Claim Missing Document
Check
Articles

The Correlation Between Humidity, Temperature, and Noise With Sleep Quality at Intensive Care Unit (ICU) Sri Suparti; Jebul Suroso
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 5, No 1 (2020): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.438 KB) | DOI: 10.24990/injec.v5i1.269

Abstract

Introduction: Temperature, humidity, and noise are factors that affect sleep quality. The objective of the research is to determine the effect of humidity, temperature, and room noise on sleep quality of (Intensive Care Unit) ICU patients. Methods: A quantitative research with the cross-sectional approach, involving 84 patients taken by consecutive sampling, with the inclusion criteria of at least having already spent more than two days in ICU, having age between 20-70 years, and being conscious and cooperative. The patients were observed using observation sheets and The Richards-Campbell Sleep Questionnaire (RCSQ). A thermohygrometer and sound level meter for noise recording were used to measure the temperature and humidity. Simple linear regression was used to analyze the data. Results: It was found out that the average sleep quality of patients in the intensive room was 28.51, which categorized as poor sleep quality; the mean humidity in ICU was 56.98; the room temperature was 26.40, and the noise was 66.01. The noise level at the ICU significantly affected the patients’ sleep quality (p-value = 0.020 <0.05), while temperature and humidity did not influence the patients' sleep quality. Conclusion: Most of the respondents had a poor quality of sleep. Controlling the conversation and activities among staff, using earplugs, and modifying the alarm can be done to reduce the noise at the ICU to enhance the quality of sleep of the patients.
Stress and Anxiety Level of Nursing Students in Facing Practical Exam During Pandemic 19 Rozhalia Uji Kusumaningtyas; Sri Suparti
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 3 (2022): Proceedings of the 3rd International Nursing and Health Sciences Universitas Muhammad
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v3i.627

Abstract

Background: Persons enrolled in nursing school are prepared to advance into nursing in the future. Before engaging in nursing clinical practice in hospitals, nursing students are required to be able to advance their competence in the lab. Students studying nursing experience stress and anxiety due to the switch from online to offline lab learning. Objective: To determine and identify nursing students’ stress and anxiety levels in facing practical exams. Method: This study is cross-sectional quantitative descriptive research. A total of 190 nursing students from the second semester at Universitas Muhammadiyah Purwokerto participated in the study as the sample on April 20, 2022. The DASS-21 questionnaire for sub-stress and anxiety was modified for the research instrument. A univariate data analysis with frequency distribution was used as the data analysis. Results: The findings revealed that 115 (60.5%) nursing students reported normal stress, 32 (16.8%) mild stress, 23 (12.1%) moderate stress, 18 (9.5%) severe stress, and 2 (1.1%) very heavy stress. There were 32 (16.8%) students who moderate anxiety, 26 (13.7%) severe anxiety, and 28 (14.7%) very severe anxiety. Conclusion: Most nursing students preparing for practical exams experienced normal stress and moderate anxiety levels.
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR DENGAN MEDIA E-BOOKLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA PMR SMA NEGERI 1 PURWAREJA KLAMPOK Axel Gustinadewa Alfaridzi; Sri Suparti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.13193

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) ataupun Basic Life Support (BLS) ialah intervensi yang bertujuan untuk mengembalikan serta mempertahankan fungsi vital organ pada korban henti jantung serta henti napas. Intervensi ini terdiri dari pemberian kompresi dada dan bantuan nafas. Anak usia remaja, khususnya siswa PMR tingkat SMA semestinya dapat melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan baik akan tetapi banyak yang belum paham tentang tindakan RJP tersebut. Pengetahuan dan pemahaman yang baik dari siswa PMR harus ditingkatkan agar dapat menolong seseorang yang mengalami henti jantung. Edukasi berbasis media e-booklet merupakan media yang memberikan gambaran yang lebih nyata karena menarik dan mudah untuk diingat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian edukasi bantuan hidup dasar dengan media E-Booklet terhadap tingkat pengetahuan siswa PMR. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre eksperimental with one group pre test-post test design. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan ketentuan < 0,05. Tempat penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Purwareja Klampok dengan 36 anggota siswa PMR. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian intervensi menggunakan media e-booklet dengan nilai mean pretest 12,08 dan postest 16,89 (p< 0,0001). Media edukasi e-booklet bantuan hidup dasar RJP dapat meningkatkan pengetahuan siswa PMR SMA Negeri 1 Purwareja Klampok sehingga mereka dapat memberikan RJP.
Kegiatan Menyusun Gambar dan Mewarnai Sebagai Sarana Edukasi Hand Hygiene Pada Anak Usia Prasekolah di Desa Karang Rau Banyumas Nurul Fatwati Fitriana; Reni Purwo Aniarti; Suci Ratna Estria; Sri Suparti; Meida Laily Ramdani; Abdul Hakim Nitiprojo; Dina Ratna Juwita; Candra Andodo; Hikmi Muharromah Pratiwi
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i1.435

