Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia Amanda, Adelia; Anita, Fitri; Andora, Novika
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.885

Abstract

Background: Dyspepsia is a collection of complex gastrointestinal symptoms that are often encountered in daily clinical practice. This condition is characterized by a series of symptoms related to the gastroduodenal digestive tract, such as pain or burning sensation in the upper abdominal area (epigastrium), a feeling of fullness after eating (postprandial fullness), or feeling full quickly (early satiety). Purpose: To determine the factors associated with the occurrence of dyspepsia. Methods: Quantitative research with an observational analytical survey design and a cross-sectional approach. The population in this study were dyspepsia patients who visited the Kotabumi I Health Center and was carried out on January 4-January 15, 2025. The sample in this study amounted to 114 respondents. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Bivariate analysis used the chi square test which was used to analyze the correlation between categories with categories with the provision that if p, 0.05 then there is a correlation between the independent and dependent variables. Results: Most respondents experienced dyspepsia as many as 77 respondents (67%) and those who did not experience it were 37 respondents (32%). Based on the results of statistical tests, there is a relationship between diet and the incidence of dyspepsia syndrome p-value 0.000 or p-value <0.05, there is a relationship between stress levels and the incidence of dyspepsia syndrome dyspepsia p-value 0.000 or p-value <0.05, there is a relationship between NSAID use and the incidence of dyspepsia syndrome dyspepsia p-value 0.000 or p-value <0.05, there is a relationship between irritating foods and drinks dyspepsia p-value 0.001 or p-value <0.05. Conclusion: There is a significant relationship between diet, stress levels, use of NSAIDs, irritating foods and drinks and the incidence of dyspepsia syndrome.   Keywords: Diet; Dyspepsia; Stress   Pendahuluan: Dispepsia merupakan kumpulan gejala gastrointestinal (gastrointestinal symptoms) yang kompleks dan sering dijumpai dalam praktik klinis sehari-hari. Kondisi ini ditandai dengan rangkaian gejala yang terkait dengan saluran pencernaan gastroduodenal, seperti nyeri atau sensasi terbakar di daerah perut atas (epigastrium), perasaan kenyang setelah makan (postprandial fullness), atau cepat merasa kenyang (early satiety). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dispepsia yang berkunjung ke Puskesmas Kotabumi I dan dilaksanakan pada tanggal 4 januari-15 januari 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 114 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisa bivariat menggunakan uji chi square yang dimanfaatkan untuk menganalisis korelasi antar kategori dengan kategorik dengan ketentuan jika p,0.05 maka terdapat korelasi antara variabel independen dengan dependen. Hasil: Sebagian besar responden mengalami dispepsia sebanyak 77 responden (67%) dan yang tidak mengalami responden sebanyak 37 responden (32%). Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian sindrom dispepsia p-value 0.000 atau p-value <0.05, terdapat hubungan antara tingkat stress dengan kejadian sindrom dispepsia dispepsia p-value 0.000 atau p-value <0.05, terdapat hubungan antara penggunaan NSAID dengan kejadian sindrom dispepsia dispepsia p-value 0.000 atau p-value <0.05, terdapat hubungan antara makanan dan minuman iritatif dispepsia p-value 0.001 atau p-value <0.05. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pola makan, tingkat stress, penggunaan NSAID, makanan dan minuman iritatif dengan kejadian sindrom dispepsia.   Kata Kunci : Dispepsia; Pola Makan; Stress
Pengaruh terapi fisik range of motion (rom) terhadap fungsi motorik ekstremitas pasien stroke Panjaitan, Betty Yuliana; Anita, Fitri; Erwin, Tubagus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.946

