Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLIKASI KADAR AIRTANAH TERHADAP DAYADUKUNG TANAH DI WILAYAH GAMBIR DAN SEKITARNYA Yuda, Himmes Fitra; Zakaria, Zufialdi; Sukiyah, Emi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 15, No 1 (2017): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.017 KB)

Abstract

ABSTRACTThe research area is in Gambir and surround it, Central Jakarta and West Jakarta municipality. The study to learn the characteristics of the soil in the research area. The relationship of water content and soil bearing capacity is known from secondary data of soil investigation at four locations sampled. Based on observations of four soil samples, the highest water content is in sample HF-3 at 68.28%, and the lowest water content is in sample HF-4 by 48%. Depend on the soil bearing capacity value, sample HF-3 has the lowest value, which is 2.64 T / M2. The highest soil bearing capacity value is found in the sample HF-4, which is 25.49 T / M2. Regression correlation test results showed that in dry conditions / low water content, the value of soil bearing capacity will be high, meanwhile in wet conditions, water levels will rise, so the value of the soil bearing capacity will be smaller than in dry conditions. Keywords : Soil bearing capacity, water content ABSTRAKLokasi penelitian berada pada wilayah Gambir dan sekitarnya, kotamadya Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Studi ini untuk mempelajari karakteristik tanah pada daerah penelitian. Hubungan kadar air dan daya dukung tanah diketahui dari data penyelidikan tanah di 4 lokasi sampel. Berdasarkan pengamatan dari 4 sampel tanah, nilai kadar air tertinggi adalah pada sampel HF-3 sebesar 68,28%,  nilai kadar air terendah adalah pada sampel HF-4 sebesar 48%. Jika dilihat dari nilai dayadukung tanah, sampel HF-3 memiliki nilai yang paling rendah, yaitu sebesar 2,64 T/M2. Nilai dayadukung tanah yang tertinggi ada pada sampel HF-4 sebesar 25,49 T/M2. Dari hasil uji regresi korelasi menunjukan bahwa pada kondisi kering/kadar air rendah, nilai dayadukung tanah akan besar, sementara pada kondisi basah, kadar air akan meningkat, sehingga nilai dayadukung tanah akan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan kondisi kering. Kata Kunci : Dayadukung tanah, kadar air
ESTIMASI KONDISI GEOTEKNIK MELALUI METODE GEOLOGICAL STRENGTH INDEX (GSI) DI WEST EXTRACTION LEVEL TAMBANG DEEP ORE ZONE (DOZ) PT. FREEPORT INDONESIA Wicaksono, Danny; Zakaria, Zufialdi; Haryanto, Iyan; Wiguna, Purwa
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 1 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.157 KB)

Abstract

Tambang bawah tanah Deep Ore Zone (DOZ) merupakan salah satu tambang seri ambrukanyang terletak di distrik Ertsberg. DOZ berada pada area dataran tinggi Jayawijaya padakedalaman 1.45 kilometer dari permukaan tanah. Tambang DOZ memiliki variasi dankompleksitan Geologi yang tinggi sehingga menjadikan kondisi Geoteknik yang heterogen.Pendekatan geoteknik yang efektif menjadi faktor penting dalam perencanaan terowonganbawah tanah. Pendekatan perhitungan empiris berupa Geology Strength Index (GSI) dipiliholeh peneliti karena lebih banyak menggunakan sifat-sifat batuan yang lebih mudah dilihatdalam contoh inti batuan pengeboran. Modifikasi kuantitatif GSI dilakukan agar parameterparameteryang digunakan dapat dengan tepat dilihat dari inti batuan pengeboran. Hasil studidata pada daerah West Extraction DOZ memperlihatkan hubungan nilai modifikasi kualitatifGSI terhadap batuan dan alterasi dari selatan ke utara, dimana di bagian selatan nilai GSIpada umumnya bagus-sangat bagus (60-100) tetapi beberapa area yang memiliki strukturgeologi stockwork dengan alterasi serisit mengakibatkan penurunan nilai GSI hingga buruksedang(20-60). Batuan skarn memiliki kondisi yang bervariasi mengakibatkan sebaran nilaiGSI dengan range yang tinggi, Nilai GSI yang buruk tersebar pada bagian kontak batuan danalterasi skarn yang didominasi oleh mineral-mineral lempung. Bagian utara daerah telitianyaitu pada batuan sedimen didapatkan nilai GSI yang buruk menyebar dengan arah barattimur,area ini sangat dipengaruhi oleh struktur patahan dan kontak batuan sedimen denganbatuan intrusi maupun ubahan skarn. Blok model sebaran GSI memberikan masukan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam merencanakan arah terowongan, biaya pembangunanterowongan dan penanggulangan bahaya dalam pembangunan terowongan.Kata kunci: Deep Ore Zone, Alterasi skarn, Geology Strength Index, Rock QualityDesignation.
MODEL ALIRAN BAHAN ROMBAKAN MENGGUNAKAN RAMMS PADA BENCANA BANJIR BANDANG KOTA BATU NOVEMBER 2021 Kristiawan, Yohandi; Heriwaseso, Anjar; Firmansyah, M. Nizar; Sumaryono, Sumaryono; Muslim, Dicky; Zakaria, Zufialdi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i3.497

