Claim Missing Document
Check
Articles

PENGKAYAAN VITAMIN E PADA PAKAN KOMERSIAL UNTUK PENINGKATAN KEMATANGAN GONAD IKAN NILA Andriani, Rovina; Abdullah, Nursanti; Muchdar, Fatma; Marus, Ikbal
Journal of Fish Nutrition Vol. 3 No. 1 (2023): Journal Of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v3i1.2776

Abstract

Tilapia (Oreochomis niloticus) is one of Indonesia's freshwater fish which has economic value. One way to obtain optimal fish hatchery results is by improving reproductive performance, which can be increased by improving the nutritional quality of the parent feed. The nutritional elements that must be present in the main fish feed include vitamin E and fatty acids. Vitamin E has a very important and decisive role in fish reproduction, because Vitamin E functions as an antioxidant which can prevent the oxidation of unsaturated fatty acids in cells and as an antioxidant. Fatty acids present in the cell membrane can accelerate the embryogenesis process to run normally and reproduction results can be increased. Ovagrow is high-quality Vitamin E which is useful for maintaining the egg and sperm maturation process in the parent fish. Ovagrow is also useful for multiplying and improving the quality of eggs and sperm in brood fish. The purpose of this study was to determine the effect of giving different doses of ovagrow to accelerate gonadal maturation of tilapia and to determine the effect of adding ovagrow to gonadal maturity and egg fecundity in tilapia broodstock. The research method used a completely randomized design (CRD) which consisted of 4 treatments with 3 repetitions each. Treatment A ovagrow dose 0.3 gr/1 kg feed, Treatment B ovagrow dose 0.5 gr/1 kg feed, Treatment C ovagrow dose 0.7 gr/1 kg feed and Treatment D ovagrow dose (control) 1 gr/1 kg of feed. The results showed that the TKG of tilapia with the highest percentage was in treatment A and the best fecundity of tilapia was in treatments A and D with a total average value of 541.26. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that administration of ovagrow at different doses did not have a significant effect on the gonad maturity level of tilapia broodstock and the average fecundity of tilapia (Oreochoromis niloticus).
PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMPEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) KELAS IIA TERNATE MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA IKAN DAN SAYUR DALAM EMBERBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) KELAS IIA TERNATE MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA IKAN DAN SAYUR DALAM EMBER Safitri, Nurul; Luntungan, Gloria Vivian; Tamrin, Muhammad Rafly Zulfikar; Andriani, Rovina; Muchdar, Fatma
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i3.3383

Abstract

Wilayah kota khususnya kota metropolitan memiliki ciri-ciri kepadatan penduduk yang tinggi, lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan infrastruktur, serta terbatasnya ruang terbuka hijau dan lahan untuk kegiatan budidaya ikan. Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIA Ternate merupakan salah satu Lapas yang berlokasi di Kelurahan Jambula Kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate. LAPAS Kelas IIA Ternate memiliki banyak program pembinaan kepada masyarakat yang akan bebas dari tahanan untuk diberikan bekal. Seiring dengan berkembangnya teknologi, diperlukan adanya antisipasi penurunan produksi akuakultur akibat berkurangnya lahan budidaya dan penurunan kualitas perairan. Inovasi teknologi ini diharapkan mampu mengurangi sampah dan meningkatkan produktivitas persatuan lahan garapan. Salah satu inovasi teknologi yang dapat diterapkan adalah budidaya ikan dengan tanaman melalui sistem aquaponik di dalam suatu tempat. Sistem ini adalah budidaya ikan yang ramah lingkungan. Budikdamber mengadopsi teknik budidaya aquaponik yang merupakan teknik budidaya tanaman sayuran dengan media tanam selain tanah. Tujuan pembinaan kepada narapidana ini adalah untuk menambah keterampilan narapidana dalam melakukan budidaya ikan dan sayur dalam ember. Hal ini memungkinkan dapat dijadikan sebagai salah satu peluang usaha baru ketika nantinya penghuni lapas telah bebas dan dapat membuka usaha sendiri di rumahnya untuk menyambung ekonomi keluarga sebelum beradaptasi dengan lingkungan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Pembinaan narapidana di LAPAS Kelas IIA Ternate dilaksanakan pada bulan September 2023 yang diikuti oleh 25 orang narapidana, Kepala lapas yang diwakili oleh Kasi pembinaan beserta staf serta mahasiswa dan dosen program studi budidaya perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pemaparan langsung dan menjelaskan teori budikdamber serta diskusi dan tanya jawab setelah itu mempraktekkan budikdamber yang dilakukan oleh peserta. Pembinaan narapidana di LAPAS Kelas IIA Ternate dapat menerima materi dan praktek dengan mudah, berdasarkan audiensi dengan peserta menyatakan bahwa budikdamber merupakan teknologi budidaya ikan dan sayur yang sangat muran dan mudah dilakukan sehingga jika bebas nanti budikdamber ini dapat dijadikan peluang usaha baru untuk menambah ekonomi keluarga.
Kondisi Terumbu Karang dan Ikan Karang di Pulau Maitara Selatan, Kota Tidore Kepulauan: Coral Reef and Reef Fish Conditions in South Maitara Island, Tidore Islands City Titaheluw, Syahnul; Ma’rus, Ikbal; Laitupa, Ibnu W; Bafagih, Aisyah; Andriani, Rovina; Titaheluw, Syahnul Sardi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i3.56001

