Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Pendidikan Anak di Desa Gorua Utara Kabupaten Halmahera Utara Noe, Wahyudin; Seng, Tirai; Sialana, Fatimah; Hasmawati, Hasmawati
Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024, Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jce.v8i2.10681

Abstract

Penelitian ini didorong oleh keprihatinan peneliti terhadap fenomena perceraian orang tua yang antara lain disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), persoalan finansial, adanya orang ketiga/perselingkuhan, dsb. Perceraian tidak hanya berdampak kepada orang tua saja, melainkan berdampak buruk juga terhadap kondisi kejiwaan dan pendidikan anak sebagaimana fenomena yang terjadi di Desa Gorua Utara, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi tentang sejauhmana dampak perceraian orang tua terhadap pendidikan anak di Desa Gorua Utara. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian menggambarkan bahwa: 1) dampak perceraian orang tua terhadap pendidikan anak di Desa Gorua Utara, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, diantaranya: a) anak mengalami gangguan psikologis dan mental seperti menyalahkan diri sendiri, rasa kehilangan, serta rasa putus asa; dan b) prestasi pendidikan anak menjadi buruk karena hilangnya konsentrasi, motivasi dan semangat belajar. 2) upaya yang dapat dilakukan untuk menangani masalah pendidikan anak akibat perceraian orang tua yaitu memberikan dukungan psikososial kepada anak oleh stakeholder seperti Pemerintah Desa, KUA, pihak Sekolah dan Tokoh Masyarakat, mengawasi pergaulan anak korban perceraian, serta memberikan bantuan finasial untuk kelanjutan pendidikan anak.
Yelim dan Maren sebagai Perwujudan Civic Responsibility Masyarakat Dusun Watran di Kota Tual Naraha, Finsentina Milen; Salamor, Lisye; Sialana, Fatimah
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v11i2.40689

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya yelim sebagai perwujudan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, bangsa, dan negara pada masyarakat Dusun Watran dan untuk mengetahui bagaimana budaya maren sebagai perwujudan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, bangsa dan negara. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Watran Kecamatan Pulau Dullah Utara Kota Tual. Pengambilan data primer dilakukan melalui wawancara terhadap sejumlah informan yang dianggap mengetahui dan terlibat dalam budaya yelim dan maren pada wilayah tersebut. Penelitian menemukan bahwa budaya yelim merupakan kewajiban yang dilakukan oleh masyarakat adat Dusun Watran sebagai bentuk kerja sama dan gotong-royong yang sudah terbangun dan terlahir secara turun temurun untuk dapat bertanggung jawab terhadap hukum adata dan tradisi yang sudah secara turun-temurun.
Clove Farmers' Efforts to Improve the Family Economy as Part of Children's Education in Skikilale Village, Waplau District, Buru Regency Nelson Tasidjawa; Louisa M Metekohy; Fatimah Sialana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i2.3166

