Darmawan Saptadi, Darmawan
Jurusan Budidaya Pertanian, Faperta, Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Malang

Published : 79 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Perbedaan Genotipe pada Perkecambahan dan Pertumbuhan Kacang Ercis (Pisum sativum L.) sebagai Dasar Pemilihan Bahan Baku Microgreen Pambudi, Daffa Dzakwan; Saptadi, Darmawan; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 8 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk lain untuk memanfaatkan kacang ercis guna mempertahankan dan meningkatkan nutrisi yang terkandung di dalamnya adalah dengan cara mengkonsumsi tanaman muda (microgreen) dari kacang ercis. Manfaat dari mengkonsumsi microgreen salah satunya yaitu terdapat pada kandungan nutrisi, sayuran microgreen lebih tinggi dibandingkan sayuran yang sudah tumbuh dewasa. Kacang ercis yang berasal dari daerah yang berbeda dapat memiliki karakter perkecambahan yang berbeda. Begitu pula dengan karakter dan kualitas microgreen dari masing-masing genotipe kacang ercis yang dapat menunjukkan karakter morfologi yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbedaan genotipe pada perkecambahan dan pertumbuhan kacang ercis (Pisum sativum L.) sebagai dasar pemilihan bahan baku microgreen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2020 di Laboratorium Bioteknologi dan Laboratorium Sumber Daya Lingkungan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang digunakan yaitu 9 genotipe kacang ercis yang terdiri dari benih yang berasal dari Berastagi (BTG-4), dari Garut (GRT-04(3)-1, GRT 04(3)-2, GRT PSO-2-1, 03-16-3-1, dan 05 (16) (2)-1), serta dari Semarang (SMG (C) (1), SMG (H)(05),dan SMG (H)(05)-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe 03-16-3-1, genotipe 05(16)(2)-1, dan genotipe SMG (H)(05)-1 merupakan genotipe yang memiliki keunggulan untuk dijadikan bahan baku microgreen lebih dibandingkan dengan genotipe lainya.
Potensi Hasil dan Ketahanan terhadap Penyakit Hawar Daun (Northern Leaf Blight) 113 Galur Jagung (Zea mays L.) Hibrida Hutomo, Wahyu Ari Baskara; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas sumber karbohidrat yang memiliki peran sangat penting baik tingkat nasional maupun dunia.  Serangan penyakit Hawar Daun Jagung (Northern Leaf Blight) (Exserohilum turcicum (Pass.) Leonard et Sugss) adalah permasalahan penting pada produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil, nilai keparahan penyakit dan kriteria ketahanan hawar daun Northern Leaf Blight (NLB) pada 113 galur jagung hibrida, serta mendapatkan hibrida berpotensi hasil tinggi dan memiliki ketahan setara pembanding terbaik. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2019-Oktober 2020 di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, dengan ketinggian 1.150 m dpl. Penelitian ini menggunakan rancangan augmented design, terdiri dari 145 entri/perlakuan (113 galur yang diuji, 13 varietas pembanding, dan 19 entri pelengkap) tanpa ulangan, dan 4 varietas sebagai kontrol (diagonal check) diulang sebanyak 5 kali. Varietas pembanding meliputi Bisi-18, NK-7328, NK-88, P11, P21-Dahsyat, P25, P27-Gajah, P29-Harimau, P32-Singa, P33-Beruang, P35-Banteng, P36-Bekisar dan P38-Rusa. Analisis ragam dengan uji F dan uji lanjut dengan uji LSI (Least Significant Increase) pada taraf α : 5% dari variabel hasil panen dan keparahan penyakit. Terdapat tujuh hibrida yang memiliki potensi hasil nyata lebih tinggi dari seluruh pembanding menurut uji LSI antara lain: Pioneer-055, 057, 058, 064, 070, 089, dan 098. empat puluh satu hibrida tergolong tahan terhadap penyakit hawar daun dengan keparahan penyakit setara pembanding terbaik. Pioneer-057, 058, 064, dan 070 memiliki hasil panen unggul dibanding seluruh pembanding serta memiliki nilai keparahan penyakit setara dengan varietas pembanding terbaik dengan kriteria tahan sehingga direkomendasikan sebagai hibrida harapan dan dilanjutkan tahap pengujian selanjutnya.
