Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesehatan Mental Remaja Berdasarkan Global School Based Student Health Survey (GSHS) Siswa di Pesantren Modern Adhyka, Nurmaines; Aisyah, Intan Kamala; Yurizal, Bun
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v8i2.439

Abstract

Kesehatan mental remaja seringkali dikaitkan dengan peranan dari orang tua, keluarga, guru dan teman sejawat. Peranan itu penting dalam mencegah remaja untuk memunculkan ide bunuh diri, tindakan bunuh diri ataupun hal negatif lainnya. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran dan menganalisis kesehatan mental remaja yang menempuh pendidikan di sebuah pesantren modern. Metode penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan instrument Global School-Based Student Health Survey (GSHS) tahun 2021 yang telah divalidasi untuk versi bahasa Indonesia. Siswa mengisi kuesioner dengan menggunakan lembar kuesioner yang sudah dipersiapkan yang diisi tanpa tekanan dan dilakukan di lingkungan sekolah secara mandiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan sampel adalah wanita (96%), dengan rentang usia 12 hingga 17 tahun dan duduk di bangku kelas 8 hingga kelas 12. Hasil penelitian ditemukan bahwa 43% responden mencoba hal negatif untuk merasakan hal yang lebih tenang, dan 9% dari siswa pernah mencoba melakukan bunuh diri. Keterlibatan orang tua mampu mencegah terjadinya hal ini, dan dukungan serta pola asuh dari orang tua berpengaruh positif terhadap gangguan kesehatan mental remaja. Perlunya dukungan dari berbagai pihak agar kesehatan mental remaja khususnya di pesantren dapat terpelihara. Direkomendasikan sekolah memiliki program kesehatan sekolah yang dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang suportif dan peduli.
Tantangan dan Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Ulak Karang Oktarina, Sri; Adhyka, Nurmaines; Fadilla, Nadya
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v9i1.444

Abstract

Angka kunjungan lansia ke posyandu lansia di Puskesmas Ulak Karang menurun tercatat dari tahun 2020 sebesar 53%, tahun 2021 sebesar 33% dan menjadi 30.59% pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan rendahnya kunjungan lansia (60 tahun ke atas) ke posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu 153 lansia yang berumur 60 tahun ke atas dan sampel sebanyak 109 lansia.Teknik pengambilan sampel Proportional Random Sampling. Pengolahan data dengan aplikasi komputer yaitu SPSS. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 58.7% memiliki pengetahuan lansia yang kurang baik, 65.1% memiliki motivasi lansia yang kurang baik, 66.1% memiliki dukungan keluarga yang kurang mendukung serta sarana dan prasaran yang tidak lengkap membuat lansia tidak tertarik mengikuti posyandu lansia. Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan lansia (p-value 0,000), motivasi lansia (p-value 0,012), dan dukungan keluarga (p-value 0,008). Diharapkan kepada seluruh tenaga kesehatan pemegang khususnya program lansia di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang untuk memaksimalkan penyuluhan secara door to door dan memberikan motivasi lansia dan memberikan informasi tentang pentingnya berkunjung ke posyandu lansia.
Peningkatan Pengetahuan Remaja akan Stunting dan Pola Konsumsi di SMAN 1 Kab Sijunjung Adhyka, Nurmaines; Bun Yurizali; Intan Kamala Aisyiah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a nutritional problem that threatens the quality of life of the nation's next generation. The complexity of stunting problem, which is a link in the chain, starts with the parents' early knowledge on the importance of consumption patterns. Consumption patterns are important since adolescence in order to prevent the birth of babies with nutritional problems which are the cause of the growth of toddlers with stunting. The initial survey found high rates of stunting in Sijunjung District and there was no primary education by health workers about consumption patterns and how to prevent stunting from teenager. In this socialization, an assessment of knowledge about stunting was carried out by distributing pre-test questionnaires to students, counseling activities and discussion of material regarding stunting and consumption patterns in adolescents, as well as an assessment of students' knowledge after counseling was carried out by distributing post-test questionnaires. The results of this activity showed that there had been an increase in students' knowledge about stunting and consumption patterns. Seeing the enthusiasm of students and the importance of efforts to prevent stunting from adolescence by improving consumption patterns, it is suggested that this event should be carried out by health workers from local health service facilities on a regular basis to all students so that they can reach all adolescents in Sinjunjung Regency.
Edukasi Jajanan Sehat Di Pesantren Modern Kota Padang Aisyiah, Intan Kamala; Adhyka, Nurmaines; Yurizali, Bun
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 6 (2024): April
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/j1rs3e14

