Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Jiwa Keluarga di Masyarakat Kenagarian Sungai Tanang Kecamatan Banuhampu, Sumatera Barat Novia Zulfa Hanum; Nurmaines Adhyka; Intan Kamala Aisyiah; Tosi Rahmaddian; Amrizal Arief
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 1 No. 6 (2023): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v1i6.168

Abstract

This service program aims to increase understanding and support for mental health in rural communities, especially in Kenagarian Sungai Tanang, West Sumatra. The main problems faced are lack of access to mental health services, stigma towards mental health problems, and lack of understanding of the importance of mental health at the family level. The aim of this activity is to increase public understanding about mental health, strengthen the role of families in providing support to family members who need it, and increase access to mental health services. The methods used include developing educational materials, implementing interactive workshops, mentoring, and program evaluation. The results of this activity show an increase in public understanding about mental health, an increase in the active role of families in providing support, expansion of access to mental health services, and a reduction in stigma towards mental health problems. This program makes a positive contribution in improving the mental health welfare of the Kenagarian Sungai Tanang rural community and provides direction for the development of similar programs in other rural areas.
Peran dukungan orang tua, guru, dan teman sejawat terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi dan sikap terhadap penyakit menular seksual pada pelajar putri Yurizali, Bun; Adhyka, Nurmaines; Aisyiah, Intan Kamala
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 7 (2024): Volume 18 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i7.374

Abstract

Background: Adolescence is a transitional period marked by sexual maturity. At this time, direction and knowledge are needed to form good attitudes to prevent sexual deviations that lead to various kinds of sexual health problems. Purpose: To determine the relationship between the role of parental, teacher and peer support in improving reproductive health knowledge and attitudes towards sexually transmitted diseases in female students. Method: Quantitative research with an analytic and cross-sectional approach, implemented in an Integrated Modern Islamic Boarding School in X City in April-May 2023. The independent variables in this study are the role of teachers, parents, and peers, while the dependent variable is knowledge and attitude towards reproductive health. The sample technique used random sampling and the slovin formula, the number of samples used was 50 respondents. Univariate data analysis and bivariate statistical test using chi square test. Results:  The study showed that support from parents, teachers, and peers significantly improved adolescents' knowledge and attitudes about reproductive health. Some influential factors include the role of parents (p-value=0.001), the role of teachers (p-value=0.017) and peers (p-value=0.004). Conclusion: There is a relationship between knowledge and attitudes towards parental, teacher, and peer support for students' reproductive health in modern Islamic boarding schools. Good knowledge and attitudes of respondents will have an impact on better mental health.   Keyword: Adolescents; Peers; Reproductive Health; Role of Parents; Role of Teachers.   Pendahuluan: Masa remaja adalah masa peralihan yang ditandai dengan kematangan seksual. Masa ini dibutuhkan arahan dan pengetahuan agar membentuk sikap yang baik untuk mencegah penyimpangan seksual yang menjerumus keberbagai macam permasalahan kesehatan seksual. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran dukungan orang tua, guru dan teman sejawat dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dan sikap terhadap penyakit menular seksual pada pelajar putri. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik dan cross-sectional, dilakukan di Pesantren Modern Terpadu di kota X pada bulan April-Mei 2023. Variabel independen dalam penelitian ini adalah peran guru, orang tua, dan rekan sejawat, sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan kesehatan reproduksi dan sikap terhadap penyakit menular seksual pada pelajar putri. Teknik sampel menggunakan random sampling dan rumus slovin, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50 responden. Analisis data univariat dan bivariat uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua, guru, dan teman sebaya signifikan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi. Beberapa faktor yang berpengaruh antara lain, peran orang tua (p-value=0.001), peran guru (p-value=0.017) dan teman sebaya (p-value=0.004). Simpulan: Adanya hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap dukungan orang tua, guru dan teman sejawat dalam kesehatan reproduksi siswi di pesantren modern. Pengetahuan dan sikap responden yang baik akan berpengaruh terhadap kesehatan mental yang lebih baik.   Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi; Peran Orang Tua; Peran Guru; Remaja; Teman Sejawat.
Knowledge of WKRI Padang City Members on Hypertension Bun Yurizali; Nurmaines Adhyka
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jks.v7i1.6640

Abstract

This study aims to provide an overview of the incidence of hypertension and the knowledge of Indonesian Christian Women (WKRI) members regarding hypertension. This study uses a descriptive quantitative research method with a cross-sectional approach. The results of this study indicate that most of the respondents are in the elderly age group, with a high school education background and homemaker work. The measurement results found that several respondents had hypertension which needed to be reconfirmed by a doctor's diagnosis. In conclusion, it is necessary to carry out periodic controls for hypertension screening of members, and efforts to control consumption and increase knowledge about diet are required. Keywords: Hypertension, Elderly, Knowledge
Penyuluhan Edukasi Pola Makan Bergizi Pada Masyarakat Untuk Pencegahan Dini Stunting Rahmaddian, Tosi; Irwadi Irwadi; Muhammad Rizki Saputra; Nurmaines Adhyka; Novia Zulfa Hanum; Intan Kamala Aisyiah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v3i1.1050

