Articles
HUBUNGAN KONGRUENSI KARIER ANTARA REMAJA DAN ORANGTUA DENGAN PERENCANAAN KARIER PADA ANAK NELAYAN DI KAMPUNG NELAYAN KOTA TEGAL
Rani Kusuma;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (526.105 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20173
Tegal City is located in the Central Java Province, precisely located in the North Coast area so that the majority of the population to work as a fisherman. People who work as fishermen not only from adulthood but also many adolescent who worked as a fisherman. This study aims to determine the relationship of adolescent-parent career congruence with career planning on fisherman’s son in Fisherman Village of Tegal City. The population of this study is the fisherman’s son age 12 – 15 years old who lives in Tegal City which amounts 110 people. The sample was taken by purposive random sampling technique with 68 children. The measure is used Adolescent-Parent Career Congruence Scale (9 aitem α = 0,760) and Career Planning Scale (21 aitem; α = 0,916). Pearson Product Moment correlation results known (r = 0.726; p <0.001) showed a positive and significant correlation between adolescent-parent career congruence with career planning on fisherman’s son in Fisherman Village of Tegal City. Parents are expected to be more active in providing support in the form of spirit, direction, and feedback about their future career planning so that their childcare plans are more mature.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA N 1 BATANGAN KABUPATEN PATI
Nova Dwiyanti;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.376 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21694
Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan motivasi belajar pada siswa SMA N 1 Batangan kabupaten Pati. Dukungan sosial adalah dukungan atau bantuan yang diterima individu dari keluarga yang dapat berupa bantuan emosional, informasi, rasa aman, dihargai, serta diterima di dalam keluarga. Motivasi belajar adalah dorongan pada diri individu yang dapat membangkitkan, menggerakkan dan mengarahkan perilaku individu untuk belajar yang ditandai dengan rasa tanggung jawab ketika belajardan selalu memiliki tujuan yang dingin dicapai saat belajar. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA N 1 Batangan sejumlah 177 siswa, sampel yang digunakan sebanyak 119 siswa yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Motivasi Belajar (35 item; α = 0,902) dan Skala Dukungan Sosial Keluarga (35 item; α = 929). Berdasarkan hasil analisis Spearman Brown dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan motivasi belajar pada siswa kelas X dan XI SMA N 1 Batangan (rs = 0,560; p < 0,001). Semakin tinggi dukungan sosial keluarga, maka motivasi belajar siswa semakin tinggi pula, dan sebaliknya.
SELF COMPASSION DAN STRES PENGASUHAN ORANG TUA DI MASA PANDEMI COVID-19
Putri Dyah Ayu Lestari;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2021.32603
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan tingkat stres pengasuhan orang tua di masa pandemi COVID-19. Populasi penelitian adalah orang tua siswa SD Negeri 04 Sendangmulyo Semarang berjumlah 558 orang tua. Sampel penelitian berjumlah 255 orang tua yang diperoleh melalui teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan modifikasi Self compassion Scale (SCS) untuk mengukur self compassion (17 aitem; α = 0,849) dan adaptasi Parental Stress Scale (PSS) untuk mengukur stres pengasuhan (14 aitem; α = 0,836). Hasil analisis data menggunakan Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dengan stres pengasuhan orang tua (rs = -0,330; p ≤ 0,001). Artinya semakin tinggi self compassion yang dimiliki, maka semakin rendah stres pengasuhan yang dialami orang tua. Bagi orang tua yang merasa terbebani dalam mengasuh anaknya disarankan untuk mengembangkan kemampuan self-compassion.
HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN KEPUASAN HIDUP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG
Rully Afrita Harlianty;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.511 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15189
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual terhadap kepuasan hidup pada penderita kanker payudara. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pasien kanker payudara di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Subjek penelitian ini terdiri dari 45 perempuan penderita kanker payudara. Pengumpulan data menggunakan Skala Kepuasan Hidup (5 aitem; α = 0,760) dan Skala Kesejahteraan Spiritual (36 aitem; α = 0,923). Analisis data menggunakan Kendall Tau untuk uji korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dengan kepuasan hidup pada pasien kanker payudara dengan nilai (r = -0,002; p = 0,984). Hasil uji Mann-Whitney menyatakan bahwa terdapat perbedaan kepuasan hidup antara pasien kanker payudara yang menjalani tindakan operasi mastektomi dan tumorektomi. Pasien kanker payudara yang menjalani tindakan operasi tumorektomi memiliki kepuasan hidup yang lebih tinggi daripada pasien yang menjalani tindakan operasi mastektomi (Mdnmastektomi = 19,00; Mdntumorektomi = 27,00; p = 0,029). Hal tersebut menunjukkan kesejahteraan spiritual bukan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan hidup pasien kanker payudara.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN KETABAHAN PADA PENDERITA MYASTHENIA GRAVIS
Nurmasari Puspita Ningtyas;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.042 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21696
Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika zat antibodi yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melindungi tubuh justru bekerja melawan jaringan yang ada di tubuhnya sendiri. Penyakit myasthenia gravis sebagian besar diderita oleh perempuan. Gejala yang muncul pada penderita Myasthenia gravis adalah kelopak mata menurun secara abnormal (ptosis), penglihatan ganda (diplopia), dan mudah kelelahan. Penderita myasthenia gravis rentan mengalami stres akibat dari penyakitnya yang berakibat pada terganggunya peran dan tanggung jawab penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan ketabahan pada penderita myasthenia gravis. Populasi penelitian ini adalah 107 penderita myasthenia gravis yang menjadi anggota Yayasan Myasthenia Gravis Indonesia di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel penelitian ini berjumlah 34 orang (11 laki-laki; 23 perempuan) yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Regulasi Emosi (21 aitem; α = 0,92) dan Skala Ketabahan (40 aitem; α = 0,95). Hasil analisis product moment adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan ketabahan pada penderita myasthenia gravis (rxy = 0,810; p< .001). Semakin baik regulasi emosi yang dimiliki, maka penderita myasthenia gravis akan semakin tabah.
PERTEMANAN ONLINE DAN PENGUNGKAPAN DIRI PADA DEWASA AWAL PENGGUNA INSTAGRAM
Astari Firdiina Rahmayanti;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.0.36740
Individu melakukan pengungkapan diri kepada orang yang dirasa dekat dan dapat dipercaya. Namun, di era digital ini, individu cenderung melakukan pengungkapan diri di media sosial seperti Instagram yang dapat dilihat siapapun termasuk orang yang tidak dekat atau tidak dikenal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pertemanan di dunia maya dengan pengungkapan diri pada pengguna Instagram. Populasi penelitian ini adalah pengguna Instagram di Indonesia dengan sampel penelitian berjumlah 241 orang pengguna Instagram berusia 18-24 tahun yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen UGM’s Online Friendship Scale (19 aitem, α=0,880) dan Skala Pengungkapan Diri (20 aitem, α=0,870) yang disusun peneliti digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Spearmans’s Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pertemanan online dengan pengungkapan diri pada pengguna Instagram (rs=0,509; p<0,001). Hal ini menunjukkan semakin kuat hubungan pertemanan online individu maka semakin tinggi kecenderungan individu melakukan pengungkapan diri di Instagram, dan sebaliknya.
KEMATANGAN EMOSI DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PEREMPUAN YANG MENIKAH MUDA DI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG
Silfa Izzul Nurmaya;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2022.34473
Pernikahan usia muda di Kecamatan Bandar Kabupaten Batang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, tetapi angka perceraian juga meningkat terutama pada pasangan yang saat menikah berusia kurang dari 20 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan pada perempuan yang menikah muda di Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Sebanyak 117 perempuan yang dulunya menikah di bawah usia 20 tahun dan merupakan warga Kecamatan Bandar Kabupaten Batang menjadi partisipan dalam penelitian ini. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Kematangan Emosi (12 aitem; α= 0,776) dan Skala Kepuasan Pernikahan (43 aitem; α= 0,944). Hasil uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan (rs= 0,527, p= 0,000). Hal ini berarti, semakin baik kematangan emosi responden, semakin tinggi pula kepuasan pernikahannya, dan sebaliknya. Lebih lanjut, partisipan penelitian ini memiliki karakteristik sebagai berikut: rentang usia perkawinan partisipan adalah 2-10 tahun, dengan latar belakang pendidikan beragam dari SD hingga SMA, serta mayoritas ibu rumah tangga. Temuan ini perlu diperdalam dengan melakukan penelitian serupa pada pasangan dengan usia perkawinan di bawah dua tahun atau pada pasangan dengan peran ganda karena bekerja. Pada penelitian ini, kematangan emosi dan kepuasan pernikahan partisipan mungkin dipengaruhi oleh umur perkawinan yang memungkinkan terjadinya penyesuaian perkawinan dengan baik.
