Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peran Latihan Stabilisasi dalam Mengurangi Nyeri Osteoarthritis Lutut Masyarakat Desa Nugraha, Rahmat; Sudaryanto, Sudaryanto; Hakim, Supartina; Halimah, Andi; Ramadhani, Nur Awalia Syahri
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i3.3077

Abstract

Osteoarthritis (OA) lutut merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat, terutama pada kelompok usia lanjut, yang dapat menyebabkan nyeri, penurunan fungsi, dan keterbatasan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini juga ditemukan pada masyarakat Desa Panaikang, di mana sekitar 40–50% warga melaporkan keluhan nyeri lutut saat melakukan aktivitas sehari-hari seperti berdiri lama, berjalan jauh, atau menaiki tangga rumah. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan intervensi fisioterapi berupa latihan stabilisasi pada warga yang mengalami keluhan nyeri lutut akibat OA knee. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung latihan stabilisasi sendi lutut yang dilakukan secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga mengenai pentingnya latihan stabilisasi serta kemampuan mereka dalam mempraktikkan latihan secara mandiri di rumah. Selain itu, beberapa peserta melaporkan berkurangnya rasa nyeri dan peningkatan toleransi aktivitas sehari-hari setelah mengikuti latihan secara rutin. Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran fisioterapi dalam penatalaksanaan OA knee di masyarakat, khususnya melalui latihan stabilisasi yang sederhana, aplikatif, dan dapat dilakukan secara mandiri untuk meningkatkan kualitas hidup.
Penambahan Core Stability pada Proprioceptive Neuromuscular Facilitation untuk Memperbaiki Kemampuan Ambulasi Pasien Hemiparese Pasca Stroke Sudaryanto, Sudaryanto; Erawan, Tiar; Nugraha, Rahmat; Hasbiah, Hasbiah; Usman, Nurhayati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15132

Abstract

The degree of disability experienced by stroke patients depends on the severity of the hemiparesis experienced by the patient. Approximately 30-60% of patients with hemiparesis experience changes in ambulation ability. The aim of this study was to determine the effect of adding core stability to proprioceptive neuromuscular facilitation on improving the ambulation ability of post-stroke hemiparesis patients. The design of this research was a randomized pretest-posttest with control group, which involved 2 groups, namely the treatment group that was given core stability and proprioceptive neuromuscular facilitation, and the control group that was given proprioceptive neuromuscular facilitation. Each group consisted of 10 patients, which were determined by random allocation. In both groups, "sit to stand" activity measurements were carried out in the phases before and after the intervention was given. Then a difference test was carried out with the t test. Paired samples t-test showed the p value was 0.001 for the treatment group and 0.003 in the control group. Thus both methods were effective in achieving the expected results. The independent samples t-test showed the p value was 0.402, so it was concluded that the results obtained from the two methods were not significantly different, although the improvement was better in the treatment group. It was concluded that core stability in proprioceptive neuromuscular facilitation can produce greater improvements in ambulation ability than proprioceptive neuromuscular facilitation in post-stroke hemiparesis patients.Keywords: core stability; proprioceptive neuromuscular facilitation; ambulation; hemiparesis; post-strokeABSTRAKDerajat kecacatan yang dialami oleh pasien stroke tergantung dari beratnya hemiparese yang dialami oleh pasien. Sekitar 30-60% pasien dengan hemiparese mengalami perubahan kemampuan ambulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penambahan core stability pada proprioceptive neuromuscular facilitation terhadap perbaikan kemampuan ambulasi pasien hemiparese pasca stroke. Desain penelitian ini adalah randomized pretest-posttest with control group, yang melibatkan 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan core stability dan proprioceptive neuromuscular facilitation, serta kelompok kontrol yang diberikan proprioceptive neuromuscular facilitation. Masing-masing kelompok terdiri atas 10 pasien, yang ditentukan dengan cara random alokasi. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran aktivitas “sit to stand” pada fase sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Lalu dilakukan uji perbedaan dengan uji t. Paired samples t-test menunjukkan nilai p adalah 0,001 untuk kelompok perlakuan dan 0,003 pada kelompok kontrol. Dengan demikian kedua metode efektif untuk mencapai hasil yang diharapkan. Independent samples t-test menunjukkan nilai p adalah 0,402, sehingga disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh dari kedua metode tidak berbeda secara signifikan, meskipun peningkatan lebih baik pada kelompok perlakuan. Disimpulkan bahwa core stability pada proprioceptive neuromuscular facilitation dapat menghasilkan perbaikan kemampuan ambulasi yang lebih besar daripada proprioceptive neuromuscular facilitation pada pasien hemiparese pasca stroke.Kata kunci: core stability; proprioceptive neuromuscular facilitation; ambulasi; hemiparese; pasca stroke
The Effect Of Otago Home Exercises On Reducing The Risk Of Falling On The Elderly At The Batara Hati Mulia Foundation, Gowa Regency Virny Dwiya Lestari; Rahmat Nugraha Akib; Aco Tang; Nugraheni Widyastuti; Andi Rahmaniar; Yeri Mustari
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 16, No 3 (2024): October
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/cjpko.v16i3.65813