Abstract

Budaya jajan menjadi bagian dari keseharian hampir semua kelompok usia dan kelas sosial, termasuk anak usia sekolah dan golongan remaja. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa Sekolah Menengah Pertama Pesantren Modern Kota Padang tentang pentingnya memilih makanan jajanan yang sehat dan bergizi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi, dan penilaian pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan siswa setelah dilakukan kegiatan penyuluhan. Sebelumnya, rata-rata pengetahuan siswa tentang jajanan yang sehat adalah sebesar 5,06 dan setelah penyuluhan, terjadi peningkatan yang cukup besar, dengan nilai rata-rata pengetahuan meningkat menjadi 8,89. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara sistematis dan terarah mampu memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya memilih jajanan yang sehat. Disarankan agar pihak sekolah terus melaksanakan kegiatan promosi kesehatan terkait jajanan sehat untuk mendukung peningkatan kesadaran siswa dan masyarakat secara luas. Langkah-langkah ini penting dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik di masa depan.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Akan Kesehatan Reproduksi dan Permasalahannya Bun Yurizali; Adhyka, Nurmaines; Intan Kamala Aisyiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i1.2948

Abstract

Remaja mengalami banyak perubahan selama masa pertumbuhan mereka, termasuk perubahan fisik. Salah satu perubahan besar yang terjadi adalah adanya pertumbuhan pada alat reproduksi. Masih tabunya pembahasan mengenai organ reproduksi, perubahan serta permasalahannya membuat perlunya dilakukan pendidikan kesehatan reproduksi. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penyimpangan dalam perilaku remaja. Mengingat bahaya dampak yang diterima jika remaja melakukan kesalahan dalam berperilaku seksual. Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah untuk meningkatkan remaja khususnya di pesantren modern. Siswa disekolah ini dipilih mengingat mereka lebih dekat dengan teman seasrama dari pada orang tua ataupun guru asrama. Minimnya informasi yang didapat akan kesehatan reproduksi dikhawatirkan siswa tidak mengetahui permasalahan kesehatan reproduksi dan dampaknya. Hasil dari kegiatan ini diketahui adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah dilakukan sosialisasi, terlihat adanya hubungan peningkatan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan
Sosialisasi pengendalian diri dan pencegahan kejadian bullying pada remaja Adhyka, Nurmaines; Yurizali, Bun; Aisyiah, Intan Kamala
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): November
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v7i4.2039

Abstract

Kejadian bullying merupakan perilaku menyimpang yang terjadi berulang kali dari sekelompok siswa kepada siswa lainnya yang dianggap lemah. Kasus ini terus terjadi peningkatan setiap tahunnya yang umumnya terjadi pada masa remaja. Dampak dari perilaku ini dapat menyebabkan pengucilan diri, perilaku menyimpang, depresi hingga bunuh diri. Sosialisasi ini dimaksudkan agar siswa dapat menggetahui apa saja tindakan bullying, tatacara pengendaliannya, apa yang harus dilakukan jika melihat kejadian bullying, dan cara melindungi korban. Pengabdian ini dilakukan di Pesantren Modern dengan target peserta siswa SMP hingga SMA. Jumlah peserta dalam kegiatan ini mencapi 58 orang, yang diselingi dengan pemutaran video, diskusi, tanya jawab dan kuis untuk membuka wawasan siswa akan pencegahan perilaku bullying di sekolah. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari sekolah dan siswa yang aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dikarenakan belum pernah dilakukannya sosialisasi mengenai bullying di pesantren ini.
Peningkatan Kepatuhan Cuci Tangan melalui Edukasi dan Fasilitasi Hand Hygiene pada Petugas Kesehatan di RSUD Lubuk Basung Valencia Valencia; Nurmaines Adhyka; Novia Zulfa Hanum; Rendri Bayu Hansah
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i1.9821

