Pratisti, Wiwien Dinar
Indigenous Vol 1, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.1792

Abstract

Kebahagiaan merupakan gambaran emosi positif dan negatif (afektif) dan kepuasan hidup seseorang terhadap keseluruhan kehidupan. Hasil dari studi awal yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa kehidupan anak di panti asuhan cenderung mengalami emosi negatif dibanding emosi positif, serta sering mengeluhkan kehidupannya. Terdapat beberapa intervensi yang dapat diberikan untuk meningkatkan emosi positif dan kepuasan hidup, salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan emosi negatif dan meningkatkan emosi positif sekaligus meningkatkan kepuasan hidup adalah dengan pelatihan regulasi emosi. Pelatihan regulasi emosi berisi memonitor emosi, mengevaluasi emosi dan memodifikasi emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap kebahagiaan remaja panti di Panti Asuhan Anak Yatim Piatu Daarul Hadlonah YKMNU Kendal. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan desain Randomized Control Group Pretest-Pots Tets Design. Subjek penelitian ini adalah remaja panti asuhan yatim piatu berusia 13-16 tahun, jumlah subjek 19 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan regulasi emosi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kebahagiaan remaja panti asuhan yatim piatu.Kata kunci: kebahagiaan, regulasi emosi, yatim piatu
Pengembangan Potensi Keterampilan Sosial dan Emosional pada Anak Tuna Grahita Melalui Pelatihan Khusus dan Terapi Kombinasi Kukuh Yudha Pratama; Wiwien Dinar Pratisti
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i3.7405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk eksplorasi pengembangan keterampilan sosial dan emosional pada anak tuna grahita. Melibatkan asesmen menyeluruh terhadap subjek penelitian, selain itu juga dilakukan alisis hasil pendidikan khusus yang dijalani oleh anak-anak tuna grahita. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, subjek berisnisial BN dengan usia 24 tahun, mencakup aspek perkembangan sosial dan emosional, identifikasi kebutuhan individual, dan efektivitas pelatihan khusus dan kombinasi terapi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang kemajuan keterampilan sosial dan emosional anak tuna grahita yang mendapatkan pelatihan khusus. Analisis terhadap asesmen dan implementasi pelatihan akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang cara-cara peningkatan kualitas hidup dan memaksimalkan potensi yang dimiliki anak tersebut. Implikasi dari temuan ini dapat memberikan dasar untuk pengembangan program pendidikan lebih lanjut yang lebih efektif dan terfokus pada kebutuhan individual anak tuna grahita.
Kolaborasi Orang Tua - Guru dalam Mendukung Anak ADHD (Attention Dificit Hyperactivity Disorder): Sebuah Studi Kasus Tri Pujiati Sholikhah; Dinar Pratisti, Wiwien
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) pada anak-anak merupakan tantangan serius yang mempengaruhi perkembangan sosial dan akademik mereka. Dalam dunia pendidikan, kolaborasi antara orang tua dan guru sangat penting untuk mengatasi tantangan ini. Tujuan Penelitian ini  untuk menganalisis dinamika kolaborasi antara orang tua dan guru dalam memberikan mendukung pada anak ADHD. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Subyek penelitiannya adalah Oz, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun penderita ADHD yang bersekolah di salah satu sekolah di Surakarta. Berdasarkan  hasil observasi dan wawancara, Oz menunjukkan ciri-ciri  ADHD seperti kurang perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Meskipun telah menjalani terapi yang memberikan perbaikan dalam beberapa aspek, tantangan masih tetap ada, terutama di lingkungan sekolah. Namun, kerjasama antara orang tua dan guru terbukti efektif membantu Oz mengatasi kesulitan tersebut. Guru yang berpengalaman dalam mendampingi anak  berkebutuhan khusus memberikan dukungan yang signifikan, sedangkan orang tua aktif  memantau perkembangan anak dan berkomunikasi secara terbuka dengan pihak sekolah. Koordinasi yang dinamis antara orang tua dan guru menunjukkan adanya kesediaan sekolah dalam beradaptasi dengan kebutuhan subjek, tercermin dari penggantian guru kelas yang tidak sesuai dengan yang berpengalaman. Komunikasi dua arah antara orang tua dan guru pendamping, serta orang tua yang secara aktif memantau dan bertanya tentang perkembangan anak mereka, menunjukkan partisipasi aktif dalam mendukung proses pendidikan subjek. Ditemukan bahwa subjek memperlihatkan gejala kurang perhatian dan hiperaktivitas-impulsivitas yang sesuai dengan kriteria diagnostik ADHD. Hasil observasi dan wawancara mengungkapkan bahwa kolaborasi yang terjalin antara aorang tua dan guru telah memberikan perkembangan yang pesat pada anak dengan ADHD. Guru kelas  dan guru pendamping  terlibat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan memberikan dukungan yang diperlukan dalam proses belajar anak. Orang tua berperan penting dalam memperhatikan dan mendukung anak di rumah, serta menjalin komunikasi yang baik dengan guru untuk memantau perkembangan anak.
Positive Thinking during Covid-19 Pandemic Chusna, Fat Chiya Nidaul; Pratisti, Wiwien Dinar
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 pandemic entered Indonesia in early 2020 and has not ended until now. The pandemic not only causes a wide impact on health problems, but also social, economic, educational, and psychological problems. One of them is the stress that occurs in society. One way to deal with stress is to think positively. The purpose of this scientific article is to find out positive thinking and its implications for reducing stress. The method used in this paper is a literature review. The results obtained are positive thinking can help overcome and reduce stress in the environment of health workers, social circles, as well as the environment for adolescents and students.
the educational parenting Educational Parenting: Meningkatkan Peran Orangtua pada Perkembangan Sosioemosional Anak Usia Dini Pratisti, Wiwien Dinar
Abdi Psikonomi Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v3i1.619

Abstract

Early childhood education has a very important role and position in a nation and becomes the basis for the next stage of development. Teachers have a role in children's education at school, and parents are responsible for children's growth and development at home. The problem that often arises is the mismatch between treatment in kindergarten by teachers, and treatment at home by parents, which makes child development less optimal. Educational Parenting program is considered as an effective program in providing understanding to parents about early childhood. Most of them use the lecture method, and it is still rare to use the role-play method as a learning tool for parents to understand early childhood with general material. Therefore, the aim of this study was to examine the effectiveness of educational parenting programs to increase parental understanding of early childhood socio-emotional development. The educational parenting program was held for a day, using 43 parents. The results show that this educational parenting program makes parents more comprehensive in their understanding of early childhood, including chronological age and cognitive, socio-emotional, and psychomotor development. The stimulation that parents can provide in socio-emotional development is in the form of communication skills, introducing emotions, and managing emotions in order to express them more precisely. During this program, parents were enthusiastic and expressed their desire to do parenting programs with the same model again. Thus it can be stated that educational parenting programs with the roleplay method for parents of early childhood can increase parental understanding of early childhood and appropriate stimulation for early childhood socio-emotional development.