Abstract

Stunting is a chronic nutrition issue characterized by height below the standard for a child’s age. According to the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), the prevalence of stunting in Indonesia reached 30.8%, significantly higher than the government’s target of below 20% by 2024. One of the primary causes of stunting is inadequate nutrition, particularly during the first 1,000 days of life, which can impede growth and development, resulting in long-term health and cognitive issues. To address this, comprehensive prevention efforts are essential, including community education on nutritious eating. This Community Service initiative targets community leaders and the public, especially mothers and expectant mothers in the Nagari Sago Salido area. The methods employed include distributing questionnaires, presenting educational materials, facilitating discussions, conducting anthropometric screenings for toddlers, and providing nutritious food for participants. The aim is to enhance community understanding of the importance of nutritious diets and their impact on child growth, while encouraging healthier eating habits within families. This initiative seeks to foster sustainable changes in dietary practices and contribute to the reduction of stunting rates in the region.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Akan Kesehatan Reproduksi dan Permasalahannya Bun Yurizali; Adhyka, Nurmaines; Intan Kamala Aisyiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i1.2948

Abstract

Remaja mengalami banyak perubahan selama masa pertumbuhan mereka, termasuk perubahan fisik. Salah satu perubahan besar yang terjadi adalah adanya pertumbuhan pada alat reproduksi. Masih tabunya pembahasan mengenai organ reproduksi, perubahan serta permasalahannya membuat perlunya dilakukan pendidikan kesehatan reproduksi. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penyimpangan dalam perilaku remaja. Mengingat bahaya dampak yang diterima jika remaja melakukan kesalahan dalam berperilaku seksual. Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah untuk meningkatkan remaja khususnya di pesantren modern. Siswa disekolah ini dipilih mengingat mereka lebih dekat dengan teman seasrama dari pada orang tua ataupun guru asrama. Minimnya informasi yang didapat akan kesehatan reproduksi dikhawatirkan siswa tidak mengetahui permasalahan kesehatan reproduksi dan dampaknya. Hasil dari kegiatan ini diketahui adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah dilakukan sosialisasi, terlihat adanya hubungan peningkatan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan
PENYULUHAN EDUKASI POLA MAKAN BERGIZI PADA MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN DINI STUNTING Rahmaddian, Tosi; Irwadi; Muhammad Rizki Saputra; Nurmaines Adhyka; Novia Zulfa Hanum; Intan Kamala Aisyiah
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.661

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar untuk usia anak. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8%, yang jauh dari target pemerintah yaitu di bawah 20% pada tahun 2024. Salah satu faktor utama penyebab stunting adalah pola makan yang tidak memadai, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan, yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak serta menyebabkan masalah kesehatan dan kecerdasan jangka panjang. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif, termasuk edukasi masyarakat mengenai pola makan bergizi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kader dan masyarakat, khususnya ibu dan calon ibu di Nagari Sago Salido. Metode yang digunakan meliputi distribusi kuesioner, pemaparan materi, diskusi, pemeriksaan antropometri untuk balita, serta penyediaan makanan bergizi bagi seluruh peserta. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola makan bergizi dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak, serta mendorong penerapan kebiasaan makan yang lebih sehat dalam keluarga. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan angka stunting di daerah tersebut.
Penyuluhan Tentang Dampak dan Bahaya LGBT dari Perspektif Kesehatan di SMA Negeri 3 Padang Panjang Aisyiah, Intan Kamala; Adhyka, Nurmaines; Yurizali, Bun
Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara (PCN) Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara
Publisher : Lembaga Riset Cendekia, Yayasan Berkah Putera Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern, kesehatan adalah elemen terpenting dalam kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Gaya hidup merupakan hal yang sangat penting dan seringkali dijadikan ajang menunjukkan jati diri seseorang. Terdapat 10% populasi LGBT yang ada diseluruh dunia, yaitu 750 juta dari 7,5 milyar penduduk yang ada di dunia. Kelompok LGBT merupakan kelompok yang rentan memiliki resiko tinggi tertular virus. Tidak hanya kesehatan secara fisik saja, kelompok LGBT juga dikhawatirkan mengalami masalah kesehatan pada mentalnya. Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual. Kegiatan ini bertujuan memberikan penyuluhan, monitoring dan evaluasi pengetahuan siswa tentang dampak dan bahaya LGBT dari Perspektif Kesehatan. Dalam upaya pencegahan perilaku seks menyimpang, diperlukan program pendekatan kepada remaja tentang LGBT sehingga meningkatkan pemahaman remaja akan hal tersebut. Metoda kegiatan penyuluhan yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah sebanyak 100 orang siswa, dosen dan mahasiswa. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan hasil evaluasi menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan. Kegiatan penyuluhan efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang LGBT.
Gangguan Tingkah Laku pada Siswa SMA dan Pondok Pesantren Terpadu Menggunakan Kuesioner Kekuatan dan Kesulitan (SDQ) Adhyka, Nurmaines; Arwin, Popy; Ramadoni, Ramadoni; Huvaid, Sevilla Ukhtil
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) is widely used to screen for mental health problems in children and adolescents aged 4–18. Adolescents’ behavioral responses to challenges may differ based on their living environment, such as living with parents or in a boarding school. This study aimed to compare the mental health status of general high school students and integrated Islamic boarding school students in two cities in West Sumatra, Indonesia. A cross-sectional study was conducted involving 120 students aged 15–17 years selected through incidental random sampling. SDQ data were collected online in public schools and using printed questionnaires in boarding schools. Independent t-tests were used for analysis. Significant differences were found in conduct problems (p = 0.010) and peer relationship problems (p = 0.046). Strong correlations were identified between conduct problems and hyperactivity (r = 0.289**), as well as between peer problems and emotional symptoms (r = 0.295**) and hyperactivity (r = 0.356**). Social environments, including parenting patterns and limited parental interaction, play a crucial role in adolescent mental health. This study provides empirical evidence on how differences in school systems and living arrangements affect students' psychological conditions, supporting school-based mental health interventions.
Intervensi Berkelanjutan Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik untuk Masyarakat Umum Selama Ramadhan Bun Yurizali; Nurmaines Adhyka
Pelayanan Unggulan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan Vol. 2 No. 2 (2025): Mei : Pelayanan Unggulan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/unggulan.v2i2.1892

