Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KARAKTERISTIK BROWNIS COKELAT KUKUS BERBAHAN DASAR PATI GARUT DENGAN SUBTITUSI PARSIAL TEPUNG JEWAWUT Dimas Rahadian Aji Muhammad; Tabita Gita Sasti; Siswanti Siswanti; R. Baskara Katri Anandito
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.54 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i1.36184

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sensoris, fisik, dan gizi brownies cokelat kukus berbahan dasar pati garut dengan subtitusi tepung jewawut (25%, 50%, 75%). Produk yang mempumyai nilai tertinggi dalam uji kesukaan konsumen adalah brownis cokelat kukus yang dibuat dari pati garut dan tepung jewawut dengan perbandingan 50:50. Oleh karena itu, sampel ini selanjutnya dipilih untuk digunakan dalam penelitian tahap selanjutnya. Sampel brownis cokela terpilih mempunyai kadar air 28,2%, kadar abu 1,8%, kadar protein 8,7%, kadar lemak 21,6%, kadar karbohidrat 77,1%, dan serat pangan 3,1%. Brownis cokelat kukus dengan subtitusi 50% tepung jewawut memberikan kontribusi sebesar 10% dari total kebutuhan sehari serat pangan golongan anak usia 5-6 tahun, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai makanan sumber serat bagi kelompok konsumen anak-anak pada rentang usia tersebut.
PENGGUNAAN PEMANIS RENDAH KALORI STEVIA PADA VELVA TOMAT (Lycopersicum esculentum mill) Zenita Mulya Astuti; Dwi Ishartani; Dimas Rahadian Aji Muhammad
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 14, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.818 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v14i1.43696

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of velva tomato formula with different proportions of sugar and stevia on the physical, chemical, and sensory of tomato velva. The best tomato velva with sweetener stevia was then determined based on the physical, chemical and sensory characteristics. This research used a completely randomized design (RAL) of one factor which was the propotions of sweetener stevia (K: 50 g sucrose; F1: 39.5 g sucrose and 0.75 g stevia; F2: 29 g sucrose and 1.5g stevia; F3: 19.5 g sucrose and 2.25 g stevia; and F4: 8 g sucrose and 3 g stevia). The result show tat propotions of stevia significantly affects physical characteristics (total dissolved solids, melting power, and overrun), chemical (total calories), and sensory (taste, texture, and overall). While the formula modification has no significant effect on vitamin C and lycopene content. The more proportion of stevia and the less proportion of sucrose reduced total calories, melting power, and total dissolved solids and at the same time increased overrun. The most preferred formula was F1 (39,5g sugar and 0,75g stevia sweetener) which has an overrun of 28.09%, total dissolved solids of 8.43 oBrix, melting power of 13.09 minutes and total calories of 328.65 cal/g.
Current situation and future direction of traditional foods: A perspective review Dwi Larasatie Nur Fibri; Siham Ayouaz; Rohmah Fitri Utami; Dimas Rahadian Aji Muhammad
jurnal1 VOLUME 5 ISSUE 1, JUNE 2022
Publisher : Hasanuddin University Food Science and Technology Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/canrea.v5i1.633

Abstract

Innovation of traditional foods become a new paradigm in the food industry as an effort to prolong the shelf life of the food following the changes in the society’s life style. The innovation was also supported by the current advance study on packaging technology, microbiology, biotechnology, metabolomics, medicinal properties and health as well as computational methods. This review covers various definition of traditional foods and some terms closely related to traditional foods, including ethnicity and ethnoecology, the progress of innovation of traditional foods as well as the risk of the traditional food innovation in terms of product identity, culture and continuity. Geographical Indications (GI) as a strategy of protection and standardization of traditional food are, therefore, discussed in this review. At the end, a recommendation for the direction of traditional food in the future is given in order to create a paradigm on the future action for protecting traditional foods.
Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Biji Kakao Melalui Intensifikasi Perawatan Kakao, Introduksi Alat Budidaya, dan Pengering Sistem Hybrid Mercy Bientri Yunindanova; Dimas Rahadian Aji Muhammad; Sigit Prabawa
Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/abdihaz.v3i1.1512

