Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EFFECTIVENESS OF PRODUCTIVE ZAKAT FUNDS IN EVELOPMENT MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES (MSMEs) IN SOUTH KALIMANTAN Mahfuzah, Annisa; Maulida, Atika Zahra; Asyahri, Yusuf; Sayyid, Annisa; Hafizah, Hafizah; Khairina, Nadia
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 9 No. 02 (2025): Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ad.v9i02.8166

Abstract

MSMEs play a crucial role in driving economic growth and reducing poverty in South Kalimantan. Despite their significant contribution, this sector still faces various obstacles, including access to financing. Effective management of productive zakat funds has the potential to become an alternative funding instrument to address these challenges, while simultaneously increasing MSMEs empowerment and reducing poverty. Therefore, this study aims to assess the effectiveness of productive zakat management in supporting MSMEs and optimizing their impact on the regional economy. This study uses a descriptive-analytical approach in fieldwork. The method used is a combination of qualitative and quantitative methods. The population in this study were all beneficiaries of productive zakat funds through the digital economic empowerment programs Micropreneur 2023, Zmart 2023, and Biofloc system fisheries cultivation, as well as laying hen farmers, with a population of 160 beneficiaries and a research sample of 74 respondents accompanied by 8 informants. The research results show that the management of productive zakat through various programs implemented by Baznas in South Kalimantan has been running well, with most indicators achieving a high level of effectiveness. Two indicators, namely target success and program satisfaction, were declared effective, while the levels of input and output, as well as program achievement, were deemed quite effective. These findings indicate that productive zakat management plays a significant role as an alternative funding instrument in supporting MSMEs, while also making a real contribution to improving the community's economy by channeling funds to mustahik (recipients of zakat) who run MSME-scale businesses.
PELATIHAN MEMBANGUN ECONOMIC INDEPENDENCE MELALUI SEKTOR HOME INDUSTRY DALAM UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI KECAMATAN PAKIS KAB. MALANG Khairina, Nadia; D. Nabila, Rohmaniva; Nabila Putri Pratama, Fara; I. Armalid, Ikhwanul; H. Avezahra, Mutia; S. Dewi, Rooswita; A. Kristianti, Priskila
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1877-1886

Abstract

Kemiskinan bukan hanya menjadi permaasalahan bagi PBB, namun seluruh negara di dunia, salah satunya adalah negara Indonesia. Pemerintah menetapkan bahwa kemiskinan merupakan salah satu permasalahan dalam Pembangunan bangsa yang harus segera diatasi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah penduduk miskin yang tergolong masih tinggi, terutama penduduk yang tinggal di pedesaan. Sehingga upaya dalam mengentaskan kemiskinan tersebut melalui peningkatan kemandirian ekonomi, dilaksanakan kegiatan pengabdian pada Masyarakat di Kabupaten Malang dengan fokus pada pembangunan kemandirian ekonomi melalui pelatihan Home Industry. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Desa Asrikaton, Kabupaten Malang. Pelaksanaan kegiatan berdurasi selama 2 bulan dari bulan September hingga Oktober 2023. Pelatihan mengikutsertakan para ibu rumah tangga di Desa Asrikaton. Kegiatan memiliki dua Sesi, yaitu pemberian materi terkait Pemasaran UMKM dan Praktek pembuatan makanan. Hasil dari kegiatan sosialisasi memperlihatkan antusiasme Masyarakat terutama peserta Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (PPK2) dalam mengikuti sosialisasi terkait Pemasaran UMKM. Para narasumber juga menyatakan bahwa mulai tumbuhnya motivasi untuk mandiri secara ekonomi dan tidak tergantung dengan bantuan dari pemerintah maupun daerah. Para narasumber juga terlihat antusias dan berminat dalam praktek pembuatan makanan olahan rumah. Hal ini memperlihatkan motivasi yang cukup tinggi dari para peserta Keluarga Penerima Bantuan (KPM) untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan dalam membuat industri rumah tangga.
Development of Multigroup Structural Equation Modeling on Structural and Measurement Models For Waste Management Behavior Patterns Khairani, Aldianur; Solimun, Solimun; Fernandes, Adji Achmad Rinaldo; Junianto, Fachira Haneinanda; Khairina, Nadia
CAUCHY: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2025): CAUCHY: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN APLIKASI
Publisher : Mathematics Department, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/cauchy.v10i2.34997