Abstract

Usia prasekolah merupakan kelompok rentan terserang penyakit menular karena kebiasaannya memegang sesuatu benda, mengusap ingus dengan tangan. Salah satu penyakit yang menular adalah COVID-19 yang telah menjadi pandemic pada tahun 2020-2022. Salah satu tindakan pencegahan penularan penyakit tersebut adalah melalui cuci tangan. Pada usia prasekolah mempunyai tugas perkembangan meningkatkan keterampilan motorik halus dan motorik kasar. Keterampilan ini bisa dilatih menggunakan cara menyusun puzzle dan mewarnai. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak-anak dalam melakukan cuci tangan yang benar. Metode yang digunakan adalah ceramah, menyusun puzzle, mewarnai, praktik cuci tangan bersama dan diskusi dengan cara bercerita pengalaman kegiatan yang dilakukan. Hasil dari kegiatan ini adalah anak-anak mampu mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir walaupun ada beberapa anak ketika menyusun puzzle masih melihat teman disampingnya. Anak-anak bisa mewarnai, praktik cuci tangan bersama dengan baik dan aktif dalam bercerita ketika menemukan kesulitan-kesulitan pada proses kegiatan. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah sebagian anak-anak usia prasekolah mampu melakukan cuci tangan dengan baik dengan panduan gambar yang diwarnainya. Saran untuk kegiatan selanjutnya adalah kegiatan ini dikemas dengan bentuk perlombaan sehingga mereka mempunyai kemauan untuk bersaing tanpa mencontek dalam pekerjaan mereka.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Menggunakan Media Komik SITUNGRU dan Simulasi Pada Guru dan Karyawan Sri Suparti; Arum Astika Sari; Nurul Fatwati Fitriana; Suci Ratna Estria; Aprilia Widiyawati
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi hilangnya fungsi pompa jantung secara mendadak, terjadi secara tiba-tiba, karena ketidakmampuan memompa darah ke seluruh tubuh dan membutuhkan penanganan segera karena berisko mengancam nyawa. Pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada henti jantung selama ini banyak dilakukan oleh tenaga medis, namun pada prinsipnya orang awam juga bisa memberikan BHD, yaitu dengan menggunakan hand Only RJP (Resusitasi Jantung Paru). Berdasarkan hasil analisis situasi ditemukan beberapa permasalahan mitra diantaranya Guru dan karyawan SD Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) belum memahami tentang henti jantung dan pemberian BHD. Selama ini belum ada kegiatan pelatihan BHD yang dilaksanakan disekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pemahaman Guru dan karyawan tentang henti jantung dan bagaimaan pemberian BHD pada henti jantung. Metode yang digunakan melalui pelatihan BHD yang terdiri dari kegiatan edukasi menggunakan media komik SITUNGRU (Resusitasi Jantung Paru), simulasi dan praktik. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre dan postest serta observasi praktik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan pelatihan dengan nilai rata-rata 13,48 (pretest) menjadi 17,80 (posttest). Peserta dapat melakukan ketrampilan BHD dengan metode Hands only CPR, dengan rata rata nilai adalah 91,36. Selanjutnya untuk meningkatkan retensi pengetahuan dan ketrampilan BHD dapat dilatih dengan metode simulasi dan praktik secara periodik.
Sosialisasi dan Edukasi Anemia pada Kelompok Wanita Desa Cikidang, Cilongok, Banyumas Saputri, Amanda Eka; Riani, Ni’matussifa Eva; Natasha, Lia Nurul; Novita, Dea; Wati, Nurul Rokhmah; Khaq, Muhammad Najib Humamul; Pangestu, Gayuh Lintang; Utomo, Yoga Prasetyo; Rahmawati, Ririn Dwi; Herlanggie, Shevia Nur’aini; Suparti, Sri
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.230

