Claim Missing Document
Check
Articles

FATIGUE PADA PASIEN GAGAL GINJAL TERMINAL (GGT) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO Sodikin, Sodikin; Suparti, Sri
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Fatigue adalah  keluhan  umum pasien hemodialisis, prevalensi fatigue sekitar 44,7- 97% dari ringan sampai berat. Fatigue dapat disebabkan oleh faktor fisiologis, akumulasi sampah metabolik, konsumsi energi berlebihan, kehilangan nafsu makan, inaktifitas fisik, distress emosional, usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, durasi dialisis, dan anemia. Fatigue dapat menyebabkan penurunan fungsi fisik dan kemampuan aktivitas sehari-hari, kualitas hidup yang lebih buruk, serta mengurangi kelangsungan hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dan tingkat fatigue pasien Gagal Ginjal Terminal yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dan teknik total sampling yaitu 103 responden. Instrumen menggunakan kuesioner Piper Fatigue Scale (PFS-12) dan analisis mengunakan uji Chi Square.  Hasil penelitian sebagian besar responden mengalami tingkat fatigue sedang (67%) diikuti fatigue ringan dan berat (16,5%). Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, riwayat pekerjaan, pendidikan, akses hemodialisis, frekuensi hemodialisis, nilai Hb, IMT dan lama menderita GGT dengan tingkat fatigue pasien hemodialisis dengan p value >0,05. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat olahraga dengan tingkat fatigue pasien hemodialisis dengan nilai p value <0,02 (p value <0,05).  Dar penelitian in disimpulkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat fatigue sedang dan terdapat hubungan signifikan antara riwayat olahraga dengan tingkat fatigue. Penting sekali bagi tenaga kesehatan untuk melakukan pengkajian fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisis . Kata Kunci : fatigue, hemodialisis, Gagal Ginjal Terminal (GGT)
Self-Efficacy and Readiness Towards Early Clinical Exposure Among Nursing Students Kumalasari, Shinta Antin; Suparti, Sri; Raani, Kala
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 5, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.504 KB) | DOI: 10.18196/ijnp.v5i2.13460

Abstract

Background: Early Clinical Exposure is a learning approach that integrates classroom learning with the clinical practice at the students' academic stage. Based on an interview with 3rd-semester Nursing Students, the results showed that they had low self-efficacy and readiness towards early clinical exposure. Objective: This study aims to evaluate self-efficacy and readiness towards early clinical exposure among nursing students of Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). The study design was a cross-sectional study involving 218 undergraduate students at a private Islamic university in their third semester. Methods: Data were collected using an online questionnaire of Google Form developed by the researcher, and the questions were valid and reliable based on a reliability test. The sampling method in this study was the total sampling technique. There were 50 questions of the item in the questionnaire and 6 items for demographic data. Result: The majority of pupils showed strong self-efficacy (98.2%) according to the findings of this study and moderate self-efficacy (1.8%). The majority of students presented high readiness (97.7%) and moderate readiness (2.3%). According to the correlation test results, a correlation (r = 0.545, p0.05) was found between self-efficacy and readiness for early clinical exposure. Conclusion: The higher the student's self-efficacy is, the more the readiness will be to face the practice of early clinical exposure.
Prediksi Kejadian Komplikasi Intradialitik dengan Variasi Nilai SpO2 dan Heart Rate (HR) pada Pasien Hemodialisis Sri Suparti; Lahir Nurul Mahmuda
Sainteks Vol 16, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v16i2.7127

Abstract

Komplikasi intradialitik adalah kejadian komplikasi yang terjadi pada saat pasien menjalani dialisis, diantaranya hipertensi intradialitik, hipotensi intradialitik, kram otot, mual muntah, sakit kepala dan nyeri dada. Saturasi Oksigen (SpO2) dan Heart Rate merupakan alternatif untuk memonitoring sekaligus menjadi prediksi awal terjadinya komplikasi intradialitik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode studi korelasi. Sampel penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rutin dengan jumlah 56 responden dengan metode random sampling pada bulan Maret 2018. Analisis penelitian menggunakan analisi pearson product moment dan regresi linier berganda. Hasil korelasi antara variasi nilai SpO2 dan Heart Rate terhadap kejadian komplikasi intradialitik pada pasien yang menjalani hemodialisis dengan tingkat hubungan yang cukup kuat.  Analisis regresi linier berganda menujukkan variasi nilai SpO2 dan heart rate memprediksikan kejadian komplikasi intradialitik sekitar  49,9% (pada jam pertama), 27,9% (jam kedua), 27,0%  (jam ketiga), 29,4% (jam keempat). Variasi nilai SpO2 dan Heart Rate dapat menjadi prediksi terhadap kejadian komplikasi intradialitik pada fase awal hemodialisis, abnormalitas nilai SpO2 dan Heart Rate meningkatkan  kejadian komplikasi intradialitik.Kata Kunci : Heart rate, SpO2, komplikasi intradialitik, hemodialisis
Pengaruh Penyampaian Pasien Safety terhadap Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Sri Suparti
Sainteks Vol 15, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v15i2.6310

