Articles
PERAN KEARIFAN LOKAL PADA PEMBELAJARAN MULOK DI SEKOLAH DASAR
Margaretha Lidya Sumarni;
Winda Lidia Lumbantobing;
Siprianus Jewarut
Sebatik Vol. 27 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46984/sebatik.v27i1.2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kearifan lokal dalam pembelajaran muatan lokal di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 4 Bengkayang. Peneliti melibatkan kepala sekolah dan wali kelas IV dan wali kelas V sebagai subjek penelitian ini. Data pada penelitian ini diperoleh dari dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah yang pertama; pembelajaran muatan lokal di Sekolah Dasar Negeri 4 Bengkayang diisi dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, karena tidak ada kebijakan khusus dari dinas terkait (dinas pendidikan) agar peraturan tersebut dikembalikan ke sekolah masing-masing. Kedua; Pengetahuan kearifan lokal di Bengkayang disisipkan guru dalam setiap pembelajaran yang berlangsung di kelas. Ketiga; masih banyak siswa yang belum mengetahui berbagai kearifan lokal yang ada di Bengkayang, salah satu faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah kurangnya informasi/pengetahuan terkait kearifan lokal. Hal ini menjadi refleksi bagi sekolah dan dinas terkait agar lebih optimal dan bijak dalam memberikan muatan pembelajaran lokal.
PENDAMPINGAN STRATEGI BELAJAR KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN DI SEKOLAH DASAR
Margaretha Lidya Sumarni;
Pebria Dheni Purnasari;
S i l v e s t e r
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v7i1.1661
Tujuan dari kegiatan pendampingan ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan guru-guru di Sekolah Dasar Negeri 8 Timonong, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang dalam mengimplementasi strategi pembelajaran kooperatif yang inovatif dan menyenangkan. Pendampingan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan enam kali pertemuan. Materi sajian berupa pengenalan strategi pembelajaran, hakikat model pembelajaran, konsep dasar model pembelajaran kooperatif yang inovatif, model pembelajaran kooperatif tipe team accelerated instruction (TAI), model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT), model pembelajaran koooperatif tipe coperative integrated reading and composition (CIRC), dan Sharing dan evaluasi mengenai kegiatan pelatihan yang sudah berlangsung. Kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan guru-guru mengenai penggunaan strategi pembelajaran model kooperatif yang inovatif dan menyenangkan supaya dapat merangsang keaktifan peserta didik di kelas. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk lebih menambah wawasan dan pengetahuna terkait strategi pembelajaran kooperatif secara umum.
PENDAMPINGAN LITERASI BACA DITENGAH SIKAP DEMOTIVASI LITERASI SISWA DAERAH PERBATASAN PASCA STUDY FROM HOME(SFH) PANDEMI COVID- 19
Siprianus Jewarut;
Margaretha Lidya Sumarni;
Winda Lidya Lumbantobing;
Listra Firgia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19958
Pelaksanaan pendampingan literasi baca pada siswa SDN 01 Bengkayang bertujuan untuk menumbuhkan kembali minat dan motivasi literasi baca siswa sekolah dasar yang mengalami demotivasi literasi akibat pandemi covid 19. Dalam pelaksanaan pendampingan tim membagi dalam 3 tahap yakni tahapan literasi pembiasaan, tahapan literasi pengembangan sampai pada tahapan literasi integrasi dalam pembelajaran di kelas. Dengan model pendampingan yang sistematis dengan mengedepankan 3 tahap pendampingan literasi di sekolah dasar memberi dampak yang sangat positif kepada para siswa SDN 01 Bengkayang. Hal ini terbukti dari hasil kuesioner guna mendapat feedback atas pelaksanaan pendampingan tersebut menunjukan adanya tren jawaban yang baik dengan 3 kategori jawaban, pertama; materi pendampingan yang diwakili pertanyaan no 1-5, jawaban positif siswa mencapai 90%, kedua; waktu pelaksanaan pendampingan yang diwakili pertanyaan no 6-7 juga mendapat jawaban positif dari siswa mencapai 80%, ketiga; kebermanfaatan dan keberlanjutan pendampingan melalui pertanyaan 8-10 mendapat jawaban positif dari siswa hingga 85%. Dari rata-rata jawaban responden tersebut menunjukan adanya tanggapan yang positif dari para siswa akan pelaksanaan pendampingan dan tim berencana untuk melakukan tahapan pendampingan lanjutan guna meningkatkan kemampuan literasi baca pada siswa daerah perbatasan.