Abstract

Kejadian aliran bahan rombakan di Kota Batu, Jawa Timur melanda 3 (tiga) kecamatan di wilayah Kota Batu pada hari Kamis, 4 November 2021. Kejadian tersebut berada pada aliran anak Sungai Brantas di lereng selatan Kompleks Gunungapi Arjuno Welirang. Bencana aliran bahan rombakan yang melanda wilayah Kota Batu dikontrol oleh luapan air akibat peningkatan volume air saat curah hujan tinggi dan adanya pembendungan di bagian hulu dari material bahan rombakan berupa kayu, bongkah batu dan material longsoran. Penyelidikan lapangan dan pemodelan numerik menjadi pendekatan yang signifikan dalam studi aliran bahan rombakan. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak Rapid Mass Movement Simulation (RAMMS). Input data RAMMS meliputi data Digital Elevation Model (DEM), volume, daerah inisiasi, densitas, kohesi, serta parameter gesekan μ (Mu) dan ξ (xi). Berdasarkan hasil pemodelan dan analisis RAMMS menunjukkan bahwa parameter gesekan dan resolusi DEM sangat berpengaruh. Hasil model aliran bahan rombakan untuk μ : 0.04 dan xi : 500 secara umum mendekati dengan landaan aliran bahan rombakan 2021 dengan panjang landaan 4.85 km dan luas 238622.83 m2. Nilai parameter gesekan hasil pemodelan dapat dimanfaatkan untuk simulasi aliran bahan rombakan lain di kawasan selatan G. Arjuno Welirang untuk mengetahui potensi ancaman bahaya aliran bahan rombakan khususnya di wilayah Kota Batu, Jawa Timur.Kata kunci: aliran bahan rombakan, Kota Batu, pemodelan, RAMMSABSTRACTThe debris flow disaster in Batu City, East Java hit 3 (three) sub-districts in the Batu City area on Thursday, November 4th, 2021. The debris flow occurred in a tributary of the Brantas River on the southern slope of the Arjuno Welirang Volcano Complex. The debris flow was controlled by water overflow due to increased water volume during high rainfall and dams upstream of the debris material consisting of wood, boulders, and landslide material. Field investigations and numerical modeling have become significant approaches in debris flow studies. Modeling was carried out using Rapid Mass Movement Simulation (RAMMS) software. RAMMS data input includes Digital Elevation Model (DEM) data, volume, initiation area, density, cohesion, as well as friction parameters μ (Mu) and ξ (xi). The results of RAMMS modeling and analysis, show that the friction parameters and DEM resolution are very influential. The results of the debris flow model for μ: 0.04 and xi: 500 are generally close to the 2021 debris flow with a maximum distance of 4.85 km and an area of 238622.83 m2. The friction parameter values resulting from modeling can be used to simulate the flow of other debris in the southern area of Mt. Arjuno Welirang to determine the potential threat of debris flow, especially in the Batu City area, East Jawa in the future.Keywords: debris flow, Kota Batu, modeling, RAMMS
KOROSIFITAS PADA TANAH LAPUKAN VULKANIK BERDASARKAN NILAI TAHANAN JENIS TANAH DI KAWASAN UNPAD JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT Rukmana, Yanwar Yusup; Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky; Seraphine, Nadhirah
Jurnal Geosaintek Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur terutama gedung-gedung tinggi tidak terlepas dari penggunaan material logam/besi. Masalah besar bagi bangunan dan peralatan yang menggunakan material logam adalah Korosi. Korosi yaitu degradasi atau penurunan mutu logam akibat reaksi kimia suatu logam dengan lingkungan di sekitarnya termasuk tanah. Indikator utama yang sangat signifikan dalam menentukan klasifikasi korosi pada tanah yaitu nilai tahanan jenis, karena laju dari korosifitas merupakan fungsi dari konduktivitas listrik. Indikator lain yang berpengaruh terhadap klasifikasi korositas adalah karakteristik dari tanah itu sendiri. Pengambilan nilai tahanan jenis tanah pada penelitian ini mengacu pada ASTM G187-12. Karakteristik tanah lapukan vulkanik yaitu di dominasi oleh besar butir halus. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan pengujian di laboratorium, tanah di daerah penelitian berjenis Lanau dengan tingkat Plastisitas Rendah-Tinggi (MH-ML) serta Lempung dengan tingkat Plastisitas Tinggi (CH). Hasil analisis dari sebaran potensi korosifitas tanah di daerah penelitian menunjukkan bahwa tingkat korosifitas tanah berada pada tingkatan Sedang-Tinggi. Zona korosifitas tinggi pada sampel dengan kedalaman 0.5 m terkonsentrasi di sebelah barat laut, Pada sampel dengan kedalaman 1.0 m terkonsentrasi di sebelah tenggara, dan pada sampel dengan kedalaman 1.5m tersebar di seluruh daerah penelitian.
PERLINDUNGAN PETIR, SISTEM PENTANAHAN, DAN RESISTIVITAS TANAH: STUDI BIBLIOMETRIK Jakah, Jakah; Muslim, Dicky; Mursito, Anggoro; Zakaria, Zufialdi; Sumarnadi, Eko
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 42 No. 2 (2021): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/j.baca.v42i2.730