Abstract

Putat village, Patuk district, Gunung Kidul regency is one of cocoa production center in Yogjakarta. Cocoa bean products in this region have been marketed not only in Yogjakarta but also several areas in Indonesia. In order to support production continuity of cocoa bean productions, to date the farmers face obtacles in cacao plantation maintenance and cocoa beans drying. Thus, this activity aimed to increase quality and quantity of cocoa beans through maintenance intensifications of cacao and introduction of cacao cultivation equipments and cocoa beans drying hybrid system. Partner in this activities were Kelompok Tani Kakao Sido Dadi and cocoa dan chocolate production industry “Joglo Coklat” located in Patuk, Gunung Kidul, Yogjakarta. The activities were conducted in several stages including 1) basic data collection, 2) socialization of cacao plantation maintenance, 3) socialization of cocoa beans drying, 4) introduction of cultivation equipments, 5) contruction of drying chamber, 6) handover of equipment, and 7) evaluation of parnter response. The results of the activity indicated that the provision of information and the introduction of equipment for cacao plant maintenance activities had a positive impact on partners. From the questionnaires, the partners stated the benefits of this activity and the desire for sustainable activities. The introduction of maintenance equipment and cocoa beans drying made it easier for farmers to carry out cultivation, harvest and post-harvest activities of cocoa beans so would be able to improve the quality and quantity of cocoa beans.
Peningkatan Kapasitas Produksi Usaha Rintisan “Semesta Rasa” melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Dimas Rahadian Aji Muhammad; Gusti Fauza; Dian Rachmawanti Affandi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.211 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1247

Abstract

Desa Putat, Kecamatan Patuk merupakan salah satu daerah penghasil kakao di Kabupaten Gunungkidul dengan total 11 hektar lahan yang ditanami lebih dari 10 ribu pohon kakaoUntuk meningkatkan nilai tambah produk kakao yang dihasilkan di desanya, pada Tahun 2019 para pemuda di Desa Putat mendirikan unit usaha pengolahan kakao dengan nama UKM Semesta Rasa dengan produk makanan ringan berbasis cokelat, dengan produk andalannya adalah ampyang cokelat. Hasil survey dari Tim Pengabdian Masyarakat UNS menunjukkan bahwa produk hasil olahan cokelt dan kakao tersebut belum berkualitas baik karena masih melakukan proses pengolahan menggunakan peralatan dengan kapasitas kecil serta pengetahuan dasar terkait proses pengolahan pangan masih rendah. Sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat UNS telah bersepakat dengan mitra untuk menyelenggarakan program berupa (1) Introduksi ilmu dan teknologi pengolahan kakao; (2) Fasilitasi teknologi tepat guna untuk pengolahan kakao menjadi produk cokelat siap jual; (3) Training kewirausahaan dan manajemen industri pangan. Hasil evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berupa oven dan mixer dapat meningkatkan kapasitas produksi lebih dari 3x lipat per batch proses. Program pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pada usaha rintisan tersebut pada aspek teknologi pengolahan kakao, kewirausahaan dan manajemen industri pangan
Peningkatan Brand Image Kopi Robusta Temanggung Berbasis Indikasi Geografis Pardono Pardono; Dimas Rahadian Aji Muhammad; Isti Khomah; Hanifah Ihsaniyati; Nuning Setyowati
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1268.662 KB) | DOI: 10.23917/warta.v25i1.602