LITERASI KEUANGAN MELALUI PEMBUATAN MEDIA EDUKATIF DI SEKOLAH DASAR
Margaretha Lidya Sumarni;
Usman Usman;
Siprianus Jewarut
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20506
Literasi keuangan pada anak sangat penting diterapkan sejak dini supaya mendidik anak agar paham untuk mengelola keuangan secara bijak. Oleh karena itu, sasaran pendampingan ini ialah peserta didik sekolah dasar di jenjang kelas IV. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di SDN 01 Bengkayang dengan beberapa pertemuan. Metode pendampingan ini menggunakan dua cara, yaitu pemberian materi dan praktek. Adapun kegiatan pendampingan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap. Tahap pertama; koordinasi awal dengan kepala sekolah untuk pelaksanaan pendampingan. Tahap kedua; pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan dengan pemberian materi awal, kemudian edukasi dilanjutkan dengan pembuatan media edukatif, dan diakhiri dengan kegiatan sharing dan diskusi mengenai materi dan praktek yang telah dilaksanakan. Praktek yang dilakukan ialah pembuatan tabungan dari karton dan barang bekas. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan lima kali pertemuan sampai peserta didik menyelesaikan praktek pembuatan tabungan secara berkelompok. Tujuan pendampingan ini untuk meningkatkan literasi keuangan pada anak sekolah dasar melalui pembuatan media edukatif di SD 01 Bengkayang. Harapanya para peserta didik kelas IV SDN 01 Bengkayang semakin sadar bahwa literasi keuangan sangat penting melalui menabung secara mandiri dan diawali dengan memiliki tabungan sendiri.
Analisis Transformasi Mengajar Guru Sekolah Dasar Daerah Perbatasan, Berbasis TPACK(Technology Pedagogical Content Knowledge) dalam Bingkai Kurikulum Merdeka: Analisis Transformasi Mengajar Guru Sekolah Dasar Daerah Perbatasan, Berbasis TPACK(Technology Pedagogical Content Knowledge) dalam Bingkai Kurikulum Merdeka
Jewarut, Siprianus;
Sumarni, Margaretha Lidya;
Usman, Usman;
Manggu, Blasius;
Torimtubun, Hendrikus;
Durasa, Helfra
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/jer.v5i2.1102
Penelitiani ini bertujuan untuk menganalisis transformasi mengajar Guru Sekolah Dasar Daerah Perbatasan berbasis TPACK dalam bingkai Kurikulum Medeka. Hal ini menjadi sebuah urgensi penelitian pada Guru di daerah perbatasan, karena adanya tuntutan mengajar pada kurikulum merdeka dimana para Guru harus beradaptasi dengan teknologi. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus atas tahapan transformasi mengajar Guru dalam bingkai kurikulum merdeka. Instrument yang digunakan dalam penelitian berupa angket, wawancara dan observasi lapangan. Angket dibagikan kepada responden tanggal tiga dan empat April tahun dua ribu dua puluh empat, wawancara pada tanggal dua puluh lima dan dua puluh enam April sementara observasi dilakukan satu kali dalam satu minggu pada sepanjang bulan April, di sekolah tempat penelitian yakni SDN sebelas Semangak dan SDN kosong tujuh Sebalo. Subyek penelitian ini adalah para Guru berjumlah sepuluh orang, lima dari SDN sebelas Semangak dan lima dari SDN kosong tujuh. Dari hasil data angket ditemukan bahwa pemahaman Guru akan kurikulum merdeka dan pemahaman akan teknologi sudah cukup baik, hal ini terbukti dari persentase jawaban reponden masing-masing mencapai tujuh puluh persen dan delapan puluh lima persen. Namun pengimplementasian teknologi dalam proses pembelajaran masih cukup rendah dengan persentase empat puluh persen. demikian pula tingkat penerapan metode TPACK dalam proses pembelajaran hanya mencapai empat puluh persen. Selain itu dari data wawancara menunjukan adanya linieritas dengan jawaban angket terutama tingkat keterpahaman akan kurikulum merdeka dan teknologi, namun dalam pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran masih cukup rendah. Sementara data hasil observasi menunjukan bahwa, para Guru sebenarnya sudah mulai menerapkan model pembelajaran TPACK namun belum maksimal, dimana para Guru sudah mulai menerapkan metode Pedagogical Knowledge dan Content Knowledge dalam proses pembelajaran, pemanfaatan teknologi juga sudah mulai diterapkan namun masih secara sporadis tergantung tingkat keterpahaman Guru yang mengajar.
