Claim Missing Document
Check
Articles

PENGABDIAN PADA MASYARAKAT TERPADU (PPMT) BAGI LANSIA DUSUN KRAJAN, DESA MAJAKSINGI, KABUPATEN MAGELANG Heni Setyowati Esti Rahayu
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v4i1.568

Abstract

Peningkatan Usia Harapan Hidup berdampak munculnya penyakit degeneratif pada lansia. Di Dusun Krajan, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur terdapat 192 (56,6%) orang lansia. Dari 192 lansia ditemukan 68 orang mengalami hipertensi, 31 orang mengalami diabetes melitus, 30 orang mengalami kolesterol tinggi, 34 orang mengalami asam urat tinggi, dan 29 orang mengalami rematik. Program Pengabdian Masyarakat Terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu lansia tentang masalah kesehatan lansia serta upaya pencegahannya sehingga diharapkan status kesehatan lansia meningkat.  Metode yang digunakan adalah metode pemberdayaan masyarakat dengan model Participatory Rural ApraisalSetelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan, kader memahami tentang penyakit pada lansia dan pencegahannya serta terampil dalam melaksanakan akupresur, senam lansia, senam kaki dan senam otak. Masyarakat juga berperan aktif saat penanaman tanaman obat keluarga untuk mencegah penyakit pada lansia seperti jahe, kencur, mentimun, bayam, lidah buaya, temu ireng, temu giring, dlingo, bengkle, dan kapulogo. Pendampingan dilakukan selama tiga minggu untuk menjamin keberlanjutan program yang sudah diajarkan kepada masyarakat. Dari hasil evaluasi yang dilaksanakan oleh tim, masyarakat sudah bisa melanjutkan kegiatan-kegiatan yang diajarkan pada saat PPMT, bahkan telah ditunjuk satu orang personal yang bertanggung jawab untuk melajutkan kegiatan.Luaran kegiatan berupa publikasi di media masa, poster, video kegiatan dan artikel ilmiah.
Efektivitas Perlakuan Kombinatif Plasma Medis dan Ekstrak Daun Sirih untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Fase Proliferasi pada Model Mencit Diabetik Eka Sakti Wahyuningtyas; Nasruddin Nasruddin; Heni Setyowati Esti Rahayu; Heni Lutfiyati; Isabella Meliawati Sikumbang; Laela Hayu Nurani; Afiana Rohmani; Nia Salsabila; Gela Setya Ayu Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v15i2.378

Abstract

The continued increase in the number of people with Diabetes Mellitus (DM) in Indonesia is a serious problem. One of the big problems for people with Diabetes Mellitus (DM) is the emergence of complications of diabetic wounds. To date the strategy for treatment of diabetic wounds has been limited to the use of wound dressing, cell therapy and oxygen therapy. The problem is that the strategy is not fully successful. Thus, it is very important to look for new strategies to improve the quality of diabetic wound healing, such as by applying a combination of plasma medicine and local natural product, like the extraction of Daun sirih (Piper betle) leaves. Plasma medicine is a relatively new and multidisciplinary study involving plasma science, biomedical, pharmaceutical and other health sciences aimed at applying plasma to therapeutic health. Plasma is the fourth phase of matter, after the solid, liquid and gas phase. The medical aspects of plasma are related to the ability of plasma to produce biological molecules Reactive Oxygen and Nitrogen Species (RONS). If RONS is controlled in the right dosage it can be efficacious for health therapy. This study intends to examine the effects of combinative treatment of plasma medicine and Piper betel leaf extract for proliferation phase of wound healing in diabetic small animal model. This study used male Balb c mice with acute wounds which were divided into 5 groups, namely groups of untreated normal mice (ND-TP), groups of untreated diabetic mice (D-TP), groups of diabetic mice wounds with Piper betel leaf extract (DS ), the wound group of diabetic mice with plasma medicine (DP) and the wound group of diabetic mice with plasma medicine and Piper betel leaf (DPS). The plasma medicine was treated on wound with condition non-contact style (the plasma jet did not touch the wound) with a distance of plasma jet reactor nozzle to the surface of wound about 20 mm, for 2 minutes, every day. Macroscopic observation of wounds is carried out every day from day 0 to 7. On day 7 it was seen that the size of the wound area for D-P-S was smaller than the other groups. The results of this study indicated that Piper betel leaf extract can potentially be used to optimize the performance of plasma medicine in accelerating diabetic wound healing during the proliferation phase. Further investigation, however, is important to be conducted to study the effect for all phases of wound healing and its mechanism histo-pathologically.
Exploring the soothing power of endorphin massage as a natural pain reliever for pregnant women Dewanti, Amelia Cahya; Rohmayanti, Rohmayanti; Rahayu, Heni Setyowati Esti
Innovation in Health for Society Vol 4 No 2 (2024): July - December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ihs.12124

