Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Effectiveness of Mucoadhesive Patch Clitoria Ternatea Extract in Wound Healing Process After Tooth Extraction in Sprague Dawley Rats Amalia, Rahma Ika; Prastiya, Wahyu; Meirawati, Nur; Hirawan, Helmi; Sari, Dwi Nur Indah
Journal of Dentistry Indonesia Vol. 31, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of mucoadhesive patch clitoria ternatea extract for wound healing post-tooth extraction. Methods: The research was carried out experimentally in a laboratory. 30 Sprague Dawley rats were selected and randomly divided into mucoadhesive patch clitoria ternatea (MPCT) 5%, 10%, 15%, positive and negative control groups. The upper incisors of rats were extracted and treated once a day for 7 and 14 days. Wound healing was observed based on histological observation (fibroblasts, collagen density, and epithelial thickness). Data was analyzed statistically. Results: MPCT 15% applied for 14 days showed the highest number of fibroblasts, collagen density, and epithelial thickness among all groups and was significantly different compared to the positive control and negative control (p < 0.05). Conclusion: Mucoadhesive patch clitoria ternatea extract was effective in the wound healing process after tooth extraction, with the most effective concentration is 15%.
INHIBITION OF Asystasia gangetica ETHANOLIC EXTRACT ON Porphyromonas gingivalis AND Fusobacterium nucleatum BIOFILM FORMATION Ichsyani, Meylida; Laksitasari, Anindita; Supriyati, Supriyati; Sari, Dwi Nur Indah; Wahyudin, Wahyudin
Mandala Of Health Vol 18 No 1 (2025): Mandala of Health: A scientific Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periodontal pathogens Porphyromonas gingivalis and Fusobacterium nucleatum develop a biofilm on the surface of the dental apex, causing inflammation in the teeth' supporting tissues. Asystasia gangetica has been observed for its analgesic, anti-inflammatory, and antimicrobial effect. The ethanolic extract of A. gangetica may be developed as a root canal sterilization dressing due to its benefits. This study aims to determine the inhibitory effect of ethanolic extract of A. agangetica on P. gingivalis and F. nucleatum from forming biofilm. Antibacterial activity was determined using Kirby-Bauer disk diffusion. The inhibition of biofilm formation was evaluated using microtiter plate biofilm assay with various concentrations of extract. Base on the classification of inhibition zone, ethanolic extract of A. gangetica had moderate to strong antibacterial effects on P. gingivalis at 12.5-50 mg/mL, and moderate effect on F. nucleatum at 25-50 mg/mL. Results also showed that the extract at 50 mg/mL, inhibited biofilm formation by more than 72% against P. gingivalis (p<0.05) and up to 75% against F. nucleatum (p<0.05). The value of MBIC50 was determined at 5.19 mg/mL and 7.44 mg/mL, respectively. Ethanolic extract of Asystasia gangetica has a potential inhibitory effect on P. gingivalis and F. nucleatum biofilm formation. Studies suggest more detailed approaches to a better understanding of the interactions between lead compounds and bacterial cells within the biofilm structure.
Perawatan Kesehatan Mulut Terpadu Lansia: Pelajaran Dari Chiang Mai Dewi, Hasna Rahmitha; Mudrikah, Tania Salsa Belani; Prastiwi, Yerima Dian; Nasror, Muhammad Azfar Hilman; Nasution, Rizky Aulia Marsha; Raya, Muhammad Filsaf; Ardila, Angeli Nur; Ramadhanti, Faiza Widya; Sari, Dwi Nur Indah; Handayani, Fani Tuti
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 02 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.02.11098