Abstract

Maitara Selatan merupakan bagian dari Pulau Maitara yang kaya akan sumber daya alam, terutama ekosistem terumbu karang dan ikan karang. Ekosistem ini berperan penting dalam mendukung perekonomian lokal, baik melalui sektor perikanan maupun pariwisata. Oleh karena itu, keberlanjutannya harus dijaga agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi terumbu karang dan ikan karang di perairan Maitara Selatan. Penelitian dilakukan pada April 2024 dengan metode Line Intercept Transect (LIT) sepanjang 50 meter untuk pengambilan data karang, serta metode Visual Census pada kedalaman 8 meter untuk pendataan ikan karang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di lokasi penelitian tergolong buruk, dengan tutupan karang hidup hanya 17% dan didominasi oleh patahan karang sebesar 66%. Sensus visual mencatat 80 spesies ikan mayor dari 6 famili, 8 spesies ikan indikator dari famili Chaetodontidae, serta 50 spesies ikan target dari 3 famili. Indeks kelimpahan ikan berkisar antara 0,03 hingga 0,32, indeks keanekaragaman antara 0,17 hingga 0,37, dan indeks keseragaman antara 0,2 hingga 0,4. Hasil ini menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang dan organisme yang berasosiasi di perairan Maitara Selatan mengalami tekanan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi dan strategi pengelolaan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta memastikan manfaat ekonomi dan lingkungan dari ekosistem ini tetap terjaga.
PEMANFAATAN BAHAN BAKU LOKAL SEBAGAI PAKAN IKAN UNTUK KELOMPOK BUDIDAYA IKAN DI KOTA TERNATE Andriani, Rovina; Muchdar, Fatma; Ahmad, Khamsiah; Juharni
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.455

Abstract

Pakan merupakan salah satu komponen strategis yang sangat menentukan keberhasilan usaha budidaya. Pada kegiatan tersebut, hampir 60-70% dari total biaya produksi digunakan untuk pembelian pakan. Tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan pakan ikan ini adalah untuk membantu pembudidaya ikan dalam memenuhi ketersediaan pakan selama budidaya sehingga dapat menekan biaya pakan yang relatif mahal. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Juli 2021 yang bertempat di Laboratorium Sistem dan Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun dengan melibatkan keterwakilan pelaku usaha budidaya dan mahasiswa program studi budidaya perairan. Metode pelatihan terdiri dari penyuluhan langsung bagaimana membuat pakan yang baik dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar dan mudah didapat serta murah. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu pembuatan pakan ikan dapat dilakukan oleh pembudidaya ikan dengan mudah, bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan dapat diperoleh di wilayah sekitar sehingga mempermudah pembudidaya untuk membuat pakan sendiri tanpa tergantung dari pakan komersial (pabrik), hal ini dapat membantu menekan biaya pakan yang selama ini menjadi masalah ditingkat pembudidaya.
PELATIHAN DIVERSIFIKASI OLAHAN RUMPUT LAUT PADA KELOMPOK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH: PELATIHAN DIVERSIFIKASI OLAHAN RUMPUT LAUT PADA KELOMPOK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Andriani, Rovina; Muchdar, Fatma; Suryani, Suryani; Marus, Ikbal; Sardi Titaheluw, Syahnul
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i2.2801