Abstract

Increased lightning intensity generally causes an increase in the level of hazards such as infrastructure damage and death. To mitigate these hazards, research is necessary. Research developments can be seen from the various literature published in journals or books. This study aimed to quantitatively assess the development of research on lightning protection, grounding systems, and soil resistivity. The bibliometric method is used by searching based on keywords in the Scopus basis data, then visualizing it using VOSviewer. The results showed that the total identified publications were 706 publications all years, the first publication in 1967 and the highest in 2014-2020 with 481 publications (68.1%). The countries that dominate are China and Brazil. Universidade Federal de Minas Gerais was the most productive institution, while Silverio Visacro was the most productive writer. Engineering and energy are the most widely written subjects, while topics related to multidisciplinary are still rare (0.2%). Electric Power Systems Research Journal is the top journal that publishes this research topic. The publication progress map based on co-occurrences consists of 9 clusters. The few research topics include electrical safety, substation, and backfill materials, while current topics include towers, wind turbines, bentonite, natural enhancement materials, and electromagnetic models.
ANALISIS STABILITAS LERENG AREA TIMBUNAN MENGGUNAKAN METODA KESETIMBANGAN BATAS PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA DAERAH PURWAJAYA, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Andriani, Tati; Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky; Oscar, Agus Wiramsya
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12 No 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v12i3.53

