Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Animal Research and Applied Science

KORELASI GENETIKA SIFAT PRODUKSI SEBAGAI DASAR KRITERIA SELEKSI DOMBA LOKAL DI PROVINSI LAMPUNG: GENETIC CORRELATION OF PRODUCTION TRAITS AS A BASIS OF LOCAL SHEEP SELECTION CRITERIA IN LAMPUNG PROVINCE Dian Kurniawati; Kusuma Adhianto; Akhmad Dakhlan; Teguh Rafian
Journal Animal Research and Applied Science Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Study Program of Animal Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v4i1.28223

Abstract

Usaha pening-katan produksi melalui peningkatan mutu genetika memerlukan seperangkat pengetahuan tentang parameter genetika sifat yang dapat diukur, yang salah satunya adalah korelasi genetika antar-sifat yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi nilai korelasi genetik antara berat lahir dengan berat sapih pada domba lokal di kandang percobaan Jurusan Peternakan, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan catatan data yang berupa data berat lahir dan berat sapih domba lokal yang telah dipelihara selama 5 bulan dengan jumlah 31 ekor domba (umur 150 hari) Data penunjang lainnya adalah data penimbangan berat badan selama pemeliharaan. Metode statistik yang digunakan untuk mengestimasi korelasi genetik adalah metode One Way Analysis of Variance. Penelitian menunjukkan bahwa nilai estimasi korelasi genetik antara berat awal dengan berat akhir sebesar 0,72±0,38. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi genetik antara berat lahir dengan sapi akhir temasuk positif tinggi.
KERAGAMAN FENOTIPE SIFAT KUANTITATIF AYAM BURGO, AYAM HUTAN MERAH, DAN AYAM KAMPUNG DI PROVINSI BENGKULU: DIVERSITY OF PHENOTYPES OF QUANTITATIVE PROPERTIES OF BURGO CHICKEN, RED FOREST CHICKEN, AND NATIVE CHICKEN IN BENGKULU PROVINCE Teguh Rafian; Jakaria Jakaria; Niken Ulupi
Journal Animal Research and Applied Science Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Study Program of Animal Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v4i1.28507

Abstract

Pentingnya pemahaman yang baik tentang karakteristik SDGT sangat diperlukan untuk dijadikan sebagai referensi pengambilan keputusan dalam pengembangan dan program pemuliaan ternak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman fenotipe sifat kuantitatif ayam burgo, ayam hutan merah, dan ayam kampung dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan SDG ayam lokal khususnya di Bengkulu, dan menganalisis faktor-faktor peubah penentu ukuran dan bentuk ayam burgo, ayam hutan merah, dan ayam kampung. Bahan penelitian yang digunakan adalah 47 ekor ayam burgo, 9 ekor ayam hutan merah (Gallus gallus spadiceus), dan 18 ekor ayam kampung (Gallus gallus domesticus). Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dan ayam yang diambil merupakan ayam yang sudah dewasa di Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, dan Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Data-data sifat kuantitatif berupa berat badan, panjang tubuh, panjang dada, lingkar dada, rentang sayap, panjang paha atas, panjang paha bawah, panjang shank, panjang jari ketiga, dan lingkar shank ayam burgo, ayam hutan merah, dan ayam kampung. Hasil uji-t menunjukkan bahwa karakteristik sifat kuantitatif ayam burgo jantan lebih mendekati karakteristik sifat kuantitatif ayam kampung jantan, sedangkan karakteristik sifat kuantitatif ayam burgo betina lebih mendekati karakteristik sifat kuantitatif ayam hutan merah betina. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) ayam burgo dan ayam hutan merah memiliki sifat kuantitatif dengan tingkat keragaman yang rendah (monomorfik), sebaliknya dengan ayam kampung memiliki sifat kuantitatif dengan tingkat keragaman yang tinggi (polimorfik), dan (2) peubah penentu ukuran ayam burgo adalah panjang paha bawah (jantan) dan panjang jari kaki ketiga (betina), ayam hutan merah adalah panjang paha bawah (jantan) dan panjang paha atas (betina), dan ayam kampung adalah panjang shank, sedangkan peubah penentu bentuk ayam burgo adalah panjang paha bawah, ayam hutan merah adalah panjang jari kaki ketiga, dan ayam kampung adalah panjang shank.
KERAGAMAN PERTUMBUHAN ITIK BAYANG PERIODE PERTUMBUHAN: GROWTH DIVERSITY OF DUCKS BAYANG ON THE GROWTH PERIOD Rafian, Teguh; Arlina, Firda; Zulkarnain, Zulkarnain; Yurnalis, Adytia
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v4i2.30549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman pertambahan dan bobot hidup itik Bayang sebagai itik pedaging lokal di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan 205 ekor Itik Bayang yang terdiri dari 106 jantan dan 99 betina yang dipelihara dari umur 1 hari hingga 10 minggu. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode observasi dengan hasil pengamatan berupa pertumbuhan dan bobot hidup setiap minggunya. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keragaman pertambahan dan bobot hidup itik Bayang sangat tinggi (koefisien keragaman di atas15%). Sehingga dapat disimpulkan perlunya dilakukan seleksi untuk meningkatkan potensi itik lokal unggul di Sumatera Barat.
REVIEW: POTENSI HORMON DAN GEN GH SEBAGAI METODE SELEKSI PERFORMA PRODUKSI TELUR ITIK LOKAL: REVIEW: POTENTIAL GROWTH HORMONES AND GH GENES AS A SELECTION METHOD FOR LOCAL DUCK EGG PRODUCTION PERFORMANCE Rafian, Teguh; Bilyaro, Woki; Lase, Jonathan Anugrah
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v5i1.34184

Abstract

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan dasar seleksi menggunakan penanda genetik terhadap performa produksi telur itik lokal melalui gen GH. GH dalam tubuh terlibat dalam menentukan waktu awal pubertas atau kematangan organ reproduksi. Selain itu, GH dalam tubuh secara tidak langsung dan secara langsung mempengaruhi produksi telur, dan secara tidak langsung GH mempengaruhi bobot telur. Berdasarkan hal tersebut, gen GH diduga dapat dijadikan kandidat penanda genetik untuk performa reproduksi telur itik.