Uji Daya Hasil Enam Galur Kacang Bogor (Vigna subterranea L. Verdcourt) Pada Musim Penghujan Prasetyoningrum, Farin; Saptadi, Darmawan; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.01.06

Abstract

Tanaman kacang bogor (Vigna subterranea L. Verdcourt) merupakan komoditas potensial yang masih belum dibudidayakan secara luas di Indonesia dan tergolong tanaman yang belum banyak mendapat perhatian. Padahal kacang bogor dapat menjadi alternatif pangan fungsional sebagai sumber protein dan karbohidrat. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kacang bogor salah satunya ialah melalui pemuliaan tanaman, diperlukan beberapa kegiatan penelitian untuk mendapatkan varietas unggul. Salah satu tahapan yang dilakukan dalam pemuliaan tanaman ialah uji daya hasil. Uji daya hasil merupakan tahapan awal untuk menguji galur agar dapat diketahui galur yang memiliki daya hasil tinggi, sehingga dapat menentukan galur yang dapat dilepas sebagai varietas baru. Uji daya hasil kacang bogor dilakukan pada musim penghujan terhadap 6 galur harapan kacang bogor potensial yakni PWBG 5.2.1, SS 2.4.2, BBL 1.1, PWBG 6, SS 3.4.2, CCC 1.6, dan TVSU 8.6. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hasil 6 galur kacang bogor dan mendapatkan galur berdaya hasil tinggi pada musim penghujan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Mei 2021 di Kebun Percobaan Balitkabi di Jambegede. Penelitian dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh galur yang diuji memiliki daya hasil yang beragam. Didapatkan daya hasil galur yang diuji berkisar antara 1,8 – 2,8 ton/ha. Pada penelitian ini galur BBL 1.1 dan PWBG 6 merupakan galur harapan terpilih yang berdaya hasil tinggi dan mampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungan tumbuhnya.
Study of Palm Seeds (Arenga pinnata Wurmb Merr.) and Its Breaking Dormancy Farida, Farida; Barunawati, Nunun; Saptadi, Darmawan; Kuswanto, Kuswanto
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v48i1.4576

Abstract

Sugar palm (Arenga pinnata) is a versatile Indonesia-native species widely distributed across the archipelago. It can function as a water-conserving plant and provides low-glycemic-index sugar (GI 35.56) from palm sap, allowing safer consumption by people with diabetes. An early-maturing variety, endemic to East Kutai Regency, East Kalimantan Province, has been designated a National Early-Maturing Superior Variety and is promoted as a leading commodity. However, cultivation is constrained by slow seed germination, which may take about two years because of strong seed dormancy. Sugar palm seeds can remain dormant due to morphophysiological, physical, and physiological constraints that inhibit water uptake, embryo growth, and metabolic activation. Previous studies have attempted to accelerate germination using mechanical scarification, chemical treatments, immersion in water at controlled temperatures (stratification), and applications of growth regulators at various concentrations. Reported germination success for scarification ranges from 52.00% to 73.00%, indicating room for improvement. This article reviews and identifies practical approaches to accelerate palm seed germination, emphasizing that effective dormancy-breaking innovations are essential to supply planting material for expanding sugar palm plantations and improving crop production. Such improvements could shorten nursery cycles, enhance seedling uniformity, and strengthen farmer adoption.
