Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemetaan Tingkat Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Tanaman Cabai di Kecamatan Bulango Timur Menggunakan Sisitim Informasi Geografis: Mapping the Level of Land Suitability for Chili Plant Development in East Bulango District Using a Geographic Information System Rival Rahman; Silviana Arsyad; Yusrin Hasan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.7999

Abstract

Kesesuaian lahan dan sistim informasi geografis merupakan salah satu tools dalam menganalisis dan menampilkan potensi lahan khususnya untuk lahan pertanian termasuk untuk lahan cabai. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi serta melakukan pemetaan tingkat kesesuaian lahan untuk mendukung budidaya tanaman cabai di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bulotalangi Timur pada Juli–September 2025, dengan analisis data di Laboratorium Tanah Universitas Negeri Gorontalo. Data yang digunakan meliputi peta RBI, peta lereng, penggunaan lahan, landform, DEM, serta karakteristik tanah dan lahan. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan evaluasi kesesuaian lahan berbasis SIG menggunakan kerangka FAO, melalui pemadanan karakteristik lahan dengan kriteria kesesuaian tanaman cabai. Hasil analisis menunjukkan kelas kesesuaian lahan aktual untuk pengembangan tanaman cabai di Kecamatan Bulango Timur didominasi oleh kelas N (Tidak Sesuai) dengan luas 657,77 ha (53,28%) dengan faktor pembatas utama yakni bahaya erosi, kemudian keals S3 (Sesuai Marginal) dengan luas 295,86 ha (23,96%) dengan faktor pembatas utama ketersediaan air, media perakran, retensi hara dan hara tersedia. setelah dilakukan upaya perbaikan maka beberapa dapat diperbaiki naik kelas menjadi kelas kesesuaian lahan potensial yang terdiri dari kelas S3 (sesuai Marginal) dengan persentasi luasan mencapai 55,81% dan Kelas S2 (Cukup Sesuai) dengan presentase luasan mencapai 21,44%. kseimpulan dari peneltian ini adalah wilayah Kecamatan Bulango Timur bisa dikembangkan tanaman cabai namun beberpa lahan perlu diintervensi dengan teknik budidaya yang baik termasuk penerapan konservasi agar pemanfaaatan lahan bisa berkelanjutan.
Analysis of Chemical and Physical Soil Fertility on Maize (Zea mays L.) Cultivated Land in Telaga Biru District, Gorontalo Regency, Indonesia Rahman, Adriyanto; Ilahude, Zulzain; Arsyad, Silviana; Nurmi; Rahman, Rival
International Journal of Technology and Education Research Vol. 4 No. 01 (2026): January- March, International Journal of Technology and Education Research (IJ
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v4i01.2959

Abstract

Maize (Zea mays L.) is a significant food commodity in Telaga Biru Subdistrict, Gorontalo Regency; therefore, information on soil fertility is crucial as a basis for effective land management. This study aims to analyze the chemical and physical fertility of soils in maize cultivation areas and to identify efforts to improve maize productivity in Telaga Biru Subdistrict. The study was conducted from April to November 2025 in Telaga Biru Subdistrict, Gorontalo Regency. A descriptive quantitative method with a land unit-based survey approach was employed. Soil sampling was conducted diagonally in three villages: Timuato, Modelidu, and Talumelito, at a depth of 0-20 cm. The analyzed chemical fertility parameters included soil pH, nitrogen, organic carbon, cation exchange capacity, available phosphorus, potassium, and base saturation. Physical soil properties analyzed included soil texture, bulk density, and soil color. The findings showed that the soil pH was slightly acidic, with nitrogen and organic carbon contents falling into the low to moderate categories. The cation exchange capacity and the availability of phosphorus and potassium were moderate, while base saturation was relatively low: The physical soil properties were dominated by clay to clay loam textures with relatively high bulk density values. These conditions indicate that maize cultivation land in Telaga Biru Subdistrict has sufficient fertility to support plant growth; however, appropriate soil management is still required through balanced fertilization, the addition of organic matter, and improvement of soil physical properties to enhance productivity sustainably.