Abstract

Many pregnant women experience discomfort and pain in various body parts, particularly in the back, as their uterus and fetus grow. Endorphin massage, a gentle touch therapy, can provide relief and comfort for pregnant women approaching delivery. This study aims to overview nursing care for third-trimester pregnant women experiencing acute pain issues through the application of endorphin massage. The research utilized a case study design with a consecutive sampling technique. Participants included third-trimester pregnant women suffering from back pain, who received 15 minutes of endorphin massage once daily in the afternoon. Results indicate that the application of endorphin massage significantly reduced the pain scale for the participants, decreasing from an average of 8 to 1 over six consecutive visits. This suggests that endorphin massage effectively alleviates the intensity of back pain in third-trimester pregnant women. Keywords: Acute pain; innovation in maternity care; endorphin massage; pregnant women; treatment
DAMPAK PEMBERIAN BLT DBHCHT TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI Rahayu, Heni Setyowati Esti; Khikmah, Siti Noor; Ahsan, Abdillah
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2024): Elastisitas, September 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v6i027

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dampak pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terhadap kesejahteraan petani. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk menganalisis BLT dari DBHCHT terhadap kesejahteraan petani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, juga menggunakan data tentang harapan petani terhadap BLT DBHCHT yang berupa ungkapan harapan responden secara langsung terhadap BLT DBHCHT. Penelitian ini menggunakan populasi semua petani yang menerima BLT DBHCHT di Kabupaten Magelang, Kendal dan Wonosobo. Besar sampel ditentukan menggunakan tabel krecjie dengan jumlah populasi 20.000 dengan taraf signifikansi 5%, maka sampel sebanyak 342 orang. Namun ketika pengumpulan data, data yang terkumpul sejumlah 311 data dikarenakan 27 data lainnya tidak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menyatakan pemberian dana BLT DBHCHT belum disosialisasikan, namun sebagian besar responden menyatakan BLT DBHCTT sudah diterima. Pengetahuan masyarakat tentang BLT DBHCHT sebagian besar sudah baik, hanya sebagiaan kecil yang masih rendah. Sumber penerimaan BLT DBHCHT sebagian besar dari Kecamatan dan kantor Pos, namun ada juga yang dari Desa/Kelurahan dan tempat kerja. Besarnya BLT DBHCHT yang diterima Sebagian besar Rp 1.200.000,00 dengan frekuensi penerimaan dua kali. Sebagian besar dana BLT DBHCHT digunakan untuk pembeliaan bibit namun juga masih ada yang menggunakan untuk keperluan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Harapan responden dana BLT DBHCHT meningkatkan kesejahteraan petani, pemberiannya secara adil dan transparan.
Penerapan Pijat Oketani Pada Ny. S Untuk Mengatasi Menyusui Tidak Efektif Rahayu, Irna Fitriana; Rohmayanti, Rohmayanti; Rahayu, Heni Setyowati Esti
Borobudur Nursing Review Vol 3 No 2 (2023): Borobudur Nursing Review Vol 3 No 2 (July-December2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.9705

