Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EST-SSR Mining and Characterization from Aquilaria malaccensis Transcriptome Shotgun Assembly Shabrina, Hasyyati; Chaerani, Nurul; Lestari, Dini; Prasetyo, Andrie Ridzki; Fahrussiam, Fauzan
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.7060

Abstract

Aquilaria malaccensis is a member of Thymelaceae family which is one of the main trees producing agarwood compounds in Indonesia and has high economic value. A. malaccensis has Appendix II conservation status due to high exploitation in the nature.  One of the several efforts to maintain agarwood production while also maintaining agarwood population is efficient induction by manipulation of the pathway for agarwood formation and using individuals with higher production of agarwood compounds. Selection of superior individuals can be done using molecular markers that are linked to certain genes, including microsatellites or simple sequence repeats (SSR). This study aimed to identify SSRs in the agarwood transcriptome and characterized SSR sites that are linked to genes involved in the synthesis of agarwood compounds. The transcriptome data used was extracted from the NCBI database with accession number GHJS00000000.1. SSR mining was carried out using Krait v.1.4.0 software, then BLASTed with the protein database to analyze the linkage with the related genes. Perfect SSRs were found in 0.37% of the total sequences, and compound SSRs were 10.89%. The abundance of imperfect SSR (107,043) was greater than perfect SSR (31,262), indicating that SSR in the transcriptome had a low mutation rate and the SSR site was more conserved in A. malaccensis. The SSRs that linked to genes related to agarwood synthesis including HMGR, PAL, Mevalonate Kinase, MAPK, Delta-guaiene synthase, Farnesyl pyrophosphate synthase, and Phenylalanine ammonia-lyase. The discovery of SSRs linked to these genes can be used to create molecular markers that can be applied in agarwood producing trees selection.
Sosialisasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Usaha Tukang Kayu di Desa Perina, Lombok Tengah, NTB Pradityatama, Maharsa; Fahrussiam, Fauzan; Apriana Hidayanti, Anna; Febrian, Ade; Mardiah, Rabiatun
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4216

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan penerapan standar keselamatan di tempat kerja, terutama di sektor informal seperti usaha tukang kayu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Perina, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang K3 dan penerapan penggunaan APD kepada pelaku usaha tukang kayu mengenai pentingnya penerapan K3 dalam bekerja. Kondisi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan dan implementasi K3, yang secara signifikan dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja di wilayah tersebut. Metode yang digunakan meliputi presentasi, demonstrasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan simulasi prosedur keselamatan kerja di tempat kerja. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pekerja tentang identifikasi bahaya di lingkungan kerja, cara penggunaan APD yang benar. Partisipasi aktif para pelaku usaha tukang kayu selama kegiatan juga mencerminkan minat dan komitmen peserta dalam meningkatkan standar keselamatan kerja. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini terbukti sangat efektif dalam upaya meningkatkan pemahaman dna penerapan K3 serta kualitas kerja dan keselamatan di sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya di wilayah pedesaan.
ANALISIS TINGKAT PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PENYADAP GETAH PINUS DI RESORT PEMANGKUAN HUTAN KARANGHARJO KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN BANYUWANGI SELATAN Ahlan, Azdi Faraihan; Setiawan, Budhy; Fahrussiam, Fauzan
AGRICA Vol. 18 No. 2 (2025): December
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v18i2.5839