Abstract

Background: Sudden interruption of blood flow to the brain and causing disability to paralysis is called a stroke. This problem can be overcome with physical therapy of Range Of Motion (ROM) in the form of physical exercises to increase mobility, muscle strength, prevent further complications. Purpose: To determine the effect of range of motion (ROM) physical therapy on the motor function of the extremities of stroke patients. Method: Quantitative research with quasi-experimental design using one group pre-post test. The number of samples was 21 respondents using purposive sampling technique in the Gedong Air Bandar Lampung Health Center Working Area from January 6 to February 7, 2025. Data were collected through pre- and post-intervention observation sheets with data analysis used was the Wilcoxon Test. Results: Quantitative research with quasi-experimental design using one group pre-post test. The number of samples was 21 respondents using purposive sampling technique in the Gedong Air Bandar Lampung Health Center Working Area from January 6 to February 7, 2025. Data were collected through pre- and post-intervention observation sheets with data analysis used was the Wilcoxon Test. Conclusion: The significance value is 0.000<0.05 and there is a significant difference between the level of extremity motor skills in stroke patients before being given intervention with a lower motor level and after being given there is an increase in motor skills.   Keywords:  Motor Function; ROM Therapy; Stroke.   Pendahuluan: Terganggunya aliran darah ke otak secara tiba-tiba dan menyebabkan kecacatan hingga kelumpuhan disebut sebagai stroke. Permasalahan ini dapat diatasi dengan terapi fisik rentang gerak Range Of Motion (ROM) berupa latihan fisik dalam meningkatkan mobilitas,  kekuatan otot, mencegah komplikasi lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi fisik range of motion (rom) terhadap fungsi motorik ekstremitas pasien stroke. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan one group pre-post test. Jumlah Sampel 21 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung dari tanggal 6 Januari sampai 7 Februari 2025. Data dikumpulkan melalui lembar observasi pre dan post pemberian intervensi dengan analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon. Hasil: Nilai signifikansi 0.000<0,05 dan terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat motorik ekstremitas pada pasien stroke sebelum diberikan intervensi dengan tingkat motorik lebih rendah dan setelah diberikan terdapat peningkatan motorik. Simpulan: Terapi fisik range of motion berpengaruh terhadap fungsi motorik ekstremitas pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Air.   Kata kunci: Fungsi Motorik; Stroke; Terapi ROM.
Model Dick And Carey Sebagai Pendekatan Sistematis Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Saputra, Indrian; Anita, Fitri
Varied Knowledge Journal Vol. 2 No. 3: Varied Knowledge Journal, February 2025
Publisher : CT. Rajawali media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/vkj.v2i3.97

Abstract

This study aims to describe the application of the Dick and Carey model in Islamic Religious Education (PAI) learning on obligatory prayers for grade III elementary school students. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the Dick and Carey model is applied systematically through ten steps including identification of learning objectives, learning analysis, analysis of student characteristics, and evaluation planning. Teachers carry out learning according to the stages of instructional design and make revisions based on formative evaluation. Summative evaluation is carried out through written tests and direct prayer practice. The application of this model has proven effective in improving students' understanding and skills in performing obligatory prayers. Learning becomes more structured, focused, and able to balance students' cognitive, affective, and psychomotor aspects. Keywords: Dick and Carey Model, PAI Learning, Learning Evaluation.
Pengaruh Terapi Aiueo Terhadap Kemampuan Bicara (Afasia Motorik) pada Pasien Stroke di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung Tahun 2024 Umar, Abung Febryansyah; Anita, Fitri; Yudha, Fajar
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4139

