Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perubahan Tingkat Agresivitas Remaja Sebelum dan Sesudah Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT Alvi Ratna Yuliana; Luluk Cahyanti; Vera Fitriana; Jamaludin Jamaludin; Rizqy Rajab Alvian
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3201

Abstract

Perilaku agresivitas pada remaja merupakan permasalahan yang sering terjadi dan berkaitan dengan rendahnya kemampuan regulasi emosi. Intervensi yang berfokus pada pengelolaan emosi diperlukan untuk membantu remaja mengendalikan respon agresif, salah satunya melalui terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkat agresivitas remaja sebelum dan sesudah diberikan terapi SEFT. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest yang dilaksanakan pada tahun 2024 di lingkungan sekolah menengah pertama. Sampel penelitian berjumlah 36 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi SEFT diberikan sebanyak tiga sesi. Pengukuran agresivitas dilakukan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed ranks test.. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilai median skor agresivitas setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, dengan 30 responden mengalami penurunan skor, 4 responden mengalami peningkatan, dan 2 responden tidak mengalami perubahan.Terdapat perbedaan skor agresivitas remaja sebelum dan sesudah pemberian terapi SEFT. Intervensi SEFT berpotensi menjadi salah satu alternatif pendekatan dalam membantu remaja mengelola emosi dan mengurangi kecenderungan perilaku agresif, khususnya di lingkungan sekolah.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan PHBS melalui Kampanye Penggunaan Masker Vera Fitriana; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Luluk Cahyanti; Hirza Ainin Nur; Alvi Ratna Yuliana; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Eva Sintiya Rahayu; Nisrina Ayu Wulandari
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.118

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah penyebaran penyakit menular, terutama infeksi saluran pernapasan. Salah satu bentuk penerapan PHBS adalah penggunaan masker dalam aktivitas sehari-hari, khususnya di tempat umum dan keramaian. Namun, kesadaran masyarakat dalam penggunaan masker masih perlu ditingkatkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan masyarakat terhadap penerapan PHBS melalui kampanye penggunaan masker. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi secara langsung, pembagian masker, pemasangan media promosi kesehatan, serta demonstrasi penggunaan masker yang benar. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum yang mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) di Simpang 7 Kudus. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan tanya jawab sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker sebagai bagian dari PHBS. Masyarakat menjadi lebih sadar akan manfaat masker dalam mencegah penularan penyakit serta lebih termotivasi untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan aktif dalam sesi edukasi dan praktik penggunaan masker yang benar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui kampanye penggunaan masker efektif dalam meningkatkan kesadaran dan penerapan PHBS.
PENATALAKSANAAN TERAPI MUROTAL UNTUK PENCEGAHAN STRES DAN MENGURANGI INSOMNIA PADA JAMAAH MUSLIMAH Mardliyah; Yulia Ardiyanti; Siti Munawaroh; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/asta.v6i1.918

Abstract

Stress and sleep disturbances, particularly insomnia, are common problems experienced by adult women and can negatively affect physical and psychological well-being. One non-pharmacological intervention that is easy to apply and culturally acceptable among Muslim communities is murotal therapy. This community service activity aimed to provide education and implement murotal therapy as an effort to prevent stress and reduce insomnia among Muslim women at  Masjid Rabiatul Adawiyah Kalisoka Tegal. The activity was conducted on October 20, 2024, involving approximately 78 Muslim women participants. The methods used included health education, demonstration, and guided practice of murotal therapy. The results showed that participants were able to understand the benefits of murotal therapy and demonstrated enthusiasm in practicing the therapy independently. Participants also reported feeling more relaxed and experiencing improved sleep quality after the intervention. This community service activity concluded that murotal therapy can be applied as a complementary intervention to help prevent stress and reduce insomnia among Muslim women.
Implementasi Terapi Bermain Mewarnai sebagai Intervensi Keperawatan Nonfarmakologis dalam Menurunkan Kecemasan Anak Usia Prasekolah Selama Hospitalisasi Mochammad Ilham Setya; Alvi Ratna Yuliana; Luluk Cahyanti; Vera Fitriana; Yulia Ardiyanti
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.247