Abstract

Salah satu prinsip pada penambangan terbuka (open pit mine) batubara adalah menggali tanah atau batuan penutup (overburden) untuk mendapatkan batubara, sehingga dibutuhkan tempat penimbunan untuk menampung overburden, yang disebut sebagai disposal area. Salah satu permasalahan pada disposal area adalah kondisi lereng yang tidak stabil sehingga terjadinya longsoran-longsoran yang dapat mengganggu jalannya operasi tambang seperti terhambatnya alat berat pengangkut material tambang. Agar disposal area tetap berada dalam kondisi stabil maka perlu adanya kajian geoteknik yang membahas mengenai kestabilan lereng, sehingga operasi tambang dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kestabilan lereng disposal area pada tambang batubara di Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data lapangan berupa geometri lereng serta karakteristik material pada disposal area. Kemudian dilakukan simulasi lereng untuk mendapat nilai FS (Safety-Factor) yang diperkirakan masih aman menggunakan metode kesetimbangan batas dengan bantuan aplikasi Slide Versi 6. Ketebalan timbunan saat ini sudah mencapai 20 meter, dengan sudut lereng keseluruhan adalah 9°.Hasil perhitungan nilai FS dari tiga sayatan menunjukkan, bahwa disposal area berada dalam kondisi belum aman dengan nilai FS pada setiap sayatan adalah 1,108; 1,21 dan 1,756. Parameter nilai FS yang dianggap aman adalah lebih besar dari 1,25. Untuk mendapatkan nilai FS optimum hasil dari simulasi untuk lereng keseluruhan, maka geometri lereng yang disarankan adalah tebal timbunan maksimum 20 meter dan sudut lereng optimal 9°, dengan dibuat undakan-undakan tinggi 7 meter dan sudut 30° pada lereng. Hasil simulasi ini memiliki nilai FS 1,301 pada kondisi jenuh. 
Koreksi Smr Pada Desain Lereng Tambangterbuka Batubara Pada Formasi Balikpapan & Formasi Kampungbaru, Sangasanga,Kalimantan Timur Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7 No 3 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v7i3.115

Abstract

Kajian desain lereng stabil dibutuhkan dalam eksploitasi tambang batubara, khususnya dalam sistem tambang terbuka. Penambangan memerlukan desain lereng dengan berbagai cara. Untuk menemukan lereng stabil secara cepat, digunakan pembobotan massa lereng (SMR, Slope Mass Rating) yang berdasarkan kepada pembobotan massa batuan (RMR, Rock Mass Rating). Pada titik lokasi yang longsor maupun rawan longsor, diperlukan kajian khusus mengenai kestabilan lereng dengan metode lain dan menggunakan perangkat lain. Pada formasi batuan yang mengandung lapisan material urai (loose) seperti pasir kuarsa pada Formasi Balikpapan maupun Formasi Kampungbaru di Sangasanga, Kalimantan Timur, penentuan pembobotan massa lereng perlu dikoreksi untuk menemukan sudut lereng yang paling aman. Meskipun pada akhirnya, pilihan penentuan sudut lereng yang aman, akan bergantung pula kepada aspek ekonomis dalam penambangan. Hasil koreksi SMR yang melibatkan nilai SMR berdasarkan peneliti terdahulu (Laubscher, Romana, Orr dan Hall) didapatkan rumus-persamaan, yaitu: 1) SMR = 68,22 ln(RMR) - 225,5 (untuk persamaan logaritmik); 2) SMR = 1,262RMR - 22,30 (untuk persamaan linier); 3) 0,082 RMR 1,580 (untuk persamaan power); dan 4) SMR = 9,191e0,029RMR (untuk persamaan eksponensial).
ORIENTASI INTI BATUAN HASIL PEMBORAN PADA RANCANGAN LERENG TAMBANG EMAS TERBUKA ARAREN DI PT. TAMBANG TONDANO NUSAJAYA, SULAWESI UTARA Seru, Imanuel; Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10 No 3 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v10i3.147

Abstract

Makalah ini mempresentasikan pendekatan penyelidikan geoteknik untuk mengetahui sebaran orientasi bidang diskontinuitas di bawah permukaan melalui pemboran geoteknik dengan orientasi inti batuan (rock core orientation) sebagai tahap awal pada rancangan lereng tambang emas terbuka Araren. Tiga lubang bor ditempatkan pada bagian timur, selatan, dan barat pada rancangan lereng akhir tambang terbuka. Metoda pemboran inti dimulai dari permukaan untuk mengumpulkan informasi massa batuan dan bidang diskontinuitas. Orientasi bidang diskontinuitas pada inti batuan hasil pemboran (oriented core) digunakan untuk mengamati potensi masalah kestabilan jenjang pada lereng batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi longsoran bidang, baji, dan rebah berpeluang terjadi dan tersebar pada lereng tambang di lokasi pengamatan. 
The Sliding Surface Determination of A Deep-seated Landslide on Cisumdawu Highway, West Java, Based on The Electrical Resistivity Tomography Santosa, Imam; Sulaksana, Nana; Yuningsih, Euis Tintin; Zakaria, Zufialdi
Indonesian Journal on Geoscience Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17014/ijog.11.2.189-199