Abstract

Perum Perhutani, the South Banyuwangi Forest Management Unit (KPH) produces pine sap as a commodity for non-timber forest products. The collection of pine sap in the FMU area involves members of the community around the forest. The level of eavesdropping revenue is greatly influenced by the productivity of tapping. Therefore, this study aims to find out the level of pine sap productivity that affects the income of tapers and the level of welfare of tapers. The determination of the plots was carried out by purposive sampling so that 4 plots were selected: 19A-1, 19C, *26E-1, and *26E-3. The determination of the plot using a sampling intensity of 1% was obtained with 16 plots determined by the plot demonstration method. Data collection was carried out by census method. The results of the study showed that (1) the average productivity of pine sap in RPH Karangharjo was 6.10 grams/tree/day. (2) Eavesdropping income who only works as a eavesdropping has an average income of Rp. 15,624,000 per year, while eavesdropping with additional work has an average total income of Rp. 17,627,142 per year. (3) Based on World Bank standards, 100% of eavesdropping is classified as prosperous, but according to the Banyuwangi Regency MSE, there are only 52.38% who are prosperous and the rest are not. Further research is needed related to factors that can affect the productivity of pine sap on eavesdropping revenue.
Pelatihan Penggunaan Pisau Potong Berkualitas Menuju Proses Pengerjaan Kayu Ramah Lingkungan di UD Wood Lombok Barat Fahrussiam, Fauzan; Prasetyo, Andrie Ridzki; Lestari, Dini; Ningsih, Rima Vera; Lestari, Andi Tri; Chaerani, Nurul; Ziad, Muhammad Thoriq; Huda, Laelatul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13452

Abstract

Proses perawatan mesin-mesin perkayuan pada skala UMKM kurang mendapatkan perhatian yang serius. Proses pergantian spare part maupun pengasahan pisau dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan pada mesin, sehingga membutuhkan biaya perbaikan yang tinggi. Pengamatan tim pengabdian terhadap mitra, UD Wood menunjukkah bahwa terdapat cacat dalam pemotongan maupun penyerutan kayu yang berbentuk cutter mark, serabut, dan gosong pada bidang potong. Permasalahan ini bermuara pada penggunaan pisau yang sudah tumpul akibat tidak adanya standar yang terjadwal untuk proses pengasahan pisau, terutama pada mesin planner. Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini penting dilaksanakan dalam rangka membantu mitra untuk peningkatan produktivitas yang berdamapak pada kualitas kayu serta manajamen produksi untuk menciptakan suasana kerja yang bersih dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian difokuskan pada aspek produktivitas berupa penggunaan pisau-pisau kayu yang berkualitas dan teknis perawatan serta pengasahannya, kemudian pada aspek manajemen berupa tersusunnya SOP penggantian pisau kayu dan jadwal pengecekan mesin secara berkala. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dengan baik melalui 5 tahapan kegiatan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan akan mampu menjadi solusi dalam peningkatan produktivitas kerja mitra serta terbentuknya manajamen usaha yang bersih dan ramah lingkungan
Assessment of Sea Turtle Welfare Using an Animal Welfare Approach at Nipah Beach Hatchery Khairunnisa, Nadira; Syaputra, Maiser; Fahrussiam, Fauzan
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11256

Abstract

The decline in sea turtle populations highlights the importance of conservation efforts through captive management that prioritizes animal welfare. This study aimed to assess the level of sea turtle welfare at the Turtle Conservation Community (TCC) hatchery in Nipah Beach, North Lombok Regency. The research was conducted in June 2025 using field observation, in-depth interviews, and a scoring method based on the five animal welfare principles referring to the Regulation of the Director General of PHKA No. P.6/IV-SET/2011. The results showed that the overall welfare score of sea turtles was 73.21, classified as good. Feeding management and health aspects received high scores, while the natural behavior aspect showed the lowest score. Improvements are needed, particularly in enclosure enrichment, environmental security, and feed variation, to further optimize sea turtle welfare.
Peningkatan Keterampilan Anggota PKK Desa Perina melalui Pelatihan Pembuatan Cairan Eco-Enzyme dan Sabun Cuci Berbasis Eco-Enzyme Nurul Chaerani; Hasyyati Shabrina; Dini Lestari; Rima Vera Ningsih; Fauzan Fahrussiam
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v4i2.2316