Abstract

Kopi memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai penghasil devisa dan sumber pendapatan petani karena kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia. Kabupaten Temanggung salah satu penghasil kopi di Provinsi Jawa Tengah, terutama pada Kopi Robusta. Kopi Robusta Temanggung memiliki karakteristik dan mutu produk yang khas, unik dan tampil beda yang terindikasi karena faktor geografis. Hal ini dikarenakan adanya asosiasi petani yang tergabung pada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Robusta Temanggung (MPIG-KRT). MPIG-KRT berkomitmen dalam mengawal mutu kopi sesuai standar. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing petani kopi di Kabupaten Temanggung dengan upaya didorong untuk menjalankan budidaya dan pengolahan pasca panen kopi berbasis Indikasi Geografis (IG) Kopi Robusta Temanggung (KRT). Guna menjaga mutu kopi, meningkatkan daya saing, dan memperkuat Brand Image Kopi Robusta Temanggung, maka dilakukan program pengabdian terutama bertujuan untuk memberikan pendampingan petani kopi agar dapat 1) menjalankan pengolahan pasca panen berbasis IG dengan introduksi mesin grading, 2) dapat menjalankan digital marketing dengan tujuan memperluas pangsa pasar sehingga mampu meningkatkan hasil penjualan dan keuntungan, dan 3) memiliki pengetahuan tentang merek dan label merek guna membangun brand Kopi Robusta Temanggung. Program pengabdian ini telah dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan yang terdiri dari pelatihan pascapanen, pelatihan digital marketing, dan pelatihan edukasi merek dan desain label merek. Selain itu, dilakukan pula introduksi mesin grading setelah dilakukan pelatihan pascapanen. Kegiatan pengabdian ini telah berhasil dilakukan dilihat adanya introduksi Mesin Grading sehingga petani mitra dapat melakukan proses grading dengan cepat dan bisa menentukan mutu dari grade kopi 1, 2, dan 3. Petani mitra telah memahami pentingnya merek dan desain label yang dapat dilihat dari adanya kemasan produk kopi yang sudah memiliki merek, informasi produk, dan kemasan yang baik untuk menjaga mutu kopi. Petani mitra sudah mulai menggunakan WhatsApps bisnis, Instagram, dan Facebook untuk promosi. Petani mitra juga sudah bisa membuat promosi dengan menggunakan Canva, lalu membuat link pesan Auto Order.
KNOWLEDGE SHARING DALAM BUDIDAYA KOPI: STUDI KASUS PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS PETANI LMDH WANA ASRI, KABUPATEN KEBUMEN Widiyanto, Widiyanto; Santosa, Fajar Julian; Purwanto, Danang; Wardani, Raden Roro Ilma Kusuma; Muhammad, Dimas Rahadian Aji; Jamaluddin, Anif; Wahyudi, Wahyudi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.53036

Abstract

Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen merupakan salah satu desa yang menerima program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat dari Perum Perhutani Jawa Tengah. Melalui program tersebut, masyarakat Desa Kebakalan menerima bantuan bibit kopi yang diberikan kepada Lembaga Masyarakat Hutan Desa (LMDH) Wana Asri. Akan tetapi, petani kopi di Desa Kebakalan masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai cara budidaya kopi dan pengolahan pasca-panen. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan literatur terkait peran penting knowledge sharing kelompok LMDH Wana Asri dalam meningkatkan pengetahuan tentang budidaya kopi baik pada peningkatan kualitas tanaman, hasil, dan keberlanjutan. Metode penelitian yaitu sosial kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Wawancara mendalam dilakukan kepada 7 informan petani kopi yang dipilih secara purposive. Selain itu, dilakukan observasi dan kajian data sekunder. Kegiatan knowledge sharing dilakukan melalui diskusi (offline dan online) dan praktik langsung.Selain praktik budidaya, petani kopi juga melakukan praktik pengolahan pasca-panen yang meliputi praktik sortasi cherry kopi, pemecahan kulit menggunakan pulper, pengeringan, hingga roasting menggunakan mesin sangrai (roaster). Adapun peran penting dari knowledge sharing yaitu: 1) mendorong dan membuka wawasan petani; 2) memfasilitasi pengembangan kompetensi petani dalam kemandirian dan berinovasi; 3) pengaruh positif dalam meningkatkan kepercayaan diri para petani; 4) memunculkan jaringan kemitraan dan spirit dalam pengembangan komoditas kopi yang baik dan berkelanjutan. Kebakalan Village, Karanggayam District, Kebumen Regency is one of the villages that received the Community Forest Management program from Perum Perhutani Central Java. Through this program, the people of Kebakalan Village received coffee seed assistance provided by the Wana Asri Village Forest Community Institute (LMDH). However, coffee farmers in Kebakalan Village still need more knowledge about cultivating coffee and post-harvest processing. This study aims to provide literature on the vital role of knowledge sharing of the LMDH Wana Asri group in increasing knowledge about coffee cultivation in improving crop quality, yield, and sustainability. The research method is social qualitative with a case study approach. In-depth interviews were conducted with seven purposively selected coffee farmer informants. In addition, observations and secondary data studies were conducted. Knowledge-sharing activities are carried out through discussions (offline and online) and direct practice. In addition to cultivation practices, coffee farmers also carry out post-harvest processing practices, including coffee cherry sorting practices, skin splitting using pulpers, drying, and roasting using roaster machines. The important roles of knowledge sharing are: (1) Encouraging and opening farmers' insights; (2) Facilitating the development of farmers' competencies in self-reliance and innovation; (3) Positive influence in increasing the confidence of farmers; (4) Establishing a network of partnerships and spirits in the development of excellent and sustainable coffee commodities.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI COKELAT VEGAN DI PT NDALEM VALUE CREATION INDONESIA Muhammad, Dimas Rahadian Aji; Ardina, Kania Shofi; Kamiilah, Diinah Salwa; Nursiwi, Asri; Yulviatun, Anastriyani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1958

