Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI KOPING TERHADAP STRES DENGAN REGULASI DIRI DALAM BELAJAR PADA MAHASISWA TINGKAT PERTAMA Aveena Arreola Rodameria; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.3 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21743

Abstract

Mahasiswa tingkat pertama dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan sistem pendidikan, serta meningkatnya tugas dan tanggung jawab belajar di perguruan tinggi. Tuntutan untuk mampu menyesuaikan diri di perguruan tinggi seringkali menyebabkan mahasiswa tahun pertama merasa tertekan (stress). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi koping terhadap stres dengan regulasi diri dalam belajar (self-regulated learning) pada mahasiswa tingkat pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2017 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro yang berjumlah 230 orang. Sampel penelitian berjumlah 139 mahasiswa yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala, yaitu Skala Regulasi Diri dalam Belajar (20 aitem; α = 0,836) dan Skala Strategi Koping terhadap Stres (19 aitem; α = 0,881). Uji korelasi Spearman Brown menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara strategi koping terhadap stres dengan regulasi diri dalam belajar (rxy = 0,493 ; p < 0,001). Semakin baik strategi koping terhadap stres, maka semakin baik pula regulasi diri mahasiswa dalam belajar. Untuk meningkatkan kemampuan regulasi diri dalam belajar, mahasiswa sebaiknya meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi tekanan.
RASA SYUKUR DAN KECENDERUNGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Dzikrina Anggie Pitaloka; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.993 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14890

Abstract

Rasa syukur banyak diteliti karena mempengaruhi suasana hati seseorang. Suasana hati individu yang baik akan mendorong individu untuk lebih peka dan membagikan kebahagiaan tersebut kepada lingkungannya. Individu yang berperilaku positif akan dipandang positif orang lain dapat diterima dengan baik oleh lingkungannya. Mahasiswa, yang berada dalam masa perkembangan remaja akhir, memiliki tugas perkembangan untuk berperilaku sosial yang bertanggungjawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan rasa syukur dengan kecenderungan perilaku prososial pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Sampel penelitian teridiri dari 79 (29 laki-laki, 50 perempuan) mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Rasa Syukur (35 aitem valid, α=0.932) dan Skala Kecenderungan Perilaku Prososial (10 aitem valid, α=0.607). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan rasa syukur memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap kecenderungan perilaku prososial (r=0,344; p=0,001).
HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP PERNIKAHAN DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI Eva Rosana; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.781 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21688

Abstract

Pernikahan menjadi langkah awal individu untuk menuju kehidupan yang baru. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum memilih keputusan ini, sehingga dengan adanya kematangan tersebut akan membantu individu yang bersangkutan supaya dapat mencapai kehidupan pernikahan yang langgeng dan bahagia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap pernikahan dengan kepuasan pernikahan pada istri. Populasi penelitian ini adalah wanita menikah di Salatiga. Sampel penelitian terdiri dari 52 wanita menikah dengan usia maksimal 35 tahun, memiliki usia pernikahan maksimal 7 tahun, dan memiliki anak yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan berupa Skala Sikap terhadap Pernikahan (20 aitem; α=0,893) dan Skala Kepuasan Pernikahan (44 aitem; α=0,946). Uji korelasi product moment menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara sikap terhadap pernikahan dengan kepuasan pernikahan (rxy= 0,609; p<0,001). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin positif sikap terhadap pernikahan, maka semakin tinggi kepuasan pernikahan, dan sebaliknya, semakin negatif sikap terhadap pernikahan, maka semakin rendah kepuasan pernikahan. Diharapkan hasil temuan ini dapat menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan bagi pihak-pihak terkait yang berkontribusi dalam mempersiapkan dan mendukung pernikahan. 
DISTRES PSIKOLOGIS PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI NEGERI BERBADAN HUKUM Amalia Rahmandani; Salma Salma; Yohanis ranz La Kahija; Dian Veronika Sakti Kaloeti; Hastaning Sakti; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.31281