Abstract

Hospitalization can be an anxiety-provoking experience for preschool children due to unfamiliar hospital environments, medical procedures, and separation from parents. If not appropriately managed, anxiety may affect children’s comfort, emotional adaptation, and cooperation during the care process. Therefore, applicable non-pharmacological nursing interventions are required, one of which is coloring play therapy.This study aimed to evaluate the implementation of coloring play therapy in helping reduce anxiety levels among hospitalized preschool children. A pre-experimental design with a descriptive applied approach was used, consistent with the characteristics of vocational nursing education (Diploma in Nursing). The participants consisted of 15 hospitalized children aged 3–6 years. Anxiety levels were assessed using the Face Image Scale (FIS) before and after a single session of coloring play therapy lasting 15–30 minutes.The results showed that prior to the intervention, all participants experienced moderate to severe anxiety, with 9 children (60.0%) classified as having severe anxiety and 6 children (40.0%) moderate anxiety. Following the implementation of coloring play therapy, a clinical reduction in anxiety was observed, indicated by the absence of severe anxiety and a shift toward milder anxiety categories, where 12 children (80.0%) were classified as very not anxious, not anxious, or mildly anxious.Conclusion: Coloring play therapy can be applied as a clinically effective non-pharmacological nursing intervention to help reduce anxiety among hospitalized preschool children and support practice-based pediatric nursing care.
PENGARUH AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST ORIF DI RSI SUNAN KUDUS Anita Dyah Listyarini; Sri Hindriyastuti; Vera Fitriana; Alvi Ratna Yuliana; Hanik Aslikhatin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.241

Abstract

Latar belakang : Fraktur terjadi karena adanya benturan langsung ketika tulang mengalami fraktur maka struktur disekitarnya akan mengalami gangguan. Penanganan fraktur salah satunya yaitu dengan dilakukannya pembedahan Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). Pasca dilakukan tindakan operatif pasien akan merasakan nyeri yang menimbulkan ketidaknyamanan. Tatalaksana pada pasien dengan nyeri dengan non farmakologi seperti menggunakan aromaterapi lavender. Terapi ini dapat mengurangi keluhan nyeri hal ini karena lavender memiliki kegunaan untuk menambah kemampuan otot, kesehatan psikologis, dan menenangkan pikiran. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimen one group Pretest-Posttest Design yang dilakukan terhadap satu kelompok tanpa adanya kelompok kontrol. Sampel sebanyak 26 pasien dengan metode accidental sampling. Pengukuran nyeri menggunakan VAS (Visual Analogue Scale). Hasil : Rata-rata skala nyeri responden sebelum diberikan aromaterapi lavender adalah 5,23 setelah diberikan aromaterapi lavender menjadi 3,88. Ada 24 responden yang mengalami penurunan skala nyeri serta ada 2 responden yang nyerinya tetap. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan nilai P value = 0,000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian. Simpulan : Ada pengaruh aroma terapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post ORIF di RSI Sunan Kudus
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A KENDAL Yulia Ardiyanti; Rokatun Rokatun; Fatikhah Fatikhah; Alvi Ratna Yuliana; Adriyanti Wing Karyika Sari5
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.236

Abstract

Depression is one of the most common mental health problems experienced by inmates in correctional institutions due to psychological stress, limited freedom, and lack of social support. This condition can affect inmates’ psychological well-being and hinder the rehabilitation process if not properly identified and managed. This study aimed to determine the level of depression among inmates at Class II A Correctional Institution in Kendal. A quantitative descriptive research design was employed in this study. The population consisted of all inmates at the Class II A Correctional Institution in Kendal, with a total of 73 respondents selected using a total sampling technique. Data were collected using a standardized depression questionnaire. Data analysis was conducted using descriptive statistics by calculating frequency distribution and percentage to describe the depression levels of the respondents. The results showed that the majority of inmates experienced severe depression, with 51 respondents (69.9%) classified as having severe depression and 22 respondents (30.1%) classified as having mild depression. These findings indicate that the prevalence of severe depression among inmates at Class II A Correctional Institution in Kendal is high and represents a significant mental health concern. The high level of severe depression suggests that inmates face considerable psychological burdens that may affect their psychosocial functioning and participation in rehabilitation programs. In conclusion, most inmates at Class II A Correctional Institution in Kendal experience severe depression, highlighting the need for enhanced mental health services, including regular depression screening, psychological counseling, and programs that promote psychological well-being among inmates.
Penerapan Edukasi Relaksasi Benson terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Luluk Cahyanti; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Vera Fitriana; Hirza Ainin Nur; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.601

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan berkesinambungan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien DM adalah stres psikologis. Stres dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan sekresi hormon kortisol, yang berdampak pada peningkatan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mampu membantu pasien dalam mengelola stres secara efektif. Relaksasi Benson merupakan salah satu intervensi keperawatan komplementer yang bertujuan menurunkan respon stres dan meningkatkan respon relaksasi tubuh melalui pengaturan pernapasan dan pemusatan perhatian.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien Diabetes Mellitus dalam melakukan relaksasi Benson melalui metode edukasi kesehatan, serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah setelah intervensi diberikan. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Ngembal Kulon dengan pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi, dan pendampingan praktik relaksasi Benson. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan setelah penerapan relaksasi Benson serta penilaian pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen stres serta kecenderungan penurunan kadar glukosa darah setelah relaksasi Benson dilakukan secara mandiri. Edukasi relaksasi Benson dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam pengelolaan Diabetes Mellitus di pelayanan kesehatan primer.Kata kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi Kesehatan, Relaksasi Benson
Edukasi Penerapan Meditasi untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja Hirza Ainin Nur; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Luluk Cahyanti; Vera Fitriana; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.602

