p-Index From 2021 - 2026
7.984
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Guru Dalam Pembelajaran Berbasis Budaya di Sekolah Dasar Sumarni, Margaretha Lidya; Jewarut, Siprianus; Lumbantobing, Winda Lidia
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11: Special Issue No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v11i1.8210

Abstract

Belajar budaya merupakan aspek penting dalam kehidupan. Budaya daerah merupakan budaya yang harus dikembangkan dalam dunia pendidikan. Melalui pembelajaran di kelas pengetahuan akan budaya bisa dipelajari. Pembelajaran IPS di sekolah dasar menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pengetahuan akan budaya ini kepada siswa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas peran guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis budaya ini pada proses belajar, terkhusus pada materi pembelajaran IPS. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun kesimpulan dari penelitian ini ialah pembelajaran berbasis budaya sudah diterapkan oleh para guru di SDN 09 Rangkang. Cara penerapannya sangat beragam, melalui sisipan pengetahuan akan budaya lokal pada materi ajar atau melalui contoh nyata yang diberikan guru dalam setiap pembelajaran. Keefektivitasan pembelajaran berbasis budaya ini sudah nampak namun belum kentara di SDN 09 Rangkang, ini dibuktikan dengan sebagian siswa di kelas III dan kelas V sudah banyak yang mengetahui pengetahuan akan budaya di Bengkayang, baik itu dari sisi tradisi, wisata alam, maupun wisata budayanya. Pada pembelajaran IPS, pengetahuan akan budaya bisa diterapkan dalam setiap materi ajar pembelajaran tersebut, sehingga siswa tidak hanya mendapat ilmu dari pembelajaran IPS saja, namun pengetahuan akan budaya semakin bertambah.
Pendampingan Penguatan Kompetensi Guru Daerah Perbatasan Berbasis Pembelajaran Berbasis Deep Learning untuk Menjawab Tantangan Keterampilan Abad ke-21 Jewarut, Siprianus; Usman, Usman; Sumarni, Margaretha Lidya; Alnija, Marianus Dinata
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i4.17996

Abstract

This community service program aims to enhance the competencies of teachers in the Indonesia–Malaysia border area through the application of a Deep Learning-based instructional approach to address the challenges of 21st-century skills. The implementation employed the Co-M-F-oR-T method (coaching, mentoring, facilitation, and training), involving 23 teachers in Bengkayang Regency as participants. The evaluation instruments consisted of questionnaires analyzed descriptively. The results of the program indicate an improvement in participants’ understanding by 75% and an 80% effectiveness rate in mentoring activities. These findings demonstrate that the mentoring process was effective and contributed to improving teachers’ knowledge and competencies in developing teaching modules based on the Deep Learning approach.
Meaning and Imagery in Pay Jarot Sujarwo’s “Kekasih, Kemarau Kali Ini Tidak Ada Jingga, Tidak Ada Jingga” and Its Pedagogical Relevance for Literature Courses Melati, Felisitas Viktoria; Sumarni, Margaretha Lidya; Jewarut, Siprianus; Saputro, Totok Victor Didik
NOBEL: Journal of Literature and Language Teaching Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL (On Progress)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/NOBEL.2025.16.1.92-103

Abstract

This study aims to analyze the meaning and imagery of Pay Jarot Sujarwo’s poem entitled “Kekasih, Kemarau Kali Ini Tidak Ada Jingga, Tidak Ada Jingga” and to describe its relevance as a teaching material for literature courses. This study uses a qualitative descriptive approach with a structural analysis of the poem’s content. The theoretical framework of this study draws on the structural theory of semiotics to examine the connotative meaning of the imagery and diction and to identify signs pointing to meanings beyond the diction. The results of the study show a diversity of imagery found, including visual, auditory, motion, tactile, and atmospheric imagery. The use of imagery clearly conveys the inner atmosphere of longing and despair. This poem is also relevant to literary learning because it uses diction that trains students to understand implied meanings, imagery that supports the aesthetic analysis of language, and a theme that effectively develops students’ critical thinking skills. This poem can be a model text to improve students’ literary competence.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SD MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN BIMBINGAN BELAJAR DI RUMAH Sumarni, Margaretha Lidya; Jewarut, Siprianus; Melati, Felisitas Viktoria; Vuspitasari, Benedhikta Kikky
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2025
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i1.2686