Abstract

This research aims to find out what efforts are made by farming families to increase clove production in Skikilale village, Waplau District, Buru Regency and the obstacles experienced by farming families in increasing the income of farming families in Sikilale village, Waplau District, Buru Regency. Cloves are one of the main plantation commodities whose role is quite important for the national economy, especially as a provider of employment opportunities, a source of income and foreign exchange. Cloves also play a role in increasing family income which can be used for children's education costs. Skikilale Village is located in a mountainous area with a total of 106 families in the village community, most of whom earn their living as farmers. Workers who work in the agricultural sector earn income which is used to meet living needs and improve household welfare. Research method: descriptive research type, qualitative approach with research subjects numbering 1 to 10 farmers, plus 1 village secretary, 2 Soa heads and village head officials as informants. Hasi; Research shows that the business of clove farmers in meeting children's educational needs is that the reason behind them doing their work as clove farmers is to meet their daily needs, including children's educational needs. Working as clove farmers can fulfill children's educational needs from elementary school to college level. high school and at the tertiary level requires large costs so that you can manage your finances so you can meet your child's educational needs. The obstacles experienced by clove farming families in meeting children's educational needs in Sikilale village, Waplau subdistrict, Buru Regency, are that within the necessities of life there are also children's educational needs and for clove farmers in Sikilale village, children's needs are highly prioritized along with other needs. So there are inhibiting factors in meeting children's needs but these can be resolved by clove farmers themselves by making efforts to fulfill children's educational needs and these efforts are made by clove farmers even if the clove harvest fails.
Upaya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dalam Mengurangi Kemiskinan di Negeri Nakupia Kecamatan TNS Kabupaten Maluku Tengah Gaspersz, Pietrics C; Sialana, Fatima; Tuharea, Jumiati
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v1i2.3622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya bantuan langsung tunai (BLT) dalam mengurangi kemiskinan di negeri Nakupia Kecamatan TNS kabupaten Maluku Tengah. Program bantuan langsung tunai (BLT) dirancang untuk membantu masyarakat yang kurang mampu akibat pandemic covid-19 dan juga akibat kenaikan harga BBM. Dengan itu pemerintah membuat suatu kebijakan yaitu diadakanya bantuan langsung tunai (BLT) terkhusus untuk masyarakat yang terkategori kurang mampu atau miskin. Pemerintah Negeri Nakupia menjadikan persoalan kemiskinan sebagai fokus utama mereka untuk di tuntaskan. Terutama kemiskinan yang disebabkan oleh adanya pandemi covid-19 dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah 15 orang masyarakat yang mendapatkan bantuan langsung tunai  sebagai informan. Hasil penelitian bahwa Proses Pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bahwa masyarakat Nakupia memahami dengan benar tentang pelaksanaan bantuan langsung tunai, sehingga proses penerimaan BLT-BBM di Negeri Nakupiah  berjalan dengan baik sekalipun terjadi masalah namun hal itu dapat diselesaikan oleh pemerintah negeri Nakupia, Dalam prosesnya, penerima harus memenuhi syarat-syarat seperti :Warga negara Indonesia, memiliki KTP dan KK, bukan PNS/TNI/POLRI, terdaftar sebagai penerima BLT-BBM pada data kemneterian sosial. Masing-masing penerima menerima perbulan Rp.300.000, dan didapatkan triwulan sebesar Rp. 900.000.00. Dampak (Positif dan Negatif) Bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap kesejahteraan masyarakat bahwa Proses pembayaran sering terlambat namun mungkin hal itu disebabkan oleh masalah adminstrasi, namun selanjutnya proses pembayaran kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, dampak negative dari  penyaluran BLT bagi masyarakat Nakupia dilain sisi membawah dampak postif namun  disatu sisi membawah dampak negatif, hal itu dapat dirasakan dalam masyarakat.
ETIKA KOMUNIKASI GENERASI Z DI ERA SOCIETY 5.0 DI DUSUN KALAULI Basir, Arfan; Metekohy, Louisa M; Sialana, Fatima
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.67769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau etika komunikasi generasi z di era seciaety 5.0 di Dusun Kalauli, penelitian ini dilakukan dengan metodologi penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa etika komunikasi generasi Z di era 5. 0 di Dusun Kalauli tidak terjadi sebagaimana mestinya, terjadi pergeseran nilai-nilai etika komunikasi salah satunya kurangnya empati dalam berkomunikasi secara langsung dan salah satu faktor pergeseran nilai etika komunikasi yaitu ponsel pintar/gadget yang menjadi bagian tak terpisahkan dari era masyarakat 5.0.This study aims to review the communication ethics of generation z in the era of society 5.0 in Dusun Kalauli, this study was conducted using a qualitative descriptive research methodology with data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study found that the communication ethics of generation Z in the era of 5.0 in Dusun Kalauli did not occur as it should, there was a shift in the values of communication ethics, one of which was the lack of empathy in communicating directly and one of the factors in the shift in communication ethics values was smartphones/gadgets which became an inseparable part of the era of society 5.0.
Tinjauan Tradisi Tuang Labuang Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan di Desa Batujungku Kecamatan Batabual Kabupaten Buru Buton, Wa Putri; Sialana, Fatimah; Tuharea, Jumiati
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5583

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam mengenai Tinjaun Adat Tuang Labuang Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini digunakan dengan tipe yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian berdasarkan proposive sampling terdiri dari 2 Orang tokoh adat ( 2 orang tokoh adat) di Desa Batujungku. Selain peneliti sebagai instrument kunci dalam penelitian. Penelitian ini juga menggunakan taknik dalam pengumpulan data berupa: Obsevasi, dan wawancara,(Cresswell, 2010). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengarah pada studi kasus dengan menggunakan interactive models, dengan langkah-langkah yang di tempuh Miles dan Huberman, (1984) yakni; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses Pelaksanaaan tradisi adat tuang labuang dalam kehidupan masyarakat Desa Batujungku sangat penting dilakukan. Karena berkedaan dengan menjaga dan menghormati warisan dari para leluhur yang memiliki tata nilai dan perilaku hubungan interaksi sosial kemasyarakatan warga sebagai orang basudara; (2) makna dari tradisi adat tuang labuang, bagi masyarakat Desa Batujungku adalah suatu uangkapan doa adat, yang dilakukan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara para leluhur dan anak cucu, serta memelihara keagraban, sehingga masyarakat yang menjungjung tinggi nilai-nilai budaya (civic culture) seperti  Nilai religius, nilai gotong royong, nilai keadilan dan nilai musyawarah. Yang dilakukan dan dilaksanakan sesuai dengan aturan adat yang telah ditetapkan
Pola Penggunaan Media Facebook dan TikTok dalam Konteks Kesehatan Mental Remaja pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 9 Ambon: Penelitian Aprilia Tasidjawa; Fatimah Sialana; Herpie Lambiombir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.731