Abstract

Abstract Introduction Introduction:mother’s milk is the fist and ideal natural food needed for babies, especially in the first months of a baby’s life. The World Health Organization (WHO) recommends giving exclusive breastfeeding to babies without additional food for as long as the baby is 6 monts old and then continuing breastfeeding until the baby is the first two years of life. Breast milk contains all the elements of nutrients that have benefits as nutrients, hormones, immunity, growth factors, antiallergy, antibodies,and inflammation that can prevent infection in babies. Objective: this study aims to apply oketani massage to overcome the problem of ineffective breastfeeding in nursing mothers. Method:the research method uses a case study with a consecutive sampling technique on a spontaneous post partum mother on the third day who experienced breast milk problems that were not smooth, the baby was unable to attach to the mother’s breast and the milk is not dripping or gushing. Participant given the application of oketani massage. This research conducted in Sumberarum Village, Tempuran, Magelang Regency on May 2023. Results:the results of the study on post partum mothers after the oketani massage was carried out, the problem of breastfeeding was not effectively resolved with the criteria for increased milk dripping / emission, increased adequate milk supply, increased mother's self-confidence, decreased anxiety or worry, and baby's BAK more than 8 times within a day, the blisters on the nipples have decreased, the baby's crying while feeding has decreased, the baby's sucking has not continuously decreased. Conclusion:the application of oketani message can overcome the problem of ineffective breastfeeding in primiparous post partum mothers. Keywords: breast milk; back rolling massage: post partum mother. Abstrak Latar Belakang;Air Susu Ibu (ASI) merupakan suatu makanan alamiah yang pertama dan ideal yang dibutuhkan untuk bayi terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi. World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi tanpa makanan tambahan selama bayi berusia 6 bulan kemudian dilanjutkan pemberian ASI sampai bayi berusia dua tahun pertama. ASI mengandung semua unsur zat gizi yang mempunyai manfaat sebagai nutrisi, hormon, kekebalan tubuh, faktor pertumbuhan, anti alergi, antibodi, serta inflamasi yang dapat mencegah terjadinya infeksi pada bayi. Tujuan:penelitian ini bertujuan menerapkan pijat oketani untuk mengatasi masalah ketidakefektifan menyusui pada ibu menyusui. Metode:metode penelitian menggunakan studi kasus dengan teknik pengambilan sampel secara konsekutif pada ibu post partum spontan pada hari ketiga yang mengalami masalah ASI tidak lancar, bayi tidak dapat melekat pada payudara ibu dan ASI tidak menetes, atau memancar. Peserta diberikan penerapan pijat oketani. Penelitian ini dilakukan di Desa Sumberarum, Tempuran, Kabupaten Magelang pada bulan Mei 2023. Hasil:hasil penelitian pada ibu post partum setelah dilakukan pijat oketani, masalah menyusui tidak teratasi secara efektif dengan kriteria peningkatan keluar/tetesan ASI, peningkatan suplai ASI yang adekuat, kepercayaan diri ibu meningkat, kecemasan atau kekhawatiran berkurang, dan BAK bayi lebih dari 8 kali dalam sehari, lecet pada puting sudah berkurang, bayi menangis saat menyusu berkurang, isapan bayi tidak berkurang terus-menerus. Kesimpulan: penerapan pijat oketani dapat mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post partum primipara.
An encouragement to publish powerful studies on innovation in health: A journal preface Setiyo, Muji; Rahayu, Heni Setyowati Esti; Subrata, Sumarno Adi
Innovation in Health for Society Vol 1 No 1 (2021): January - June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ihs.5316