Integrasi Nilai Budaya Lokal Pada Pembelajaran di Sekolah Dasar
Sumarni, Margaretha Lidya;
Jewarut, Siprianus;
Silvester, Silvester;
Melati, Felisitas Viktoria;
Kusnanto, Kusnanto
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/jer.v5i3.1330
Kemunculan budaya lokal yang terjadi secara turun-temurun dan terdapat arti yang dalam dibalik kehadirannya. Kearifan lokal merupakan salah satu sumber pengetahuan kebudayaan masyarakat yang terdapat dalam tradisi, sejarah, seni, agama dan dalam dunia pendidikan formal maupun informal. Pada umumnya hampir setiap kelompok yang ada dalam masyarakat memiliki nilai kearifan lokal masing-masing. Nilai budaya lokal pada umumnya terdapat pada kearifan lokal, dimana nilai budaya ini dilihat sebagai ide, kepercayaan, aturan dan unsur suatu materi. Ide meliputi hal-hal seperti nilai, intelektual, dan pengalaman. Penelitian ini mengkaji bagaimana nilai budaya lokal diintegrasikan pada proses pembelajaran di sekolah dasar, terkhususnya di sekolah dasar yang ada di Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menarasikan bagaimana integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran di sekolah dasar. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung di kelas, guru kelas SDN sembilan Rangkang berusaha sebisa mungkin menyisipkan pengetahuan akan budaya lokal. Dalam pembelajaran IPS biasanya lebih mudah mengintegrasikan nilai budaya lokal yang ada sehingga peserta didik mengetahui beragamnya kekayaan budaya di daerah. Guru kelas di SDS Amkur Bengkayang memaparkan bahwa pembelajaran dengan mengintegrasikan budaya lokal sudah terlaksana di kelas pada materi PKn, IPA, dan Mulok. Integrasi nilai budaya lokal pada proses pembelajaran di kelas sudah dilaksanakan oleh guru dengan berbagai strategi sehingga pengetahuan akan budaya lokal bisa diterima oleh peserta didik. Cara pengintegrasiannya melalui sisipan pengetahuan akan budaya lokal pada materi pembelajaran atau melalui contoh konkret yang diberikan oleh guru pada setiap pembelajaran.
Pendampingan Peningkatan Literasi Teknologi bagi Pendidik di Wilayah Perbatasan
Silvester, Silvester;
Purnasari, Pebria Dheni;
Sumarni, Margaretha Lidya
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol. 6 No. 1 (2023): JPDL (Jurnal Pengabdian Dharma Laksana)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/j.pdl.v6i1.25772
Penggunaan teknologi pada era saat ini tidak dapat dihindari, oleh karena itu guna meningkatkan SDM di bidang pendidikan dalam percepatan proses digitalisasi di wilayah perbatasan maka perlu dilakukan pelatihan. Kegiatan pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan guru sehingga pelatihan yang dilakukan dapat memberikan dampak yang nyata dan terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kompetensi guru. Berdasarkan hasil diskusi bersama dengan guru dan kepala desa di wilayah Monterado didapati permasalahan bahwa perlunya pelatihan bagi guru dalam pemanfaatan teknologi dalam proses evaluasi pembelajaran. Salah satu cakupan dalam evaluasi pembelajaran adalah mengenai rekapitulasi nilai, pengarsipan nilai serta kalkulasi ketuntasan siswa, dan lain sebagainya. Mencermati kebutuhan yang ada pada mitra, maka program pengabdian pada masyarakat ini difokuskan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi secara khusus dalam proses evaluasi pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahap diskusi, tahap praktik dan tahap evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi ditemukan bahwa terdapat peningkatan yang sig-nifikan terhadap kompetensi guru dan perangkat desa dalam pemanfaatan teknologi secara khusus dalam proses evaluasi pembelajaran.