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi distres psikologis sebagai risiko masalah kesehatan mental di antara tenaga kependidikan perguruan tinggi negeri berbadan hukum. Sejumlah 178 tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum ‘X’ (Laki-laki=41,6%) terlibat dalam penelitian ini. Distres psikologis diukur menggunakan General Health Questionnaire-12 (Cronbach α = 0,857), yang memuat dimensi disfungsi sosial, kecemasan dan depresi, dan kehilangan kepercayaan diri. Statistik deskriptif dan uji beda nonparametrik dilakukan dalam analisis data. Hasil menunjukkan bahwa sebesar 26,4% subjek berisiko memiliki masalah kesehatan mental umum (cut-off score 10/11). Baik jenis kelamin maupun bidang keilmuan tidak membedakan level distres psikologis secara general maupun menurut dimensinya. Mayoritas manifestasi distres psikologis ditemukan pada dimensi disfungsi sosial, sedangkan terendah pada dimensi kehilangan kepercayaan diri. Hal tersebut didukung perbedaan mean skor antar dimensi yang signifikan, secara berturut dari yang tertinggi adalah disfungsi sosial, kecemasan dan depresi, dan kehilangan kepercayaan diri. Self-serving bias diduga berperan sebagai strategi penanggulangan dari ancaman terhadap diri sehingga meningkatkan penghargaan terhadap diri. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya menyediakan program kesehatan mental bagi tenaga kependidikan perguruan tinggi. 
KONSEP DIRI AKADEMIK DAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA SMP N 24 PURWOREJO Okky Mega Dhatu; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.848 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara konsep diri akademik dengan motivasi berprestasi pada siswa SMP N 24 Purworejo. Populasi penelitian adalah 173 siswa dan sampel penelitian didapatkan melalui cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala konsep diri akademik (26 aitem, α = 0,853) dan skala motivasi berprestasi (5 aitem, α = 0,718). Analisis Kendall’s Tau menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konsep diri akademik dengan motivasi berprestasi pada siswa SMP N 24 Purworejo (r = 0,283; p<0,001), yang berarti bahwa semakin positif konsep diri akademik maka semakin tinggi motivasi berprestasi. Untuk meningkatkan motivasi berprestasi, siswa perlu mengembangkan konsep diri akademik yang dimilikinya secara lebih positif.
HUBUNGAN ANTARA KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN KECEMASAN PADA WARGA BINAAN LAJANG LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS I SEMARANG Aulia Caesara; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.019 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23590

Abstract

Warga binaan yang baru pertama kali tinggal di lembaga pemasyarakatan umumnya mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan yang identik dengan kehidupan yang keras, aturan yang ketat, dan banyak kekerasan. Kesulitan tersebut dapat berkembang menjadi ketakutan dan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keberfungsian keluarga dengan kecemasan pada warga binaan yang belum menikah. Subjek penelitian berjumlah 50 orang warga binaan pria yang berusia 20-52 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan dua skala, yaitu Skala Kecemasan (28 butir; α=0,903) dan Skala Keberfungsian Keluarga (38 butir; α=0,913). Uji korelasi product moment Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif antara keberfungsian keluarga dengan kecemasan (rxy=-0,342; p= 0,007). Hasil tersebut menunjukkan pentingnya peran keberfungsian keluarga terhadap kecemasan pada warga binaan pria yang belum menikah. Semakin individu memandang keluarganya berfungsi dengan baik, maka semakin rendah kecemasan yang dialaminya, dan sebaliknya, semakin individu memandang keberfungsian keluarganya kurang baik, maka semakin tinggi kecemasan yang dimilikinya.
KECENDERUNGAN POLA ASUH PERMISIF DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI Sriadi Triandika; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.232 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13550