Abstract

Latar belakang: Populasi lansia mengalami peningkatan signifikan di seluruh dunia, namun pelayanan kesehatan yang terintegrasi untuk kelompok ini masih terbatas. Proses penuaan menyebabkan perubahan degeneratif multisistem yang mempengaruhi kesehatan umum dan kesehatan mulut secara bidirektional, sehingga memerlukan pendekatan perawatan yang holistik dan interprofesional. Chiang Mai University, Thailand, telah mengembangkan model pelayanan kesehatan mulut terpadu melalui Geriatric Medical Center (GMC) dan Senior Wellness Center (SWC) yang dapat menjadi rujukan pengembangan pelayanan kesehatan geriatri di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis model pelayanan kesehatan mulut terpadu untuk lansia di GMC dan SWC sebagai pembelajaran pengembangan pelayanan geriatri di Indonesia. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan, observasi terstruktur, dan dokumentasi fasilitas di Geriatric Medical Center (GMC) dan Senior Wellness Center (SWC). Hasil: GMC dan SWC menerapkan perawatan holistik-komprehensif dengan spesialisasi geriatri. GMC memiliki klinik gigi dengan dua ruang pemeriksaan, termasuk dental unit untuk lansia pengguna kursi roda. SWC berfungsi sebagai pusat pelayanan primer dengan sistem rujukan terintegrasi ke spesialis geriatri. Kedua fasilitas mengimplementasikan pendekatan multidisiplin melalui kolaborasi dokter gigi, dokter geriatri, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Simpulan: Chiang Mai University menunjukkan pentingnya fasilitas kesehatan khusus geriatri dengan pendekatan multidisiplin dan infrastruktur ramah lansia. Model ini dapat diadaptasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan lansia di Indonesia menghadapi transisi demografis menuju aging society.
Pengaruh Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Durian Varietas Bawor dan Fluconazole terhadap Penghambatan Pertumbuhan Candida albicans Tanjung, Nurul Hasanah; Widodo, A Haris Budi; Sari, Dwi Nur Indah; Prihastuti, Christiana Cahyani; Ichsyani, Meylida
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 2 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kandidiasis oral merupakan infeksi fungi yang terjadi di rongga mulut dan umumnya disebabkan oleh C.albicans. Pengobatan lini pertama yang digunakan yaitu fluconazole. Beberapa obat antifungi seperti ketoconazole memiliki keterbatasan seperti toksisitas obat yang tinggi dan resistensi obat. Salah satu alternatif pengobatan kandidiasis oral yaitu dengan mengkombinasikan obat sintetik dengan bahan alam yang mengandung senyawa antifungi, misalnya kulit buah durian bawor seperti flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kombinasi ekstrak etanol kulit buah durian bawor dan fluconazole dengan berbagai konsentrasi dalam menghambat pertumbuhan C.albicans; Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian posttest-only control group design yang dilakukan dengan 6 kelompok kombinasi, 1 kelompok ekstrak tunggal, 1 kelompok kontrol positif dan 1 kontrol negatif dengan 3 ulangan. Aktivitas antifungi diuji dengan metode mikrodilusi untuk melihat KHM dan metode difusi kertas cakram untuk mengetahui zona hambat terhadap C.albicans. Rerata zona hambat dilakukan kategorisasi kekuatan penghambatannya dan dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan uji Mann-Whitney; and Kesimpulan: kombinasi ekstrak kulit buah durian bawor dan fluconazole memiliki aktivitas terhadap penghambatan pertumbuhan C.albicans dengan konsentrasi paling efektif sebesar 50%+400 µg.
Potensi Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) dalam Menghambat Pembentukan Biofilm Fusobacterium nucleatum Faizal, Ozhan; Rochmawati, Mutia; Sari, Dwi Nur Indah; Rachmani, Eka Prasasti Nur; Triani, Maulina
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 01 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.01.12430

Abstract

Latar belakang : Fusobacterium nucleatum merupakan bakteri penyebab periodontitis dan termasuk kelompok bakteri orange complex pada biofilm. Akumulasi biofilm dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti gingivitis, periodontitis, nekrosis jaringan, dan infeksi pada jaringan. Permasalahan yang disebabkan oleh biofilm dapat dicegah melalui terapi mekanis dan pemberian obat kumur chlorhexidine gluconate 0,2%, namun penggunaan dalam jangka panjang memiliki efek samping seperti staining, xerostomia, dan erosi gigi. Fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur merupakan bahan herbal sebagai alternatif terapi adjuvan karena mengandung senyawa aktif antibiofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur dalam menghambat pembentukan biofilm Fusobacterium nucleatum. Metode : Pada penelitian ini terdapat 5 kelompok perlakuan fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur (5 mg/mL, 10 mg/mL, 15 mg/mL, 20 mg/mL, dan 25 mg/mL), kontrol positif chlorhexidine gluconate 0,2%, dan kontrol negatif DMSO 1%. Uji penghambatan pembentukan biofilm dilakukan menggunakan metode microtiter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1% dibaca pada panjang gelombang 595 nm. Data dianalisis menggunakan One-way ANOVA dan uji post hoc LSD, dan nilai MBIC50 diuji dengan analisis probit. Hasil : Uji fitokimia menunjukkan hasil bahwa fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur mengandung senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan fenol. Fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur efektif dalam menghambat pembentukan biofilm Fusobacterium nucleatum dengan nilai MBIC50 7,3 mg/mL dan persentase penghambatan pembentukan biofilm semakin meningkat seiring dengan penambahan konsentrasi. Fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur konsentrasi 25 mg/mL merupakan konsentrasi efektif. Simpulan: Fraksi etil asetat ekstrak etanol rimpang kencur efektif menghambat biofilm Fusobacterium nucleatum.