Abstract

PT. Dalem Value Creation Indonesia merupakan sebuah industri pengolahan cokelat yang terletak di kawasan wisata utama Kota Yogyakarta turunannya dengan brand Cokelat nDalem. Saat ini permintaan pasar Cokelat nDalem terus bertumbuh, terutama untuk menyasar segmen pasar baru yaitu konsumen vegan. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan daya saing Cokelat nDalem di pasar melalui introduksi teknologi proses produksi cokelat vegan. Kegiatan ini melibatkan Central Luzon State University (Filipina) sebagai mitra internasional yang akan berkontribusi pada diseminasi ilmu dan pengetahuan mengenai trend produk vegan skala global, perilaku konsumen produk pangan dan peluang pasar cokelat di Filipina. Program yang dilaksanakan dalam kegiatan ini berupa (1) Introduksi ilmu dan teknologi pengolahan cokelat vegan serta (2) Fasilitasi teknologi tepat guna untuk pengolahan kakao menjadi produk cokelat vegan. Hasil evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berupa roaster dan oven dapat meningkatkan kualitas produksi serta kapasitas produksi 2x lipat per batch proses. Program pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pada industri tersebut pada aspek teknologi pengolahan kakao, kewirausahaan dan manajemen industri pangan. Keberhasilan program ini secara jangka panjang dapat mendukung pengembangan agroindustri cokelat di Yogyakarta sekaligus mendukung penguatan pariwisata di Yogyakarta.
Identification and Reduction of Bitter Taste Determinant Compounds in Chocolate Spread Formulated with Candlenut Zenita Mulya Astuti; Dwi Larasatie Nur Fibri; Siham Ayouaz; Dimas Rahadian Aji Muhammad
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 39, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v39i1.80167

Abstract

Candlenuts can be used as a substitute in producing chocolate spread due to their high-fat content. However, the limitation of using candlenut in the spread formulation is the existence of a bitter taste. This study aimed to investigate the effect of sodium bisulfite and sodium bicarbonate soaking treatment (100, 300, and 500 ppm) on reducing the bitter taste of candlenut seed. In order to reach the goal, bitter compounds of candlenut and chocolate spread were identified using Liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS). The sensory characteristics of chocolate spread were profiled using the Rate All That Apply (RATA) descriptive method. It was shown that the panelists identified 14 sensory attributes in the samples, one of which was bitter taste. Treatment with sodium bisulfite, as well as sodium bicarbonate at the level of 300 ppm, reduced the intensity of the bitter taste. The treatment reduced flavonoid and tannin levels by 85.21% and 82.08% in candlenut seeds. It also reduced flavonoid and tannin levels by 88.47% and 72.71% in chocolate spread, respectively. LC-MS identified 13 compounds that cause the bitter taste, namely quercetin, oleuropein, kaemferol, resveratrol dimer, luteolin, epicatechin, theobromine, caffeine, iso-humolones, colaflavone, chlorogenic acid, feruloyl-caffeoylquinic acid, and coumaroylquinic acid. This study creates a new technique for producing chocolate spread formulated with candlenuts with lower bitterness levels.
PENURUNAN DERAJAT KEASAMAN SALIVA PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN YANG MENGKONSUMSI COKELAT HITAM SUKROSA, XYLITOL, DAN STEVIA Kaswindiarti, Septriyani; Saputra, Muhammad Rhaufly Dwi Arga; Yudiatna, Clara Cessa Putri; Widianto, Shafwan Rafif; Muhammad, Dimas Rahadian Aji; Praseptiangga, Danar; Murdiyanto, Dendy; Sari, Nendika Dyah Ayu Murika; Mardiyati, Nur Lathifah
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Vol 11, No 2 (2024): Vol. 11,No 2 (Desember 2024)
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v11i2.1649

