Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN CAPAIAN PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL PENDIDIKAN ANTI KORUPSI UNTUK JENJANG SD DAN SMP DI KABUPATEN BENGKAYANG Saputro, Totok Victor Didik; Silvester, Silvester; Sumarni, Margaretha Lidya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32468

Abstract

Korupsi merupakan masalah yang signifikan yang menghalangi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini memerlukan integrasi pendidikan anti korupsi ke dalam kurikulum sekolah melalui integrasi pada mata pelajaran muatan lokal. Pendampingan ini bertujuan untuk menyusun capaian pembelajaran muatan lokal pendidikan anti korupsi khususnya pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pendampingan diikuti oleh tim penyusunan kurikulum muatan lokal pendidikan anti korupsi yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang. Pendampingan ini menggunakan model GROW Coaching yang terdiri dari 4 tahapan yaitu Goal, Reality, Options, dan Will. Perumusan capaian pembelajaran muatan lokal pendidikan anti korupsi ini memuat rasional mata pelajaran, tujuan mata pelajaran, karakteristik mata pelajaran, elemen, dan butir-butir rumusan capaian pembelajaran itu sendiri.
PENDAMPINGAN LITERASI MENATA LINGKUNGAN SEKOLAH YANG LITERAT DAN KAYA TEKS, IMPLEMENTASI PROGRAM LITERASI PADA SEKOLAH DASAR DAERAH PERBATASAN Jewarut, Siprianus; Sumarni, Margaretha Lidya; Usman, Usman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34539

Abstract

Pendampingan ini dilakukan untuk mendukung efektivitas pelaksanaan literasi pada sekolah dasar daerah perbatasan dalam hal ini pada SDN 11 Semangak, Bengkayang Kalimantan Barat. Pelaksanaan pendampingan dilakukan selama kurang lebih 3 bulan dengan konsistensi pendampingan 1 kali dalam 1 minggu. Subjek dampingan tim pada saat itu berjumlah 36 siswa, yang terdiri dari para siswa kelas tinggi yang antara lain, kelas 4 berjumlah 11 siswa, kelas 5 berjumlah 13 siswa dan kelas 6 berjumlah 12 Siswa. Alasan pemilihan siswa kelas tinggi adalah, karena siswa di kelas tinggi sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang literasi, selain itu dalam proses pendampingan lebih banyak menggunakan fisik dalam menata lingkungan sekolah yang literat dan kaya akan teks-teks bacaan, maka pemilihan para siswa kelas tinggi menjadi sangat tepat. Dalam kurun waktu 3 bulan tersebut tim melakukan pendampingan pada tahap literasi pembiasaan dengan 3 tahap pendampingan diantaranya, tahap I; pembenahan perpustakaan sekolah, tahap II; pojok baca dan pohon literasi dan tahap III; pembuatan majalah dinding sekolah dan tulisan inspiratif pada lingkungan sekolah. Dengan tahapan pendampingan ini, diharapkan mampu memberi kontribusi baik pada upaya peningkatan semangat berliterasi di SDN 11 Semangak, Bengkayang Kalimantan Barat.
ANALISIS IMPLEMENTASI ALAT PERAGA SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DIKELAS V SD NEGERI 02 BENGKAYANG Meliani Gracia; Margaretha Lidya Sumarni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24657

Abstract

This study aims to analyze the implementation of simple teaching aids as an effort to improve students’ understanding in mathematics learning. The background of the research is the low student comprehension of fraction material, which affects mathematics learning outcomes in fifth grade at SD Negeri 02 Bengkayang. This research used a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results show that the use of simple teaching aids such as paper cutouts, pictures, and other concrete objects helps students better understand fraction concepts. It also enables teachers to transform abstract material into more concrete explanations. In conclusion, the implementation of simple teaching aids has proven effective in enhancing students’ understanding of mathematics material, particularly on fractions in grade V. Keywords: Simple Teaching Aids, Student Understanding, Mathematics, Fractions
Peran Guru Dalam Pembelajaran Berbasis Budaya di Sekolah Dasar Sumarni, Margaretha Lidya; Jewarut, Siprianus; Lumbantobing, Winda Lidia
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11: Special Issue No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v11i1.8210

