Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENYULUHAN CARA PRODUKSI PRODUK OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) BAGI UMKM BATU BOLONG SEJAHTERA Putri, Dina Soes; Asmawati, Asmawati; Kurniawan, Hary; Ariansyah, Ariansyah; Apriana, Meli
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35560

Abstract

Abstrak: Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Penyuluhan Cara Produksi Produk Olahan yang Baik (CPPOB) di Desa Batu Bolong, Kabupaten Lombok Barat. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Tani Batu Bolong Sejahtera yang beranggotakan 18 orang anggota. Anggota KT Batu Bolong Sejahtera kesehariannya menyadap air nira di hutan lalu mengolahnya menjadi gula merah tangkup. Sebelumnya, pada proses pengolahan air nira mitra menggunakan tungku berbahan bakar kayu dan dilakukan di luar ruangan sehingga higienitas produk menjadi kurang. Selain itu, produk masih dikemas seadanya, hanya menggunakan plastik kresek putih yang menjadikannya rentan kontaminasi. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan soft dan hardskill mitra melalui kegiatan penyuluhan dan praktik CPPOB yang sesuai dengan standar nasional, khususnya pada proses produksi gula merah tangkup. Pengetahuan terkait CPPOB sangat penting bagi pelaku usaha makanan dan minuman karena merupakan salah satu syarat diterbitkannya izin edar PIRT. Metode pengabdian ini menggunakan teknik Participatory Action Research, dimana mitra terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian. Pengukuran serapan pengetahuan peserta penyuluhan (mitra) dilakukan dengan pemberian pre dan postest. Berdasarkan hasil olah data diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 38% terkait materi seputar CPPOB. Simpulannya, mitra telah memahami prinsip CPPOB dan telah mempraktekkannya dalam proses produksi berikutnya.Abstract: A community service activity was carried out in Batu Bolong Village, Batu Layar Barat Subdistrict, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, with the theme of Good Manufacturing Practices (GMPs). The activity was carried out in collaboration with the Batu Bolong Sejahtera Farmer Group, a local organization that specializes in the collection of palm sap from within forest ecosystems and its subsequent processing into brown sugar. Previously, the partners utilized wood-fired stoves for the outdoor processing of palm sap, a practice that compromised product hygiene. Furthermore, the products' packaging method is substandard, utilizing solely white plastic bags, which renders them vulnerable to contamination. Therefore, the objective of this community service initiative was to educate the partners on the implementation of CPPOB in the production process of moulded brown sugar. It is imperative for food and beverage businesses to possess a comprehensive understanding of CPPOB, as it serves as a prerequisite for obtaining a PIRT distribution permit. This community service method employed the Participatory Action Research technique, in which partners were actively involved in the community service activities. The measurement of the knowledge absorption of the participants (partners) was carried out by administering pre- and post-tests. The findings of the data analysis demonstrated a 40% increase in the participants' knowledge related to CPPOB material. In summary, the partners have comprehended the tenets of CPPOB and have implemented them in subsequent production processes.
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS IV DALAM MEMAHAMI MATERI BANGUN DATAR Ariansyah, Ariansyah; Waridah, Waridah
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v15i1.8852

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan analitis siswa sejak jenjang sekolah dasar. Salah satu materi yang dipelajari pada kelas IV sekolah dasar adalah bangun datar. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa kelas IV dalam memahami materi bangun datar di SD Negeri 05 Kotabaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 12 siswa kelas IV dan satu orang guru kelas sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes esai sebanyak 10 soal, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 dari 12 siswa (58,3%) mengalami kesulitan dalam memahami materi bangun datar. Bentuk kesulitan yang dialami siswa meliputi kesulitan memahami konsep, membedakan ciri-ciri bangun datar, menggunakan rumus keliling dan luas, serta menyelesaikan soal cerita. Kesulitan yang paling dominan adalah pada penyelesaian soal cerita. Faktor penyebab kesulitan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya pemahaman konsep dan kemampuan membaca siswa, serta faktor eksternal seperti metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan media pembelajaran konkret. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu menekankan pada pemahaman konsep melalui penggunaan media konkret, pendekatan visual, serta latihan soal kontekstual.
BIOPELET CAMPURAN SERBUK KAYU MERANTI (Shorea spp.) DAN SODA KUE UNTUK PENGHILANG BAU KOTORAN KUCING ARIANSYAH, ARIANSYAH; MAHDIE, MUHAMMAD FAISAL; Lusyiani, Lusyiani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.11292

Abstract

ABSTRACT. Biopellets Mixture of Meranti Wood Powder (Shorea spp.) and Baking Soda for Deodorizing Cat Litter. This research aims to determine the best composition of biopellet products to be applied as a substitute for lumpy sand in cat litter. This research made 3 types of composition, namely by comparing meranti wood powder and baking soda, 50% meranti wood powder with 50% baking soda, 60% meranti wood powder with 40% baking soda, and 70% meranti wood powder with 30% baking soda. . Data collection was carried out using organoleptic tests to obtain average numerical scale values. The numerical scale has 4 assessment criteria, namely very odorous with a value of 1, quite odorous with a value of 2, slightly odorous with a value of 3 and no odor with a value of 4. The number of panelists in this study was 3 people who were included in the limited type of panel who knew the product manufacturing process from the beginning to the testing process and the final results are taken from the decisions of the panel members themselves. The results obtained from this research were that after an organoleptic test was carried out, it was found that the composition of the ratio of 50% meranti sawdust to 50% baking soda had a value of 3 (slightly odorous), the ratio of 60% to 40% baking soda had a value of 2 (fairly odorous), a ratio of 70% to 30% baking soda, meaning that a composition ratio of 50% meranti wood powder to 50% baking soda is superior to other compositions. ABSTRAK. Biopellet Campuran Serbuk Kayu Meranti (Shorea spp.) dan Soda Kue untuk Penghilang Bau Kotoran Kucing. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui komposisi terbaik produk biopellet yang diaplikasikan sebagai pengganti pasir gumpal pada kotoran kucing. Penelitian ini dibuat sebanyak 3 macam komposisi yaitu dengan perbandingan antara serbuk kayu meranti dan soda kue 50% serbuk kayu meranti dengan 50% soda kue, 60% serbuk kayu meranti dengan 40% soda kue, dan 70% serbuk kayu meranti dengan 30% soda kue. Pengumpulan data dilakukan dengan cara uji organoleptik untuk memperoleh nilai skala numerik rata rata. Skala numerik memiliki 4 kriteria penilaian yaitu sangat berbau dengan nilai 1, cukup berbau dengan nilai 2, sedikit berbau dengan nilai 3 dan tidak berbau dengan nilai 4. Jumlah panelis pada penelitian ini sebanyak 3 orang yang termasuk kedalam jenis panel terbatas yang mengetahui proses pembuatan produk dari awal sampai dengan proses pengujian dan hasil ahir diambil dari keputusan dari anggota panel itu sendiri. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu setelah dilakukan uji organoleptik memperoleh hasil bahwa kompisisi perbandingan 50% serbuk kayu meranti dengan 50% soda kue memiliki nilai 3 (sedikit berbau), perbandingan 60% dengan 40% soda kue memiliki nilai 2 (cukup berbau), perbandingan 70% dengan 30% soda kue, artinya komposisi perbandingan 50% serbuk kayu meranti dengan 50% soda kue lebih diunggulkan daripada komposisi lain.