Abstract

This research aims to develop multigroup Structural Equation Modeling (SEM) on structural and measurement models to analyze waste management behavior patterns in Batu City. Secondary data were used from 120 respondents who were grouped into two: Group 1 (away from tourism) and Group 2 (near tourism). Latent variables include environmental quality, waste bank utilization, awareness of the use of 3R, and economic benefits from waste. The analysis was carried out by validity, reliability, linearity (Ramsey RESET), and multigroup SEM. The validity and reliability results showed that all indicators met the criteria (Corrected Item Total Correlation 0.3; Cronbach's Alpha 0.6). The linearity test proves that the relationship between variables is linear. Measurement models using formative indicators showed significant contributions, such as environmental maintenance (Group 1 coefficient: 0.369; Group 2: 0.518) and reuse effectiveness (Group 1 coefficient: 0.555; Group 2: 0.590). In the structural model, environmental quality had a stronger direct effect on 3R awareness in Group 2 (near tourism; coefficient: 0.432), while the use of waste banks had a more effect on Group 1 (away from tourism; coefficient: 0.414). The indirect effects through 3R awareness were also significant, with a total determination coefficient of 0.732, suggesting the model was able to explain 73.2% of the data variance. This study highlights the importance of a location-based approach in waste management policies, particularly the optimization of waste banks in areas far from tourism (Group 1) and the increase of 3R awareness in areas near tourism (Group 2).
SOSIALISASI KIAT-KIAT MEMINIMALISIR FEAR OF MISSING OUT DAN FEAR OF FAILURE PADA REMAJA TERDAMPAK PANDEMI COVID Nadia Khairina; Rooswita Santia Dewi; Mochammad Sa'id; Iqlima Pratiwi; Priskila Andia Kristianti; Phetrisia Avelia Serephina Sitorus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4416-4430

Abstract

Pelaksanaan sosialisasi dalam meminimalisir Ketakutan akan Kegagalan (Fear of Missing Out) dan Ketakutan akan Kegagalan (Fear of Failure) dalam upaya untuk meningkatkan Keberhasilan akademik peserta didik (Academic Success) terutama dalam kondisi pasca Pandemi Covid 19.  Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan pada 18 September 2023 yang bertempat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dengan jumlah peserta didik sebanyak 25 orang. Setelah cara-cara atau kiat-kiat meminimalisir Ketakutan akan Ketertinggalan (Fear of Missing Out) dan Ketakutan akan Kegagaglan (Fear of Failure) di berikan oleh Narasumber, Tim pelaksana membagikan kuesioner terkait Ketakutan akan Ketertinggalan dan Ketakutan akan Kegagalan yang dikembangkan oleh Tim sesuai dengan konteks dan kondisi terkini di Indonesia, terutama dalam kondisi Pasca Pandemi Covid. Peningkatan rasa takut akan ketertinggalan (FoMO) dan rasa takut akan kegagalan (Fear of Failure) yang tinggi dapat terlihat dari hasil dari pengukuran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Dengan cara-cara hingga metode yang diberikan selama sosialisasi yang didapatkan dari para peneliti sebelumnya (DinÇer, Saygin, Karadal, 2022; Scott, 2019; Lieberman, 2019; Berna, 2020; Collins, 2020) maka diharapkan membantu para peserta sosialisasi dan peserta didik lainnya dalam mengurangi rasa takut akan ketertinggalan (Fear of Missing Out) dan rasa takut akan kegagalan (Fear of Failure) sehingga mampu meningkatkan kinerja akademik di sekolah.
PELATIHAN MINDFULNESS UNTUK MENGATASI BURN OUT KEPADA PENDAMPING PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI KOTA MALANG Ikhwanul Ihsan Armalid; Angga Yuni Mantara; Nadia Khairina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2958-2966

Abstract

Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) adalah pekerja sosial yang mendampingi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dalam menerima bantuan. Dalam pelaksanaannya pendamping PKH memiliki banyak resiko terkena burnout karena beban pekerjaan yang berlebih, diantaranya tidak sesuainya tugas pokok yang harus dikerjakan, jarak tempuh antara tempat kerja dan tempat tinggal, serta banyaknya KPM yang harus didampingi. Burnout adalah kondisi stres kronis dimana pekerja merasa lelah secara fisik, mental, dan emosional yang diakibatkan pekerjaannya. Mindfulness adalah sebuah teknik meditasi yang dapat mengurangi burnout. Pelatihan mindfulness ini dilakukan untuk mengurangi burn out pada pendamping PKH di Kota Malang. Pelatihan terdiri dari 8 sesi yang terdiri dari: 1) perkenalan gambaran singkat mindfulness; 2) meditasi pernapasan; 3) menyadari sensasi tubuh; 4) penghargaan; 5) membuka kesadaran dan menerima perasaan; 6) membebaskan diri dari hasrat; 7) menerapkan mindfulness dan 8) penutup. Pre-test dan Post-test dilakukan untuk mengukur keberhasilan pelatihan menggunakan alat ukur Maslach  Burnout Inventory-Human-Services Survey (MBI-HSS). Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata 56, yang menunjukkan bahwa burnout pada pendamping PKH berada pada kategori sedang. Hasil post-test dari pelatihan mindfulness ini menunjukkan adanya penurunan skor burnout rata-rata sebesar 8.5 sehingga dapat disimpulkan pelatihan mindfulness berhasil mengurangi burn out pada pendamping PKH Kota Malang. Mindfulness perlu diterapkan lebih lama untuk mendapatkan skor yang lebih baik lagi dalam mengurangi burnout. Diharapkan dengan berkurangnya burnout pada pendamping PKH maka akan dapat meningkatkan kinerja para pendamping PKH dalam mendampingi KPM PKH
Am I A Cheater?: Pengaruh Priming dengan Subtle Linguistic in Ethical Reminder dalam mengurangi Perilaku tidak Etis Berdasarkan Jenis Kelamin Khairina, Nadia; Raissa Dwifandra Putri; Yaumul Rahmi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i102022p640-649