Abstract

Belajar budaya merupakan aspek penting dalam kehidupan. Budaya daerah merupakan budaya yang harus dikembangkan dalam dunia pendidikan. Melalui pembelajaran di kelas pengetahuan akan budaya bisa dipelajari. Pembelajaran IPS di sekolah dasar menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pengetahuan akan budaya ini kepada siswa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas peran guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis budaya ini pada proses belajar, terkhusus pada materi pembelajaran IPS. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun kesimpulan dari penelitian ini ialah pembelajaran berbasis budaya sudah diterapkan oleh para guru di SDN 09 Rangkang. Cara penerapannya sangat beragam, melalui sisipan pengetahuan akan budaya lokal pada materi ajar atau melalui contoh nyata yang diberikan guru dalam setiap pembelajaran. Keefektivitasan pembelajaran berbasis budaya ini sudah nampak namun belum kentara di SDN 09 Rangkang, ini dibuktikan dengan sebagian siswa di kelas III dan kelas V sudah banyak yang mengetahui pengetahuan akan budaya di Bengkayang, baik itu dari sisi tradisi, wisata alam, maupun wisata budayanya. Pada pembelajaran IPS, pengetahuan akan budaya bisa diterapkan dalam setiap materi ajar pembelajaran tersebut, sehingga siswa tidak hanya mendapat ilmu dari pembelajaran IPS saja, namun pengetahuan akan budaya semakin bertambah.
Pendampingan Penguatan Kompetensi Guru Daerah Perbatasan Berbasis Pembelajaran Berbasis Deep Learning untuk Menjawab Tantangan Keterampilan Abad ke-21 Jewarut, Siprianus; Usman, Usman; Sumarni, Margaretha Lidya; Alnija, Marianus Dinata
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i4.17996

Abstract

This community service program aims to enhance the competencies of teachers in the Indonesia–Malaysia border area through the application of a Deep Learning-based instructional approach to address the challenges of 21st-century skills. The implementation employed the Co-M-F-oR-T method (coaching, mentoring, facilitation, and training), involving 23 teachers in Bengkayang Regency as participants. The evaluation instruments consisted of questionnaires analyzed descriptively. The results of the program indicate an improvement in participants’ understanding by 75% and an 80% effectiveness rate in mentoring activities. These findings demonstrate that the mentoring process was effective and contributed to improving teachers’ knowledge and competencies in developing teaching modules based on the Deep Learning approach.
Meaning and Imagery in Pay Jarot Sujarwo’s “Kekasih, Kemarau Kali Ini Tidak Ada Jingga, Tidak Ada Jingga” and Its Pedagogical Relevance for Literature Courses Melati, Felisitas Viktoria; Sumarni, Margaretha Lidya; Jewarut, Siprianus; Saputro, Totok Victor Didik
NOBEL: Journal of Literature and Language Teaching Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL (On Progress)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/NOBEL.2025.16.1.92-103

Abstract

This study aims to analyze the meaning and imagery of Pay Jarot Sujarwo’s poem entitled “Kekasih, Kemarau Kali Ini Tidak Ada Jingga, Tidak Ada Jingga” and to describe its relevance as a teaching material for literature courses. This study uses a qualitative descriptive approach with a structural analysis of the poem’s content. The theoretical framework of this study draws on the structural theory of semiotics to examine the connotative meaning of the imagery and diction and to identify signs pointing to meanings beyond the diction. The results of the study show a diversity of imagery found, including visual, auditory, motion, tactile, and atmospheric imagery. The use of imagery clearly conveys the inner atmosphere of longing and despair. This poem is also relevant to literary learning because it uses diction that trains students to understand implied meanings, imagery that supports the aesthetic analysis of language, and a theme that effectively develops students’ critical thinking skills. This poem can be a model text to improve students’ literary competence.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SD MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN BIMBINGAN BELAJAR DI RUMAH Sumarni, Margaretha Lidya; Jewarut, Siprianus; Melati, Felisitas Viktoria; Vuspitasari, Benedhikta Kikky
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2025
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i1.2686

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran, namun banyak peserta didik sekolah dasar mengalami penurunan motivasi akibat minimnya pendampingan belajar di rumah. Orang tua sering terkendala waktu, kemampuan akademik, dan fasilitas, sehingga anak kurang memperoleh bantuan ketika menghadapi kesulitan belajar. Kondisi tersebut juga terjadi pada peserta didik di RT 015 Sebalo, yang menunjukkan rendahnya motivasi dan pemahaman materi, terutama pada mata pelajaran seperti membaca, menulis, dan matematika. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan program pendampingan bimbingan belajar dengan pendekatan ABCD (asset based community development) yang berfokus pada pemanfaatan aset komunitas seperti keterlibatan orang tua, relawan, serta ruang belajar yang tersedia. Program berlangsung selama tiga minggu, melibatkan 10 peserta didik dari jenjang kelas I, III, IV, dan V. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, persiapan dengan pendekatan appreciative inquiry, pelaksanaan bimbingan tiga kali seminggu, serta evaluasi melalui kuis dan observasi keaktifan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam motivasi belajar, antusiasme mengikuti kegiatan, serta kemampuan memahami materi yang dibuktikan melalui hasil kuis dan tugas lisan. Program ini membuktikan bahwa bimbingan belajar berbasis komunitas efektif meningkatkan motivasi dan pemahaman belajar peserta didik sekolah dasar.