Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK MONZAT DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSI PADA ANAK SEKOLAH USIA DASAR Alvi Ratna Yuliana; Sri Endang Pujiastuti; Elis Hartati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i1.514

Abstract

Musik klasik monzart , dapat menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri sehingga dapat digunakan untuk  terapi meningkatkan kecerdasan emosi pada anak. Penelitian ini bertujuan melihat efektifitas Pemberian Terapi Musik Klasik monzart  dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosi pada Anak Usia sekolah Dasar.penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental design tipe non equivalent control group design. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan kuisioner. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed ranks test dan Mann-Whitney U test.Hasil penelitian didapatkan bahwa 1) hasil skor total kecerdasan emosi perlakuan pada kelas kontrol dan pada kelas intervensi didapatkan bahwa harga sig adalah 0,001 atau < 0,05, maka Ho ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor nilai total kecerdasan emosi pada kelas kontrol dan pada kelas intervensi dengan perlakuan pemberian terapi musik klasik, 2) Berdasarkan hasil uji data analisis didapatkan hasil bahwa nilai p-value kelompok instrument melebihi ?=0,05. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh terapi masik klasik yakni Mozart  terhadap kecerdasan emosional anak usia sekolah. Dalam hal ini nilai  p-value = 0,001 kelompok instrument lebih besar dari ?=0,05, 3) Kata Kunci: Efektivitas Pemberian Musik Klasik, Kecerdasan Emosional, Anak SD
Penerapan Terapi Mindfulness dalam Menurunkan Tingkat Stres Mahasiswa Tingkat Akhir Alvi Ratna Yuliana; Wahyu Safitri; Yulia Ardiyanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i2.1117

Abstract

Stres merupakan gangguan mental yang sering dialami seseorang karena adanya tekanan yang muncul dari kecemasan yang sangat berlebihan, hal tersebut sering dialami oleh mahasiswa khususnya pada mahasiswa tingkat akhir. Salah satu penyebab stress yang biasanya di alami mahasiswa tingkat akhir yaitu penyusunan tugas akhir ataupun skripsi. Intervensi non farmakologi dalam penurunan stres dengan penerapan terapi maindfulness dimana merupakan latihan yang dapat dilakukan seseorang untuk mengetahui kondisitentang kondisi pada masa itu, pikiran, dan perasaan yang sedang dialami pada situasi saat ini,serta dapat membantu dan memfokuskan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Tujuan studi kasus ini untuk menggambarkan tindakan terapi mindfulness untuk menurunkan tingkat stres pada mahasiswa akhir. Metode Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment dengan pendekatan pre dan posttest nonequivalent control group.subjek penelitian terdiri dari 80 responden yang di bagi dalam kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Data diperoleh melalui angket dengan menggunakan model Skala Likert dengan menggunakan pengisisan kuesioner PSS yang diberikan pre dan post terapi kemudian dianalisis menggunakan skor ideal dan uji Wilcoxon signed ranks test menganalisis perbedaan skor stres pre dan post-test menghasilkan nilai  sig 1,000 > 0,05 pada kelompok kontrol dan pada kelompok intervensi menunjukan  menunjukkan nilai 0,000 < 0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa terapi mainfulness dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam megurangi stress pada mahasiswa.
Peningkatan Kesadaran Sanitasi Remaja melalui Diseminasi Pembuatan Sabun Transparan di SMKN 1 Rembang Dwi Susiloningrum; Dian Arsanti Palupi; Endra Pujiastuti; Dessy Erliani Mugita Sari; Ricka Islamiyati; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 5 (2022): August 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i5.1045

Abstract

Kesadaran sanitasi merupakan salah satu aspek yang menjadi indikator dalam pola hidup sehat terutama dalam mencegah penyebaran Covid-19 dikalangan remaja. Pola hidup sehat para remaja yang kurang terjaga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti penyakit kulit, diare, gangguan pernapasan, bahkan yang sedang marak terjadi akhir-akhir ini adalah demam berdarah. Penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan pengenalan kepada para remaja tentang kesadaran sanitasi remaja diseminasi pembuatan sabun transparan di SMKN 1 Rembang. Hasil dari Kegiatan ini adalah peningkatan pola pikir dan cara pandang pada siswa di SMKN 1 Rembang tentang sanitasi diri serta meningkatkan ketrampilan siswa dalam pembuatan sabun transparan.
KESEHATAN MENTAL MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 Hirza Ainin Nur; Luluk Cahyanti; Alvi Ratna Yuliana; Vera Fitriana; Icca Narayani Pramudaningsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v12i1.1298

