Claim Missing Document
Check
Articles

KEBERFUNGSIAN KELUARGA DAN DEPRESI PADA SISWA KELAS VII SMP TEUKU UMAR SEMARANG Gusti Ayu Putu Prema Jyoti A.D; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.265 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23432

Abstract

Depresi adalah salah satu penyebab penyakit dan kecacatan pada remaja usia 10-19 tahun. Salah satu faktor ekternal yang menyebabkan depresi adalah keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Keberfungsian Keluarga dengan Depresi pada Siswa kelas VII SMP Teuku Umar Semarang. Populasi pada penelitian ini adalah 214 siswa kelas VII SMP Teuku Umar Semarang. Sampel penelitian ini berjumlah 153 siswa yang diperoleh dengan teknik cluester random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala, yaitu Beck Depression Inventory-II dalam Bahasa Indonesia (17 aitem; α = 0,827) dan Skala Keberfungsian Keluarga (25 aitem; α = 0,901). Uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara keberfungsian keluarga dengan depresi (r = -0,056 ; p = 0,492). Sejumlah 47 siswa (30,7%) berada daalam kategori depresi ringan hingga sedang. Pihak sekolah perlu segera melakukan upaya pencegahan dan penanganan depresi pada siswa-siswa. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan orang tua dan keluarga siswa. 
PENGARUH COLORING MANDALA TERHADAP NEGATIVE EMOTIONAL STATE PADA MAHASISWA Ayu Kurnia S.; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.457 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21680

Abstract

Negative emotional state adalah perasaan negatif berupa depresi, kecemasan, dan stres yang dapat melibatkan rangsangan fisiologis, pengalaman sadar, dan ekspresi. Prevalensi negative emosional state pada mahasiswa di Indonesia mencapai 52.7%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya penurunan tingkat negative emotional state serta menjelaskan pengalaman subjek setelah memperoleh intervensi coloring mandala selama 7 hari berturut-turut.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan randomized pretest-posttest control group design dengan mixed method. Subjek penelitian berjumlah 89 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro angkatan 2015-2017 yang dari hasil skrining menunjukkan tingkat extremely severe pada salah satu skor DASS 21.Kelompok eksperimen terdiri dari32 individu dan 49 individu kelas kontrol yang dipilih secara random.Pengumpulan data hasil eksperimen dengan menggunakan Depression Anxiety Stres Scale 21(DASS 21) versi Indonesia, sedangkan data kualitatif menggunakan FGD dan wawancara.Hasil analisis Paired Sample T-testmenunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada skor depresi, kecemasan, danstres setelah subjek mendapatkan coloring mandala selama tujuh hari berturut-turut, Skor depresi menunjukkan rata-rata penurunan 6,13 (= 16,81dan = 10,68), skor kecemasan menunjukkan rata-rata penurunan 8,43 (= 24,43dan ), dan skor stres menunjukkan rata-rata penurunan 7,9 (= 26,12dan = 17,12) (P<0,05). Hasil analisa kualitatif menunjukkan bahwa pengalaman yang dirasakan individu saat melakukan coloring mandala antara lain individu merasakan tenang saat proses mewarnai, individu menjadikan coloring mandala sebagai media untuk meluapkan emosi saat terjadi masalah dan senang saat melihat hasil mewarnai seolah telah membuat sebuah karya. 
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET FUTSAL UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Avionita Miranda Wohon; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.413 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.24404

Abstract

Kecemasan dapat mempengaruhi performa atlet pada saat pertandingan. Setiap atlet pasti pernah merasakan kecemasan bertanding. Efikasi diri merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya kecemasan bertanding atlet. Penelitian ini mengkaji hubungan efikasi diri dengan kecemasan bertanding pada atlet futsal Universitas Diponegoro Semarang yang mengikuti lomba Olimpiade Diponegoro. Sampel penelitian berjumlah 97 orang yang diambil dengan menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu Skala Kecemasan Bertanding (21 butir; α = 0,871) dan Skala Efikasi Diri (23 butir; α = 0,892). Hasil analisis korelasi product moment menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan bertanding pada atlet futsal Universitas Diponegoro Semarang (r = -0,299; p = 0,003). Hal ini menunjukkan bahwa pada atlet futsal, semakin tinggi efikasi diri maka semakin rendah kecemasan bertanding mereka.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA WANITA SEMARANG Raisa Raisa; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.142 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15398

