Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Jalan Kaki 30 Menit Terhadap Nilai Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Banjar Agung Lampung Selatan Lestari, Indah; Anita, Fitri; Sari, Nova Nurwinda
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20571

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus is a chronic disease whose complications can be prevented and controlled. Data from the Lampung Provincial Health Office in 2022 there were 22,345 cases. While in South Lampung Regency in 2020 there were 11,626 (76.75%) people with DM. Data at Puskesmas Banjar Agung has increased from year to year in 2023 there were 65 cases of DM with an average age between 40-70 years, while in 2024 there was an increase where it was found that the number of DM patients from January - October was 95 cases with an average age between 40-70 years. The purpose of this study was to determine the effect of a 30-minute walk on blood sugar values in patients with type II Diabetes Mellitus at the Banjar Agung South Lampung Community Health Centre in 2024. The type of research is quantitative research with a Pre and Post Test Only Control group Design approach. The sampling technique used purposive sampling technique with a total sample of 34 people (17 control group and 17 intervention group). The measuring instrument used in this study was a digital glucometer and an observation sheet for observing the examination of blood sugar values. The results showed that there was an effect of a 30-minute walk on blood sugar values in patients with Type II diabetes mellitus with a p-value of 0.000 (p-value <0.05), it can be concluded that walking for 30 minutes has an effect on blood sugar values in patients with Type II diabetes mellitus, at the Banjar Agung South Lampung Health Centre in 2024. Suggestions for health centres should diabetics diligently do physical activities such as walking to help lower blood levels. Keywords: Diabetes Mellitus, Blood Sugar, Walking Exercise  ABSTRAK Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronik yang komplikasinya dapat dicegah dan dapat dikendalikan. Data Dinkes Provinsi Lampung tahun 2022 terdapat 22.345 kasus. Sementara di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2020 ada 11,626 (76,75%) penderita DM. Data di Puskesmas Banjar Agung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun pada tahun 2023 ada 65 kasus DM dengan usia rata-rata antara 40-70 tahun, sementara pada tahun 2024 mengalami peningkatan dimana didapati data jumlah penderita DM dari bulan Januari – Oktober ada 95 kasus dengan usia rata-rata antara 40-70 tahun. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh  jalan kaki 30 menit terhadap nilai gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas Banjar Agung Lampung Selatan tahun 2024. Jenis penelitian penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre and Post Test Only Control group Design. Teknik pengambilan sampel mengunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 34 orang (17 kelompok kontrol dan 17 orang kelompok intervensi). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan glucometer digital dan lembar observasi observasi pemeriksaan nilai gula darah sewaktu. Hasil penelitian diketahui ada pengaruh jalan kaki 30 menit terhadap nilai gula darah pada pasien diabetes mellitus Tipe II dengan p-value 0,000 (p-value<0,05) dapat disimpulkan bahwa jalan kaki selama 30 menit berpengaruh terhadap  nilai gula darah pada pasien diabetes mellitus Tipe II, di Puskesmas Banjar Agung Lampung Selatan Tahun 2024. Saran untuk puskesmas sebaiknya penderita diabetes rajin melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki untuk membantu menurunkan kadar darah Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Gula Darah, Jalan Kaki
Innovation in Islamic Religious Education Learning in the Digital Era: Effective Design of the Flipped Learning Model Saputra, Indrian; Anita, Fitri
Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education Vol. 1 No. 1 (2025): Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/insight.v1i1.229

Abstract

This study aims to describe the application of the flipped learning model in Islamic Religious Education (PAI) learning and evaluate its effectiveness in increasing student involvement and independence. The method used is library research with a qualitative approach. Data were obtained from various literature sources, such as scientific journals, books, and relevant online articles, then analyzed descriptively. The results of the study indicate that the flipped learning model is able to change the learning pattern from teacher-centered to student-centered, where students study the material independently outside the classroom through video media, e-books, and other online content, then discuss it collaboratively in the classroom. This strategy increases active participation, understanding of concepts, and the use of technology in PAI learning. However, its effectiveness is highly dependent on technological readiness, teacher competence, and parental support. With good planning, this model can be a relevant learning alternative in the digital era.
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBAWAAN SENJATA TAJAM DIWILAYAH HUKUM POLSEK BERMANI ILIR Geri, Sutra; Anita, Fitri; Candra, Addy
Jurnal Hukum Ius Publicum Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Hukum Ius Publicum
Publisher : LPPM Universitas Doktor Husni Ingratubun Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55551/jip.v6i2.504