Abstract

Stroke merupakan gangguan karena terjadi karena gangguan aliran darah otak sehingga pembuluh darah di otak rusak,berlangsung selama 24 jam atau lebih.  Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan sebesar tujuh  per mil dan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan (nakes) atau gejala sebesar 14,5 per mil, prevelensi stroke di Provinsi Lampung kasus stroke tertinggi di bandar lampung diperkirakan sebanyak 58,46%. Pasien stroke dapat mengalami gangguan bicara, sangat perlu dilakukan latihan bicara. Salah satu bentuk terapi rehabilitasi gangguan afasia adalah dengan memberikan terapi “AIUEO”. Desain penelitian ini menggunakan pre expiriment dengan one grup pre-test and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien stroke yang mengalami afasia motorik  di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung berjumlah 16 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian  ini yaitu lembar SOP (standar operasional prosedur) terapi AIUEO dan lembar Skala Komunikasi Fungsional DERBY. Hasil uji statistik menunjukan bahwa rata-rata kemampuan bicara sebelum (pretest diberikan terapi AIUEO adalah 11,25 dan sesudah (posttest) diberikan terapi AIUEO meningkat  menjadi 14,88. Hasil uji wilcoxon didapatkan p value 0,000 0,05 artinya ada pengaruh terapi AIUEO terhadap kemampuan bicara (Afasia Motorik) pada pasien stroke. Saran bagi pasien stroke yang mengalami afasia motorik dapat mengaplikasikan latihan terapi AIUEO ini sebagai salah satu terapi untuk meningkatkan kemampuan bicara.
Peranan Kepolisian dalam Menangani Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan di Polsek Gading Cempaka Junior, Yohanes Putra; Anita, Fitri; Ependi, Ependi
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v4i4.9001

Abstract

The Gading Cempaka Police Station, as one of the police units in the area, has the main responsibility in handling various criminal cases, including theft with violence. The role and performance of the Police in handling this crime is crucial in an effort to create a safe and peaceful environment for the community. The problems that will be discussed in this study are: How is the role of the police in handling violent theft crimes at the Gading Cempaka Police and what are the obstacles in handling violent theft crimes at the Gading Cempaka Police. From the results of the research and discussion above, it can be concluded as follows: 1. The role of the police in handling violent theft crimes at the Gading Cempaka Police is by making preventive and repressive efforts. Preventive efforts by holding activities such as certain operations, selective raids, guarding, police patrols, and routine patrols. While the repressive efforts of the police take action together with the prosecutor's office and the court in imposing criminal sanctions. 2. The obstacles encountered in handling violent theft crimes at the Gading Cempaka Police are: a. The victim did not immediately report to the local police, so the role of the community in preventing and overcoming this crime is very much needed. b. It is difficult to find evidence. This extensive network of violent theft crimes makes it difficult for the authorities to conduct investigations and inquiries.
PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN OLEH KEPOLISIAN DI WILAYAH POLRESTA BENGKULU Caprita, Fisca Prisillya; Alauddin; Anita, Fitri
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 03 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i03.1483

Abstract

Pencurian yang disertai dengan kekerasan, seperti ancaman atau tindakan fisik terhadap korban-misalnya dengan memukul, mengikat, atau menodong korban agar tidak melawan-merupakan bentuk kejahatan yang semakin marak terjadi di masyarakat. Dalam situasi sosial ekonomi yang sulit, banyak orang yang tergoda untuk melakukan pencurian, bahkan dengan menggunakan kekerasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan, serta untuk mengetahui prosedur dan mekanisme yang diterapkan oleh aparat penegak hukum dalam menangani kasus tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris (socio-legal) dan objek penelitiannya adalah hukum dan Masyarakat serta merujuk pada penelitian deskriptif, dalam penelitian terdapat dua jenis data, yaitu data primer (field research) dan data sekunder (library research). Subjek penelitian adalah 1 (satu) orang Katim Pidum 3, 1 (satu) orang Ajudan kaurmintu, 1 (satu) orang Penyidik pembantu Satreskrim Polresta Bengkulu dan 1 (satu) orang korban pencurian dengan kekerasan, 1 (satu) orang pelaku pencurian dengan kekerasan. Hasil penelitian yang diperoleh dari ke 3 (tiga) orang bagian Satreskrim Polresta Bengkulu diketahui bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana pencurian dengan kekerasan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Faktor prnghambat penegakan hukum tindak pidana pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Polresta Bengkulu yaitu kendala penegak hukum/ sumber daya manusia, kendala sarana dan prasarana, sulitnya menemukan saksi dan bukti fisik saat kejadian, serta kurangnya kepedulian dan kesadaran dari Masyarakat
Peningkatan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Melalui Penyuluhan Kesehatan tentang Diet Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Kelurahan Sukajaya Palembang Aini, Lela; Astuti, Lenny; Anita, Fitri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12776