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan penyakit  multifaktorial. Penyebab anemia bisa disebabkan oleh faktor  gizi (zat besi, asam folat dan vitamin B12) dan faktor non  gizi seperti genetik (anemia sel sabit dan talasemia), autoimun (anemia hemolitik) malabsorpsi (akloridria), penyakit kronis seperti (kanker), infeksi (malaria) dan faktor sosio-demografis. Di antara banyak penyebab yang berbeda, kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia paling sering, terutama pada wanita usia subur seperti remaja dan ibu hamil. Anemia pada wanita usia subur (WUS) bukan suatu problem yang langka di seluruh dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Wanita yang masih mengalami menstruasi, hamil, dan melahirkan secara alami sepanjang hidupnya, sehingga berisiko tinggi mengalami anemia. Pada penelusuran pertama diperoleh data 2 kematian wanita usia subur pada bulan April 2023 yang disebabkan oleh riwayat anemia yang tidak diketahui sebelumnya, hal ini menunjukkan rendahnya pengetahuan tentang anemia di Desa Cikidang. Tujuan: Kegiatan pendidikan kesehatan tentang anemia bertujuan untuk membantu masyarakat untuk tentang anemia. Metode: Edukasi digunakan sebagai metode kegiatan pengabdian ini. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiaatan Edukasi. Hasil: Hasil pengabdian kegiatan menunjukkan rerata skor pre-test sebesar 56% dan post-test sebesar 83% . Dari hasil tersebut terdapat peningkatan rata-rata skor sebesar 27% tingkat pengetahuan tentang anemia pada kelompok wanita di desa Cikidang. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang anemia setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan pemberian edukasi tentang anemia serta olahan makanan bergizi berbahan baku bayam merah dalam pencegahan anemia pada kelompok wanita desa Cikidang. Kata kunci: anemia, cikidang, pengetahuan, wanita _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Anemia is a multifactorial disease, the causes of anemia can be caused by nutritional factors (iron, folic acid, and vitamin B12) and non-nutritional factors such as genetics (sickle cell anemia and thalassemia), autoimmune (hemolytic anemia), malabsorption (achlorhydria), chronic diseases such as (cancer), infections (malaria) and socio-demographic factors. Among the many different causes, iron deficiency causes anemia most often, especially in women of childbearing age such as teenagers and pregnant women. Anemia in women of childbearing age is not a rare problem throughout the world, both in developed and developing countries. Women who still menstruate, get pregnant and give birth naturally throughout their lives are at high risk of experiencing anemia. In the first search, data was obtained on 2 deaths of women of childbearing age in April 2023 which turned out to be caused by a previously unknown history of anemia. This shows the low level of knowledge about anemia in Cikidang Village. Objective: Health education activities about anemia aim to help people understand what anemia. Method: Education is used as a method for this service activity. Evaluation of activities using a questionnaire given before and after educational activities. Result: The results of the activity showed that there was an average pre-test score of 56% and a post-test of 83%. From these results, there was an increase in the average score of 27% in the level of knowledge about anemia in the group of women in Cikidang village. Conclusion: There was an increase in participants' knowledge about anemia after health education and providing education about anemia as well as nutritious food preparations made from red spinach in preventing anemia in the women's group in Cikidang village. Keywords: poster anemia, cikidang, knowledge, women
Inovasi Baju Kateter untuk Kenyamanan Pasien Rawat Jalan dengan Gangguan Perkemihan Terpasang Kateter Rahayu, Intan Dwi; Suparti, Sri
Sainteks Vol 21, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v21i1.21199