Abstract

Central Halmahera Regency is one of the seaweed producing districts in North Maluku Province. So far, seaweed farmers have only marketed their harvested grass in dry form. For the community, especially coastal mothers, processed seaweed is a product that most people in Central Halmahera Regency are familiar with. One of the efforts to increase the selling value of seaweed is to make preparations in the form of seaweed sticks and nuggets. The purpose of this community service activity is to increase the community's knowledge and skills in the seaweed processing business. This community service will be held in September 2022 in the hall of the Central Halmahera Maritime and Fishery Service office. This activity was attended by 20 participants consisting of MSME groups in Central Halmahera Regency. The method of implementing this community service includes a theoretical understanding of the potential for seaweed development as a food product as well as an introduction to the types of processed seaweed, an introduction to the tools and materials needed for seaweed processing, packaging techniques for processed seaweed products and the practice of making processed seaweed. seaweed sticks and nuggets). The result of this training activity is to produce processed seaweed products, namely seaweed sticks and nuggets which are ready to be marketed. The conclusion of this activity is the skills of the community, especially the MSME group in making/processing diversified processed seaweed products in the form of seaweed sticks and nuggets so that the MSME group can create and produce it as a new product to be marketed.
PENGEMBANGAN USAHA DIVERSIFIKASI PRODUK PERIKANAN (NUGGET IKAN DAN TAHU BAKSO) DI KELOMPOK UMKM BUBULA KELURAHAN JAMBULA Andriani, Rovina; Abdullah, Nursanti; Muchdar, Fatma; Juharni, Juharni; Suryani, Suryani; Yuliana, Yuliana; M. Irfan, M. Irfan; Leha, Alicia W; Ishak, Safira; Yusuf, Masri; Titaheluw, Syahnul Sardi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.1955

Abstract

Diversification of processed fish into processed nugget and tofu meatball products is one of the new motivations to introduce to the Bubula Business group that fish which are usually fried, grilled, smoked, dried or cooked in whole form can be made into nutritious food or snacks that can be consumed by children. -children, adults and the elderly as well as diversification of processed fishery products such as fish nuggets and tofu-meatballs can be used as additional businesses to improve the economy of business groups. The objectives of this PKM activity are; 1). Introducing fish as a food ingredient that contains high nutritional aspects, 2). Provide an understanding of the benefits of fish for family health and children's intelligence, 3). Instill an interest in liking fish as daily food, 4). Increasing knowledge and skills in making diversified fishery products so as to increase consumption and the community's economy. This activity was carried out in July 2024 at the Bubula MSME Group, Jambula Village, involving 8 members of the Bubula MSME group and involving 6 Kubermas KKN students. The method used is conveying theory about fish nugget and meatball tofu products by distributing training modules to participants to facilitate understanding of the training material. This community service activity produces two new processed products, namely fish nuggets and meatball tofu which can provide many benefits for the Bubula MSME group, one of which is increasing the group's economic income and increasing fish consumption among families and the wider community. With training on the diversification of these two preparations for the Bubula MSME business group, it is hoped that it will become a new business to improve the family economy and increase fish consumption for all groups.
Identification of the distribution pattern of macroalgae caulerpa racemosa in Ternate City Andriani, Rovina; Achmad, Muhammad Djanib; Najamuddin, Najamuddin; Titaheluw, Syahnul Sardi
Depik 2025: Special Issue ICMF
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.0.0.47471

Abstract

Coastal ecosystems in Ternate have high biodiversity, including the macroalga Caulerpa racemosa, which contributes to ecosystem stabilization and mitigation of ocean acidification. However, environmental degradation due to human activities poses a serious threat, so analyzing the distribution and density of macroalgae is important for sustainable ecosystem management. This study aimed to analyze the distribution pattern and density of C. racemosa in Kastela and Gamalama waters, Ternate City. Data collection was conducted from May to August 2024 using the line transect method with 1x1 m quadrants in two research locations. Each site had three 50 m long transect lines with five quadrants per transect. Density was calculated based on the number of individuals per unit area, while distribution patterns were analyzed using the Morisita index (Id). Environmental data such as temperature, salinity and pH were also measured to understand the factors affecting macroalgae distribution. Spatial analysis using GIS software visualized distribution patterns. Results showed that C. racemosa had a concentrated distribution pattern (Id 1) in both study sites, with higher average densities in Kastela waters than Gamalama. Environmental factors, including temperature and substrate type, significantly influenced the distribution of this species. This study provides important data to support ecosystem-based management and sustainable coastal conservation, and fills an information gap on the impacts of ecological pressures on macroalgae in this region.Keywords:Caulerpa racemosaTernateDistributionCoastal Ecosystem
Penggunaan Obat Anti Epilepsi untuk Terapi Profilaksis Bangkitan pada Cedera Otak Traumatik Ruslami, Rovina; Bisri, Tatang
Jurnal Neuroanestesi Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : https://snacc.org/wp-content/uploads/2019/fall/Intl-news3.html