HUBUNGAN SIKAP TERHADAP MEDIA SOSIAL DENGAN PARTISIPASI SOSIAL IBU-IBU YASINAN DESA NGEMBUL, KABUPATEN BLITAR
BAROKATUL ASIYAH;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.68 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.20097
This study was conducted to determine the relationship between attitudes toward social media with social participation in Yasinan ladies Ngembul Village, Blitar District. The population in this study amounted to 140 mothers of Yasinan members. The sample of this research is 75 people from Dusun Ngembul and Sumberpandan obtained with incidental sampling. The measuring tool used is the scale of attitude toward social media (α = 0,785) and social participation scale (α = 0,876). Simple regression test showed a positive and significant relationship between attitude toward social media with social participation (rxy = 0,476; p <0,001). The more positive attitudes toward social media then the higher the social participation, and vice versa. Attitudes towards social media affecting 22.6% in social segregation and the rest of 77.4% influenced by other factors not disclosed in this study.
HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BIDIKMISI TAHUN PERTAMA DI UNIVERSITAS DIPONEOGORO
KOSMAS SESKOADI;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.924 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.20061
First year student need to adjust with different social and academic circumstances than high school. In the process they may find difficulties that lead to anxiety. The purpose of this research is to find the relationship between anxiety and adjustment on Bidikmisi’s first year student in Diponegoro University. Population of this study is 1.157 students. Try out test were given to 56 students. Data were collected from 174 students with convenience sampling technique. Data analyzed by Spearman Rank Correlation. Data measured by Adjustment Scale (26 item; α = 0,873) and Anxiety Scale (28 item; α = 0,905). The scale that was used to measure anxiety is SCARED (Screen for Child Anxiety Related Emotional Disorder). Spearman’s Correlation Test show that there is a significant negative correlation between anxiety and adjustment (rs = - 0,357; p < 0,01). The result is tje lower anxiety then the higher adjustment, vice versa. The potential strength of SCARED is it may an effective screening tool for all disorders of anxiety. Further researchers may use another measure instrument that suit their research purpose. Bidikmisi student may keep learning to adjust in college life. University may take part in developing adjustment skill for students by arrange training program and provide counseling service for keep mental health in a good state.
PENGALAMAN BIDAN MEMBANTU PERSALINAN YANG KRITIS: STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Esti Eva Nurdina;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.133 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15191
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman bidan dalam menghadapi situasi kritis pertolongan persalinan. Pengalaman bidan yang dimaksud lebih ditekankan pada gambaran peristiwa yang dialami bidan dalam situasi kritis dan bagaimana bidan mengatasi situasi kritis pertolongan persalinan. Subjek penelitian ini adalah tiga orang bidan yang pernah mengalami situasi kritis pertolongan persalinan. Ketiga bidan tersebut berusia antara 30-40 tahun dan memiliki pengalaman praktik selama 8 hingga 20 tahun. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), karena pendekatan ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi pengalaman yang diperoleh subjek dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan beberapa tema, yaitu (1) fokus pada menghadapi situasi kritis; (2) upaya mengatasi situasi kritis; (3) penanganan pasien; (4) perkembangan diri yang positif. Dalam menghadapi situasi kritis, kasus yang dialami subjek berbeda-beda dan membuat subjek memberikan respons tersendiri, mulai dari kecemasan, stres hingga trauma. Subjek juga mempunyai cara tersendiri dalam merawat pasien yang tentunya tidak terlepas dari kendala sosiokultural yang dihadapi. Dalam mengatasi situasi kritis, subjek mengambil keputusan dengan beragam upaya yang pada beberapa subjek memberikan dampak tersendiri. Peneliti juga menemukan dengan adanya pengalaman yang dimiliki subjek membuat subjek dapat mengambil pelajaran dan memiliki harapan terhadap profesinya.