Abstract

Background: Hand hygiene is an essential component in preventing nosocomial infections in hospitals. Despite global awareness of the importance of hand hygiene, healthcare workers' compliance with hand hygiene protocols remains low. Objective: To improve knowledge and compliance of healthcare workers regarding hand hygiene practices at Lubuk Basung Regional Hospital through education and facilitation programs. Methods: Community service activities were conducted in November 2025 involving 23 healthcare workers from various work units. The program included pre-test, structured education on hand hygiene, demonstration of WHO's 6-step handwashing technique, interactive discussion, post-test, and provision of hand sanitizer facilities and reminder media. Evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test scores using a knowledge questionnaire. Results: There was a significant increase in participants' knowledge with an average pre-test score of 80.4% increasing to 92.2% in the post-test (11.8% improvement). A total of 73.9% of participants experienced an increase in knowledge scores. The highest improvement occurred in the Perinatology and MPP units with an increase of 3 points. Conclusion: Education and facilitation programs are effective in increasing healthcare workers' knowledge about hand hygiene. Continuous monitoring and compliance audits are needed to ensure knowledge transfer into real practices in preventing nosocomial infections.
Determinasi Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pasien dalam Penggunaan Sistem Pendaftaran Online Berdasarkan Model UTAUT Adhyka, Nurmaines; Rahmaddian, Tosi; Aisyiah, Intan Kamala; Hanum, Novia Zulfa; Azzahra, Muthia
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v10i2.739

Abstract

Online registration services, which are designed to enhance accessibility and efficiency, remain underutilized in one Type C hospital in Padang. This study aims to analyze the factors influencing patient behavior in using the online registration system based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). A quantitative cross-sectional design was employed involving 98 respondents selected through simple random sampling. The variables examined included performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, demographic factors, and prior experience. Data were analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The findings show that 55.1% of respondents had not optimally used the online registration system. Several factors were significantly associated with usage behavior, including age, gender, performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, and experience (all p < 0.01). Multivariate analysis indicated that effort expectancy was the most dominant factor influencing patient behavior (OR ≈ 28). These results highlight that perceived ease of use is the key determinant of patients’ adoption of digital services. It is concluded that enhancing patients’ digital literacy, simplifying the application interface, and strengthening supporting facilities are critical strategies to improve the utilization of onlineregistration systems in hospitals.
Kualitas Tidur, Kecemasan, Tekanan Darah dan Hubungan pada Kejadian Hipertensi Lansia Yurizali, Bun; Adhyka, Nurmaines; Maidarmi Handayani, Kurnia; Maharani.S, Salsabila
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jk.v14i1.357

Abstract

Hypertension is a major health problem among the elderly, with rising prevalence. Sleep quality and anxiety contribute to blood pressure regulation, but their relationship is unclear. This study aims to analyze the relationship between sleep quality, anxiety, and blood pressure in hypertensive elderly patients at Puskesmas Air Dingin, Padang City. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample included 42 hypertensive elderly patients registered at Puskesmas Air Dingin, selected by consecutive sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, presented in frequency distribution, and processed with SPSS version 25.0. The results showed that most hypertensive elderly patients were aged 60-69 years (73.8%), with an equal gender distribution (50.0% male and female). The majority of respondents had poor sleep quality (83.3%) and mild anxiety (71.4%). No significant relationship emerged between sleep quality and systolic blood pressure (p=0.594), but a significant relationship was found between sleep quality and diastolic blood pressure (p=0.049). Additionally, anxiety was not associated with systolic (p=0.726) or diastolic blood pressure (p=0.647). In summary, poor sleep quality relates to higher diastolic blood pressure, while anxiety does not significantly correlate with blood pressure.
Faktor Sosiodemografi yang Mempengaruhi PHBS Rumah Tangga di Nagari Rawang Gunung Malelo Hanum, Novia Zulfa; Adhyka, Nurmaines; Mindayani, Sri
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 14 No 3 (2025): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v14i3.1978

Abstract

Background: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a key health promotion and disease prevention strategy. However, household-level implementation remains suboptimal and is influenced by various sociodemographic factors.Objective: This study aimed to analyze sociodemographic factors influencing household Clean and Healthy Living Behavior. Methods: A cross-sectional study was conducted among 96 female respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analyses with the chi-square test. Results: The findings showed that 56.2% of households demonstrated poor PHBS practices. Education level (p=0.002), knowledge (p=0.000), and access to health services (p<0.05) were significantly associated with PHBS implementation. In contrast, income (p=0.753) and employment status (p=0.716) were not significantly related. The lowest-performing indicators included washing eating utensils in the river, smoking inside the house, and irregular physical activity. Conclusion: Household PHBS implementation is significantly influenced by education, knowledge, and access to health services. Strengthening health education and sustainable behavior change interventions is essential to improve PHBS practices.