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman, mencegah terjadinya cidera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil. Praktisi klinis termasuk didalamnya adalah mahasiswa praktikan yang berada di Rumah Sakit  ikut bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan mewujudkan pasien safety. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian materi pasien safety pada tingkat pengetahuan mahasiswa. Jenis penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan rancangan  One  group  pre-test  and  post-test desain dengan menggunakan total sampling (59 responden). Analisis data dengan menggunakan uji t- paired. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rerata tingkat pengetahuan yang bermakna sebelum dan sesudah penyampaian materi pasien safety dengan p: 0,001(p<0,05)   dengan nilai  IK 95 % adalah antara 6,18-8,631. Pihak akademik dan Rumah Sakit bisa bekerja sama melakukan penyuluhan terkait pasien safety secara kontinu dan melakukan evaluasi lanjut pada saat mahasiswa praktik .Kata Kunci: pasien safety, mahasiswa, praktik klinik
PERBEDAAN TINGKAT ANSIETAS DAN DEPRESI ANTARA PASIEN KANKER PAYUDARA DENGAN USIA PENYAKIT KURANG DAN LEBIH DARI SATU TAHUN Suci Ratna Estria; Sri Suparti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.937 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v0i0.217

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, terutama di negara berkembang. Pasien kanker payudara harus menjalani serangkaian pengobatan dan intervensi medis yang relatif lama, hal tersebut menimbulkan efek yang tidak menyenangkan bagi pasien, contohnya kemoterapi. Efek kemoterapi secara tidak langsung akan mempengaruhi kondisi psikologis berupa kecemasan dan depresi. Kecemasan dan depresi pada pasien kanker payudara mengalami peningkatan atau bahkan penurunan dari tahun ke tahun setelah ditegakkan diagnosis. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skor kecemasan dan depresi pada pasien kanker payudara dengan usia penyakit <1 tahun dan >1 tahun.  Desain penelitian ini adalah penelitian deskriftif komparatif dengan pendekatan cross sectional dengan dua kelompok dan membandingkan antara dua kelompok tersebut. Sampel dalam penelitian berjumlah 39 responden. Data dianalisa menggunakan uji t tidak berpasangan. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor kecemasan antara pasien kanker payudara dengan usia penyakit <1 tahun dan >1 tahun (p value 0,0001), begitu juga dengan skor depresi (p value 0,004). Skor kecemasan serta depresi pada pasien kanker cenderung menurun setelah satu tahun diagnosis, hal tersebut dikarenakan responden sudah mulai beradaptasi hidup dengan kanker, bertahan, serta mengambil sisi positif dari penderitaan yang dialami sehingga responden akan mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk kehidupan mereka. Kata Kunci: depresi, kanker payudara, kecemasan
The Relationship between Dialysis Adequacy and Fatigue in Patients on Maintenance Hemodialysis Sri Suparti; Sodikin Sodikin; Endiyono Endiyono
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.668 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v8i1.1165

Abstract

Fatigue and inadequacy dialysis are common problem in hemodialysis patients. The dialysis inadequacy can cause an increased progression of impaired renal function, as well as the increased morbidity and mortality, and declining productivity of hemodialysis patients. Fatigue prevalence ranged from 44,7–97% from mild to severe. Fatigue is a common complaint of hemodialysis patients that can lower physical function and life quality. To determine the correlation between adequacy and the fatigue level of the patients with End Stage Renal Disease (ESRD) undergoing hemodialysis. This study used a descriptive analytic and cross sectional approach involving 75 respondents and the FACIT-G Questionnaire was used to collect the data. The inclusion criteria are male and female patients aged 18–70, undergoing hemodialysis for more than 3 months with a frequency of 2 times at least 4 hours, composmentis patients. The adequacy hemodialysis was assessed using the Kt/V formula. All data were collected during the session of hemodialysis. Pearson Product moment test wes used to analyze the data. The mean dialysis adequacy was 1.43±0.380, 57(76%) only 13 (17.3%) patients had adequate dialysis (minimum laboratory standard Kt / v = 1.8) and inadequate were 62 (82.7%) patients. The mean of fatigue was 20.07 and 62 (82.7%) respondents experienced severe fatigue. There was no significant correlation between adequacy and the fatigue level of the patients with ESRD undergoing hemodialysis with p value 0.504 (α> 0.05). Mostly patients had inadequate dialysis, both adequate and inadequate dialysis patients had experience fatigue from mild to severe. Multiple individuale and personnel factors affect dialysis adequacy directly or conversely.
Pengaruh Variasi Tekanan Negatif Suction Endotracheal Tube (ETT) Terhadap Nilai Saturasi Oksigen (SpO2) Sri Suparti
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2019): Herb-Medicine Journal Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v2i2.4914