Abstract

Perilaku seksual pranikah merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang dilakukan sebelum pernikahan. Hubungan orang tua dan remaja yang kurang harmonis dapat membatasi remaja untuk menanyakan mengenai seks sehingga remaja mendapatkan pemahaman tentang seks melalui teman, pendidikan sekolah, media, atau sumber lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kecenderungan pola asuh permisifdengan perilaku seksual pranikah pada remaja putri. Populasi penelitian ini adalah 837 siswi  SMK N 2 Semarang, berumur 15–19 tahun, sedang atau pernah berpacaran. Sampel penelitian ini berjumlah 242 siswi dari kelas X dan XI, yang ditentukan menggunakan cluster random  sampling. Data diperoleh menggunakan Skala Perilaku Seksual Pranikah (24 aitem; α = 0,906 ) dan Skala Kecenderungan Pola Asuh Permisif (subskala Permisif-Indulgent = 6 aitem; α = 0,714; subskala Permisif-Indifferent = 13 aitem; α = 0,826). Dari hasil uji statistik non-parametrik Kendall’s Tau menunjukkan tidak adanya hubungan kecenderungan pola asuh permisif dengan perilaku seksual pranikah pada remaja putri, baik pada permisif-indulgent (r = -0,033; p = 0,468) maupun pada permisif-indifferent (r = -0,054; p = 0,151). Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kecenderungan pola asuh permisifdengan perilaku seksual pranikah pada remaja putri. Bagi subjek penelitian, kebebasan yang telah diberikan oleh orang tua tidak serta merta menjadikan alasan atau peluang untuk melakukan perilaku seksual pranikah.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN EMPATI ANAK SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPATKAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas V SD Negeri Blotongan 02 Salatiga) Achmad Zainudin; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.439 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan empati siswa kelas V SD sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan lingkungan. Subjek penelitian berjumlah 35 orang siswa kelas V SD Negeri Blotongan 02 Salatiga yang terdiri dari 17 laki-laki dan 18 perempuan (Musia= 10,57 ; SD= 0,655). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest-posttest design. Pengumpulan data menggunakan Skala Kemampuan Empati Anak yang terdiri dari 17 aitem (α= 0,836). Hasil analisis data menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan empati siswa kelas V SD Negeri Blotongan 02 Salatiga sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan lingkungan (Msebelum = 56,23 ; SDsebelum = 5,704 ; Msesudah= 59,23 ; SDsesudah = 5,755 ; t = -7,246 ; p < 0,001).
PENGARUH RELAKSASI PROGRESIF DALAM HIPNOSIS DENGAN AFIRMASI TUBUH CANTIK TERHADAP CITRA TUBUH REMAJA PUTRI Novi Nur Aini; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.13001

Abstract

Citra tubuh adalah gambar mental yang dimiliki seseorang terhadap tubuhnya. Relaksasi progresif dalam hipnosis adalah pemindahan pikiran sadar menuju ketidaksadaran dengan menggunakan relaksasi mental secara sistematis, yang ditandai dengan peningkatan fokus pada diri sendiri dan konsentrasi yang tinggi untuk menerima pemikiran-pemikiran baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi progresif dalam hipnosis dengan afirmasi tubuh cantik terhadap citra tubuh remaja putri. Populasi dalam penelitian ini adalah  keseluruhan remaja putri kelas X di SMK N 11 Semarang. Sampel penelitian 38 remaja putri kelas X berusia 15-16 tahun yang ditentukan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Desain penelitian eksperimen yang digunakan adalah nonrandomized pretest-posttest control grup design. Pengumpulan data menggunakan Skala Citra Tubuh yang terdiri dari 27 aitem valid (α = .898). Analisis Wilcoxon Signed Rank Test untuk uji beda satu sampel (kelompok eksperimen) dan analisis Wilcoxon Mann Whittney U Test untuk uji beda dua sampel (kelompok eksperimen dan kelompok kontrol) menunjukkan bahwa remaja putri yang mendapatkan hipnosis dengan teknik relaksasi progresif memiliki citra tubuh lebih positif dibanding remaja putri yang tidak mendapatkan hipnosis (MdnEksperimen = 74; MdnKontrol = 71; p = .017). Disamping itu, remaja putri dalam penelitian ini memiliki citra tubuh lebih positif  setelah mendapatkan hipnosis dengen relaksasi progresif (Mdnpre-test = 66; Mdnpost-test = 74; p < .001) hingga 12 hari setelah perlakuan (MdnPost 1= 74; MdnPost 2= 72; p = .007). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipnosis dengan teknik relaksasi progresif dengan afirmasi tubuh cantik dapat meningkatkan citra tubuh positif remaja putri.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUANTENTANG LUPUS DENGAN KECENDERUNGANMEMBERIKAN DUKUNGAN SOSIAL KEPADAODAPUS (ORANG DENGAN LUPUS) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 9 SEMARANG One Meidyana Putri Suryani; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.292 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14985