Abstract

Sumedang is one of the regencies in West Java Province that usually experiences landslides due to its lithology, slopes, and water level conditions. Previously slow-moving landslides occurred between 2016 and February 2021, affected the new Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Highway at Section 2, Station 21 in the North Sumedang District. This research aims to identify the causes of these landslides using a combination of geological field observation, subsurface geo-electric resistivity-based survey, and borehole drilling. A total of fourteen boreholes were drilled to collect geotechnical data from the subsurface of the researched area, including the soil material and N-SPT value. The soil hardness and resistivity were measured and compared to establish the relationship between resistivity and engineering properties. The result of the resistivity measurement showed that the percolating water zone in the permeable loose soil was located above the impermeable layer, estimated as a slip surface. The subsurface measurement and borehole data show that the lithology of the sliding surface is a layer of clay with a thickness of 5 - 12 m, the slope of the sliding surface is 20o, and the depth is between 24 - 26 m. The cover layer of the sliding surface is a layer of silty clay and gravelly clay with a thickness of 5 - 10 m. Thus, based on the data presented, installation of bore piles and groundwater level monitoring need to be done as mitigation efforts.
Active Faults in the Volcanic Environment of Pasirwangi Region, Garut Regency Yudhicara, Yudhicara; Robiana, Rahayu; Muslim, Dicky; Zakaria, Zufialdi; Dinata, Muhammad Nasheer Ramdan; Hartono, Tono
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i4.999