Abstract

The online learning process is learning in a network or called distance learning using information technology such as the internet. During the COVID-19 pandemic, online learning is mandatory in all educational institutions, both in Indonesia and abroad. In 2022 online learning will still be carried out in several educational institutions, one of which is Higher Education. There are several problems caused by online learning, one of which is student mental health. Mental health is defined as a healthy soul where a person feels happy physically and mentally, recognizes one's potential, is able to deal with stress, thinks positively, and is useful for others. Students are prone to experiencing mental health disorders because the stage of student development is in the late adolescent phase, where in this late adolescent phase students will experience an identity crisis, self-determination, and experience pressure from the environment. Signs and symptoms of mental health disorders include stress, depression, anxiety, confusion, anxiety, frustration, fear, sleep and eating patterns disturbances, feeling depressed, difficulty concentrating, and psychotic disorders. The impact of disturbed student mental health can result in reduced quality of life, use of psychoactive substances, psychotic disorders, and suicide. This study aims to determine the mental health of students in the online learning process during the COVID-19 pandemic. The research method used is quantitative with an analytic descriptive approach. The sample used was 220 students using total sampling. The research instrument uses SRQ-20. Data analysis used univariate analysis with frequency distribution tables. The results showed that as many as 56.82% of students were indicated to have mental health problems, and the remaining 43.18% were not indicated to have mental health problems. The conclusion of the study is that most students experience disturbed mental health, so it is hoped that there will be regular mental health screening of students.
PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL EMOSIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA : STUDI LITERATUR Vera Fitriana; Luluk Cahyanti; Alvi Ratna Yuliana; Ulfin Nurjannah
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i1.1455

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit gaya hidup kurang sehat yang paling umum terjadi. Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dunia karena frekuensi  yang  tinggi dan berisiko. Penatalaksanaan hipertensi secara umum dengan menggunakan terapi farmakalogis dan nonfarmakologis. Pengobatan hipertensi farmakologi dengan menggunakan obat-obat anti hipertensi sering digunakan sebagai terapi dibandingkan pengobatan non farmakologi. Pengobatan non farmakologi salah satunya yaitu dengan terapi Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) untuk menurunkan tekanan darah dimana terapi ini merupakan salah satu bentuk terpai pikiran tubuh yang berkembang dari terapi komplementer dan alternatif. Studi literatur ini untuk mengetahui penerapan Spiritual Emosional Freedom technique (SEFT) untuk menurunkan tekanan darah pada lansia. Metode dalam penulisan studi literatur ini dengan cara mencari beberapa jurnal penelitian yang dipublikasikan melalui data base elektronik. Data base yang digunakan adalah google cendekia. Pencarian jurnal dilakukan dengan mengumpulkan tema keperawatan holistik. Tahun penerbitan jurnal yang digunakan untuk dilakukan studi literatur  adalah tahun 2012 sampai tahun 2021. Hasil dari 5 literartur jurnal yang didapatkan bahwa ada pengaruh terapi Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Kesimpulan yang didapatkan adalah adanya pengaruh terapi Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) untuk menurukan tekanan darah pada lansia.Diharapkan terapi SEFT  ini dapat dijadikan alternative untuk menurunkan hipertensi pada lansia
PENGARUH EXPRESSIVE WRITING THERAPHY TERHADAP PENURUNAN TINGKAT CEMAS PADA REMAJA KORBAN BULLYING Alvi Ratna Yuliana; Luluk Cahyanti; Vera Fitriana; Hirza Ainin Nur
THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS Vol 8, No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i01.414