Abstract

Membawa senjata tajam merupakan salah satu tindak pidana di Indonesia, hal ini diatur dalam Undang Undang Darurat no 12 tahun 1951. Angka kasus pembawaan senjata tajam di Indonesia menunjukan tren fluktuatif yang menghawatirkan. Salah satu kecamatan dengan angka kasus tindak pidana pembawaan senjata tajam yang cukup tinggi adalah Kecamatan Bermani Ilir; Banyak faktor penyebab tindakan pembawan senjata tajam misalnya faktor pribadi, faktor ekonomi, faktor fisiologis, faktor social, faktor lingkungan keluarga, faktor budaya (tradisi), faktor kurangnya pengetahuan hukum hingga pengaruh media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tinjauan kriminologi terhadap pelaku tindak pidana pembawaan senjata tajam di wilayah Polsek Bermani Ilir. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum empiris (sosio-legal) dengan pendekatan deskriptif Hasil penelitiaan menunjukan upaya yang dilakukan oleh polsek Kecamatan Bermani ilir dalam menaggulangi kejahatan pembawaaan senjata tajam berupa peningkatan kegiatan pengawasan atau patroli yang dilakukan 2-3 kali dalam seminggu serta memberikan sosialisasi terkait bahaya serta konsekuensi hukum dari kepemilikan dan penggunaan senjata tajam tanpa izin kepada masyarakat di Kecamatan Bermani Ilir. Jenis penelitian yang diambil adalah penelitian Socio-legal dengan pendekatan hukum empiris yang menggunakan data primer dan data sekunder. Jadi kesimpulan dari pelitian ini adalah terdapat multifactorial tindak pidana pembawaan senjata tajam di Kecamatan Bermani Ilir dan Pihak Polsek Kecamatan Bermani Ilir telah melakukan beberapa upaya penangulangan dan pencegahan dalam guna menekan angka tindak pidana pembawaan sejata tajam.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke Yozi, Adinda Vira; Stiexs, Anggie; Anita, Fitri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1514

Abstract

Background: Stroke is a condition characterized by rapidly developing clinical signs of focal or global neurological deficit, which can worsen and persist for 24 hours or more, and/or lead to death, with no apparent cause other than vascular origin. Purpose: To determine the factors associated with stroke incidence. Method: Quantitative research where the results of the research will be interpreted in numerical form. The population in this study were all stroke patients treated at the Adventist Hospital Bandar Lampung, totaling 153 respondents, so the sample was 116 respondents. Sampling was carried out using the proportional sampling technique. This research was conducted at the Adventist Hospital Bandar Lampung on August 11 and 12, 2025. This research is a descriptive analytical study with a cross-sectional approach. Results: Statistical tests using the Chi-Square test revealed a relationship between cholesterol and stroke (ρ value 0.001 < 0.05), a relationship between hypertension and stroke (ρ value 0.001 < 0.05), and a relationship between diabetes and stroke (ρ value 0.000 < 0.05). Conclusion: Therefore, it can be concluded that there is a relationship between cholesterol, hypertension, and diabetes and the incidence of stroke.   Keywords: Cholesterol; Diabetes Mellitus; Hypertension; Stroke.   Pendahuluan: Stroke merupakan suatu keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor  yang berhubungan dengan kejadian stroke. Metode: Penelitian kuantitatif yang hasil penelitiannya akan diinterpretasikan dalam bentuk angka. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien stroke yang dirawat di  Rumah Sakit Advent Bandar Lampung sejumlah 153 responden, sehingga sampel sejumlah 116 responden.  Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling Penelitian ini telah dilakukan di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung pada 11-12 Agustus 2025. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil: Uji statistik menggunakan uji Chi Square menyatakan terdapat hubungan antara kolesterol dengan stroke (ρ value 0.001 < 0.05), terdapat hubungan antara hipertensi dengan stroke (ρ value 0.001 < 0.05), dan terdapat hubungan antara diabetes dengan stroke 0.000<0.05. Simpulan: Terdapat hubungan antara kolesterol, hipertensi, dan diabetes dengan kejadian stroke sehingga menyarankan kepada masyarakat agar menjaga berat badan, pola makan, dan aktivitas agar terhindar dari penyakit stroke.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Hipertensi; Kolesterol; Stroke
PENGARUH PERBEDAAN LOKASI PEMBERIAN KOMPRES HANGAT (AXILLA&TEMPORAL) TERHADAP PENURUNAN SUHU PADA ANAK YANG MENGALAMI DEMAM DI RSUD AHMAD YANI KOTA METRO TAHUN 2024 Agata, Annisa; Japlani, Vida Lia; Anita, Fitri; Khusuma, Ari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 14 No 2 (2025): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v14i2.432