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) merupakan kondisi penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) disertai gangguan metabolisme akibat kelainan  hormonal, sehingga dapat menimbulkan berbagai komplikasi kronis pada mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Kegiatan pengabdian ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman responden mengenai pola makan diabetes tipe II di Desa Sukajaya Provinsi Palembang. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada tanggal 18 September 2023 di Desa Sukajaya  RT 09 RW 02 tepatnya berjumlah 20 orang. Metode kegiatan ini dengan cara pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kesehatan melalui ceramah dan tanya jawab. Seluruh responden yang mengikuti kegiatan di wilayah Sukajaya Palembang mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang kepatuhan diet pada pasien diabetes. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat di Kecamatan Sukajaya Palembang dalam menjaga kesehatan sistem endokrin terkait penyakit diabetes dengan mengikuti kegiatan sosialisasi secara rutin yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, serta kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat dan menjaga pola aktivitas yang baik. Kata Kunci: Peyuluhan,Kepatuhan  Diet, Diabetes Mellitus Tipe II  ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a disease condition characterized by increased blood sugar levels (hyperglycemia) accompanied by metabolic disorders due to hormonal abnormalities, which can cause various chronic complications in the eyes, kidneys, nerves and blood vessels. This service activity is intended to increase respondents' understanding of the type II diabetes diet in Sukajaya Village, Palembang Province. This activity was carried out on September 18 2023 in Sukajaya Village RT 09 RW 02, to be precise, there were 20 people. The method of this activity is by empowering the community through health education through lectures and questions and answers. All respondents who took part in activities in the Sukajaya Palembang area experienced increased knowledge and understanding about dietary compliance in diabetes patients. Increasing the understanding and knowledge of the community in Sukajaya Palembang District in maintaining the health of the endocrine system related to diabetes by participating in regular outreach activities carried out by health workers, health facilities such as health centers and hospitals, and these activities are expected to provide benefits and maintain good activity patterns. Keywords: Counseling, Dietary Compliance, Diabetes Mellitus Type II
Innovation in Islamic Religious Education Learning in the Digital Era: Effective Design of the Flipped Learning Model Saputra, Indrian; Anita, Fitri
Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education Vol. 1 No. 1 (2025): Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/insight.v1i1.229

Abstract

This study aims to describe the application of the flipped learning model in Islamic Religious Education (PAI) learning and evaluate its effectiveness in increasing student involvement and independence. The method used is library research with a qualitative approach. Data were obtained from various literature sources, such as scientific journals, books, and relevant online articles, then analyzed descriptively. The results of the study indicate that the flipped learning model is able to change the learning pattern from teacher-centered to student-centered, where students study the material independently outside the classroom through video media, e-books, and other online content, then discuss it collaboratively in the classroom. This strategy increases active participation, understanding of concepts, and the use of technology in PAI learning. However, its effectiveness is highly dependent on technological readiness, teacher competence, and parental support. With good planning, this model can be a relevant learning alternative in the digital era.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke Yozi, Adinda Vira; Stiexs, Anggie; Anita, Fitri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1514