Abstract

Pasien kritis yang terpasang endotracheal tube (ETT) dan ventilasi mekanik di Intensive Care Unit (ICU) membutuhkan tindakan suction untuk membersihkan dan mempertahankan kepatenan jalan nafas. Suction ETT selain manfaatnya juga bisa menyebabkan dampak negatif seperti penurunan saturasi oksigen, trauma, hipoksemia, bronkospasme, kecemasan bahkan menstimulasi peningkatan tekanan intravaskular. Tujuan penelitian ini adalah menganlisis pengaruh variasi tekanan negatif suction terhadap nilai saturasi oksigen pasien yang terpasang ventilator di ICU. Jenis penelitian adalah experimen semu (quasi experiment), dengana desain two group pretest-postest, total sampel adalah 37 yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Kriteria inklusi pasien dewasa ≥ 15 tahun, terpasang ETT dan ventilator. Adapun kriteria eksklusi adalah pasien hanya mendapatkan suction 1 kali, dalam kondisi t-piece, diagnosis pneumonia dan observasi tidak lengkap.Variabel bebas adalah tekanan negatif suction dan variabel dependent adalah  saturasi oksigen. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan signifikasi 5%. Etik penelitian diperoleh dari komite Etik RS RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dengan No: 420/004349/I/2019. Hasil penelitian menujukan terdapat pengaruh variasi tekanan negatif 25 dan 25 kPa terhadap nilai saturasi oksigen pada analisis masing-masing kelompok dengan perbedaan nilai mean yang signifikan p value 0,001<0,05, tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan diantara dua kelompok dengan p value 0,284>0,05. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan tekanan negatif 25 kPa lebih efektif dalam mengeluarkan sekresi sekret pada jalan nafas dan memungkinkan penigkatan saturasi oksigen setelah tindakan suction pada pasien dengan ventilator dibandingkan dengan tekanan 20 kPa.
Pengaruh Edukasi Game Puzzle Kebencanaan Terhadap Pengetahuan Mitigasi Bencana Gunung Meletus di SD Negeri Karangsalam Widia Mei Linanggita Putri; Sri Suparti
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 4 N0. 2 September 2020: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.085 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v4i2.6945

Abstract

Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Anak-anak merupakan kelompok rentan terhadap bencana, menyadari adanya resiko bencana, penting ditumbuhkan kesadaran dan pengurangan resiko bencana. Pengurangan resiko bencana dapat dilakukan melalui edukasi mitigasi bencana gunung meletus di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi game puzzle kebencanaan terhadap pengetahuan mitigasi bencana gunung meletus Di SD Negeri Karangsalam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SD Negeri Karangsalam, kelas 5A sebagai kelas eksperimen kelas 5B sebagai kelas kontrol. Jumlah sampel 43 responden dengan teknik total sampling. Instrument pengambilan data menggunakan lembar kuesioner, analisa data menggunakan uji Wilcoxon, uji beda Maan-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan pretest kelompok eksperimen mean=17,05, kelompok kontrol mean= 15,86. Pengetahuan siswa setelah edukasi posttest kelompok eksperimen mean= 18,65 dan kelompok kontrol mean= 18, 19. Edukasi mitigasi bencana gunung meletus berpengaruh terhadap pengetahuan siswa SD Negeri Karangsalam (p vaule= 0,035). Edukasi game puzzle kebencanaan meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana gunung meletus di SD.
Screening Hipertensi pada Lansia Di Wilayah Puskesmas Banyumas Sri Suparti; Diyah Yulistika Handayani
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.611 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v2i2.875

Abstract

Abstract Hypertension in the elderly is abnormally high blood pressure where the systolic pressure is above ≥140 mmHg and diastolic pressure above ≥90 mmHg is measured at least on three different occasions. Hypertension is a chronic disease that can not be cured but can be controlled. Hypertension in elderly increases with age and degenerative proceses. This study aims to determine the description of Hypertension Screening in Elderly. The design used of this research was descriptive analytic research using crossectional approach, sampling technique using cluster sampling with random. Data collection instrument used a questionnaire screening the risk of hypertension and measurement of blood pressure used sphygnomanometer. The analysis used Chi Square statistical test with significance level 0,05. The results showed that respondents who risked suffering from hypertension as much as 107 (52.2%) did not have hypertension and 98 (47.8) were at risk of hypertension. There was no relationship between age, sex, marital status and risk of hypertension with consecutive values of 0.530, 0.434 and 0.508. Screening of Hypertension can be done as early detection to determine the health status of elderly patients.
Analysis of Factors Affecting the Sleep Quality of Patients in Intensive Care Unit Sri Suparti; Jebul Suroso; Asiandi Asiandi
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 1 No 1 (2020): November 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.972 KB)