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan individu dalam meghadapi dan mengatasi penderitaan atau kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Semarang. Populasi penelitian adalah 298 narapidana dan sampel penelitian berjumlah 92 narapidana yang didapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial (12 aitem valid, α = 0,923), Skala Brief Resilience (4 aitem valid, α = 0,784) dan skala Connor- Davidson Resilience (23 aitem valid, α = 0,923). Hasil analisis regresi sederhana menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada narapidana (rxy = 0,427; p < 0,001 diukur dengan skala Brief Resilience, maupun skala Connor-Davidson Resilience dengan hasil rxy = 0,448; p < 0,001). Korelasi antara Skala Connor-Davidson Resilience dengan Skala Brief Resilience didapatkan hasil sebesar (rxy =0,579; P< 0,001). Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan resiliensi pada narapidana ditinjau dari data demografis subjek. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga berkontribusi lebih rendah (8,1%-9,7%) dibandingkan dengan dukungan sosial dari orang lain (15,5%-17,6%).
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA-ORANGTUA DENGAN REGULASI EMOSI PADA SISWA SMK Rachel Choirunissa; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.387 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal remaja-orangtua dengan regulasi emosi siswa SMKN 5 Semarang. Regulasi emosi mempengaruhi remaja dalam bersikap dan berperilaku sesuai norma dan nilai yang ada. Keluarga merupakan tempat remaja belajar mengeksrepsikan emosinya. Hubungan remaja dengan orangtua, khususnya proses komunikasi interpersonal dapat memengaruhi perkembangan emosi remaja. Penelitian ini melibatkan 467 siswa SMK. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Komunikasi Interpersonal Remaja-Orangtua (34 aitem; α= 0,922) dan Skala Regulasi Emosi (31 aitem; α= 0,866). Teknik analisis data pada penelitian menggunakan uji korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal remaja-orangtua dengan regulasi emosi pada siswa SMKN 5 Semarang  (rxy=0,555; p<0,001). Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi komunikasi interpersonal remaja-orangtua, maka semakin tinggi regulasi emosi pada siswa SMKN 5 Semarang.
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN WANITA KASUS NARKOTIKA DI KALIMANTAN TIMUR Ajeng Putri Nawang Wulan; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.819 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23592

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan kecemasan pada warga binaan pemasyarakatan wanita kasus narkotika di Kalimantan Timur. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu ada hubungan negatif antara penerimaan diri dengan kecemasan pada warga binaan pemasyarakatan wanita kasus narkotika di Kalimantan Timur. Subjek penelitian ini adalah 98 Warga Binaan Pemasyarakatan Wanita di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika klas III di Samarinda, Kalimantan Timur, terjerat kasus narkotika, baik sebagai pengguna ataupun pengedar, dan telah menjalani masa hukuman minimal 3 bulan. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologis, yaitu Depression Anxiety Stress Scale (11 aitem α = 0,958) dan Berger’s Self-Acceptance Scale (28 aitem α = 0,904). Hasil analisis data dengan analisis korelasi Spearman’s Rho menunjukkan ada hubungan negatif antara penerimaan diri dengan kecemasan pada warga binaan pemasyarakatan wanita kasus narkotika di Kalimantan Timur (rxy=-0,371;p=0,000 (p <0,001)). Hal ini menunjukkan semakin tinggi penerimaan diri, maka semakin rendah kecemasan pada warga binaan pemasyarakatan wanita kasus narkotika di Kalimantan Timur, dan sebaliknya.
HARAPAN ORANGTUA DAN DEPRESI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 KEDOKTERAN UMUM Oktami Dwi Martsari; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.884 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21835