Abstract

Introduction: Chocolate is a widely consumed food, particularly by children. It is often considered a contributing factor to the development of dental caries due to its high sugar content, which can lead to the formation of dental caries. Aim: This study aimed to determine whether consuming dark chocolate sweetened with sucrose, xylitol, and stevia would reduce saliva acidity in children aged 10-12 years. Methods: Twenty-one children aged 10-12 years were given dark chocolate with three sweeteners: 30% sucrose, 30% xylitol, and 1% stevia. The subjects' saliva was collected 10 minutes after chewing chocolate with sucrose on day 1, chocolate with xylitol on day 2, and chocolate with stevia on day 3 for 30 seconds and then measured by a pH meter. The measurement was repeated thrice. Result: The difference in mean saliva pH before and after treatment with the three types of chocolate were analysed using the One-way ANOVA test.  A decline in pH was observed in all treatment groups; however, the most significant decrease was observed in the sucrose chocolate group (0.34 ± 0.12), followed by the stevia chocolate group (0.26 ± 0.09), and the least significant decrease was observed in the xylitol chocolate group (0.14 ± 0.07). Conclusion: A statistically significant difference was observed in the decrease in saliva acidity among children aged 10-12 years who consumed dark chocolate containing sucrose, xylitol, and stevia
Co-Authors Anif Jamaluddin Ardina, Kania Shofi Ari Prasetyo Asri Nursiwi, Asri Ayouaz, Siham Bambang Sigit Amanto Bambang Sigit Amanto, Bambang Sigit Danang Purwanto Danar Praseptiangga Dendy Murdiyanto Desti Dwi Kusumawati, Desti Dwi Dhoni Hartanto Dian Rachmawanti Dian Rachmawanti Affandi Dwi Ishartani Dwi Ishartani Dwi Larasatie Nur Fibri Dwi Larasatie Nur Fibri Edhi Nurhartadi Endi Irfan Aryanto Fanny Widadie Fibri, Dwi Larasatie Nur Godras Jati Manuhara Gusti Fauza Gusti Fauza Gusti Fauza, Gusti Hanifah Ihsaniyati Isti Khomah Joel Garcia Juvinal Joko Riyanto Kamiilah, Diinah Salwa Koen Dewettinck Madani, Khodir Mardiyati, Nur Lathifah Mercy Bientri Yunindanova Muji Rahayu Nendika Dyah Ayu Murika Sari nuning setyowati Oktafiani Oktafiani, Oktafiani Oktafiani, Oktafiani Pardono Pardono Pardono Pardono Penatari, Resi Intan Prima Astuti Handayani Puji Astuti Purnama Darmadji Puspitasari, Aprilia Bertha R. Baskara Katri Anandito Ratna Dewi Kusumaningtyas Rohmah Fitri Utami Rokhmaniyah Rokhmaniyah, Rokhmaniyah Santosa, Fajar Julian Saputra, Muhammad Rhaufly Dwi Arga Septriyani Kaswindiarti Setyaningrum Ariviani Setyowati, Nuning Sigit Prabawa Siham Ayouaz Siham Ayouaz Siswanti Siswanti Siswanti Siswanti Suhartono Tabita Gita Sasti Wahyudi Wahyudi Wardani, Raden Roro Ilma Kusuma Wianto, Ardian Ozzy Widianto, Shafwan Rafif Widiyanto Widiyanto Windi Atmaka, Windi Yasmin Nabila Yudi Pranoto Yudiatna, Clara Cessa Putri Yulviatun, Anastriyani Zenita Mulya Astuti Zenita Mulya Astuti