Kabupaten Boalemo, sebagai salah satu sentra pertanian di Sulawesi, mengalami tekanan ekologis, di mana lahan hutan terus berkurang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan hubungannya dengan perubahan suhu permukaan (land surface temperature) berbasis citra satelit. Data utama yang digunakan adalah citra satelit Landsat (Landsat 5 TM, Landsat 7 ETM+, dan Landsat 8 OLI/TIRS) yang diperoleh dan diolah melalui platform Google Earth Engine (GEE). Hasil penelitian mengungkap transformasi lanskap dan thermal yang sangat signifikan, didorong terutama oleh aktivitas deforestasi dan alih fungsi lahan. Tutupan lahan hutan mengalami penyusutan drastis sebesar 381,12 km² (dari 1.428,73 km² menjadi 1.047,61 km²), yang mengindikasikan tekanan tinggi akibat deforestasi. Sebaliknya, terjadi ekspansi besar-besaran lahan pertanian (bertambah 369,56 km² menjadi 753,08 km²) dan pemukiman (bertambah 16,4 km² menjadi 18,55 km²). Perubahan tutupan lahan tersebut berkorelasi langsung dengan peningkatan suhu permukaan yang dramatis. Zona suhu sejuk (<25°C) menyusut secara ekstrem dari 766,37 km² menjadi hanya 33,55 km² pada tahun 2024. Sebaliknya, zona suhu tinggi (30-35°C) dan sangat tinggi (>35°C) mengalami ekspansi masif. Zona suhu tinggi meluas dari 359,54 km² menjadi 673,00 km², sementara zona suhu sangat tinggi membengkak hampir 4 kali lipat dari 93,29 km² menjadi 370,52 km². Analisis ini didukung oleh akurasi yang tinggi dengan Overall Accuracy (OA) 91,43% dan Kappa Coefficient 0,88. Estimasi LST juga sangat akurat dengan nilai RMSE 0,6325°C, yang menunjukkan error rata-rata kurang dari 1°C.