Abstract

Depresi merupakan gangguan psikologis yang dapat dialami berbagai kalangan usia. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami depresi. Salah satu program studi yang dianggap memiliki tuntutan dan tekanan yang berat yaitu Program Studi Kedokteran. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab depresi adalah tingginya harapan orangtua yang sulit dipenuhi oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan orangtua dengan depresi pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Sarjana Kedokteran Umum. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Umum Universitas Diponegoro angkatan 2017 yang berjumlah 246 mahasiswa. Sampel penelitian terdiri dari  101 mahasiswa (62 perempuan; 39 laki-laki) yang diperoleh dengan metode cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua alat ukur, yaitu Beck Depression Inventory-II (21 aitem; α = 0,90) yang telah divalidasi ke dalam Bahasa Indonesia dan Skala Harapan Orangtua (18 aitem; α = 0,869). Berdasarkan uji korelasi Spearman’s Rho diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara harapan orangtua dengan depresi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Umum Universitas Diponegoro (r = 0,172 ; p= 0,086). Sejumlah 40 mahasiswa (39,6%)  tergolong depresi ringan hingga berat namun bukan disebabkan oleh penilaian mereka terhadap harapan orangtua. Faktor-faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap depresi pada mahasiswa tahun pertama perlu diteliti lebih lanjut.
MEMAHAMI KEBAHAGIAAN MELALUI PERJALANAN HIDUP MEMBIARA PARA RAHIB TRAPIS DI PERTAPAAN SANTA MARIA RAWASENENG Patricius Wisnu Widyantono; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.742 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kebahagiaan para rahib yang menjalani kehidupan membiara. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga rahib dari kongregasi trapis, Rawaseneng. Karakteristik dari partisipaan adalah sudah mengucapkan kaul kekal dan hidup membiara minimal selama 10 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Prosedur yang sistematis akan menghasilkan penjelasan yang mendalam terkait dengan latar belakang, pengalaman, dan pemikiran unik paartisipan yang didapatkan melalui wawancara semi terstruktur. Penelitian ini menghasilkan lima tema induk, yaitu (1) Komitmen sebagai rahib, (2) Memaknai setiap peristiwa, (3) Hidup berkomunitas, (4) Penghayatan iman, dan (5) Konsep kebahagiaan. Komitmen para rahib dalam hidup membiara dimulai saat pengucapan kaul. Hal itu berarti para rahib telah mengikrarkan janji untuk setia pada panggilan Tuhan. Sesuai dengan karakteristik biara Trapis, para rahib menerapkan hidup senobit, yakni hidup dalam suasana komunitas dan menetap di dalam biara. Mereka yang mau bertahan dalam hidup membiara akan memaknai setiap peristiwa yang dialami. Dalam proses pemaknaan tersebut, perkembangan iman semakin dirasakan dan dihayati. Hal ini mempengaruhi para rahib dalam mengevaluasi kehidupannya secara keseluruhan dan bagaimana mereka memaknai kebahagiaan yang dirasakan.
SIKAP REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PERCERAIAN: STUDI KOMPARASI PADA REMAJA SISWA SMA NEGERI 6 SEMARANG Wenny Dewanti; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.335 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15424

Abstract

Perceraian merupakan berakhirnya hubungan suami-istri dari suatu perkawinan yang disebabkan oleh suatu alasan tertentu dan telah diakui secara hukum. Anak yang memasuki masa remaja mulai memahami arti dan akibat dari perceraian. Peristiwa perceraian orang tua dapat mempengaruhi pembentukan sikap remaja terhadap pernikahan dan perceraian. Hasil-hasil penelitian sebelumnya menemukan adanya perbedaan pandangan dan harapan terhadap pernikahan diantara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk perbedaan sikap antara remaja laki-laki dan remaja perempuan terhadap perceraian. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X-XII SMAN 6 Semarang, yang berjumlah 1.295 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified cluster sampling, dengan jumlah sampel 304 siswa. Pengumpulan data menggunakan Skala Sikap terhadap Perceraian (47 aitem, α = 0,927). Hasil analisis uji-t menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara remaja laki-laki (M=86,4; SD=10,683) dan perempuan (M=86,53; SD=9,855) dalam hal sikap terhadap perceraian (t(302)=0,104; p=0,917).
PERBEDAAN SIKAP LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP INFERTILITAS Nadia Rizqiana Harsyah; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.004 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14323