Abstract

Latar Belakang : Bullying merupakan suatu masalah mental yang sering terjadi di kalangan masyarakat, tak terkecuali dialami para remaja. kejadian bulying yang dialami para remaja diantaranya pukulan fisik,pelecehan verbal,Gosip,,Pengucilan, pengunaan sosial media untuk penyebaran berita negatif. Salah satu dampak psikologis dari bullying yaitu kecemasan. Kecemasan merupakan emosi yang paling sering dialami, berupa kekhawatiran atau rasa takut yang tidak dapat dihindari. Salah satu tindakan untuk mengatasi masalah kecemasan adalah dengan menggunakan expressive writing therapy. Expressive writing therapy dapat meningkatkan pemahaman mengenai diri sendiri maupun seseorang dalam menghadapi depresi, distres, dan kecemasan.Tujuan : tujuan penelitian ini adalah untuk mempengaruhi pengaruh Expressive writing therapy terhadap penurunan tingkat cemas pada remaja korban bullyingMetode Penelitian : Metode penelitian pre experiment one group pre-test post-test.dengan subjek 128 yang terbagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada siswi smp kelas VIII . Pengukuran kecemasan mengunakan kuesioner Depression, Anxiety, Atress Scale (DASS-42) dengan menggunakan subskala anxietyHasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu dalam 6x pertemuan dengan durasi waktu 10-30 menit. Hasil uji analisis menggunakan Uji wilcoxon dengan SPSS2 Windows,diperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05.Kesimpulan : Hasil tersebut menujukan ada pengaru Expressive Writing Therapy dalam menurunkan tingkat cemas dari pada kelopok yang tidak dikasih terapi.
Peningkatan Pemahaman Bahaya HIV AIDS pada Remaja di Pondok Pesantren Putri Hirzu Millati Maria Ulfa; Alvi Ratna Yuliana; Arina Hafadhotul Husna; Amelia Dwi Sulistiyani; Febriana Puspita Sari; Selvi Anuri
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i1.108

Abstract

Virus yang dikenal sebagai HIV (Human Immunodeficiency Virus) dapat menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan kekebalan tubuh manusia menurun. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah infeksi dari virus HIV yang menyebabkan sekumpulan gejala akan timbul karena turunnya kekebalan tubuh. Asia Tenggara merupakan benua dengan populasi orang yang terinfeksi HIV tertinggi ke-2 di dunia (3,8 juta orang). Jumlah kasus HIV di Indonesia mencapai puncaknya pada tahun 2019, dengan 50.282 kasus. Pada tahun 2013, 12.214 kasus AIDS adalah angka tertinggi dalam sebelas tahun terakhir. Kasus HIV paling sering terjadi pada usia produktif yaitu 25-49 tahun. Dengan masa inkubasi HIV sekitar 5-10 tahun, diperkirakan kontak pertama dengan HIV telah terjadi pada usia remaja, sehingga usia remaja dianggap sebagai usia yang rawan terkena HIV. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang HIV AIDS dengan media power point. Kegiatan diikuti oleh remaja sebanyak 21 orang di Pondok Pesantren Putri Hirzu Millati. Penyuluhan mengenai HIV AIDS menunjukkan bahwa remaja putri mampu memahami dan terdapat peningkatan pengetahuan tentang HIV AIDS yang dilihat dari hasil tanya jawab.
PENGARUH EXPRESSIVE WRITING THERAPHY TERHADAP PENURUNAN TINGKAT CEMAS PADA REMAJA KORBAN BULLYING Alvi Ratna Yuliana; Luluk Cahyanti; Vera Fitriana; Hirza Ainin Nur
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i01.414

Abstract

Latar Belakang : Bullying merupakan suatu masalah mental yang sering terjadi di kalangan masyarakat, tak terkecuali dialami para remaja. kejadian bulying yang dialami para remaja diantaranya pukulan fisik,pelecehan verbal,Gosip,,Pengucilan, pengunaan sosial media untuk penyebaran berita negatif. Salah satu dampak psikologis dari bullying yaitu kecemasan. Kecemasan merupakan emosi yang paling sering dialami, berupa kekhawatiran atau rasa takut yang tidak dapat dihindari. Salah satu tindakan untuk mengatasi masalah kecemasan adalah dengan menggunakan expressive writing therapy. Expressive writing therapy dapat meningkatkan pemahaman mengenai diri sendiri maupun seseorang dalam menghadapi depresi, distres, dan kecemasan.Tujuan : tujuan penelitian ini adalah untuk mempengaruhi pengaruh Expressive writing therapy terhadap penurunan tingkat cemas pada remaja korban bullyingMetode Penelitian : Metode penelitian pre experiment one group pre-test post-test.dengan subjek 128 yang terbagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada siswi smp kelas VIII . Pengukuran kecemasan mengunakan kuesioner Depression, Anxiety, Atress Scale (DASS-42) dengan menggunakan subskala anxietyHasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu dalam 6x pertemuan dengan durasi waktu 10-30 menit. Hasil uji analisis menggunakan Uji wilcoxon dengan SPSS2 Windows,diperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05.Kesimpulan : Hasil tersebut menujukan ada pengaru Expressive Writing Therapy dalam menurunkan tingkat cemas dari pada kelopok yang tidak dikasih terapi.
Pelatihan Pengolahan dan Penyajian Makanan Sehat Guna Mencegah Stunting Warga Desa Karangrejo Kabupaten Demak : Training on Processing and Serving Healthy Food to Prevent Stunting in Karangrejo Village, Demak Regency Rakhmi Hidayati; Alvi Ratna Yuliana; Sri Fitrianingsih; Luthfiana Nurulin Nafi'ah; Annis Rahmawaty
PADIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Padimas (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : PADIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/padimas.v2i1.1805