Abstract

Abstak: Demam (pireksia) merupakan keadaan suhu tubuh di atas normal sebagai akibat peningkatan pusat pengatur suhu di hipotalamus. Demam yang terlalu tinggi dapat menimbulkan masalah yang serius pada anak. Jika sampai timbul kejang demam dapat berdampak pada kelainan neurologis hingga risiko epilepsi saat dewasa. Pemilihan lokasi kompres hangat dapat memaksimalkan penatalaksanaan demam secara efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perbedaan lokasi pemberian kompres hangat (axilla & temporal) terhadap penurunan suhu pada anak yang mengalami demam. Rancangan penelitian yaitu quasi eksperiment design menggunakan non equivalent control group. Populasi adalah seluruh anak usia 1-14 tahun yang mengalami demam, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 36 orang, menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan analisis uji T. Hasil analisis univariat diperoleh bahwa rata-rata suhu anak sebelum dilakukan kompres hangat di axilla yaitu 38,239oC dan setelah kompres menjadi 37,173oC. Rata-rata suhu anak sebelum dilakukan kompres hangat di temporal yaitu 38,094 oC dan setelah kompres menjadi 37,583 oC. Hasil analisis bivariat diperoleh ada pengaruh kompres hangat area axilla terhadap suhu tubuh pada anak demam (p-value=0,000). Terdapat pengaruh kompres hangat area temporal terhadap suhu tubuh pada anak demam (p-value=0,000). Ada perbedaan pengaruh perbedaan lokasi pemberian kompres hangat antara axilla & temporal terhadap penurunan suhu pada anak yang mengalami demam (p-value= 0,000 (p-value< α (0,05)). Saran bagi perawat agar dapat mengimplementasikan teknik kompres hangat dengan mempertimbangkan efektivitas kompres hangat di area axilla. Kata Kunci: Demam; kompres hangat; axilla & temporal.
Factors Associated with Students’ Mental Health in Vocational High Schools Putra, Hanif Marisa; Anita, Fitri; Andora, Novika
Genius Journal Vol. 7 No. 2 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i2.879