Perkembangan Karakter dan Potensi Hasil dari 15 Varietas Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) yang Dilepas pada Tahun Berbeda Rosiana, Tri Putri; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman penting legume ke-3 setelah kedelai dan kacang tanah. Kandungan yang dimiliki diantaranya vitamin B, mineral dan serat. Permasalahan yang dihadapi oleh petani kacang hijau adalah rendahnya hasil produksi. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan varietas unggul. Dari banyaknya varietas kacang hijau yang telah dirilis belum ada informasi yang membahas tentang perkembangan karakter. Perkembangan karakter yang dimaksud adalah untuk melihat trend dari varietas kacang hijau yang telah dirilis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perkembangan karakter dan potensi hasil dari 15 varietas kacang hijau yang dirilis pada tahun berbeda. Alat yang digunakan diantaranya cetok, gembor, kertas label, polybag, penggaris/ pita meteran, timbangan, wadah, formulir pengamatan, kamera handphone, dan alat tulis. Bahan yang digunakan diantaranya 15 varietas kacang hijau, air, 186 kg/hq pupuk NPK 16, 280 kg/ha pupuk SP36, 93 kg/ ha pupuk MKP, 93 kg/ha pupuk KCl, fungisida berbahan aktif tebukonazol 430 g/l dan insektisida berbahan aktif profenofos 560 g/l. Penelitian dilaksanakan di lahan tegalan pada bulan Juli-Agustus 2023 di Jl. Balaidesa Kepuharjo gang Tameng Asri.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan perkembangan kacang hijau dari 15 varietas yang dirilis pada tahun berbeda menunjukan hasil berbeda nyata pada jumlah buku subur. Pada variabel pengamatan lainnya mendapatkan hasil tidak berbeda nyata yang artinya tidak berbeda antara 15 varietas tersebut. Pada variabel kuantitatif rata-rata varietas yang mendapat hasil yang lebih tinggi berasal dari induk yang sama yaitu dari benih AVRDC dari Taiwan. Pada variabel kualitatif cenderung memiliki rentang warna yang tidak jauh berbeda.
KONFIRMASI GEN YANG MENCIRIKAN EKSPRESI ANTOSIANIN PADA BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Balladona, Freta Kirana; Saptadi, Darmawan; Soegianto, Andy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan permintaan buncis dari luar negeri membuat beberapa varietas lokal tersisih karena varietas introduksi yang berasal dari luar negeri tersebut memiliki kandungan gizi lebih banyak dari varietas lokal. Salah satu cara meningkatkan kualitas buncis lokal adalah persilangan antara varietas lokal dan varietas introduksi Namun identifikasi secara fenotipik memiliki beberapa kelemahan. Maka dari itu, perlu dilakukan identifikasi molekuler pada tetua dan hasil persilangan buncis tersebut. Tujuan: mengonfirmasi keberadaan gen antosianin pada beberapa aksesi buncis berdasarkan penanda gen antosianin melalui pendekatan tetua dengan keturunan berikutnya. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 isolat DNA buncis persilangan lokal dan introduksi dan 3 primer SSR (MdMYB9, MdMYB12 dan MdMYB17). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2015 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil amplifikasi terlihat bahwa ketiga primer tersebut bersifat polimorfis. Hal ini membuktikan bahwa primer spesifik antosianin tersebut dikonfirmasi pada buncis. Berdasarkan panjang pita DNA yang ditinjau pada Purple Queen dan Gogo Kuning (tertua,) sama dengan keturunannya GK x PQ, PQ x GK, PQ x GI, GI x PQ dan GK x CS.
VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA BEBERAPA JENIS MEDIA INVIGORASI Rachma, Tri Nanda Sagita; Damanhuri, Damanhuri; Saptadi, Darmawan
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kakao (Theobroma cacao L.) mulai menurun setelah tanaman berumur 25 tahun. Oleh karena itu, kebutuhan benih kakao sangat diperlukan untuk rehabilitasi dan penanaman kembali. Namun, kebun induk benih kakao masih sangat terbatas, hanya disediakan oleh perkebunan besar dan terletak berjauhan dengan perkebunan rakyat sehingga memerlukan waktu relatif lama selama pengiriman yang dapat menurunkan mutu fisiologis benih. Di samping itu, benih kakao bersifat rekalsitran, yaitu benih yang memiliki daya simpan rendah, cepat kehilangan viabilitas pada berbagai kondisi penyimpanan, tidak memiliki masa dorman dan berkadar air tinggi. Solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali mutu benih yang telah mengalami kemunduran selama pengiriman ialah perlakuan invigorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media invigorasi terbaik terhadap peningkatan viabilitas dan vigor benih kakao. Penelitian dilaksanakan di Ruang Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya pada Bulan Maret-Mei 2015. 6 jenis perlakuan media invigorasi (kontrol, matriconditioning dengan arang sekam, matriconditioning dengan cocopeat, matriconditioning dengan batu bata, osmoconditioning dengan air kelapa muda, dan osmoconditioning dengan larutan KNO3) diuji menggunakan Rancangan Acak Lengkap 4 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada tolok ukur daya berkecambah (DB), kecepatan tumbuh (KCT), keserempakan tumbuh (KST), indeks vigor (IV), bobot kering kecambah normal (BKKN), panjang hipokotil dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan invigorasi matriconditioning menggunakan media arang sekam menjadi solusi terbaik dengan hasil yang paling optimal dibanding media lainnya. Selain arang sekam, batu bata dan cocopeat dapat menjadi media alternatif.
Penampilan Karakter Agronomi Genotipe Potensial Buncis Polong Kuning (Phaseoulus vulgaris L.) Pada Ketinggian Tempat yang Berbeda Pramadio, Lazuardi; Saptadi, Darmawan; Soegianto, Andy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan masyarakat untuk komoditas buncis tiap tahunnya meningkat tetapi tidak diikuti dengan hasil produksi yang signifikan. Tanaman buncis di Indonesia masih banyak dibudidayakan di dataran medium dan tinggi dimana di dataran tinggi sering terjadi kerusakan menyebabkan hasil dari tanaman buncis menurun. Untuk itu dilakukan pengembangan varietas buncis baru yang mampu tumbuh berproduksi baik pada ketinggian tempat berbeda. Pada penelitian ini dilakukan uji penampilan karakter agronomi dan uji stabilitas dan adaptabilitas genotip potensial buncis di ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian berlokasi di tiga tempat, Desa Jatikerto ±330 mdpl, Kelurahan Jatimulyo ±460 mdpl dan Kecamatan Pujon ±1100 mdpl yang dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2017. Bahan yang digunakan 4 genotip yaitu CSxGI 63-0-24, CSxGK 50-0-24, Cherooke Sun, dan Lebat 3. Rancangan yang digunakan analisis gabungan dengan RAK pada 3 lokasi dan dilanjutkan dengan uji stabilitas dan adaptabilitas. Hasil penelitian menunjukkan pada ketinggian tempat berbeda semua karakter agronomi terjadi interaksi dan uji stabilitas dan adaptabilitas semua genotip stabil dan genotip CS adaptif pada lahan marginal, genotip Lebat 3 dan CSxGK 50-0-24 memiliki adaptif yang luas dan genotip CSxGI 63-0-24 adaptif pada lahan yang optimal.
Respon Dua Varietas Selada (Lactuca sativa L.) untuk Pembentukan Planlet terhadap Pengaplikasian Kombinasi Konsentrasi Benzylaminopurine (BAP) dan Kinetin Anggraeni, Yulia; Devy, Nirmala Friyanti; Agisimanto, Dita; Saptadi, Darmawan
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2026.011.1.3

Abstract

Selada merupakan salah satu tanaman sayuran daun yang dikonsumsi sebagai pelengkap makanan dan mengandung gizi yang tinggi. Umumnya, perbanyakan pada tanaman ini dilakukan secara generatif, salah satunya hidroponik yang menggunakan benih hibrida. Iklim tropis di Indonesia menyebabkan proses pembungaan selada menjadi terkendala sehingga produksi benih hibrida tidak dapat dilakukan secara mandiri. Kultur jaringan merupakan salah satu perbanyakan vegetatif untuk memenuhi ketersediaan benih hibrida dan dapat mengurangi biaya produksi. Penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) berupa auksin seperti IAA (Indole Acetic Acid) dan sitokinin seperti TDZ (Thidiazuron), BAP (Benzylaminopurine), dan Kinetin dapat berpengaruh terhadap keberhasilan perbanyakan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi konsentrasi BAP dan Kinetin terhadap pembentukan planlet dua varietas selada. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas selada, faktor kedua adalah konsentrasi BAP dan kinetin yang masing-masing terdiri dari empat konsentrasi yang dikombinasikan yaitu 0, 0,5, 1,0, dan 1,5 mgL-1. Penelitian ini terdiri dari 32 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 96 unit percobaan yang setiap unitnya terdiri atas 3 botol dengan 3 eksplan/botol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAP dan kinetin memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan eksplan tangkai daun selada. Perlakuan K4 dan K15 pada eksplan varietas Archivel bagian pangkal memiliki persentase eksplan bertunas berakar paling tinggi yaitu 44,4%. Eksplan varietas Archivel juga memiliki pertumbuhan lebih baik dibandingkan eksplan varietas Tiberius.