Abstract

Penyakit Lupus termasuk penyakit yang tidak banyak dikenal di masyarakat. Jumlah penderita lupus cukup tinggi karena lebih banyak dari penderita AIDS. Namun, tingginya jumlah penderita lupus tidak diiringi dengan pengetahuan masyarakat tentang lupus, sehingga masyarakat cenderung kurang berperan banyak sebagai sumber dukungan sosial bagi penderita lupus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan remaja tentang lupus dan kecenderungannya memberikan dukungan sosial kepada Odapus. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 9 Semarang. Sampel penelitian berjumlah 173 siswa yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kecenderungan Memberikan Dukungan Sosial kepada Odapus (25 aitem; α = 0,911) dan Kuesioner Tingkat Pengetahuan tentang Lupus (20 aitem; α = 0,829). Analisis Kendall-tau menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang lupus dengan kecenderungan memberikan dukungan sosial kepada odapus (r = 0,031; p = 0.565). Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan gender dalam kecenderungan memberikan dukungan sosial kepada odapus, dimana remaja perempuan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi dibanding remaja laki-laki (Mdnperempuan = 56; Mdnlaki-laki = 51; p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti ditolak dan terdapat perbedaan kecenderungan memberikan dukungan sosial kepada Odapus ditinjau dari perbedaan gender.
Co-Authors Achmad Zainudin Achmad Zulfa Juniarto Aditya Karna, Manik Afrita Harlianty, Rully Agus Soewandono Agustini Utari Ahmad Syauqy Ajeng Erfelina, Ajeng Ajeng Putri Nawang Wulan Alifudin, Muhammad Rafi Amalia Adhandayani, Amalia Amalia Rahmandani, Amalia Amilatul Khoiriyyah Ananda Naftalia Saputra Angga Wijanarko Ani Margawati Ariani, Mahayu D. Astari Firdiina Rahmayanti Aulia Caesara Aveena Arreola Rodameria Avionita Latuihamallo Avionita Miranda Wohon Ayu Kurnia Ayu Kurnia S, Ayu BAROKATUL ASIYAH Benita Khansarisky Cesaria Septa Nirwanda Dian Veronika Sakti Kaaloeti Dian Veronika Sakti Kaloeti Dina Maria Dina Pratiwi Primadiaty Dwi Pudjonarko Dwiantoro, Luky Dzikrina Anggie Pitaloka Elfrida Ratnawati Elsya, Venny Martha Emmy Effendy Endah Kumala Dewi Esti Eva Nurdina Eva Rosana Fadila Sofiana Firdaus, Dinda Tiara Gusti Ayu Putu Prema Jyoti A.D Hadiprajitno, Peter I. Hanafi, Sekar Hardhono Susanto Hastaning Sakti Herman Kristanto Julian Dewantiningrum Juniarto, Achmad Z. Karlin Chandra KOSMAS SESKOADI Kumalasari, Dian Nur Lubaba, Lubaba Mahayu Dewi Ariani Maria Belladonna Rahmawati Maria Mexitalia Megah Andriany Meidiana Dwidiyanti Muniroh, Muflihatul Nadia Rizqiana Harsyah Nida Hanifah Noor Pramono Nova Dwiyanti Novi Nur Aini Nunik Angelia Nurmasari Puspita Ningtyas Nydia Rena Benita Sihombing Okky Mega Dhatu Oktami Dwi Martsari One Meidyana Putri Suryani Patricius Wisnu Widyantono Putri Dyah Ayu Lestari Rachel Choirunissa Raharjo, Alim Panggih Rahmadian, Laksmi Raisa Raisa Rani Kusuma Rizqi, Fairuz Dhiya Nur S Rouli Manalu Sakti Kaloeti, Dian Veronika Salma Salma Silfa Izzul Nurmaya Siti Amalia Soejoenoes, Ariawan Sri Endang Windiarti Sri Wahyuni Sriadi Triandika Suardani, Ni Wayan Suharyo Hadisaputro Sultana MH Faradz Sultana MH Faradz Supriyadi Supriyadi Tahamata, Valentino Marcel Tasya Agnia Rahayu Tri Indah Winarni Trixie Leunupun Ummu Muntamah Wenny Dewanti Yandari Ganes Theresia Tambunan, Yandari Ganes Theresia Yohanis ranz La Kahija Zahroh Shaluhiyah