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran, namun banyak peserta didik sekolah dasar mengalami penurunan motivasi akibat minimnya pendampingan belajar di rumah. Orang tua sering terkendala waktu, kemampuan akademik, dan fasilitas, sehingga anak kurang memperoleh bantuan ketika menghadapi kesulitan belajar. Kondisi tersebut juga terjadi pada peserta didik di RT 015 Sebalo, yang menunjukkan rendahnya motivasi dan pemahaman materi, terutama pada mata pelajaran seperti membaca, menulis, dan matematika. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan program pendampingan bimbingan belajar dengan pendekatan ABCD (asset based community development) yang berfokus pada pemanfaatan aset komunitas seperti keterlibatan orang tua, relawan, serta ruang belajar yang tersedia. Program berlangsung selama tiga minggu, melibatkan 10 peserta didik dari jenjang kelas I, III, IV, dan V. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, persiapan dengan pendekatan appreciative inquiry, pelaksanaan bimbingan tiga kali seminggu, serta evaluasi melalui kuis dan observasi keaktifan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam motivasi belajar, antusiasme mengikuti kegiatan, serta kemampuan memahami materi yang dibuktikan melalui hasil kuis dan tugas lisan. Program ini membuktikan bahwa bimbingan belajar berbasis komunitas efektif meningkatkan motivasi dan pemahaman belajar peserta didik sekolah dasar.
PENDAMPINGAN KOMPETENSI BERBASIS DEEP LEARNING MENJAWAB URGENSI KETERAMPILAN ABAD 21 PADA GURU DAERAH PERBATASAN Siprianus Jewarut; Usman; Margaretha Lidya Sumarni; Marianus Dinata Alnija
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.15688

Abstract

Program pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi para Guru di Kabupaten Bengkayang wilayah perbatasan dalam memahami pendekatan pembelajaran Deep Learning dan pemahaman akan Keterampilan Abad 21. Pendampingan dilakukan selama 2 bulan dengan sekema pendampingan yang sistematis mulai dari upaya peningkatan pemahaman dan keterampilan para guru melalui praktik pembuatan modul ajar pendekatan pembelajaran Deep Learning. Guru yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut berjumlah 23 orang menyebar dibeberapa sekolah di Bengkayang. Pada akhir pendampingan disebarkan angket yang dianalisis secara deskripstif dalam mengali tingkat efektivitas pendampingan. Hasil pendampingan menunjukan bahwa adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan Guru tentang pendekatan pembelajaran Deep Learning.
POLITENESS STRATEGIES IN DIRECTIVE SPEECH ACTS IN TEACHER–STUDENT CLASSROOM INTERACTION IN BORDER AREAS Viktoria Melati, Felisitas; Sumarni, Margaretha Lidya; Jewarut, Siprianus; Wini, Teresia
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 7 No. 2 (2026): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v7i2.1301

Abstract

Teacher–student classroom interaction functions not only to transmit knowledge but also to shape values and learning participation, making directive speech acts and politeness strategies pedagogically significant. This study investigates politeness strategies in directive speech acts within classroom interaction at a border-area elementary school. Using a descriptive qualitative design, data were collected through classroom observation, recordings, field notes, and interviews, and analyzed through speech act theory, Leech’s politeness principle, and a sociopragmatic framework. The findings show that teachers predominantly employ commands and requests, typically mitigated through addressing students by name, explanations, choice-giving, and supportive nonverbal cues, while students’ directives tend to be more direct due to peer familiarity. Politeness strategies are shaped by sociocultural diversity and relational dynamics. These results indicate that directive politeness functions as a pedagogical resource for fostering respectful interaction, student engagement, and culturally responsive communication in border-area classrooms.
PENDIDIKAN NUMERASI BERBANTUAN GAME SEDERHANA DI SEKOLAH DASAR Margaretha Lidya Sumarni; Siprianus Jewarut; Felisitas Viktoria Melati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/39epvx93

