Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Identifikasi Jamur Aspergillus sp Pada Petis Udang Berdasarkan Kemasan Di Pasar 97, Hidayatunnafsiyah; Hartini, Supri
Borneo Journal of Science and Mathematics Education Vol 3 No 2 (2023): Borneo Journal of Science and Mathematics Education, June 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjsme.v3i2.6252

Abstract

Banyak olahan makanan yang dibuat dari bahan ikan salah satunya petis udang. Petis mengandung karbohidrat dan kadar gula yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai sumber energi untuk pertumbuhan jamur. Jenis jamur yang sering mengkontaminasi makanan adalah Aspergillus sp. Jamur ini memiliki hifa bersepta dan miselium bercabang untuk reproduksi serta menghasilkan senyawa metabolit sekunder dalam bentuk mikotoksin (aflatoksin). Salah satu cara untuk melindungi atau mengawetkan produk pangan maupun non-pangan dapat dilakukan pengemasan. Kemasan yang baik adalah kemasan yang tidak menunjukan kerusakan akibat serangan mikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jamur Aspergillus sp pada petis udang berdasarkan kemasan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 6 sampel yaitu 3 sampel kemasan kantong plastik dan 3 sampel petis dalam kemasan botol plastik. Sampel dilakukan pemeriksaan mikologi secara makroskopis dan mikroskopis. Teknis analisis data menggunakan univariate. Hasil penelitian menunjukan pada kemasan kantong plastik dari 3 sampel ditemukan 67% sampel positif Aspergillus sp dan 33% sampel negatif tetapi ditemukan jamur khamir. Pada kemasan botol plastik dari 3 sampel ditemukan 67% sampel positif Aspergillus sp dan 33% negatif tetapi ditemukan jamur Penicillium sp. Disimpulkan petis udang pada kemasan kantong plastik dan botol plastik ditemukan Aspergillus sp, khamir dan Penicillium sp.
Pengaruh Antihistamin Tabat Barito (Ficus Deltoidea) pada Rattus Novergicus yang Diinduksi Ovalbumin Sukarya, I Gede Andika; Hartini, Supri; Prihandono, Dwi Setyo
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, November 2022
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v4i2.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberuai Ekstrak Tabat Barito (Ficus deltoidea) (FD) dengan melihat perubahan Eosinofil dan C- Reactif Protein (CRP) dan peran ekstrak Ficus deltoidea (FD) sebagai antihistamin pada tikus yang di induksi ovalbumin. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan Subjek penelitian yang akan digunakan adalah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dewasa galur Sprague dawley. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan di Laboratorium Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Tikus yang digunakan pada penelitian ini adalah tikus putih jantan (Rattus norvegicus)dibagi 3 kelompok perlakuan masing- masing 7 ekor tikus per kelompok Tikus. Tikus kelompok pertama tanpa perlakuan sebagai kontrol. Kelompok tikus kedua injeksi dengan cairan ovalbumin sebanyak 1 ml sebagai kelompok tikus alergi. Tikus kelompok ketiga diinjeksikan ovalbumin sebanyak 1 ml dan diberikan ekstrak Ficus deltoidea (FD) melalui oral menggunakan jarum sonde dengan dosis 0,3 mg sebanyak 2 kali sehari selama 7 hari. Pada hari ke-7 dilakukan pengambilan darah dan dilakukan pemeriksaan hitung jumlah eosinofil dan kadar CRP pada masing masing kelompok. Data hasil penelitian pemberian ekstrak FD nilai eosinofil 1,486 % lebih rendah dari nilai eosinofil pada tikus alergi dengan nilai 4%. Kadar CRP pada tikus diberika FD dengan rata-rata 4,286 mg/L lebih rendah dari tikus alergi sebesar 9,429 mg/L. Ada pengaruh pemberian ekstrak Ficus deltidea (FD) pada tikus alergi dengan penurunan kadar Eosinofil dan penurunan Kadar C-Reactif Protein (CRP) dibandingan dengan tikus alergi. Sehingga Tabat barito (FD) berpotensi sebagai anti alergi.
Efek Pemberian Infusa dan Ektrak Kayu Cendana (Santalum Album Linn.) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Rattus Norvegicus Diabetik yang Diinduksi Aloksan Hartini, Supri; Sukarya, I Gede Andika; Prihandono, Dwi Setyo
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, November 2022
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v4i2.300