Pendampingan Keterampilan 4C Abad 21 dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar
Sumarni, Margaretha Lidya;
Jewarut, Siprianus;
Silvester, Silvester
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/j.pdl.v6i2.37820
Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk dan memberikan ilmu baru dan menambah referensi dalam proses pembelajaran bagi para guru di Sekolah Dasar Negeri 13 Trans Rangkang. Pendampingan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan sharing pengalaman dengan lima kali pertemuan. Materi sajian berupa keterampilan 4C abad 21, yaitu: keterampilan berpikir kritis (critical thinking) pada abad 21 dan implementasinya, keterampilan berpikir kreatif (creativity thinking) pada abad 21 dan implementasinya, keterampilan berkolaborasi (collaboration) pada abad 21 dan implementasinya, keterampilan berkomunikasi (communication) pada abad 21 dan implementasinya, serta evaluasi dan sharing mengenaim kegiatan yang sudah berlangsung. Kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu memberikan ilmu baru bagi para guru di Sekolah Dasar Negeri 13 Trans Rangkang sehingga bisa diimplementasikan pada proses pembelajaran di kelas atau di luar kelas, dapat meningkatkan pemahaman guru di Sekolah Dasar Negeri 13 Trans Rangkang mengenai keterampilan-keterampilan yang terdapat pada keterampilan 4C abad 21, serta busa menjadi alternatif lain bagi para guru untuk menerapkan proses pembelajaran yang terintegrasi (aspek sikap, pengetahuan, dan psikomotor) pada peserta didik.
Peran Guru Dalam Pembelajaran Berbasis Budaya di Sekolah Dasar
Sumarni, Margaretha Lidya;
Jewarut, Siprianus;
Lumbantobing, Winda Lidia
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11: Special Issue No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/dpp.v11i1.8210
Belajar budaya merupakan aspek penting dalam kehidupan. Budaya daerah merupakan budaya yang harus dikembangkan dalam dunia pendidikan. Melalui pembelajaran di kelas pengetahuan akan budaya bisa dipelajari. Pembelajaran IPS di sekolah dasar menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pengetahuan akan budaya ini kepada siswa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas peran guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis budaya ini pada proses belajar, terkhusus pada materi pembelajaran IPS. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun kesimpulan dari penelitian ini ialah pembelajaran berbasis budaya sudah diterapkan oleh para guru di SDN 09 Rangkang. Cara penerapannya sangat beragam, melalui sisipan pengetahuan akan budaya lokal pada materi ajar atau melalui contoh nyata yang diberikan guru dalam setiap pembelajaran. Keefektivitasan pembelajaran berbasis budaya ini sudah nampak namun belum kentara di SDN 09 Rangkang, ini dibuktikan dengan sebagian siswa di kelas III dan kelas V sudah banyak yang mengetahui pengetahuan akan budaya di Bengkayang, baik itu dari sisi tradisi, wisata alam, maupun wisata budayanya. Pada pembelajaran IPS, pengetahuan akan budaya bisa diterapkan dalam setiap materi ajar pembelajaran tersebut, sehingga siswa tidak hanya mendapat ilmu dari pembelajaran IPS saja, namun pengetahuan akan budaya semakin bertambah.
Cutting-Edge Agricultural Technology for Farmer Self-Reliance: Support and Implementation of Efficient Spraying Equipment
Kusnanto, Kusnanto;
Sumarni, Margaretha Lidya;
Usman, Usman
REKA ELKOMIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2024): REKA ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26760/rekaelkomika.v5i3.272-279
Agriculture plays a crucial role in Indonesia's economy but faces various challenges such as climate change and low productivity. To address these issues, technological innovation is essential. Efficient modern agricultural sprayers are one key innovation that helps farmers apply pesticides and fertilizers more effectively. This study focuses on the support and implementation of efficient sprayers in Bana Village, Teriak District, Bengkayang Regency. Through lectures, discussions, demonstrations, and simulations, farmers are encouraged to understand and adopt this technology. The results show an increase in farmers' knowledge and skills in using the sprayers, as well as improved crop productivity and reduced chemical usage. The participatory approach in this study ensures practical and sustainable solutions, enhancing farmer self-reliance. It is hoped that the implementation of this technology will improve farmer welfare and support agricultural sustainability in Indonesia.