Claim Missing Document
Check
Articles

KEWIRAUSAHAAN CINDERAMATA BATIK BEBER SEBAGAI DAYA TARIK DESTINASI WISATA INDONESIA Ari Winarno; Wanda Listiani
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.540

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain cinderamata batik beber yang terinspirasi oleh cerita rakyat Legenda Sangkuriang. Warisan budaya khususnya batik memiliki potensi besar sebagai cinderamata khas destinasi wisata di Indonesia. Pengembangan desa wisata batik untuk melestarikan warisan budaya dan menumbuhkan ekonomi lokal khususnya kewirausahaan kreatif. Model wisata batik berbasis pemberdayaan komunitas dan keanekaragaman cerita rakyat di setiap daerah masih sangat terbatas. Penelitian ini menggunakan metode perancangan penciptaan karya (practice-led research). Kain batik diproses dengan teknik batik tulis dan lukis serta pewarnaan celup. Proses membatik meliputi nglowong,ngiseni dan nembok. Hasil penelitian ini mengembangkan batik beber yang terinspirasi dari Legenda Sangkuriang berbentuk gambar bercerita berupa gulungan kain. Legenda Sangkuriang merupakan ceritera Masyarakat Sunda yang sangat populer. Kesimpulan penelitian ini menggabungkan penceritaan visual wayang beber pada batik beber dengan motif batik yang menceritakan narasi legenda Sangkuriang Jawa Barat.
Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda Walsh’s Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung Yuliana Hambuwali; Retno Dwimarwati; Wanda Listiani
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): Exploring Arts, Media, and Cultural Dynamics: From Tradition to Contemporary P
Publisher : Postgraduate Program of Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/pantun.v11i1.4979

Abstract

This study explores the contribution of video mapping technology and the use of non-conventional performance spaces in generating hybrid theatrical experiences in Enda Walsh’s Disco Pig, staged at the Brotherhood Bunker, Bandung. This production provides a significant case for examining the intersection of technology, spatial change and audience engagement as digital media gains a greater foothold in live performance in contemporary theatre. Data were collected through performance observation, visual documentation, and analysis of dramaturgical elements within a qualitative phenomenological approach. The results show that video mapping is not only a visual enhancement, but also a dramaturgical device that constructs memory, psychological landscapes and narrative transitions. In addition, transforming a nightclub basement into a performing space produces a hybrid spatiality that conflates entertainment, social interaction, and theatrical representation. The production also engages with broader concerns of urban identity, class relations, and spatial politics in contemporary digital culture. This study adds to theatre and performance studies by showing how digital technologies can extend dramaturgical practices and generate immersive experiences for the spectator in alternative performance settings. The findings provide theoretical insights into hybrid theatre and practical implications for artists and directors exploring digitally mediated performance.
SENI DIGITAL WISATA TEKNOLOGI AR PASUA PA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Sri Rustiyanti; Wanda Listiani; Fani Dila Sari; Ida Bagus Gede Surya Peradantha
Jurnal Budaya Etnika Vol. 3 No. 2 (2019): Artefak Budaya Arkais dan Kontemporer : dari Ulos Hingga Seni Digital
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/be.v3i2.1123

Abstract

ABSTRAKIndonesia memiliki beragam potensi alam, seni, budaya, pendidikan, kuliner, sejarah, teknologi, dan religi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik utama wisata. Tulisan ini merupakan hasil penelitian Konsorsium Kemenristekdikti dengan mengangkat seni tradisi dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, ISBI Papua, dan ISBI Aceh. Penelitian ini menerapkan teknologi Augmented Reality (AR) pada kesenian yang ada di Papua, Sunda, dan Aceh (PASUA) sebagai Performent Art (PA), sehingga seni wisata digital ini menjadi sebuah produk karya seni budaya AR Pasua PA, yang secara khusus menggarap perkembangan seni tradisi sebagai kearifan lokaldalam perkembangan seni digital sebagai salah satu bentuk pengemasan seni wisata.Potensi seni digital AR Pasua PA cukup menarik menjadi salah satu asset wisata devisa non migas yang perlu ditingkatkan pengelolaan dan pemberdayaannya. Oleh karena itu, kesiapan pembuatan AR Pasua PA dalam pengembangan wisata seni digital masih perlu ditingkatkan di era industri 4.0 berbasis kearifan lokal. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk memetakan zonasi pengembangan pariwisata yang sesuai dengan karakter masyarakat wilayah Timur dari Papua, selanjutnya Tengah dari Sunda, dan Barat dari Aceh, seperti perjalanan matahari dari terbit di Tanah Papua , selanjutnya bersinar di Tanah Parahyangan , dan akhirnya terbenam di Serambi Aceh. Analisis sistem pengembangan pariwisata berbasis seni digital diterapkan di Perguruan Tinggi Seni di Indonesia, sehingga perlu dilakukan tercipta model AR Pasua PA dalam pengembangan dan pengelolaan wisata berbasis teknologi augmented reality. Hasil penelitian yang diharapkan adalah terciptanya sebuah model pengembangan pariwisata seni digital yang terpadu berbasis kearifan lokal, khususnya Papua, Sunda, dan Aceh, yang dapat diterapkan di seluruh PT Seni di Indonesia, khususnya di wilayah ISBI Bandung, ISBI Papua, dan ISBI Aceh.Kata kunci: wisata seni digital, teknologi augmented reality, kearifan lolal.ABSTRACTSIndonesia has a variety of natural, artistic, cultural, educational, culinary, historical, technological and religious potentials that can be developed as the main tourist attraction.This paper is the result of a research by the Consortium of the Ministry of Research, Technology and Higher Education (Kemenristekdikti) by bringing up traditional arts from the Indonesian Cultural Arts Institute (ISBI) Bandung, ISBI Papua, and ISBI Aceh. This study applies Augmented Reality (AR) technology to arts in Papua, Sunda and Aceh (PASUA) as Performance Art (PA), so that this digital tourism art becomes a product of AR Pasua PA cultural art, which specifically works on the development traditional art as local wisdom in the development of digital art as a form of tourist art packaging.The potential of AR Pasua PA digital art is quite interesting being one of the non-oil and gas foreign exchange tourism assets that needs to be improved in its management and empowerment. Therefore, the readiness to make AR Pasua PA in the development of digital art tourism still needs to be improved in the era
Desire to Revisit: Memorable Experiences Drive Domestic Tourists to Return to Bali Wanda Listiani; Anrilia E.M. Ningdyah; Ai Juju Rohaeni
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 14 No. 1 (2024): Articulating Identity
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2024.v14.i01.p07