Abstract

Volume sampah yang tinggi menjadi masalah yang belum terselesaikan oleh masyarakat di Desa Perina Kabupaten Lombok Tengah. Kabupaten Lombok Tengah merupakan daerah penghasil sampah terbanyak ke-2 di NTB, dengan 97% tidak dikelola dan 12% masuk ke TPA. Mayoritas sampah yang ada merupakan sampah rumah tangga, dengan proporsi terbanyak yaitu sampah organik yang menimbulkan masalah lingkungan seperti bau tidak sedap dan penyakit. Sampah organik dapat diolah menjadi eco-enzyme sebagai bahan campuran sabun untuk mengurangi penggunaan surfaktan sintetis. Hingga saat ini, belum banyak sabun cair yang menggunakan kombinasi eco-enzyme dan metil ester sulfonat (MES), terutama di Lombok. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan keterampilan anggota PKK Desa Perina dalam mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme untuk menurunkan volume sampah rumah tangga, serta memberikan pelatihan pembuatan sabun cair berbahan eco-enzyme yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan tanggal 01 September 2024 di Desa Perina Lombok Tengah yang dihadiri oleh 15 orang anggota PKK. Pelatihan diawali dengan pembukaan, penyampaian materi terkait pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, pelatihan pembuatan eco-enzyme dan sabun cair berbasis eco-enzyme, evaluasi terhadap kegiatan pengabdian, dan penutupan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta pada semua aspek penilaian berada dalam kategori baik hingga sangat baik dengan persentase lebih dari 50%.
Modifikasi Permukaan Kayu Pinus Menggunakan Metode Finishing Tradisional Jepang – Yakisugi pada Beberapa Level Pengarangan Fahrussiam, Fauzan; Lestari, Andi Tri; Chaerani, Nurul; Lestari, Dini
PERENNIAL Vol 19 No 1 (2023): Vol. 19 No. 1, April 2023
Publisher : Forestry Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v19i1.26319

Abstract

The yakisugi is a japan method on wood finishing that enhances an esthetic, dimension stability and durability. Yakisugi methode traditionally carried out by tying three boards together to form an elongated triangle and then burning until black charcoal is evenly created on the wood surface. Thes method has not been extensively researched or industrialized in Indonesia. Therefore, this study aims to evaluate the quality of yakisugi finishing on pine wood with parameters such as the length of the burning process (20 seconds and 30 seconds on a 70 cm2 area). The results showed that the pine wood burning process produced higher dimensional stability than pine without burning treatment, with ASE values reaching about 56% at a burning time of 30''.  Meanwhile, in the mechanical properties test, the yakisugi method provides lower values of MOE and MOR than the control sample—the change in wood properties to become more brittle after combustion is the main reason for this phenomenon. The combustion characteristics show that the combustion duration does not give a different color change in the test sample after the charcoal cleaning process. However, the thickness of the charcoal produced at 30" showed a higher value of 4.5 mm.
SOSIALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA TANAMAN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS) DI DESA PEMEPEK KECAMATAN PRINGGARATA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Fadli Fadli; Heri Heryanto; Nurrachman Nurrachman; Fauzan Fahrussiam; Muhammad Nursan; Niechi Valentino; M. Yusuf; I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi; Ahmad Jufri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39152

Abstract

Katuk (Sauropus androgynus) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara dan memiliki banyak manfaat bagi manusia maupun hewan ternak. Tanaman katuk dapat tumbuh pada wilayah dataran rendah sampai pada daerah ketinggian 1.300 m diatas permukaan laut. Tujuan dari sosialisasi ini adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat Desa Pemepek dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman katuk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pedagogik. Petani yang menjadi sasaran adalah petani yang ada di Desa Pemepek Kecamatan Peringgarata. Kegiatan Sosialisasi ini dilakukan pada bulan September 2024. Tahapan kegiatan sosialisasi ini meliputi tahapan persiapan, sosialiasi kegiatan, dan peninjauan lahan demplot tanaman katuk. Hasil sosialisasi ini menunjukkan bahwa petani atau masyarakat menyambut baik terkait pemanfaatan pekarangan rumahnya untuk budidaya tanaman katuk, karena pasar katuk tersedia dan standarnya telah ditetapkan oleh APKI.