Abstract

Introduction: Mental health is a crucial aspect of adolescents’ well-being, as this developmental stage involves significant physical, emotional, and social changes that increase vulnerability to psychological problems. Global and national data indicate a high and growing prevalence of mental health issues among adolescents, including anxiety, depression, bullying-related distress, and the negative impacts of excessive social media use. Parenting styles, experiences of bullying, and patterns of social media use are key factors that may significantly influence adolescents’ mental health and require further investigation. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between parenting patterns, bullying and social media on the mental health of students at SMK Negeri 1 Tukak Sadai, South Bangka Regency in 2025. Method: The design in this study used cross-sectional with independent variables (parenting patterns, bullying and social media) and dependent variables (student mental health). The population size in this study was 315 people and a sample of 83 people calculated using cluster sampling. The time of the study was May 5, 2025 Result: The results of the study using the Chi Square statistical test obtained a p-value for the parenting variable 0.000 <0.05, bullying 0.000 <0.05 and social media 0.000 <0.05. This shows that there is a significant relationship between parenting patterns, bullying and social media on the mental health of students at SMK Negeri 1 Tukak Sadai, South Bangka Regency in 2025. Conclusion: Suggestions in this study are expected to make School Health Effort activities a step in monitoring health and anticipating early detection of the risk of poor mental health.
Perspektif Hakim dalam Menjatuhkan Pidana pada Tindak Pidana Korupsi di Bengkulu Putri, Vika Ananda; Sanusi, Himawan Ahmed; Anita, Fitri
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v10i1.7746

Abstract

Abstracts: Vika Ananda Putri NPM 21010129. Disparity in Sentencing in Corruption Crimes Study of Decision Number: 31/Pid.Sus-TPK/2024/PN Bgl, Number: 32/Pid.Sus-TPK/2024/PN Bgl and Number: 33/Pid.Sus-TPK/2024/PN Bgl. Supervised by Dr. Fitri Anita, S.H.,M.H and Himawan Ahmed Sanusi,S.H.,M.HThis study examines the challenges of judges in deciding a criminal case related to corruption in Bengkulu. However, this corruption issue was then taken as a sample in the study by questioning, 'the mechanism of decision-making carried out by the Panel of Judges', 'elements of self-enrichment and profit' 'elements against the law' 'elements of inclusion' 'basis for consideration of the Judge', 'Law Enforcement Officers as holders of control of the judiciary'. Furthermore, when analyzing the disparity in sentencing in this case, the Author compares each decision file. This manuscript aims to answer all research questions, especially how the disparity can occur and what causes the disparity and the basis for the judge's considerations in deciding the case. The findings of this study illustrate how law enforcement officers carry out their duties in prosecuting a criminal case. The results of this study emphasize the need for updating the system in the online system of the panel of judges, emphasizing the need for an independent institution to oversee how the police work in conducting investigations and inquiries, cooperation between institutions is a step to increase the effectiveness of law enforcement, the existence of the principle of dominus litis, it is proposed that the role of advocates be more active starting from the investigation. Everyone must be accompanied by an advocate to ensure that the rights of the accused and victims are fulfilled fairly so that an honest, fair trial and legal certainty are held. In the end, this study provides new insights into disparities in sentencing, not only focusing on sentencing, but also new breakthroughs in legal strategies needed to overcome complex challenges in order to realize justice and legal certainty. Keywords: corruption; criminal; disparitas. Abstrak : Vika Ananda Putri NPM 21010129. Disparitas Penjatuhan Pidana Dalam Tindak Pidana Korupsi Studi Putusan Nomor : 31/Pid.Sus-TPK/2024/PN Bgl, Nomor : 32/Pid.Sus-TPK/2024/PN Bgl dan Nomor : 33/Pid.Sus-TPK/2024/PN Bgl. Dibimbing oleh Dr. Fitri Anita, S.H.,M.H dan Himawan Ahmed Sanusi,S.H.,M.Hstudi ini meneliti tantangan hakim memutus suatu perkara pidana seputar tindak pidana korupsi di bengkulu,  Hanya saja, isu korupsi ini kemudian diambil sebagai sampel dalam penelitian dengan mempermasalahkan , ‘mekanisme pembuatan putusan yang dilakukan oleh majelis hakim’,‘unsur memperkaya diri dan menguntungkan’ ‘ unsur melawan hukum’ ‘unsur penyertaan’ ‘dasar pertimbangan Hakim’, ‘Aparat Penegak Hukum sebagai pemegang kendali peradilan’. Lebih lanjut, ketika menganalisis disparitas pemidanaan kasus ini, Penulis membandingkan masing-masing berkas putusan. naskah ini bertujuan untuk menjawab semua pertanyaan penelitian terutama bagaimana disparitas itu dapat terjadi dan apa penyebab disparitas dan dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara. temuan penelitian ini menggambarkan bagaimana aparat penegak hukum menjalankan tugasnya dalam menindak suatu perkara pidana hasil penelitian ini menekankan perlunya updating system dalam sistem online majelis hakim, menekankan perlunya lembaga independen untuk mengawasi bagaimana kerja polri dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan, kerja sama antar lembaga merupakan langkah-langkah untuk meningkatkan efektifitas penegakan hukum, adanya asas dominus litis diusulkan peran advokat lebih aktif mulai dari penyelidikan setiap orang harus didampingi oleh advokat agar memastikan hak-hak terdakwa dan korban dipenuhi secara adil sehingga terselenggaranya suatu peradilan yang jujur, adil dan memiliki kepastian hukum. pada akhirnya penelitian ini memberikan wawasan baru tentang disparitas pemidanaan tidak hanya berfokus pada penjatuhan pidana saja, tetapi juga ada terobosan baru tentang strategi hukum yang diperlukan untuk mengatasi tantangan yang kompleks demi terwujudnya keadilan dan kepastian hukum.Kata kunci: Disparitas;Kejahatan;Korupsi
Hubungan Frekuensi Hemodialisis dengan Tingkat Stres Pasien: The Relationship Between Hemodialysis Frequency and Patient Stress Levels Herdani, Ezra; Nurwinda Sari, Nova; Anita, Fitri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.206

