Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pembelajaran Pendidikan Karakter dalam Konteks Tasawuf Irfani-Akhlaqi Anam, Nurul
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.162 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v3i2.142

Abstract

Krisis karakter memunculkan karakter anarkis, kesombongan, koruptif, keserakahan dan sebagainya. Karakter ini salah satunya disebabkan manusia melupakan keberadaan Allah SWT. dan tidak mampu mengkontrol hawa nafsu yang ingin selalu merasakan kenikmatan duniawi. Untuk mengatasi krisis karakter tersebut, tasawuf Irfani-akhlaki bisa menjadi solusi, karena tasawuf tersebut merupakan pendidikan mental-spritual untuk menjadikan manusia sebagai makhluk yang berkarakter spiritualis dan humanis. Pendidikan seperti ini juga diterapkan dalam majlis dzikir manaqib Syaikh Abdul Qadir Jailani di Pesantren Al-Qodiri Jember, sehingga setiap tahun jamaahnya semakin banyak, baik dari dalam maupun luar negeri. Para tokoh ulama dan umara’ meyakini dan mengakui bahwa majlis ini sebagai tempat untuk mengatasi krisis karakter yang dihadapi agama dan bangsa. Dari latar belakang ini, penelitian ini difokuskan pada Konsep Pendidikan Karakter Persepektif Dzikir Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jailani di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember. Untuk mendiskripsikan fokus penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, pengumpulan data melaui observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif Miles dan Huberman dan valilditas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Setelah dilakukan analisis terhadap data yang telah terhimpun, akhirnya dihasilkan simpulan penelitian, yaitu:: 1) pembelajaran pendidikan karakter adalah proses internalisasi dan pembudayaan nilai-nilai spiritual yang bersumber dari ahlussunnah  waljamaah; 2) tujuan pembelajaran pendidikan karakter adalah untuk membentuk karakter jamaah dzikir manaqib yang pancasilais dengan berlandaskan pada nilai-nilai spiritual, sehingga jamaah bisa mengaplikasikan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa dengan harapan agar mendapatkan barakah, syafaat Rasulullah, Idzin dan Ridho Allah SWT. ; 3) nilai-nilai pembelajaran pendidikan karakter meliputi nilai ketuhanan, zuhud/kesederhanaan, kemanusiaan, kebijaksanaan dan permusyawaratan, persatuan (ukhuwah Islamiyah) dan keadilan; dan 4) implementasi pembelajaran pendidikan karakter dilakukan dengan tiga tahap, yaitu: takhalli, tahalli dan tajalli. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Tasawuf Akhlaqi
Cycle Model Of Integrative-Interconnective Strategy within Character Learning Anam, Nurul; Degeng, I Nyoman Sudana; Kuswandi, Dedi; Sulton
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v26i1.44494

Abstract

Received: Revised: Accepted: This paper describes the cycle model of integrative-interactive character learning strategies at ‘MTs’ (Islamic Junior High School) Islamic Boarding School. The data is focused on MTs Al-Qodiri 1 and Nuris 1 Jember. This study used a qualitative approach having a multi-site research principle. The findings of this study showed that the application of the cycle model of integrative-interactive character learning strategies in MTs Islamic Boarding School has its own characteristics and can be considered to be a successful model of student character development. Character learning materials, especially the character values are the integration of values within the formal curriculum and Sufi based Islamic Boarding School typical curriculum. The materials are organized through the process of determining the material, structuring the order, constructing analogy, and summarizing the contents of character learning. Various interactive, collaborative and learning media are used, so that the transfer process of character learning material is easily understood and practiced in daily life. In order to ensure that the organization and the process of learning provision are more optimal, the character learning regulation is carried out by a 24-hour scheduling process followed by a continuous process of monitoring, motivational management, and supervision.