Abstract

This research aims to validate the memorable experiences of domestic tourists during their travels in Bali. The significance of this topic lies in the absence of studies on the post-pandemic memorable experiences of domestic tourists in Bali. The natural beauty and cultural arts, interactions with the local community and fellow tourists, as well as culinary and gastronomic experiences, are factors contributing to these memorable experiences, serving as primary reasons for domestic tourists to return to Bali. The research used a quantitative approach, involving a survey of 68 members of the academic community from Indonesian universities. The research suggests that the perceived excellence of tourism services in Bali positively influences tourists' likelihood of returning to the destination. Positive experiences in places like Pandawa, Ubud, Uluwatu, and Nusa Penida influence tourists' tendency to return to Bali. The research adds to the existing body of literature on memorable experiences of domestic tourists in Bali and highlights the need for sustainable gastronomic maps, halal, and vegan food options for tourists.
Co-Authors Agung Eko Sutrisno Agung Pascasuseno Agung Trihandono Putra Agus Cahyana Ai Juju Rochaeni Ai Juju Rochaeni, Ai Juju Ai Juju Rohaeni, Ai Juju Andang Iskandar Andang Iskandar, Andang Anggy Giri Prawiyogi Anrilia E.M Ningdyah Anrilia E.M Ningdyah Anrilia E.M. Ningdyah Anrilia E.M. Ningdyah Anrilia E.M. Ningdyah Ardi Radiansyah Ari Winarno Ariesa Pandanwangi Aris Junaedi Deni Yana Dian Widiawati Dinda Satya Upaja Budi Emilda, Nia Endang Caturwati Euis Suhaenah Euis Suhaenah Euis Suhaenah, Euis FANI DILA SARI Fani Dila Sari Fani Dila Sari Fani Dila Sari Fani Dila Sari G. R. Lono Lastoro Simatupang, G. R. Lono Lastoro Gatot Yudoko GR LonoLastoroSimatupang GR LonoLastoroSimatupang, GR Gymnastiar Gymnastiar Heddy Shri Ahimsa-Putra Heppy Millanyani IBG Surya Peradantha IBG Surya Peradantha IBG. Surya Peradantha IBG. Surya Peradantha IBG. Surya Peradantha IBG. Surya Peradantha Ida Bagus Gede Surya Peradantha Ida Bagus Gede Surya Peradantha Ida Bagus Gede Surya Peradhanta Ikhsanudin, Muhammad Ilham Irma Rachmaningsih Irma Rachmaningsih, Irma Jaeni Khairul Mustaqin, Khairul Krishna Permadi M Ningdyah, Anrilia Ema Muhammad Ilham Ikhsanudin Paramitha Pebrianti Peradantha, IBG. Surya Rahmawaty, Salsabila Hanny Ramli, Zaenudin Retno Dwimarwati Salsabila Hanny Rahmawaty Sandi Rediansyah Sari, Fani Dila Sri Rustiyanti Sri Rustiyanti Sriati Dwiatmini Sriati Dwiatmini Sriati Dwiatmini Sriwardani, Nani SURYANTI Suryanti Suryanti Suryanti Suryanti Suryanti Togar M Simatupang Yasraf Amir Piliang Yasraf Amir Piliang Amir Piliang Yasraf Amir Piliang Amir Piliang, Yasraf Amir Piliang Amir Yuanita Handayati Yuliana Hambuwali