Abstract

Background: Stroke is a condition characterized by rapidly developing clinical signs of focal or global neurological deficit, which can worsen and persist for 24 hours or more, and/or lead to death, with no apparent cause other than vascular origin. Purpose: To determine the factors associated with stroke incidence. Method: Quantitative research where the results of the research will be interpreted in numerical form. The population in this study were all stroke patients treated at the Adventist Hospital Bandar Lampung, totaling 153 respondents, so the sample was 116 respondents. Sampling was carried out using the proportional sampling technique. This research was conducted at the Adventist Hospital Bandar Lampung on August 11 and 12, 2025. This research is a descriptive analytical study with a cross-sectional approach. Results: Statistical tests using the Chi-Square test revealed a relationship between cholesterol and stroke (ρ value 0.001 < 0.05), a relationship between hypertension and stroke (ρ value 0.001 < 0.05), and a relationship between diabetes and stroke (ρ value 0.000 < 0.05). Conclusion: Therefore, it can be concluded that there is a relationship between cholesterol, hypertension, and diabetes and the incidence of stroke.   Keywords: Cholesterol; Diabetes Mellitus; Hypertension; Stroke.   Pendahuluan: Stroke merupakan suatu keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor  yang berhubungan dengan kejadian stroke. Metode: Penelitian kuantitatif yang hasil penelitiannya akan diinterpretasikan dalam bentuk angka. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien stroke yang dirawat di  Rumah Sakit Advent Bandar Lampung sejumlah 153 responden, sehingga sampel sejumlah 116 responden.  Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling Penelitian ini telah dilakukan di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung pada 11-12 Agustus 2025. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil: Uji statistik menggunakan uji Chi Square menyatakan terdapat hubungan antara kolesterol dengan stroke (ρ value 0.001 < 0.05), terdapat hubungan antara hipertensi dengan stroke (ρ value 0.001 < 0.05), dan terdapat hubungan antara diabetes dengan stroke 0.000<0.05. Simpulan: Terdapat hubungan antara kolesterol, hipertensi, dan diabetes dengan kejadian stroke sehingga menyarankan kepada masyarakat agar menjaga berat badan, pola makan, dan aktivitas agar terhindar dari penyakit stroke.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Hipertensi; Kolesterol; Stroke
PENGARUH PERBEDAAN LOKASI PEMBERIAN KOMPRES HANGAT (AXILLA&TEMPORAL) TERHADAP PENURUNAN SUHU PADA ANAK YANG MENGALAMI DEMAM DI RSUD AHMAD YANI KOTA METRO TAHUN 2024 Agata, Annisa; Japlani, Vida Lia; Anita, Fitri; Khusuma, Ari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 14 No 2 (2025): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v14i2.432

Abstract

Abstak: Demam (pireksia) merupakan keadaan suhu tubuh di atas normal sebagai akibat peningkatan pusat pengatur suhu di hipotalamus. Demam yang terlalu tinggi dapat menimbulkan masalah yang serius pada anak. Jika sampai timbul kejang demam dapat berdampak pada kelainan neurologis hingga risiko epilepsi saat dewasa. Pemilihan lokasi kompres hangat dapat memaksimalkan penatalaksanaan demam secara efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perbedaan lokasi pemberian kompres hangat (axilla & temporal) terhadap penurunan suhu pada anak yang mengalami demam. Rancangan penelitian yaitu quasi eksperiment design menggunakan non equivalent control group. Populasi adalah seluruh anak usia 1-14 tahun yang mengalami demam, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 36 orang, menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan analisis uji T. Hasil analisis univariat diperoleh bahwa rata-rata suhu anak sebelum dilakukan kompres hangat di axilla yaitu 38,239oC dan setelah kompres menjadi 37,173oC. Rata-rata suhu anak sebelum dilakukan kompres hangat di temporal yaitu 38,094 oC dan setelah kompres menjadi 37,583 oC. Hasil analisis bivariat diperoleh ada pengaruh kompres hangat area axilla terhadap suhu tubuh pada anak demam (p-value=0,000). Terdapat pengaruh kompres hangat area temporal terhadap suhu tubuh pada anak demam (p-value=0,000). Ada perbedaan pengaruh perbedaan lokasi pemberian kompres hangat antara axilla & temporal terhadap penurunan suhu pada anak yang mengalami demam (p-value= 0,000 (p-value< α (0,05)). Saran bagi perawat agar dapat mengimplementasikan teknik kompres hangat dengan mempertimbangkan efektivitas kompres hangat di area axilla. Kata Kunci: Demam; kompres hangat; axilla & temporal.