Abstract

The Otago Home Programme Exercise is an exercise program that combines strengthening exercises, balance exercises, and walking programs. This exercise program is specifically designed to reduce the risk of falls, by increasing the strength of the lower movement muscles, improving balance, and providing walking exercises. Methods: This study aims to determine the effect of Otago home exercises on reducing the risk of falling the elderly at the Batara Hati Mulia Foundation. This research is a pre-experimental study with pre-test and post-test one group design with a total sample of 30 people. The place of research was conducted at the Batara Hati Mulia Foundation Gowa Regency. A tool to measure the risk of falls is the Berg Balance Scale (BBS). Result: The results of the study are that there is a decrease in the risk of falling in the elderly at the Batara Hati Gowa Foundation based on measurements of the BBS, namely a pre-test value of 37,36 to a post-test of 48.73 because after being given Otago Home Exercises can improve static balance and dynamic balance and increase the stability of postural muscles so that it can reduce the risk of falls in the elderly. Conclusion: Otago Home Exercises can reduce the risk of falls in the elderly at the Batara Hati Gowa Foundation.
Penerapan Permainan Edukatif Berbasis Gerak dengan Integrasi Terapi Latihan pada Anak Usia Dini Rahmat Nugraha; Supartina Hakim; Sari Rahmah Hilal; Muhammad Nur Asykal; Fatimah Fatimah; Radia Najda Afifa; Nurul Amalia
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 2 (2026): MEI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i2.3300

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya inovatif dalam mendukung perkembangan motorik dan sosial-emosional anak usia dini melalui penerapan permainan edukatif berbasis gerak. Permasalahan yang ditemukan di lingkungan taman kanak-kanak adalah keterbatasan media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan stimulasi motorik, sensorimotor, dan interaksi sosial secara menyenangkan. Program ini menerapkan media Play with M.O.V.E. (Motoric Oriented Visual Exercise): Snakes & Ladders Edition sebagai bentuk integrasi terapi latihan dalam aktivitas bermain anak. Kegiatan dilaksanakan di TK Abdurrahman Bin Auf, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, dengan melibatkan 10 anak usia 4–6 tahun dan dua tenaga pendidik. Tahapan pengabdian meliputi sosialisasi kepada guru dan orang tua, pembuatan dan uji coba media, pelaksanaan sesi bermain, serta evaluasi melalui observasi pre–post. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor rata-rata pada motorik kasar, motorik halus, kontrol postural, integrasi sensorimotor, serta aspek kognitif dan sosial-emosional anak. Selain itu, guru dan orang tua melaporkan peningkatan antusiasme, fokus, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama anak selama kegiatan. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai bentuk penerapan permainan edukatif berbasis gerak yang aplikatif, mudah digunakan, dan berdampak positif dalam mendukung perkembangan anak usia dini secara holistik.
Penerapan Promosi Kesehatan dan Chair Based Exercise (CBE) Terhadap Fleksibilitas Lumbal dan Keseimbangan Dinamis Lansia Tiar Erawan; Sudaryanto Sudaryanto; Sri Saadiyah; Rahmat Nugraha
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 2 (2026): MEI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i2.3299

Abstract

Penuaan menyebabkan penurunan fleksibilitas lumbal dan keseimbangan dinamis yang dapat meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan intervensi yang aman dan mudah dilakukan, seperti Chair Based Exercise (CBE), untuk mempertahankan kemampuan fungsional lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas lumbal dan keseimbangan dinamis melalui penerapan promosi kesehatan dan latihan CBE pada lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Yayasan Batara Hati Mulia dengan melibatkan 27 lansia wanita berusia 60–85 tahun. Intervensi CBE diberikan dengan frekuensi dua kali seminggu. Evaluasi dilakukan menggunakan Dynamic Gait Index (DGI) untuk mengukur keseimbangan dinamis, Timed Up and Go Test (TUG) jarak 3-meter untuk menilai risiko jatuh, serta Sit and Reach Test untuk mengukur fleksibilitas lumbal. Penilaian dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah kegiatan (post-test). Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan yang positif pada peserta. Pada DGI, kategori risiko jatuh tinggi menurun dari 12 menjadi 7 orang, sedangkan kategori normal meningkat dari 5 menjadi 7 orang. Pada TUG, risiko jatuh rendah meningkat dari 13 menjadi 19 orang, sementara risiko jatuh tinggi menurun dari 12 menjadi 6 orang. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan dan CBE efektif dalam meningkatkan fleksibilitas lumbal, keseimbangan dinamis, serta menurunkan risiko jatuh pada lansia.
Periosteal Pecking versus Piston Dry Needling Techniques: A Comparative Study on Pain Reduction in Tennis Elbow Rahmat Nugraha; Virny Dwiya Lestari; Supartina Hakim; Nur Awalia Syahri Ramdhani; Ikhsan Dermawan Syamsul
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 2 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i2.1770