Abstract

This research is motivated by the increasing use of social media among adolescents, particularly Facebook and TikTok, which are not only used for entertainment but also influence social relationships and mental health. The aim of this study is to explore how the use of Facebook and TikTok shapes the social interactions of adolescents and its impact on the mental health of ninth-grade students at SMP Negeri 9 Ambon. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews with students and Guidance and Counseling (BK) teachers, as well as documentation. The findings show that social media can expand peer networks and serve as a space for self-expression. However, it also has negative effects such as anxiety, fear of negative comments, and social comparison. BK teachers play an important role in providing solutions through personal counseling, digital education, and character development programs. The study concludes that support from both schools and families is essential to help adolescents use social media positively. These findings contribute to a better understanding of the importance of character building amid the challenges of the digital era.
Penyelesaian Kasus Kecelakaan Lalu Lintas pada Polresta Pulau Ambon dan P.P. Lease: Penelitian Ali Muhajirin; Fatimah Sialana; A.M.D. Ratuanak
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.730

Abstract

Traffic accidents are events that occur on public roads unintentionally and unexpectedly, resulting in losses, both material and fatalities. This study uses a qualitative research method with a qualitative descriptive approach to reveal facts or phenomena that occur according to the reality in the field. The results of this study indicate that the main factors causing traffic accidents are alcoholic beverages, damaged road conditions and human negligence which cause accidents. Human negligence factors such as not wearing helmets and obeying traffic rules are things that are violated in traffic rules so that they can cause accidents and fatalities. Damaged road conditions that are not immediately repaired, plus the lack of warning signs, can trigger accidents, especially for drivers who drive fast or are not alert, with a higher risk for motorcyclists. Prevention efforts that have been made by the Ambon Island Police & P.P. Lease includes socialization, safety operations, and law enforcement for those who violate traffic rules and patrols at accident-prone points aimed at reducing the number of accidents. Although there have been improvements, the effectiveness of these efforts still needs to be improved through the use of technology, increased education, and cooperation with related agencies and the community to create safer traffic.
Yelim dan Maren sebagai Perwujudan Civic Responsibility Masyarakat Dusun Watran di Kota Tual Naraha, Finsentina Milen; Salamor, Lisye; Sialana, Fatimah
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v11i2.40689

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya yelim sebagai perwujudan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, bangsa, dan negara pada masyarakat Dusun Watran dan untuk mengetahui bagaimana budaya maren sebagai perwujudan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, bangsa dan negara. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Watran Kecamatan Pulau Dullah Utara Kota Tual. Pengambilan data primer dilakukan melalui wawancara terhadap sejumlah informan yang dianggap mengetahui dan terlibat dalam budaya yelim dan maren pada wilayah tersebut. Penelitian menemukan bahwa budaya yelim merupakan kewajiban yang dilakukan oleh masyarakat adat Dusun Watran sebagai bentuk kerja sama dan gotong-royong yang sudah terbangun dan terlahir secara turun temurun untuk dapat bertanggung jawab terhadap hukum adata dan tradisi yang sudah secara turun-temurun.
Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Pendidikan Anak di Desa Gorua Utara Kabupaten Halmahera Utara Noe, Wahyudin; Seng, Tirai; Sialana, Fatimah; Hasmawati, Hasmawati
Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024, Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jce.v8i2.10681

Abstract

Penelitian ini didorong oleh keprihatinan peneliti terhadap fenomena perceraian orang tua yang antara lain disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), persoalan finansial, adanya orang ketiga/perselingkuhan, dsb. Perceraian tidak hanya berdampak kepada orang tua saja, melainkan berdampak buruk juga terhadap kondisi kejiwaan dan pendidikan anak sebagaimana fenomena yang terjadi di Desa Gorua Utara, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi tentang sejauhmana dampak perceraian orang tua terhadap pendidikan anak di Desa Gorua Utara. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian menggambarkan bahwa: 1) dampak perceraian orang tua terhadap pendidikan anak di Desa Gorua Utara, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, diantaranya: a) anak mengalami gangguan psikologis dan mental seperti menyalahkan diri sendiri, rasa kehilangan, serta rasa putus asa; dan b) prestasi pendidikan anak menjadi buruk karena hilangnya konsentrasi, motivasi dan semangat belajar. 2) upaya yang dapat dilakukan untuk menangani masalah pendidikan anak akibat perceraian orang tua yaitu memberikan dukungan psikososial kepada anak oleh stakeholder seperti Pemerintah Desa, KUA, pihak Sekolah dan Tokoh Masyarakat, mengawasi pergaulan anak korban perceraian, serta memberikan bantuan finasial untuk kelanjutan pendidikan anak.