Abstract

Pelaksanaan pendampingan pendidikan numerasi berbantuan game sederhana ini dilaksanakan atas kerja sama mahasiswa Program Mengajar Kampus Merdeka dan dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Shanti Bhuana, Bengkayang. Sasaran pendampingan ini ialah peserta didik kelas IV dan kelas V SDN 16 Pakeng. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di SDN 16 Pakeng, dengan menggunakan dua cara, yakni paparan materi dan praktek. Persiapan kegiatan pelatihan melibatkan  beberapa tahap penting yang diawali dengan survei lokasi sekolah. Tahap selanjutnya dalam persiapan ialah pengumpulan dan pengecekan alat dan bahan yang digunakan, serta akomodasi yang diperlukan untuk pelatihan. Paparan materi disampaikan di awal sebagai bekal pemahaman peserta didik terkait pendidikan numerasi, setelah itu praktek numerasi menggunakan beberapa game sederhana. Kemudian tahap akhir ialah evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara mengajak dan mengarahkan peserta didik untuk bermain secara mandiri menggunakan game sederhana yang sudah disediakan oleh tim pengabdian. Tujuan pendampingan ini untuk  meningkatkan kemampuan numerasi pada anak sekolah dasar berbantuan game sederhana di SD 16 Pakeng. Harapanya para peserta didik kelas IV  dan kelas V SDN 16 Pakeng semakin sadar bahwa kemampuan numerasi sangat penting dibantu pemahaman melalui game sederhana yang memudahkan peserta didik memahami numerasi secara sederhana
STRATEGI OPTIMALISASI KAPABILITAS EKONOMI KREATIF BERBASIS GENDER EQUALITY AND SOCIAL INCLUSION DALAM UPAYA IMPLEMENTASI TECHNOPRENEURSHIP TOURISM DI DAERAH PERBATASAN Vuspitasari, Benedhikta Kikky; Usman, Usman; Atlantika, Yeremia Niaga; Sumarni, Margaretha Lidya
JURNAL LENTERA BISNIS Vol. 15 No. 2 (2026): JURNAL LENTERA BISNIS, Mei 2026
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrlab.v15i2.2164

Abstract

This research focuses on strategies to optimize the capabilities of the creative economy based on Gender Equality and Social Inclusion (GESI) in the implementation of technopreneurship tourism in the border region of Bengkayang Regency, West Kalimantan. The study is motivated by the substantial potential of natural resources, cultural assets, and the strategic location of the border area, which remain underutilized, particularly by women and marginalized groups. Digitalization is considered a promising approach to enhance business efficiency, expand market access, and foster sustainable tourism models. However, limited digital skills, inadequate infrastructure, and gender disparities present significant challenges. A descriptive qualitative method was employed through observations, in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and secondary document analysis. Data were analyzed thematically, focusing on local potential, gender dynamics, market access, technological capacity, and social inclusion. The findings reveal that the main creative economy potentials include tengkawang-based processing, traditional weaving and handicrafts, culinary heritage, and cultural tourism. Women are dominant in traditional sectors but remain underrepresented in digital-based activities. Key obstacles include limited capital, low levels of digital literacy, narrow market access, and prevailing social norms restricting women’s roles. Marginalized groups also face discrimination and limited access to basic services. The proposed strategies emphasize gender-responsive technical capacity building, inclusive digital literacy, strengthening of creative economy institutions, and cross-sectoral policy integration sensitive to GESI principles. The study recommends pentahelix synergy as a crucial approach to strengthening an inclusive and sustainable creative economy ecosystem in border areas through the application of digital-based technopreneurship tourism.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA MELALUI METODE REPEATED READING PADA SISWA KELAS V SDN 02 BENGKAYANG Revalina Tia Virnanda; Margaretha Lidya Sumarni
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11681