Abstract

Pendahuluan: Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang wajib dijalani pasien Chronic Kidney Disease (CKD) stadium akhir. Terapi ini dilakukan secara rutin dua hingga tiga kali per minggu dengan durasi 4–5 jam setiap sesi yang seringkali menimbulkan dampak psikologis seperti stres. Stres pada pasien CKD dapat mengurangi kualitas hidup dan meningkatkan risiko komplikasi lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien CKD di Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung tahun 2025. Metode: Penelitian dilakukan secara kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 66 pasien dengan sampel 56 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hemodialysis Stress Scale (HSS), dan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien CKD (p-value = 0,001; p < 0,05). Kesimpulan: Semakin sering pasien menjalani hemodialisis, semakin tinggi risiko mengalami stres. Rekomendasi: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini stres serta memberikan intervensi psikososial agar kualitas hidup pasien CKD dapat meningkat.
Pengaruh Konflik Kerja, Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Stres Kerja Karyawan PT Thamrin Brothers Baturaja 2 Anita, Fitri; Herlina, Tati; Dahlia, Dahlia; Noviansyah, Noviansyah; Wiranawata, Hilmi
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 3: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i3.14410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap stres kerja karyawan PT Thamrin Brothers Baturaja 2, baik secara parsial maupun simultan. Stres kerja merupakan salah satu permasalahan yang sering dihadapi karyawan akibat adanya perbedaan pendapat, tuntutan pekerjaan yang tinggi, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan yang berjumlah 31 responden. Instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan kelayakan data, kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja karyawan. Ketidaksesuaian persepsi, komunikasi yang kurang efektif, serta perbedaan tujuan antar karyawan terbukti meningkatkan tekanan psikologis. Beban kerja juga memiliki pengaruh signifikan terhadap stres kerja, di mana tuntutan pekerjaan yang berlebihan, target yang tinggi, dan tekanan waktu menyebabkan kelelahan fisik maupun mental. Selain itu, lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja, terutama terkait kondisi fisik seperti suhu ruangan, tingkat kebisingan, dan kelengkapan fasilitas kerja. Secara simultan, konflik kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan pengelolaan konflik yang efektif, penyesuaian beban kerja, serta menciptakan lingkungan kerja yang nyaman guna menekan tingkat stres dan meningkatkan kinerja karyawan.