Abstract

Katerisasi urine adalah tindakan untuk membantu pasien berkemih. Ada banyak penyebab dilakukan tindakan ini salah satunya adalah kompleksitas pengobatan dan keparahan penyakit. Penggunaan jangka panjang pada kateter menimbulkan ketidaknyamaan pada pasien. Sedangkan kenyamanan merupakan aspek penting dalam proses penyembuhan dan kuliatas hidup pasien. Melihat hal tersebut maka diperlukan inovasi baju kateter untuk membantu memberikan kenyamanan pada pasien terpasang kateter. Tujuan penelitian ini untuk membuat baju kateter dan mengujikan produk pada ahli desain, ahli Kesehatan dan akademisi agar menghasilkan produk akhir yang layak. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) atau penelitian dan pengembangan yang merupakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk membuat atau menghasilkan suatu produk tertentu. Hasil uji kelayakan produk dengan analisis CVI didapatkan hasil S-CVI sebesar 1,00 dan S-CVI-UA sebesar 1,00 dengan 4 pakar menunjukan bahwa produk sudah layak, serta hasil uji kelompok terbatas oleh 10 orang mahasiswa didapatkan pernyataan bahwa produk baju kateter sudah layak. Produk baju kateter yang layak digunakan sebagai baju untuk membantu memberikan kenyamanan pada pasien rawat  jalan yang terpasang kateter.
Screening Anemia Pada Kelompok Wanita Di Desa Cikidang: Anemia Screening On Women’s Group In Cikidang Village Rahmawati, Ririn Dwi; Suparti, Sri
Binawan Student Journal Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/ckjnr817

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin pada tubuh kurang dari normal dan paling sering terjadi pada wanita. Screening anemia sangat perlu dilakukan untuk mendeteksi secara dini anemia karena jika dibiarkan maka anemia dapat menimbulkan komplikasi seperti gangguan pada jantung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran screening anemia dan mengetahui hubungan antara usia, status kesuburan, konjungtiva, mukosa bibir, indeks massa tubuh, dan riwayat penyakit dengan risiko anemia pada kelompok wanita di Desa Cikidang. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik pendekatan cross-sectional dengan teknik accidental sampling. Terdapat 94 responden dengan kriteria usia mulai dari 19 tahun dan bersedia untuk berpartisipasi pada kegiatan screening anemia. Analisa data dengan uji chi-square. Penelitian ini menemukan 10 (10,6%) wanita berisiko anemia dan 84 (89,4%) wanita tidak berisiko anemia, ada hubungan risiko anemia dengan konjungtiva (p value 0,001), mukosa bibir (p value 0,00), dan indeks massa tubuh (p value 0,001). Tidak terdapat hubungan risiko anemia dengan usia (p value 0,214), status kesuburan ( p value 0,848), dan riwayat penyakit (p value 0,468). Kegiatan screening anemia dapat dilakukan secara kontinu agar tidak terjadi peningkatan angka anemia pada wanita. 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BAJU KATETER TERHADAP TINGKAT KEMUDAHAN DAN KENYAMANAN BERAKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN TERPASANG KATETER Ridlo Muhammad Fahri, Ipnu; Suparti, Sri; Dwi Rahayu, Intan
Nursing Sciences Journal Vol 8 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v8i1.5480

Abstract

Outpatients with urinary disorders generally receive procedures like catheter insertion. Patients with a catheter often find it difficult to perform activities, including outpatient care. Therefore, there is a need for catheter clothing to facilitate and provide comfort for patients when active, even with a catheter in place. This study aims to determine the effectiveness of catheter clothing on the ease and comfort of activity in patients with a catheter. This research uses a quantitative method, with a Pre-Experimental with a cross-over design approach. The sample in this study was outpatients with a catheter who could perform activities/mobility independently or with assistance. There were 23 respondents, with the sample collection technique being random sampling. Data analysis used the Mann-Whitney Test. This study showed a significant difference indicating ease and comfort of activity between regular clothing and catheter clothing, with a value of z = -5.830, p = 0.001, and r = -1.21. This suggests a significant effect in the difference in ease and comfort between regular and catheter clothing. Conclusion : Using catheter clothing effectively increases ease and comfort in outpatients with urinary disorders who have a catheter in place.  Keywords : Catheter Clothing, Outpatients, Catheterized Patients, Ease, Comfort
Kombinasi breast care dan teknik marmet terhadap produksi asi post sectio caesaria di ruang flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Aprilina, Happy Dwi; Suparti, Sri
MEDISAINS Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i2.1049