Abstract

Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk memiliki anak setelah satu tahun berhubungan seksual tanpa kontrasepsi. Dewasa ini infertilitas semakin banyak dijumpai, baik pada laki-laki maupun perempuan. Seiring dengan semakin tingginya angka infertilitas, maka cara individu dalam menyikapi fenomena infertilitas akan berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap laki-laki dan perempuan terhadap infertilitas. Subjek penelitian berjumlah 369 mahasiswa Universitas Diponegoro (182 laki-laki; 187 perempuan) yang berusia antara 19-22 tahun. Penelitian dilakukan di Fakultas Teknik jurusan Teknik Mesin, Fakultas Kesehatan Masyarakat jurusan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan jurusan Ilmu Kelautan dan Fakultas Kedokteran program studi Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Sikap terhadap Infertilitas (22 aitem valid; α = 0,863). Hasil analisis data menggunakan Independent Sample T Test menunjukkan adanya perbedaan sikap terhadap infertilitas antara mahasiswa laki-laki dan perempuan (t(250) =2,958; p = 0,003). Pada mahasiswa yang menjadi subjek penelitian ini, laki-laki memiliki sikap yang lebih positif terhadap infertilitas daripada perempuan.
Co-Authors Achmad Zainudin Achmad Zulfa Juniarto Aditya Karna, Manik Afrita Harlianty, Rully Agus Soewandono Agustini Utari Ahmad Syauqy Ajeng Erfelina, Ajeng Ajeng Putri Nawang Wulan Alifudin, Muhammad Rafi Amalia Adhandayani, Amalia Amalia Rahmandani, Amalia Amilatul Khoiriyyah Ananda Naftalia Saputra Angga Wijanarko Ani Margawati Ariani, Mahayu D. Astari Firdiina Rahmayanti Aulia Caesara Aveena Arreola Rodameria Avionita Latuihamallo Avionita Miranda Wohon Ayu Kurnia Ayu Kurnia S, Ayu BAROKATUL ASIYAH Benita Khansarisky Cesaria Septa Nirwanda Dian Veronika Sakti Kaaloeti Dian Veronika Sakti Kaloeti Dina Maria Dina Pratiwi Primadiaty Dwi Pudjonarko Dwiantoro, Luky Dzikrina Anggie Pitaloka Elfrida Ratnawati Elsya, Venny Martha Emmy Effendy Endah Kumala Dewi Esti Eva Nurdina Eva Rosana Fadila Sofiana Firdaus, Dinda Tiara Gusti Ayu Putu Prema Jyoti A.D Hadiprajitno, Peter I. Hanafi, Sekar Hardhono Susanto Hastaning Sakti Herman Kristanto Julian Dewantiningrum Juniarto, Achmad Z. Karlin Chandra KOSMAS SESKOADI Kumalasari, Dian Nur Lubaba, Lubaba Mahayu Dewi Ariani Maria Belladonna Rahmawati Maria Mexitalia Megah Andriany Meidiana Dwidiyanti Muniroh, Muflihatul Nadia Rizqiana Harsyah Nida Hanifah Noor Pramono Nova Dwiyanti Novi Nur Aini Nunik Angelia Nurmasari Puspita Ningtyas Nydia Rena Benita Sihombing Okky Mega Dhatu Oktami Dwi Martsari One Meidyana Putri Suryani Patricius Wisnu Widyantono Putri Dyah Ayu Lestari Rachel Choirunissa Raharjo, Alim Panggih Rahmadian, Laksmi Raisa Raisa Rani Kusuma Rizqi, Fairuz Dhiya Nur S Rouli Manalu Sakti Kaloeti, Dian Veronika Salma Salma Silfa Izzul Nurmaya Siti Amalia Soejoenoes, Ariawan Sri Endang Windiarti Sri Wahyuni Sriadi Triandika Suardani, Ni Wayan Suharyo Hadisaputro Sultana MH Faradz Sultana MH Faradz Supriyadi Supriyadi Tahamata, Valentino Marcel Tasya Agnia Rahayu Tri Indah Winarni Trixie Leunupun Ummu Muntamah Wenny Dewanti Yandari Ganes Theresia Tambunan, Yandari Ganes Theresia Yohanis ranz La Kahija Zahroh Shaluhiyah