Abstract

The health manifesto highlighted that studies on innovation flourish when all sides of the knowledge triangle (research, academia, and industry) work in tandem to enhance the quality of care. This opportunity should go much better than implementing theoretical and academic work in universities worldwide. Experts are developing health innovation in higher education to deal with this situation. Therefore, this preface from two experts in the field encourages the importance of publishing studies on innovation in health to reduce health problems and issues in healthcare services in clinical or community practice. Keywords: Innovation; healthcare system; quality of care; clinical practice; community care
Hubungan Kelelahan Kerja dengan Libido Seksual pada Pekerja Wanita Sektor Formal di Magelang Tahun 2020 Lestari, Ayu; Rahayu, Heni Setyowati Esti; Wijayanti, Kartika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Peningkatan jumlah tenaga kerja terjadi di Indonesia berdasarkan Survei Angkatan Kerja yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012, menunjukkan bahwa pada tahun 2009 sebanyak 39,9 juta wanita bekerja dan pada tahun 2012 jumlah tersebut meningkat hingga mencapai 41,7 juta wanita yang bekerja (http://www.bps.go.id). Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Magelang, pada tahun 2019 terdapat 8.992 wanita bekerja di sektor formal. Masalah yang sering terjadi diantara wanita pekerja yaitu kelelahan. Kelelahan merupakan suatu kondisi yang menunjukkan keadaan tubuh baik fisik maupun mental yang dapat berakibat pada penurunan daya kerja dan ketahanan tubuh. Hasil data dari studi pendahuluan yang dilakukan di PT. Anugrah Abadi, Tempuran, Kabupaten Magelang, didapatkan data dari 10 pekerja wanita, 6 pekerja wanita mengalami kelelahan kerja ringan, 2 pekerja wanita mengalami kelelahan kerja sedang dan 2 pekerja wanita mengalami kelelahan kerja berat. Apabila kelelahan tersebut tidak segera diatasi akan menyebabkan libido seksual atau gairah seksual menurun. Penurunan libido seksual yang dialami wanita pekerja tersebut akan mempengaruhi keharmonisan dalam rumah tangga Tujuan Penelitian Mengetahui hubungan kelelahan kerja dengan libido seksual pada wanita pekerja sektor formal di Kabupaten Magelang. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional dan metode sampling yang digunakan adalah simple random purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 86 pekerja wanita di PT. Lembah Tidar Jaya di Kabupaten Magelang. Pengambilan data menggunakan data primer dengan kuesioner UWFI untuk kelelahan kerja dan FSFI untuk libido seksual. Menggunakan uji statistic korelasi Spearman. Hasil Penelitian di perolah hasil adanya hubungan antara kelelahan kerja dengan libido seksual pada pekerja wanita sektor formal di Magelang. Hasil uji statistik di peroleh hasil p-value = 0,001 < 0,05.
Efek Perlakuan Kombinatif Plasma Medis dan Ekstrak Daun Binahong Terhadap Penyembuhan Luka Fase Proliferasi Pada Mencit Diabetik Wahyuningtyas, Eka Sakti; Nasruddin, N; Rahayu, Heni Setyowati Esti; Lutfiyati, Heni; Sikumbang, Isabella Meliawati; Nurani, Laela Hayu; Kartikadewi, Arum; Salsabila, Nia; Putri, Gela Setya Ayu; Kurniasiwi, Putri; Dewi, Devi Kemala
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plasma medicine is a relatively new and multidisciplinary studyinvolving the study of plasma science, biomedicine, pharmacy, andother health sciences to utilizing plasma for medical therapy. Plasmais the fourth substance, after solids, liquids, and gases. Plasma canproduce biological molecules of Reactive Oxygen and NitrogenSpecies (RON) which, if controlled in the right dose, can bebeneficial for health. This animal study examines the effect ofcombinative treatment of medicine plasma and binahong leaf extracton proliferation phase wound healing in a diabetic test model. Thestudy used Balb mice 7-8 years old which were induced by STZ withacute wounds which were divided into 4 groups, namely the woundgroup of diabetic mice without treatment (C), the group of diabeticmice with the treatment of binahong leaf extract (B), the group ofcombined treatment wounds plasma jet (P) and the wound group ofdiabetic mice treated with a combination of plasma and, binahongleaf extract (PB). Binahong leaf extract concentration 1% in DMSOsolvent. The jet type medicine plasma treatment was carried outevery day from day 0 to day 6. Macroscopic observation of thewound was carried out every day from day 0 to day 7. On day 7 itappears that the size of the wound area for P is much smaller thanfor C, B, and PB. The size of area B and PB is relatively the same,but smaller than C. The results of this study indicate that thebinahong leaf extract tends to inhibit the performance of medicineplasma in accelerating the healing of the proliferation phase.
The Relationship Between Nurse Therapeutic Communication and Anxiety Levels of the Family of Treated Patients in the ICU Ardianingrum, Nadia; Rahayu, Heni Setyowati Esti; Nugroho, Sri Hananto Ponco