Abstract

Stunting merupakan kondisi yang menggambarkan gangguan pertumbuhan yang terlihat dari keadaan fisik anak tidak mempunyai tinggi badan sesuai dengan rata-rata anak seusianya yang terjadi akibat masalah defisiensi gizi. seorang anak yang kurang selama pertumbuhan dan perkembangan awal. Daerah rawan stunting di Jawa Tengah meliputi wilayah berikut: Kabupaten Brebes, Cilacap dan Demak. Angka stunting di Kabupaten Demak pada tahun 2019 sebesar 50,23%. Kabupaten Demak termasuk dalam 60 kabupaten/kota prioritas anak stunting tahun 2019. 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) merupakan masa emas yang menentukan kualitas kesehatan di kehidupan selanjutnya. Hal tersebut menandakan bahwa 1.000 HPK adalah jumlah waktu yang harus diperhitungkan agar gizi balita dapat terpenuhi dan segera dilakukan perbaikan agar ke depan tidak terjadi masalah kurang gizi yang dapat mengakibatkan stunting. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adalah sebagai salah satu bentuk upaya untuk menurunkan angka stunting di Desa Karangrejo Kabupaten Demak dengan meningkatkan pengetahuan ibu berkaitan dengan pola asuh dan pola makan balita yang baik beserta pemberian informasi beserta contoh makanan yang memiliki gizi cukup untuk balita melalui kegiatan pelatihan pengolahan dan penyajian makanan sehat. Tahapan kegiatan pengabdian terdiri dari penyajian materi, pengolahan makanan dan penyajian makanan. Dari kegiatan ini, hasil yang ingin dicapai adalah warga yang memiliki antusiasme yang tinggi sehingga kegiatan penyuluhan ini berjalan dengan lancar. Warga desa tidak merasa asing lagi dan mengetahui tentang cara mencegah stunting. Serta, pemberian makanan pendamping ASI secara tepat.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE II Luluk Cahyanti; Devi Setya Putri; Alvi Ratna Yuliana; Vera Fitriana
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.638

Abstract

ABSTRACT Background: Type II Diabetes Mellitus or commonly called lifestyle diabetes is diabetes caused by an unhealthy lifestyle. In someone with type II diabetes mellitus, insulin can still be produced by the pancreas, but the amount of insulin is still insufficient so that type II diabetes mellitus is considered as NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus). IDF estimates that there are 463 million people in the world experiencing diabetes mellitus in 2019. There has been an increase in the incidence of diabetes mellitus by 19.9% ​​in 2020. In Central Java in 2019 there were 13.4% new cases of diabetes mellitus. Data from the Kudus Regency Health Office in 2019 noted that 17,869 people had diabetes mellitus, especially at the UPTD health centers in Japan, as many as 1,210 people had diabetes mellitus in 2022. There are 4 pillars in the management of DM, such as education in the form of knowledge about DM, regulation/diet in the form of low carbohydrates, pharmacological therapy in the form of Oral Hyperglycemic Drugs (OHO), and physical exercise, one of which is progressive muscle relaxation therapy. The purpose of this study was to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on reducing blood glucose levels in diabetes mellitus. The design in this study was pre-experimental, with a one-group pre-test and post-test design approach. There are two variables, namely the independent variable giving Progressive Muscle Relaxation Therapy while the dependent variable is Blood Glucose Levels in Type II Diabetes Mellitus. The population is all patients with Diabetes Mellitus in the working area of ​​the Kudus Japan Health Center in 2022 as many as 1210 people. Taken by purposive sampling technique. Collecting data using a questionnaire and checklist. Data analysis techniques using SPSS with the Wilcoxon statistical test. The Asimp.Sig result is 0.000 <0.05, then H0 is rejected, meaning that there is an effect of progressive muscle relaxation therapy. The purpose of this study was to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on reducing blood glucose levels in diabetes mellitus II. Respondents who used it experienced a decrease in GDS after being given progressive muscle relaxation therapy 84.7% greater than before being given the action. For this reason, it is necessary to provide progressive muscle relaxation therapy to reduce blood glucose levels in diabetes mellitus II.