Abstract

Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan psikis individu dalam menghadapi persoalan hidup dengan mengetahui kemampuan diri, dapat melaksanakan kegiatan dengan efektif, dan memberikan dampak yang baik pada masyarakat. Tanda dan gejala kesehatan mental yang terganggu meliputi stres, cemas, gelisah, susah tidur, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan minta dalam hal apapun. Remaja yang mengalami gangguan mental dapat berakibat pada tindakan yang negatif seperti penyalahgunaan obat, minuman keras, kejadian kriminalitas, bahkan bunuh diri. Penatalaksanaan non farmakologis untuk meningkatkan kesehatan mental dapat dilakukan dengan meditasi. Banyak penelitian menyebutkan meditasi dapat mengatasi gangguan psikologis seperti cemas, stres, depresi, serta masalah tidur. Meditasi merupakan tindakan melatih pikiran dengan fokus dan kesadaran diri. Tindakan ini biasanya melibatkan teknik relaksasi pernafasan dan konsentrai pada pikiran. Kegiatan pengabdian kepada masyaraka ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja dalam melakukan meditasi untuk meningkatkan kesehatan mental melalui edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 1 hari di SMA N 2 Bae Kudus. Pelaksanaan kegiatan ini dengan pemberian edukasi kesehatan, simulasi meditasi, dan pendampingan pelaksanaan meditasi pada remaja. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan pada remaja terkait edukasi yang diberikan, serta ketepatan remaja saat melaksanakan praktik meditasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental dan meditasi, sehingga remaja dapat mengaplikasikan meditasi secara mandiri di rumah. Harapannya meditasi dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam meningkatkan kesehatan mental remaja.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN MOTIVASI BELAJAR KORBAN BULLYING PADA PELAJAR DI MI MUHAMMADIYAH BANGUNSARI Yulia Ardiyanti; Fathikhah Fathikhah; Mardliyah Mardliyah; Alvi Ratna Yuliana; Amelia Putri
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 2 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i2.265

Abstract

Latar Belakang : Sekolah dasar seharusnya menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa dalam belajar serta berkembang secara optimal. Lingkungan pendidikan yang kondusif dapat membantu meningkatkan motivasi belajar dan membentuk karakter positif pada anak. Namun, realitas menunjukkan bahwa kasus bullying masih marak terjadi di sekolah dasar,serta berdampak bagi psikologis maupun akademis pada anak tersebut contohnya kecemasan yang berlebih atau enggan menemui, berinteraksi secara aktif dan keengganan untuk belajar. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan motivasi belajar korban bullying pada pelajar MI Muhammadiyah Bangunsari. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 128 dan teknik pengambilan sampel menggunkan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner HARS untuk menilai variabel tingkat kecemasan dan kuesioner motivasi belajar untuk menilai variabel tingkat motivasi belajar dengan analisis bivariat menggunkan uji statistik kendall tau. Hasil : tingkat kecemasan dan motivasi belajar memiliki hubungan yang sangat erat dengan nilai p-value <0,001. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat mempengaruhi motivasi belajar rendah sementara tingkat kecemasan yang rendah dapat mempengaruhi motivasi belajar yang tinggi pada pelajar korban bullying. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang segnifikan antara tingkat kecemasan dengan motivasi belajar korban bullying pada pelajar MI Muhammadiyah Bangunsari.
EFFECTIVENESS OF ACUPRESSURE ON BLOOD PRESSURE AMONG PATIENTS WITH HYPERTENSION: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Luluk Cahyanti; Alvi Ratna Yuliana; Hirza Ainin Nur
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 7 No. 1 (2026): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v7i1.1528

Abstract

Hypertension remains a major global health problem requiring effective management. This quasi-experimental study examined whether acupressure reduces blood pressure among hypertensive patients receiving primary healthcare. Using a pre-test post-test non-randomized control group design, 40 hypertensive patients (45–60 years) at Puskesmas Kaliwungu Kudus, Indonesia, were assigned via purposive sampling to an intervention group (acupressure at LI4, LV3, GB20, and ST36 for seven days; n = 20) or a control group (standard care; n = 20). Data were analyzed using Wilcoxon, Mann–Whitney, and ANCOVA tests. The intervention group showed greater reductions in systolic (27.50 ± 7.70 vs 5.75 ± 7.83 mmHg) and diastolic blood pressure (17.00 ± 6.37 vs 5.00 ± 7.07 mmHg) than controls (all p = 0.008), with very large effect sizes (Cohen’s d = 2.36 and 1.55). ANCOVA confirmed the group effect remained significant after adjusting for age, gender, BMI, adherence, and comorbidity (both p = 0.001). Acupressure significantly reduced blood pressure and may serve as a practical complementary therapy in primary healthcare.