Abstract

Ramadan fasting often results in significant changes in diet, fluid intake, and daily physical activity levels. If not managed properly, these changes have the potential to negatively impact health, particularly in the elderly. This community service article aims to improve literacy and practice healthy lifestyles during and after Ramadan through educational intervention activities for retirees of PB Telkom Padang. The activity was held on Wednesday, February 26, 2025, starting at 08:00 WIB and ending, involving 80 participants. The intervention was carried out in two stages: educational counseling using PowerPoint media and distribution of leaflets as supporting introductory materials, followed by an interactive discussion between participants and the presenter. The leaflets functioned as an information retention tool, enabling participants to remember and apply the knowledge independently at home. In addition, providing souvenirs from sponsors to the most interactive participants increased motivation and active participation in the discussion session. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge regarding the principles of balanced nutrition, the importance of hydration, and the choice of light physical activities appropriate to their physical condition during the fasting month. The participatory intervention method and receiving symbolic awards proved effective in fostering commitment to a healthy lifestyle. Based on these findings, similar interventions are recommended for implementation in other retirement communities, with additional quantitative evaluations to improve the accuracy of the impact and extend its benefits over the long term.
Analisis Kesehatan Mental Remaja Berdasarkan Global School Based Student Health Survey (GSHS) Siswa di Pesantren Modern Adhyka, Nurmaines; Aisyah, Intan Kamala; Yurizal, Bun
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v8i2.425

Abstract

Kesehatan mental remaja seringkali dikaitkan dengan peranan dari orang tua, keluarga, guru dan teman sejawat. Peranan itu penting dalam mencegah remaja untuk memunculkan ide bunuh diri, tindakan bunuh diri ataupun hal negatif lainnya. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran dan menganalisis kesehatan mental remaja yang menempuh pendidikan di sebuah pesantren modern. Metode penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan instrument Global School-Based Student Health Survey (GSHS) tahun 2021 yang telah divalidasi untuk versi bahasa Indonesia. Siswa mengisi kuesioner dengan menggunakan lembar kuesioner yang sudah dipersiapkan yang diisi tanpa tekanan dan dilakukan di lingkungan sekolah secara mandiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan sampel adalah wanita (96%), dengan rentang usia 12 hingga 17 tahun dan duduk di bangku kelas 8 hingga kelas 12. Hasil penelitian ditemukan bahwa 43% responden mencoba hal negatif untuk merasakan hal yang lebih tenang, dan 9% dari siswa pernah mencoba melakukan bunuh diri. Keterlibatan orang tua mampu mencegah terjadinya hal ini, dan dukungan serta pola asuh dari orang tua berpengaruh positif terhadap gangguan kesehatan mental remaja. Perlunya dukungan dari berbagai pihak agar kesehatan mental remaja khususnya di pesantren dapat terpelihara. Direkomendasikan sekolah memiliki program kesehatan sekolah yang dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang suportif dan peduli.