Co-Authors Abdurrahman, Saifullah Adiredjo, Afifuddin Latif Adrian Danang Wijaya Adriansyah, Agung Ainurrasjid Ainurrasjid Alisha, Tarra Syifa Amanda, Disa Utami Andy Soegianto Anggela, Amelia Junietha Anggraeni, Listy Anggraeni, Yulia Ardhani, Dhiya Nabilla Arifin Noor Sugiharto Arsyam, Asriyanto Auliya, Daniyatul Azizah, Laili Niswatun Azzahra, Rayhanah Baehaqi Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Bakti, NH. Dias Prayudha Balladona, Freta Kirana Berutu, Fahma Sariahta Bramastyo, Doni Budi Waluyo Chaireni Martasari Chotimatul Azmi, Chotimatul Damanhuri Debataraja, Raymon BT Dewi, Aprilia Antika Dita Agisimanto Farida Farida Farida Yulianti Fathan, Naala Fatimah, Laila Nur Febriandaru, Guruh Firdaos, Erliza Rizki Firmansyah, Fendy Bayu Hapsari, Lina Wahyu Hardiyanto Hardiyanto Hasna, Ellen Aurelia Hasna Hastuti, Ni Made Dwi Heriyansyah, Fadli Hidayati, Noer Zein Hutomo, Wahyu Ari Baskara Ika Roostika Indrawati, Laili Surur Izmi Yulianah Jaenun, M. Julianti, Intan Erika Kamukten, Prihanti Panditia Kinasih, Nimas Ayu Kurniawan, Rafiif Reza Kusumanegara, Kusumawaty Kuswanto Kuswanto Laila Eka Farida, Zahrotun Nisak Liana, Novi Lita Soetopo Maulana, Haris Muhammad Yasin Niken Kendarini Nirmala Friyanti Devy Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nufus, Fitriani Rohmatun Nunun Barunawati, Nunun Nur Basuki Nurliani Bermawie Nurwidyaningsih, Nurwidyaningsih Nusantara, Adil Balada Palandro, Nadhea Pambudi, Daffa Dzakwan Pamuji, Adimas Pramadio, Lazuardi Prasetyoningrum, Farin Pratama, Sanda Aditya Purba, Brando Renzo Marganda Purnama, Innez Candri Gilang Puspita Sari, Rembang Enggar Putra Pratama Putri, Syafrilia Rahma Rachma, Tri Nanda Sagita Rahmadhini, Nana Ramadhan, Alif Maulana Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Riandon, Ghesa Rosiana, Tri Putri Saadah, Diana Nuri Saptowo Jumali Pardal, Saptowo Jumali Saputra, Dani Adi Setiawan, Indra Karra Setiyawan, Aries Siti Nurul Hikmah Sri Lestari Purnamaningsih Suci Rahayu Sukmasari, Candraning Dwi Sumeru Ashari Supriatun, Nanik Surbakti, Eryck Azwary Abraham Tri Handayani Utami, Sri Rejeki Wati, Devita Aprilia Widyatama, Putri Devita Wilisaberta, Phubby Wulandari, Jeany Eka Yuanasari, Bayu Subekti Yuliana, Izmi Yustiana Yustiana, Yustiana