Abstract

Lack of sleep in patients in the Intensive Care Unit (ICU) is associated with dysfunction of the immune, cardiovascular, metabolic, memory, and cognition systems, as well as increased mortality. Various factors that are thought to be related to patient sleep quality come from patient and environmental factors. The purpose of this study was to determine the factors that affect the sleep quality of ICU patients. This research is a quantitative study, using a cross-sectional approach, with as many as 44 patients involved in this study. The research instrument used the observation sheet and The Richards-Campbell Sleep Questionnaire (RCSQ) is also equipped with a thermohygrometer to measure temperature and humidity and a sound level meter to measure noise. Data analysis used the Spearman Rank test, and research ethics was obtained from the Ethics Commission of RSMS Margono. The results showed that most of them were women (75%), aged ≥40 years (68.2%) with the most days of stay less than 4 (93.2%), postoperative (95.5), and with poor sleep quality (72.7%). Factors that affected the sleep quality of the patient are heart rate (0.030), MAP (0.042), patient pain score (0.031), and sleep position (0.002). There was no affecting the SpO2 factor, temperature humidity, noise, patient perceptions of noise, light, and action with p value> 0.05. In conclusion, most of the respondents have poor sleep quality. There is an effect of the heart rate, sleep position, and pain score on the patient's sleep quality. It is necessary to apply a combination of pharmacological management and nursing measures to improve sleep quality.
Co-Authors Abdul Hakim Nitiprojo Adhi, M. Hanif Prasetya Adhi, M.Hanif Prasetya Agus Santosa Amelia, Vivi Leona Anggraeni, Atika Dhiah Aprilia Widiyawati Aris Sugeng Mujiarto, Aris Sugeng Arum Astika Sari Aryudi, Mohamad Asiandi Asiandi Asiandi Asiandi, Asiandi Axel Gustinadewa Alfaridzi Azizah, Nanda Putri Nur Candra Andodo Candra Andodo, Candra Choiriyah Widyasari Cipta Lina Retnosari, Cipta Lina Dedy Purwito, Dedy Devita Elsanti Dina Ratna Juwita Diyah Yulistika Handayani Dwi Aprilina, Happy Dwi Rahayu, Intan Endiyono, Endiyono Estri Maghfiroh, Estri Estria, Suci Ratna Etlidawati Fatwati, Nurul Fitriana Fini Alfiani Cantigi Ram Fitriana, Nurul Fatwati Hakim Nitiprodjo, Abdul Happy Dwi Aprilina Herlanggie, Shevia Nur’aini Hikmi Muharromah Pratiwi Husna, Zumairoh Miftahul Iin Purnamasari Inggar Ratna Kusuma Jebul Suroso Jebul Suroso Juwita, Dina Ratna Kala Raani Khaq, Muhammad Najib Humamul Kumalasari, Shinta Antin Kurnia Dhanti Lahir Nurul Mahmuda Meida Laily Ramdani Muhammad Rafi Fathurrohman Munawaroh, Nazilatul Muslimah, Rukhul Hayati Natasha, Lia Nurul Neny Ariyanti Novita, Dea Pangestu, Gayuh Lintang Probosuseno Probosuseno, Probosuseno Purwanta Purwanta Putra, Aditama Wira Raani, Kala Ragil Setiyabudi, Ragil rahayu, Intan dwi Rahmawati, Ririn Dwi Ramadhan, Faramona Primidyas Ramdani, Meida Laely Ratna Estria, Suci Ratna Juwita, Dina Reni Purwo Aniarti Riani, Ni’matussifa Eva Ridlo Muhammad Fahri, Ipnu Riskiyani Dwi Nandia, Jumiati Rozhalia Uji Kusumaningtyas Saputri, Amanda Eka Selviano, Ronggo Siti Nurjanah Siti Nurjanah Sodikin Sodikin Sodikin Sodikin Suci Ratna Estria Supriyadi Supriyadi Susana Widyaningsih Susilowati, Eni Titis Kurniawan Triono Andi Pamungkas, Triono Andi UMI SOLIKHAH Utomo, Yoga Prasetyo Wati, Nurul Rokhmah Widia Mei Linanggita Putri Wulan Ayu Utami