Abstract

Garut Regency is surrounded by many volcanoes, both active and inactive. This area has also several active faults, which historically have been the source of earthquakes, including the Rakutak Fault Segment as part of Garsela Fault and several local faults. Some of earthquakes has magnitude less than M5.0 but causing damages, such as lately occured on September 18 and December 7, 2024.This study aims to identify the root causes of the major earthquakes that frequently occur in the Garut area, particularly those felt locally in Pasirwangi Sub-District and its surroundings, which causing infrastructure damages. Theresults are expected to contribute to disaster risk reductionand geological hazard-based spatial planning in Garut Regency, particularly in the study area. Active faults mapping was carried out using remote sensing, and field verification using drone and visual observations to obtain data that characterizes the presence of faults, joints measurements, rock offsets, river diversion and morphology lineaments. Site class identification was carried out by microtremor measurement using seismograph. Indications of active faults are found in the form of morphological and river lineaments, rock offsets, river diversion and the emergence of springs as indications of fractures along the fault line. Several sagponds were found including in Cihurang which is connected to Lake Ciharuswhich forms the Rakutak fault segment lineament whichis relatively southwest-northeast (SW - NE) oriented.Others were found at Lake Cipondok which is connectedto the river lineament in the Cibongkor area which has awest southwest-east northeast (WSW-ENE) direction. The down-dip faults were observed at Padaawas and has trend relatively south southwest - north northeast (SSW - NNE). Microtremor measurements obtain the dominant frequency values of the research area is in the range of 1 - 4 Hz, Periods of 0,25 – 1 second, the earthquake amplification factors of 3 – 7 times of earthquake shaking, Vs30 of 233 - 545 m/sec. The sediment thickness ranges from 25 - 64 m, and the land type is Class C (Hard Soil) and Class D (Moderate Soil). The Pasirwangi Sub-District and its surroundings, is located in a volcanic environment and is traversed by active faults, which are relatively southwest – northeast (SW-NE), west southwest - east northeast (WSW-ENE), and south southwest – north northeast (SSW-NNE). The Rakutak Segment of Garsela Fault, Padaawas and Cibongkor Faults are active faults that cross the research area, which is in the future could become the source of earthquakes, so that the community needs to be aware, especially those located close to fault lines. The potential for geological disasters in the Pasirwangi Sub-District and its surroundings, needs special attention from various parties, related to disaster mitigation efforts, both structural and non-structural. Keywords: Active Faults, Sagponds, Morphological Lineaments, Rocks Offset, Site Class
Co-Authors abdullah, Fajar Abu Abdillah Ali, Abu Abdillah Adiwijaya, Annisa Ayungingtyas Pratiwi Adjat Sudradjat Adriansyah, Yan Agung Mulyo Agus Wiramsya Oscar Alam, Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alpionisa, Salsabila Nur Andriani, Tati Andriani, Tati Anggoro Tri Mursito Anggoro Tri Mursito APRILIAN, YOGA Arie Afriadi Asykarulloh, Abdul Wahid Aton Patonah, Aton Bakhtiar, Taufiq Basuki, Jodi Prakoso Bustomi, Zhafran Muhammad Asyam Chaniago, Aulia Eka P S Chen, Reynara Davin Dicky Muslim Dinata, Muhammad Nasheer Ramdan Dwi Purnomo Edi Tri - Haryanto, Edi Tri - Edi Tri Haryanto Edi Tri Haryanto -, Edi Tri Haryanto Eko Tri Sumarnadi Emi Sukiyah Ersyari, Jodistriawan Euis Tintin Yuningsih Febri Hirnawan -, Febri Hirnawan Firmansyah, M. Nizar Geni - Dipatunggoro, Geni - Geni Dipatunggoro -, Geni Dipatunggoro Hendarmawan Hendarmawan Hendarmawan Hendarmawan, Hendarmawan Heri Nurohman Heriwaseso, Anjar Herryal Zoelkarnain Anwar Imam Santosa Indra Permanajati, Indra Irvan Sophian Irvan Sophian -, Irvan Sophian Irvan Sophian, Irvan Ismawan - Ismawan Ismawan, Ismawan Iyan Haryanto -, Iyan Haryanto Iyan Haryanto, Iyan Jakah Jakah Jakah Jakah Jakah, Jakah Johanes Hutabarat Jumhari Jumhari Khoirullah, Nur Kristiawan, Yohandi Luthfan H. Jihadi -, Luthfan H. Jihadi Luthfan H. Jihadi, Luthfan H. Luthfan Harisan Jihadi, Luthfan Harisan M Sapari Dwi Hadian M. Bey Anural -, M. Bey Anural MANIK, VITO ARISTO Mochamad Sapari Dwi Hadian Mubarak, Aziez Muhammad Bey Anural, Muhammad Bey Muhammad Kurniawan Alfadli Mursito, Anggoro Nadhirah Seraphine Nana Sulaksana Nendi rohaendi NINGRUM, WIWIN JUNITA Pajrin, Ulfia Sari Patonah Aton Pradnya Paramarta Raditya Rendra Putra, Rafino Kurnia Putri, Revena Denia Rachmad Setijadi Raden Irvan Sophian -, Raden Irvan Sophian Raden Irvan Sophian, Raden Irvan Rahayu Robiana, Rahayu Rahmi, Nisa Shafira Muthia Ramsof, Rani Amalia Retnoningtyas, Widya Ika Ridwan Banda Rina Devnita Rizky Narendra Utomo, Rizky Narendra Rukmana, Yanwar Yusup Sabila, Zahra Syahida Seraphine, Nadhirah Seru, Imanuel Seru, Imanuel Shafira, Nisa Siahaan, Yakub Sidarto Sidarto Sihotang, Josua Washington Sondi Kuswaryan Sulastri, Murni Sumarnadi, Eko Sumaryono Sumaryono Taufiq, Mochamad Muslim Tono Hartono, Tono Ujang Hidayat Tanuwiria Ulhaque, Thaha Rizal Wicaksana, Kintan Adelia Arum Wicaksono, Danny Wiguna, Purwa Wiyatno Haryanto Yanwar Yusup Rukmana Yogi Prianda, Yogi Yohanes Tan, Yohanes Yuda, Himmes Fitra Yudhicara Yudhicara Yusi Firmansyah, Yusi Yusuf, Muhammad Farhan Yuyun Yuniardi -, Yuyun Yuniardi