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3260.66 KB) | DOI: 10.24244/jni.vol5i1.60

Abstract

Cedera otak traumatik (COT) merupakan salah satu penyebab bangkitan dan epilepsi. Bangkitan pasca COT (post traumatic seizure/PTS) didefinisikan sebagai bangkitan dini (early PTS) jika terjadi dalam 7 hari pasca COT, atau sebagai bangkitan lanjut (late PTS) bila terjadi sesudah 7 hari pasca COT. Sampai saat ini tidak cukup data yang mendukung rekomendasi level I untuk terapi profilaksis PTS. Kejadian early PTS tidak berhubungan dengan luaran terapi yang lebih buruk. Namun karena insidensinya cukup tinggi, terapi profilaksis dapat menurunkan insidensi early PTS, dan sebagian epilepsi berhubungan dengan cedera kepala sebelumnya, maka terapi profilaksis dapat dipertimbangkan. Terapi profilaksis diindikasikan hanya untuk mencegah early PTS pada kasus COT berat (GCS 8). Terapi profilaksis tidak direkomendasikan untuk mencegah late PTS karena belum ada bukti yang mendukung. Fenitoin (phenytoin=PHT) merupakan obat yang paling banyak diteliti dan digunakan untuk mencegah early PTS, diberikan segera selama 1 minggu. PHT memiliki profil farmakokinetik yang rumit, berbagai efek samping yang memerlukan pemantauan klinis yang ketat dan pemeriksaan kadar obat dalam darah. Obat anti epilepsi (OAE) lain seperti valproat, karbamazepin, dan fenobarbital masih sangat terbatas datanya, memiliki isu keamanan dan farmakokinetik, sehingga saat ini tidak direkomendasikan untuk terapi profilaksis bangkitan pada COT. Levetiracetam (LEV) merupakan OAE yang lebih baru dengan profil farmakokinetik yang lebih bersahabat, namun data terkait efikasi dan keamanan masih terbatas. Diperlukan studi lebih lanjut untuk memperlihatkan jika LEV dapat menggantikan PHT dalam terapi profilaksis bangkitan pasca COT.The Use of Antiepileptic Drugs for Posttraumatic Seizure Prophylaxis after Traumatic Brain Injury?Traumatic brain injury (TBI) is one of the cause of seizure and epilepy. Post traumatic seizure (PTS) is classified as early PTS if occurs within 7 days after injury, and as late PTS if occurs after 7 days following injury. The incidence of PTS is rather high, and seizure prophylaxis could decrease the incidence of early PTS. Furthermore, part of epilepsy are thought to be the result of previous head trauma. Therefore, prophylaxis therapy can be considered. Currently, there are insufficient data to support a Level I reccomendation for seizure prophylaxis after TBI. Early PTS is not associated with worse outcome. It is only indicated for preveting early PST in severe TBI (GCS 8), and not recommended for preventing late PTS due to lack of evidence to support it. Phenytoin (PHT) has been extensively studied and used for prophylaxis of PTS; it is administered during the first seven days after TBI. PHT has numoerus side effects and drug interactions, has complex non-linear pharmacokinetics that require therapeutic drug monitoring. Data from other AEDs like valproate, carbamazepine, and phenobarbital are very limited. They also have sevral safety and pharmackinetics issues. Therefore they are not recommended for preventing PTS. Levetiracetam (LEV) is a newer AED with a more friedly characteristics. However the data regarding the efficacy and safety is limited. Further investigations is needed to evaluate if LEV is a reasonable alternative to PHT for preventing PTS in patients with TBI.
Pengaruh penambahan vitamin E pada pakan komersial dan salinitas berbeda terhadap kinerja pertumbuhan ikan Nila (Oreochromis niloticus) Muchdar, Fatma; Abdullah, Nursanti; Andriani, Rovina
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v6i2.7302