Abstract

Lateral epicondylitis is a musculoskeletal disorder caused by overuse of the extensor carpi radialis brevis (ECRB) tendon, characterized by pain and decreased muscle function. This study aimed to compare the effectiveness of piston dry needling and periosteal pecking techniques in reducing pain and improving handgrip strength in patients with lateral epicondylitis. This research employed a quasi-experimental pretest–posttest two-group design involving 20 respondents who were divided into two groups: the piston dry needling group (n = 10) and the periosteal pecking group (n = 10). Both groups received dry needling intervention once per week for four consecutive weeks, for a total of four treatment sessions. The instruments used included the Visual Analog Scale (VAS) to measure pain and a Hand Dynamometer to measure handgrip strength. Data were analyzed using paired t-tests for within-group differences and independent t-tests for between- group comparisons. The results showed that both dry needling techniques were effective in significantly reducing pain and increasing handgrip strength (p<0.001). In the piston dry needling group, the mean VAS decreased from 6.78 ± 0.66 to 2.55 ± 1.27 (Δ 4.23 ± 1.01), and handgrip strength increased from 23.20 ± 3.82 to 28.30 ± 4.12 (Δ 5.10 ± 2.60). In the periosteal pecking group, the mean VAS decreased from 7.25 ± 0.54 to 1.55 ± 0.35 (Δ 5.20 ± 0.70), and handgrip strength increased from 22.60 ± 3.20 to 25.90 ± 3.85 (Δ 3.30 ± 1.60). The independent t-test revealed significant differences in pain reduction (p=0.020) and handgrip improvement (p=0.050). In conclusion Periosteal pecking demonstrated greater effectiveness in reducing pain, while piston dry needling showed a stronger tendency to increase handgrip strength, although the between-group difference for handgrip strength was marginal. Future studies with larger samples or longer follow-up periods are recommended.
PERBANDINGAN EFEK MOBILISASI SARAF DAN SPINAL MOBILIZATION WITH LEG MOVEMENT TERHADAP PENURUNAN NYERI FUNGSIONAL PADA LUMBAR RADICULOPATHY Sudaryanto Sudaryanto; Tiar Erawan; Rahmat Nugraha; St Khadijah Indah Maidah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.433

Abstract

Latar belakang : Lumbar radiculopathy merupakan kondisi yang menyebabkan rasa sakit dan kesemutan sepanjang distribusi saraf sciatic yang terkait dan dapat menyebabkan kelemahan serta keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Metode : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengaruh Mobilisasi saraf dan Spinal Mobilization With Leg Movement (SMWLM) terhadap penurunan nyeri fungsional pada penderita Lumbar radiculopathy. Desain penelitian adalah randomized pre test – post test two group design, yaitu terdapat 2 kelompok ; kelompok treatment 1 mendapatkan Mobilisasi Saraf dan kelompok treatment 2 mendapatkan SMWLM, kedua kelompok diberikan Short Wave Diathermy. Jumlah sampel berdasarkan kriteria inklusi adalah 20 orang, dirandomisasi kedalam 2 kelompok yaitu sebanyak 10 orang kelompok treatment 1 dan 10 orang kelompok treatment 2. Pengumpulan data diperoleh melalui pengukuran Patient Specifik Functional Scale (PSFS) di awal penelitian dan akhir penelitian. Hasil : Hasil uji paired sample t diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) baik pada kelompok treatment 1 dan kelompok treatment 2, yang berarti Mobilisasi Saraf dan SMWLM menghasilkan pengaruh yang bermakna terhadap penurunan nyeri fungsional. Kemudian berdasarkan hasil uji independent sample t diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti ada perbedaan rerata selisih yang signifikan antara kelompok treatment 1 dan kelompok treatment 2, dimana nilai rerata selisih kelompok treatment 2 (20%) > nilai rerata selisih kelompok treatment 1 (11,14%). Kesimpulan : Intervensi SMWLM menghasilkan penurunan nyeri fungsional yang lebih besar secara signifikan daripada intervensi Mobilisasi saraf pada penderita Lumbar Radiculopathy. Kata Kunci : Mobilisasi Saraf, Spinal Mobilization With Leg Movement, Nyeri Fungsional, Lumbar Radiculopathy