Abstract

Previous studies of unethical behavior have shown that many people will engage when they have the opportunity. Several studies have shown contradictions with each other regarding fraudulent behavior between men and women. This study wanted to test whether the use of priming with subtle words could suppress the emergence of fraudulent behavior, especially when associated with gender. The study used a 2x2 experimental design ((PrimingxNonPriming)x(MalexFemale)) with 60  participants. The study used instruments in the form of mathematical problems that must be answered correctly for 60 seconds and participants can "claim" or write down the number of questions that can be answered correctly.  Participants in the priming group will get the phrase "Please don't be a cheater" before doing a  question consisting of 20 questions.   This research will be analyzed by quantitative descriptive analysis. The results in this study showed that female participants (M=7.13, SD=  2,774) showed a higher tendency of cheating compared to male participants (M=7.00, SD=2,236) even if given priming words. Meanwhile, in conditions that did not get priming words (non-priming), female participants (M=12.80, SD= 5,414) also showed a higher tendency of cheating than male participants (M=11.13, SD=7,376).  In addition, cheating can still occur and is not affected by gender, both male and female.  Abstrak Studi terdahulu terkait perilaku tidak etis (unethical behavior) memperlihatkan bahwa banyak orang terlibat dalam perilaku seperti itu ketika memiliki kesempatan. Beberapa penelitian memperlihatkan kontradiksi satu sama lain terkait perilaku curang antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini ingin menguji apakah penggunaan priming dengan kata-kata yang halus dapat menekan munculnya perilaku curang, terutama jiak dikaitkan dengan jenis kelamin. Penelitian menggunakan desain eksperimen 2x2 ((PrimingxNonPriming)x(Laki-lakixPerempuan)) dengan partisipan sebanyak 60 orang. Penelitian menggunakan instrument berupa soal matematika yang harus dijawab dengan tepat selama 60 detik dan partisipan dapat “mengklaim” atau menuliskan jumlah soal yang dapat dijawab dengan benar. Partisipan yang berada di kelompok Priming akan mendapatkan kalimat “Mohon jangan jadi orang yang curang” sebelum mengerjakan soal yang terdiri dari 20 soal. Penelitian ini akan dianalisis dengan analisis deksripstif kuantitatif. Hasil dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa partisipan perempuan (M=7.13, SD=2.774) memperlihatkan tendensi kecurangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan partisipan laki-laki (M=7.00, SD= 2.236) bahkan jika diberikan priming kata-kata. Sedangkan pada kondisi yang tidak mendapatkan priming kata-kata (non priming), partisipan perempuan (M=12.80, SD= 5.414) juga memperlihatkan tendensi kecurangan yang lebih tinggi dibandingkan partisipan laki-laki (M=11.13, SD= 7.376). Selain itu pula, kecurangan dapat tetap terjadi, dan tidak terpengaruh oleh jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan.
Ethical Dilemma of Occupational Duties in Journalism Nadia Khairina
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i1.7271

Abstract

This research aims to explore the conditions of ethical dilemmas in mass media journalists during the 2024 General Election. This study uses a qualitative research design with a phenomenological approach using interview techniques. There were 3 participants. The results of the interview will be analyzed using descriptive analysis techniques. From the results of the study, it is known that the ethical dilemma felt by the participants, indirectly and unconsciously by the participants, was actually seen during the interview. Although participants always remember and hold the principle of remaining neutral, objective and always writing news accurately while carrying out their duties as Journalists, as citizens, participants are still aware of their rights and also their role during the election to continue to vote in support of the candidate pair they support. This tends to cause a feeling of dilemma to choose between 2 situations, namely the tendency to support certain candidates or maintain the integrity of the profession as journalism while covering the 2024 election. However, it is also known that participants do uphold the principles, values, individual rights, and individual obligations as journalists in writing news accurately and objectively. Thus, it can be said that the participants are aware of the ethical elements of a journalist, which causes control/control over the behavior of the participants while carrying out their duties as journalists.