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan di ruang ICU selama ini berpusat pada kebutuhan fisiologis pasien.Hal tersebut menimbulkan kecemasan yang dialami oleh keluarga pasien. Untuk ituManajemen pelayanan di ruang ICU harus mempersiapkan cara dan metode dalam membantu keluarga pasien agar mengurangi kecemasan yang dialami oleh keluarga pasien. Perbaikan komunikasi dari perawat, prosedur penanganan yang jelas, serta informasi keadaan terkini pasien akan membantu keluarga dalam menurunkan kecemasan yang dialami. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mereview apakah ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan yang dialami keluarga pasien. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelusuran artikel dilakukan menggunakan database Google Scholar. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seperti populasi namun sesuai dengan kriteria inklusi yakni artikel dipublikasikan dari 2015-2019, artikel tersedia dalam full text, original artikel, artikel berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris, artikel hubungan komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien, penelitian bertempat di ruang ICU. Berdasarkan hasil penelitian komunuksi terapeutik perawat menyatakan 7 artikel komunikasi terapeutik perawat baik. Tingkat kecemasan keluarga pasien menyatakan 3 artikel tingkat kecemasan yang dialami keluarga sedang hingga berat dan sejumlah 4 artikel menyatakan tingkat kecemasan yang dialami keluarga ringan. Hubungan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien menyatakan 6 artikel ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien, dan 1 artikel menyatakan tidak ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien.
Gambaran Pelaksanaan Anc (Antenatal Care) Pada Ibu Hamil Di Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Kandangan, Temanggung Utami, Desiana Dwi; Rahayu, Heni Setyowati Esti; Masithoh, Robiul Fitri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The current pandemic has a major impact on all groups, including vulnerable groups of pregnant women, pregnant women experience partial immunity due to physiological changes during pregnancy. Antenatal Care is an effort to prevent maternal and fetal death and can detect high-risk pregnancies early. ANC visits should be made at least 4 times during her pregnancy. ANC visits at the Kandangan Health Center for mothers in Trimester 1 and Trimester 2 are quite low, but visits in Trimester 3 are fairly good and routine. This study aims to obtain an overview of Antenatal care for pregnant women during the Covid-19 pandemic at the Kandangan Health Center. This research design uses descriptive. The number of respondents was 96 pregnant women, the sampling technique was purposive sampling, the research instrument used a questionnaire. data analysis using univariate. The results of the study showed that the highest age who made visits was 20-35 years (49.0%), mothers with the highest parity were 54 respondents (56.3%), the most mothers were mothers who did not work as many as 80 respondents (83%), and the highest gestational age was 7 months (42.7%). The distribution of the highest ANC visits was for 3rd trimester mothers (75%), and for the availability of ANC services, pregnant women had received all services, only 7 respondents did not consume FE tablets, due to normal HB laboratory results. [Century 10 pt, italic]
Co-Authors Abel Zulia Adhitama, Dimas Aji Afiana Rohmani Ahsan, Abdillah Ardianingrum, Nadia Arum Kartikadewi Ayu Lestari AYU LESTARI Chabibah, Puji Umi Desiana Dwi Utami Devi Kemala Dewi Dewanti, Amelia Cahya Dewi, Devi Kemala Dwi Rahayu Sulistyorini Dwi Sulistyono Eka Sakti Wahyuningtyas Eni Sulistiyowati Eni Sulistiyowati Estrin Handayani Evi Fajarwati Fajarwati, Evi Fajriyani, Safrina Fariza, Ida Gela Setya Ayu Putri Haryono, Hana Setiawati Heni Lutfiyati Heni Lutfiyati Heni Lutfiyati, Heni Herma Fanani Agusta Hikma Anisa Putri Imron Wahyu Hidayat Isabella Meliawati Sikumbang Isabella Meliawati Sikumbang Istikhomah Istikhomah, Istikhomah Kartika Wijayanti Kartika Wijayanti, S. Kep. Ns Kartikadewi, Arum Laela Hayu Nurani Laela Hayu Nurani Laela Hayu Nurani Lusiyati, Yeni M, Eva Novita Muji Setiyo Muta Aliva N Nasruddin Nadia Ardianingrum Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin, N Nia Afifatul Ulya Nia Salsabila Nia Salsabila Nining Setiyo Apriyani Nur Wahyuni Nurul Umi Salamah Prasojo Pribadi Priyo - Putri Kurniasiwi Rahayu, Irna Fitriana Robiul Fitri Masithoh Rohmayanti Rohmayanti Rohmayanti Rohmayanti Rohmayanti, R Rusdjijati, Retno Salsabila, Nia Saputri, Rika Ariyanti Saputri, Rika Ariyanti Septi Wardani, Septi Setiyani, Dinda Sikumbang, Isabella Meliawati Siti Noor khikmah Sri Hananto Ponco Nugroho Sri Hananto Ponco Nugroho Sri Margowati Sri Margowati Sri, Margowati Sumarno Adi Subrata Thoriq Kurniawati Tiara Mega Kusuma Utami, Desiana Dwi Whanovita Prima Listiany Widiarta, Yuditya Wiji Astuti