Abstract

Prevalensi Diabetes Mellitus yang mengalami peningkatan kejadian akan berdampak pada peningkatan jumlah penderita dan kejadian kematian yang disebabkan karena penyakit Diabetes Melitus dan komplikasi dari DM itu sendiri. Pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi tambahan pada kasus diabetes telah banyak dikembangkan. Salah satu ramuan tradisional maksyarakat Kalimanantan adalah penggunaan kayu Cendana (Santalum album linn). Santalum merupakan endemik di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan pengaruh pemberian infusa dan ektrak kayu cendana (Santalum album Linn.) terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan dengan pembandingan dan kombinasi menformin serta glukosa monohidrat sebagai zat induksinya. Desain penelitian pretest and postest with control group design. Besar sampel penelitian ditentukan dengan rumus Federer dan didapatkan sampel 4 ekor tiap kelompok. Semua kelompok hewan uji diinduksi dengan aloksan secara intraperitoneal. Kemudian setelah 4 hari diinduksi aloksan, dilakukan pengukuran kadar gula darah prettest yang sebelumnya telah dipuasakan selama 8 jam dengan tetap diberikan minum. Setelah pemberian perlakuan berupa control, infusa kayu cendana, ektrak kayu cendanan, kombinasi ektrak maupun infusa kayu cendana ditambah menformin selama 15 hari berturut-turut, hewan uji diukur kadar gula darah Posttest yang sebelumnya dipuasakan selama 8 jam dengan tetap diberikan minum. Hasil penelitian pemberian infusa maupun ektrak cendana (Santalum album Linn.) dapat penurunan kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus) diabetik. Tidak ada efek bermakna kombinasi infusa kayu cendana (Santalum album Linn.) dengan menformin terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus) diabetik.
Edukasi Aktivitas Fisik Sebagai Upaya Program Gerakan Masyarakat Sehat Menuju Indonesia Sehat 2025: Pengabdian Masyarakat Hartini, Supri; Mangarengi, Yusriani; Nurachma, Evy; Rahayu Asih, Okti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i3.395

Abstract

Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) mendorong pola hidup sehat termasuk aktivitas fisik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik masih rendah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Generasi Muda Forum Komunikasi Dosen (GM FKD) ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat aktivitas fisik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. PKM ini dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta kegiatan ice breaking yang mendukung aktivitas fisik agar peserta lebih aktif dan bersemangat. Materi mencakup manfaat aktivitas fisik, jenis latihan yang direkomendasikan, serta strategi penerapannya. Diskusi mengungkap kendala utama seperti kesibukan dan kurangnya motivasi, yang kemudian diberikan solusi praktis oleh narasumber. Untuk dampak yang berkelanjutan, diperlukan sosialisasi yang lebih luas serta dukungan dari berbagai pihak guna mewujudkan Indonesia Sehat 2025
EDUKASI STRATEGI PEMASARAN UMKM MELALUI E-COMMERCE DALAM PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK OPTIMALISASI DIGITAL Redjeki, Finny; Syujak, Ahmad Rois; Muhiban, Ayi; Hartini, Supri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36108

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi mengenai strategi pemasaran UMKM melalui e-commerce guna mendukung optimalisasi digital. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran yang efektif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung yang fokus pada pemahaman dasar e-commerce, strategi pemasaran digital, pembuatan konten menarik, dan teknik peningkatan interaksi dengan konsumen. Hasil program ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai e-commerce dan strategi pemasaran digital. Program ini berhasil memotivasi peserta untuk lebih aktif menggunakan e-commerce sebagai alat utama pemasaran dan penjualan, sehingga mampu meningkatkan daya saing di pasar. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam memberdayakan UMKM dan memajukan ekonomi digital di masyarakat.
The Role of Vitamin D in TNF-α Levels in Pulmonary TB Patients Sahidan, Sahidan; Sulistyasmi, Wiwit; Farizal, Jon; Hartini, Supri; Ujiani, Sri
MEDICA (International Medical Scientific Journal) Vol. 8 No. 4 (2026): MEDICA (International Medical Scientific Journal)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/medica.v8i4.908

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major global health problem, with immune responses particularly tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) playing a key role in disease progression. Vitamin D, synthesized through sunlight exposure, has been suggested to modulate immune responses; however, its effect on TNF-α in TB patients remains unclear. This study aimed to evaluate the effect of sunlight exposure on TNF-α levels in patients with pulmonary tuberculosis. A quasi-experimental pre–post study was conducted among 60 TB patients divided into control and intervention groups. TNF-α levels were measured before and after intervention and analyzed using appropriate statistical tests, including the Wilcoxon signed-rank test. The results showed a slight increase in mean TNF-α levels after sunlight exposure; however, the difference was not statistically significant (p = 0.475). Increased variability in TNF-α levels after the intervention suggests heterogeneous individual responses. These findings indicate that sunlight exposure may have a limited effect on TNF-α modulation in TB patients. Further studies with larger sample sizes and comprehensive biomarker assessments are needed to clarify the relationship between sunlight exposure, vitamin D, and immune responses in tuberculosis.