Abstract

This study was motivated by the low Reading skills are one of the essential competencies that must be mastered by elementary school students. However, many students still experience difficulties in reading fluency, pronunciation accuracy, intonation, and reading comprehension. Based on preliminary observations conducted at SD Negeri 02 Bengkayang, fifth-grade students showed low reading performance and limited participation in reading activities. This study aimed to improve students’ reading skills through the implementation of the Repeated Reading method. This study employed Classroom Action Research conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 29 fifth-grade students, consisting of 13 male students and 16 female students. Data were collected through observation and reading skill tests.The findings revealed that the implementation of the Repeated Reading method significantly improved students’ reading skills. The average score increased from 58.44 in the pre-cycle to 78.28 in Cycle I, and further improved to 90 in Cycle II. Improvements were also observed in reading fluency, pronunciation accuracy, intonation, and comprehension. Therefore, the Repeated Reading method is effective in improving elementary school students’ reading skills. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Rendahnya keterampilan membaca peserta didik sekolah dasar masih menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada aspek kelancaran membaca, ketepatan pengucapan, intonasi, dan pemahaman isi bacaan. Berdasarkan hasil observasi awal di SD Negeri 02 Bengkayang, ditemukan bahwa sebagian besar peserta didik kelas V masih mengalami kesulitan membaca secara lancar dan memahami isi bacaan. Selain itu, pembelajaran membaca yang masih menggunakan metode konvensional menyebabkan keterlibatan peserta didik belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca peserta didik melalui penerapan metode Repeated Reading. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 29 peserta didik kelas V, terdiri atas 13 peserta didik laki-laki dan 16 peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes keterampilan membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Repeated Reading mampu meningkatkan keterampilan membaca peserta didik. Nilai rata-rata pra siklus sebesar 58,44 meningkat menjadi 78,28 pada Siklus I dan kembali meningkat menjadi 90 pada Siklus II. Peningkatan juga terlihat pada aspek kelancaran membaca, ketepatan pengucapan, intonasi, serta pemahaman isi bacaan. Dengan demikian, metode Repeated Reading efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca peserta didik sekolah dasar    
Edukasi gizi dan cooking class menu lokal bergizi berbasis pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting pada masyarakat Kampung Pisang Kabupaten Bengkayang Deffrinica Deffrinica; Benedhikta Kikky Vuspita Sari; Japo Alberto; Margaretha Lidya Sumarni; Veneranda Rini Hapsari; Aloysius Hari Kristianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39478

Abstract

Abstrak      Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, terutama di wilayah pedesaan dan perbatasan yang memiliki keterbatasan akses terhadap edukasi gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menyiapkan menu lokal bergizi sebagai upaya pencegahan stunting di Kampung Pisang, Desa Bani Amas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 Februari, 2 Maret, dan 9 April 2026 dengan melibatkan 18 peserta yang terdiri atas ibu balita, kader kesehatan, dan masyarakat setempat. Metode pemberdayaan yang digunakan meliputi dialog partisipatif, Focus Group Discussion (FGD), diskusi interaktif, demonstrasi pengolahan pangan lokal, dan praktik langsung cooking class berbasis pangan lokal. Tahapan kegiatan terdiri atas koordinasi mitra, edukasi gizi, demonstrasi menu sehat, praktik memasak bersama, serta evaluasi kegiatan melalui observasi dan diskusi reflektif bersama peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 83,3% peserta memahami konsep gizi seimbang, 88,9% peserta memahami pentingnya protein hewani, dan 94,4% peserta mampu menyebutkan jenis pangan lokal bergizi yang dapat dimanfaatkan sebagai menu sehat balita. Peserta juga mampu mempraktikkan pengolahan menu sehat berbasis pangan lokal secara mandiri. Program ini memberikan implikasi positif terhadap peningkatan literasi gizi keluarga, keterampilan pengolahan pangan lokal, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting berbasis keluarga secara berkelanjutan di wilayah perbatasan. Kata kunci: cooking class; edukasi gizi; pangan lokal; pencegahan stunting; pengabdian masyarakat. AbstractStunting remains a public health issue that requires serious attention, especially in rural and border areas with limited access to nutrition education. This community service activity aims to improve community knowledge and skills in preparing nutritious local menus as an effort to prevent stunting in Kampung Pisang, Sebalo Village, Bengkayang District, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. The activity was held on February 18, March 2, and April 9, 2026, involving 18 participants consisting of mothers of toddlers, health cadres, and the local community. The empowerment methods used included participatory dialogue, Focus Group Discussion(FGD), interactive discussions, demonstrations of local food processing, and hands-on practice cooking class based on local food. The activity stages consisted of partner coordination, nutrition education, healthy menu demonstrations, joint cooking practices, and activity evaluation through observation and reflective discussions with participants. The results showed that 83.3% of participants understood the concept of balanced nutrition, 88.9% of participants understood the importance of animal protein, and 94.4% of participants were able to identify types of nutritious local foods that can be used as healthy menus for toddlers. Participants were also able to practice independently, preparing healthy menus based on local food. This program has positive implications for improving family nutritional literacy, local food processing skills, and strengthening community capacity in supporting sustainable family-based stunting prevention in border areas. Keywords: cooking class; nutrition education; local food; stunting prevention; community service