Abstract

Efektifitas sistem bioflok dengan sumber karbon yang berbeda terhadap respon imun non-spesifik dan performa pertumbuhan ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) serta kelimpahan bakteri Juharni, Juharni; Muchdar, Fatma; Marus, Ikbal; Andriani, Rovina
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v6i2.7300

Abstract

Co-Authors - Sudigdoadi, - Abdullah, Nursanti Abjan, Kadar Achadiyani Achmad, Muhammad Djanib Adi Imam Cahyadi Agnes Agustin, Agnes Agung Dinasti Permana Ahmad Rizal Ahmad Yamin Ahmad, Khamsiah Ani Melani Maskoen Anita Deborah Anwar Anneke Rosma Aras Syazili Ardini Raksanagara ardini raksanagara, ardini Atmaja, Harold Eka Attamimi, Fathimah Azzahra Atu Purnama Dewi Atu Purnama Dewi Bachti Alisjahbana Bafagih, Aisyah Bethy S. Hernowo Billy Talakua Bony Wiem Lestari Budi Setiabudiawan Chiho Yamazaki Cindy Elfira Boom Cindy Elfira Boom Deni K Sunjaya Deni K. Sunjaya Dewi Herawati Dewi M. Herawati Dewi Puspasari Dewi Puspasari Dewi, Atu Purnama Edhyana Sahiratmadja Edy Soewono Eka Kusuma Dewi, Eka Kusuma Emmy Hermiyanti Pranggono Endang Sutedja Farid Husin Farid Husin Febriani, Ulfah Dwi Findra, Muhammad Nur Hamidin Rasulu Harold Eka Atmaja Harold Eka Atmaja Herawati H Herawati, Dewi M. Hikmat Permana Hiroshi Koyama Igor Hutabarat Ikbal Marus, Ikbal Ishak, Safira Juharni Juharni, Juharni Julaecha Julaecha Juni Wijayanti Puspita Kameo, Satomi Kenanga Marwan Koesoemadinata, Raspati C. Koyama, Hiroshi Laitupa, Ibnu Laitupa, Ibnu W Lastri Winarni Lating, Noval Ali Leha, Alicia W Lika Apriani Luntungan, Gloria Vivian M. Irfan M. Irfan, M. Irfan Malan, Sudirto Margono, M. Tirta Marwan, Kenanga Maya Valentina Putrie Maya Valentina Putrie, Maya Valentina Ma’rus, Ikbal Meirina, Triana Nurul Meita Dhamayanti Muchdar, Fatma Muhammad Irfan Muhdar, Fatma Naim, Armain Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nanan Sekarwarna Nanny Natalia Mulyani Soetedjo Novi Jayanti Nurul Safitri Nury Fitria Dewi Pitra, Faisal Ponpon Idrajinata Raesa Yolanda, Raesa Rahmawati, Rika Nurlaily Ratna Anggraeni Renny Rosalita, Renny Rika Nurlaily Rahmawati Rosma, Anneke Rudi Wisaksana Samadan, Gamal M Sapto Wahyu Indratno Satomi Kameo See Siew Ju Sinta Sari Ratunanda Sofia Imaculata Sophia Sophia Sumaryati Sudigdoadi Sumaryati Sudigdoadi, Sumaryati Supyan Supyan Suryani Gunadharma Suryani Suryani Susan Margaret McAllister Syahnul Sardi Titaheluw Talib, Ahmaad Tamrin, Muhammad Rafly Zulfikar Tan, Fathnun Tatang Bisri Teti Madiadipoera Thaufiq Boesoirie Thaufiq Boesoirie Tina Judistianti Tita Husnitawati Madjid Titaheluw, Syahnul Titaheluw, Syahnul S. Tri Hanggono Achmad Triana Nurul Meirina Triana Nurul Meirina Ulfah Dwi Febriani Umar Tangke, Umar Vera Renta Siahaan Vycke Yunivita Vycke Yunivita Kusumah Dewi W. Laitupa, Ibnu Wahyu Alfishahrin. T, Wahyu WAODE MUNAENI wulansari, angela Yamazaki, Chiho Yuliana Yuliana Yusuf, Masri