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Fenomena yang ditemukan di lapangan bahwa produksi dan ejeksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini. Produksi ASI yang sedikit dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin. Kondisi tersebut dialami juga oleh ibu yang melahirkan dengan Sectio Caesaria. Ibu yang mengalami Sectio Caesaria seringkali mengalami masalah dalam menyusui karena kurangnya produksi ASI dan keterlambatan menyusui. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh kombinasi breast care dan teknik marmet terhadap produksi ASI post Sectio Caesaria di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain Quasy Exsperimental dengan rancangan Post test only design with control group. Populasinya adalah seluruh ibu post Sectio Caesaria yang dirawat di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Jumlah sampel adalah 15 ibu untuk kelompok kontrol dan 15 ibu untuk kelompok intervensi. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Hasil Penelitian: Pada indikator bayi didapatkan nilai p=1, yang artinya tidak ada perbedaan yang bermakna kelancaran produksi ASI. Pada indikator ibu nilai p=0.273, yang artinya tidak ada perbedaan yang bermakna kelancaran produksi ASI. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang bermakna pada responden dengan kombinasi breast care dan teknik marmet dengan kelompok kontrol di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Kata Kunci: Sectio Caesaria, Breast Care, Teknik Marmet, Produksi ASI
Co-Authors Abdul Hakim Nitiprojo Adhi, M. Hanif Prasetya Adhi, M.Hanif Prasetya Agus Santosa Amelia, Vivi Leona Anggraeni, Atika Dhiah Aprilia Widiyawati Aris Sugeng Mujiarto, Aris Sugeng Arum Astika Sari Aryudi, Mohamad Asiandi Asiandi Asiandi Asiandi, Asiandi Axel Gustinadewa Alfaridzi Azizah, Nanda Putri Nur Candra Andodo Candra Andodo, Candra Choiriyah Widyasari Cipta Lina Retnosari, Cipta Lina Dedy Purwito, Dedy Devita Elsanti Dina Ratna Juwita Diyah Yulistika Handayani Dwi Aprilina, Happy Dwi Rahayu, Intan Endiyono, Endiyono Estri Maghfiroh, Estri Estria, Suci Ratna Etlidawati Fatwati, Nurul Fitriana Fini Alfiani Cantigi Ram Fitriana, Nurul Fatwati Hakim Nitiprodjo, Abdul Happy Dwi Aprilina Herlanggie, Shevia Nur’aini Hikmi Muharromah Pratiwi Husna, Zumairoh Miftahul Iin Purnamasari Inggar Ratna Kusuma Jebul Suroso Jebul Suroso Juwita, Dina Ratna Kala Raani Khaq, Muhammad Najib Humamul Kumalasari, Shinta Antin Kurnia Dhanti Lahir Nurul Mahmuda Meida Laily Ramdani Muhammad Rafi Fathurrohman Munawaroh, Nazilatul Muslimah, Rukhul Hayati Natasha, Lia Nurul Neny Ariyanti Novita, Dea Pangestu, Gayuh Lintang Probosuseno Probosuseno, Probosuseno Purwanta Purwanta Putra, Aditama Wira Raani, Kala Ragil Setiyabudi, Ragil rahayu, Intan dwi Rahmawati, Ririn Dwi Ramadhan, Faramona Primidyas Ramdani, Meida Laely Ratna Estria, Suci Ratna Juwita, Dina Reni Purwo Aniarti Riani, Ni’matussifa Eva Ridlo Muhammad Fahri, Ipnu Riskiyani Dwi Nandia, Jumiati Rozhalia Uji Kusumaningtyas Saputri, Amanda Eka Selviano, Ronggo Siti Nurjanah Siti Nurjanah Sodikin Sodikin Sodikin Sodikin Suci Ratna Estria Supriyadi Supriyadi Susana Widyaningsih Susilowati, Eni Titis Kurniawan Triono Andi Pamungkas, Triono Andi UMI SOLIKHAH Utomo, Yoga Prasetyo Wati, Nurul Rokhmah Widia Mei Linanggita Putri Wulan Ayu Utami